PELAYANAN-PUBLIK-BALITHI,-BIRO-OK:-INI-MERUPAKAN-LANGKAH-MAJU

  • PELAYANAN PUBLIK BALITHI, BIRO OK: INI MERUPAKAN LANGKAH MAJU

  • ditulis tgl : 19 November 2019, telah dibaca sebanyak : 312 kali

    Share On Twitter


    Public hearing standar pelayanan publik Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dilaksanakan Selasa 19 November 2019 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi, Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.

    Hadir dalam kesempatan ini Ombudsman RI perwakilan Jawa Barat Haneda Sri Lastoto dan memaparkan secara gamblang mengenai pelayanan publik, Berintegritas dan Menyenangkan. Haneda mengatakan UU 25 2009 tentang pelayanan publik pasal 20 menjadi dasar bahwa kita sebagai pengguna layanan atau masyarakat secara keseluruhan bisa memastikan apakah standar pelayanan yang diberikan oleh penyelenggara negara atau pemerintah sudah memenuhi standar pelayanan atau belum, secara teori seperti itu.

    Dalam wawancaranya Mardianis perwakilan dari Biro Organisasi dan Kepegawaian Sekjen Kementan mengatakan bahwa kegiatan public hearing di Balithi ini merupakan langkah maju, hal ini menunjukan komitmen pimpinan di Balithi untuk melayani masyarakat dengan baik, karena untuk mencapai visi dan misi Kementan kita mulai dari pelayanan yang baik. Unsur pelayanan tersebut bukan hanya ada di pimpinan tetapi ada di semua jajaran yang patuh dan taat terhadap standar yang sudah kita susun dan kita terapkan bersama.

    Kegiatan Public hearing standar pelayanan publik Balithi ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri dari perwakilan Unit Kerja dan Unit Pengelola Teknis Lingkup Kementerian Pertanian, Pertani pelaku usaha tani tanam hias, Universitas, SMK dan para pengguna layanan publik Balithi lainnya.

    Juga turut hadir pejabat lingkup Balitbangtang diantaranya Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Puslitbang Hortikultura, Dr. Rudi Hartono, serta Kepala BPTP DKI Jakarta Dr. Ir. A. Arivin Rivaie, M.Sc. 

    Acara ini ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias dengan wakil peserta yang terdiri dari BPTP DKI Jakarta, Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, Penangkar Benih Tanaman Hias serta Petani Tanaman Hias. Dengan disaksikan oleh Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian, Sekretariat Balitbangtan, serta Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. (irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Naweswari Agrihorti Varietas Krisan Bertipe Spray

      15 Februari 2020
      Krisan Varietas Naweswari Agrihorti merupakan tanaman hias komoditas krisan yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui unit kerja Balai Penelitian Tanaman Hias.Varietas ini merupakan hasil silangan dari varietas Wastu Kania x Stroika dengan ciri-ciri diantraanya memiliki tinggi tanaman 99.6 - 106.6 cm, bentuk daun lonjong menjari dengan lekukan dalam dan gerigi sedang. Umur mulai berbunga varietas Naweswari Agrihorti 56-62 hari
    • Studi Penyebab Gejala Mosaik Pada Tanaman Anggrek Menggunakan Metode Deteksi Elisa

      14 Februari 2020
      Resta Patma Yanda, Erniawati Diningsih dan Indijarto Budi Rahardjo, Balai Penelitian Tanaman HiasTanaman hias Anggrek merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Salah satu kendala peningkatan produksi bunga anggrek adalah adanya penyakit  sistemik  yang  disebabkan  oleh  virus. Tanaman  anggrek  dapat  terinfeksi  lebih dari 25 jenis virus. Tujuan penelitian
    • Konservasi Anggrek Spesies Alam Menggunakan Eksplan Biji pada Media Vacin & Went

      12 Februari 2020
      Suskandari Kartikaningrum*, Dewi Pramanik*, Minangsari Dewanti, Rudy Soehendi, dan M. Prama Yufdy Abstrak. Konservasi anggrek spesies alam merupakan langkah penting untuk menghindari kepunahan akibat rusaknya habitat alamnya. Tujuan penelitian ialah mengetahui kemampuan tumbuh biji anggrek spesies alam pada media Vacin dan Went (VW) dan me- nentukan jenis anggrek spesies yang telah berhasil dikonservasi melalui biji. Anggrek spesies alam yang
    • Marina, Varietas dengan Kuntum Bunga Padat

      05 Februari 2020
      Krisan bunga potong varietas Marina memiliki bunga tipe standar dengan bentuk dekoratif serra berwarna bunga pita kuning cerah. Bunga pita berjumlah 300-350 helai per kuntum dalam satu tangkai. Tanaman krisan varietas Marina ini berpotensi menghasikan 60-63 tangkai bunga per meter persegi per musim tanam. Batang berpenampang bulat berwarna hijau dengan daun berbentuk bercangap menyirip.  Varietas ini mempunyai sistem perakaran serabut dengan
    • Proses Produksi Benih Mawar Potong

      30 Januari 2020
      Penyiapan batang bawahBahan tanam berupa bibit tanaman hasil okulasi dengan mawar batang bawah.  Cara penyiapan bibit tanaman hasil bawah adalah sebagai berikut :Penyiapan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang (1 : 1 v/v).Campuran media ini kemudian ditempatkan pada polybag berukuran 18 x 18 cm.  Pengisian media tanam sebaiknya hingga permukaannya berada 2-3 cm dari bibir polybag. Hal ini dimaksudkan agar media
    • Penyiapan Sarana dan Prasarana Produksi Mawar

      24 Januari 2020
      Mawar potong umumnya ditanam di dalam rumah lindung, Rumah lindung bertujuan untuk melindungi tanaman dari kondisi cuaca dan lingkungan yang ekstrim yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan tanaman dan melindungi tanaman dari organisme pengganggu tanaman. Rumah lindung dibuat memanjang disesuaikan dengan bentuk dan luas lahan.Rangka rumah lindung dapat berupa kayu, bambu, besi, aluminium, atau beton dengan ketinggian berkisar
    • Balitbangtan Kini Memiliki Smart Greenhouse Tanaman Hias

      21 Januari 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) saat ini memiliki Smart Greenhouse tanaman hias berlokasi di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Tanaman Hias Serpong Jl. Situgadung - Tangerang Selatan. Sosialisasi pengoperasian smart green house ini dilaksanakan Selasa 21 Januari 2020.Hadir dalam kesempatan tersebut Prof Dr Budi Marwoto peneliti Balitbangtan yang dalam wawancaranya menyampaikan dengan