PELAYANAN-PUBLIK-BALITHI,-BIRO-OK:-INI-MERUPAKAN-LANGKAH-MAJU

  • PELAYANAN PUBLIK BALITHI, BIRO OK: INI MERUPAKAN LANGKAH MAJU

  • ditulis tgl : 19 November 2019, telah dibaca sebanyak : 205 kali

    Share On Twitter


    Public hearing standar pelayanan publik Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dilaksanakan Selasa 19 November 2019 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi, Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.

    Hadir dalam kesempatan ini Ombudsman RI perwakilan Jawa Barat Haneda Sri Lastoto dan memaparkan secara gamblang mengenai pelayanan publik, Berintegritas dan Menyenangkan. Haneda mengatakan UU 25 2009 tentang pelayanan publik pasal 20 menjadi dasar bahwa kita sebagai pengguna layanan atau masyarakat secara keseluruhan bisa memastikan apakah standar pelayanan yang diberikan oleh penyelenggara negara atau pemerintah sudah memenuhi standar pelayanan atau belum, secara teori seperti itu.

    Dalam wawancaranya Mardianis perwakilan dari Biro Organisasi dan Kepegawaian Sekjen Kementan mengatakan bahwa kegiatan public hearing di Balithi ini merupakan langkah maju, hal ini menunjukan komitmen pimpinan di Balithi untuk melayani masyarakat dengan baik, karena untuk mencapai visi dan misi Kementan kita mulai dari pelayanan yang baik. Unsur pelayanan tersebut bukan hanya ada di pimpinan tetapi ada di semua jajaran yang patuh dan taat terhadap standar yang sudah kita susun dan kita terapkan bersama.

    Kegiatan Public hearing standar pelayanan publik Balithi ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri dari perwakilan Unit Kerja dan Unit Pengelola Teknis Lingkup Kementerian Pertanian, Pertani pelaku usaha tani tanam hias, Universitas, SMK dan para pengguna layanan publik Balithi lainnya.

    Juga turut hadir pejabat lingkup Balitbangtang diantaranya Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Puslitbang Hortikultura, Dr. Rudi Hartono, serta Kepala BPTP DKI Jakarta Dr. Ir. A. Arivin Rivaie, M.Sc. 

    Acara ini ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias dengan wakil peserta yang terdiri dari BPTP DKI Jakarta, Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, Penangkar Benih Tanaman Hias serta Petani Tanaman Hias. Dengan disaksikan oleh Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian, Sekretariat Balitbangtan, serta Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. (irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Cara Fertigasi Tanaman

      05 Desember 2019
      Ketidak seimbangan pemberian hara/nutrisi, selain tidak efisien dapat menyebabkan mutu bunga terganggu seperti vase life menjadi lebih pendek atau dapat juga mencemari lingkungan seperti polusi nitrat ke sumur-sumur penduduk. Untuk mencegah hal tersebut perlu dicari jalan keluarnya.Analisis hara yang tersedia di tanah (media tanam) dan kebutuhan hara oleh tanaman itu  sendiri perlu dijadikan sebagai acuan dalam rekomendasi pemupukan. Dalam aplikasi
    • Inspektur III Kementan Berkunjung ke Balithi: Semakin Baik Tata Kelola Semakin Kecil Temuan

      03 Desember 2019
      Inspektur III Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Fuadi, AK., MPA. Selasa 3 Desember 2019 melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi).Dalam kunjungannya Fuadi memaparkan tentang Pengawalan SPI Kegiatan Penelitian Balai Penelitian Tanaman Hias di depan seluruh staf Balithi yang terdiri dari pejabat struktural, peneliti, teknisi dan staf administrasi.Fuadi juga memperkenalkan aplikasi vote yang disebut
    • Kunjungan Menteri Pertanian Ke Balithi: Katakan Cinta Dengan Bunga

      01 Desember 2019
      Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Syahrul Yasin Limpo didampingi Kepala Badan Litbang Perranian Dr. Fadjry Djufry beserta pejabat eselon I lingkup Kementerian Pertanian lainnya mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Hias Minggu 1 Desember 2019.Dalam sambutannya Dr. Syahrul mengatakan "masuk kesini (Balithi) saya sudah menangkap bahwa disini adalah salah satu hal yang harus menjadi kebanggaan kita".Agenda yang disajikan dalam
    • Andi Burdah Petani Krisan Inspiratif

      29 November 2019
      Andi Burdah Zawahir merupakan petani dan penangkar benih krisan yang memulai usahanya sejak tiga tahun lalu di Jl. Kp. Cibodas Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Bermodalkan lahan milik keluarga seluas 600 meter persegi Andi merintis usaha krisannya dengan sistem bagi hasil bersama para pekerjanya.Saat ini Andi memiliki 20 Green House (GH) krisan dengan luas area +10.000 meter persegi, sistem pengupahan kepada pekerja dihitung dari
    • Yulimar Krisan Standar Dengan Batang Tebal

      25 November 2019
      Yulimar merupakan salah satu varietas unggul krisan yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Unit Pengelola Teknis Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dengan silsilah turunan esensial dari varietas fiji putih.Umur mulai berbunga varietas Yulimar ini 60-70 hari setelah tanam dengan hasil bunga 60 - 64 tangkai per meter persegi per musim tanam. Penciri utama dari varietas Yulimar ini diantaranya
    • Penjajakan Kerjasama Praktik Kerja SMK-PP Negeri Padang

      22 November 2019
      Dalam rangka penjajakan rencana pengiriman siswa praktik kerja, 17 siswa SMK Pembangunan Pertanian Negeri Padang didampingi tiga guru melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias Jumat 22 November 2019.Penerimaan kunjungan dilaksanakan oleh Kepala Balithi, Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. beserta Kasi Jasa Penelitian, Koordinator Program Penelitian serta peneliti dan teknisi.Dalam sambutannya ketua rombongan Eli  Ratna
    • Penyakit dan Hama yang Sering Menyerangan Pertanaman Gerbera

      20 November 2019
      1. Bercak daun. Disebabkan oleh jamur cercospora gerberae chupp et viegas. Gejala serangan penyakit ini adalah timbulnya bercak-bercak berwarna coklat berbentuk bulat atau tidak beraturan pada daun-daun tua. Pengendalian dilakukan dengan membuang daun yang telah terinfeksi penyakit ini dan untuk pencegahan dilakukan penyemprotan secara rutin dengan fungisida Dithane atau Daconil. Untuk pengendalian jika sudah terserang parah