SISTEM-BUDIDAYA-TANAMAN-HIAS-PADA-LINGKUNGAN-TERKENDALI:-RUMAH-KACA/RUMAH-PLASTIK

  • SISTEM BUDIDAYA TANAMAN HIAS PADA LINGKUNGAN TERKENDALI: RUMAH KACA/RUMAH PLASTIK

  • ditulis tgl : 29 Oktober 2019, telah dibaca sebanyak : 168 kali

    Share On Twitter


    Salah satu sub sektor pertanian yang potensial untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru untuk memperoleh devisa maupun perbaikan ekonomi petani adalah komoditas tanaman hias. Tanaman hias sebagai salah satu kelompok komoditas hortikultura berpeluang besar untuk dibudidayakan secara meluas dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani, memperluas lapangan pekerjaan, pariwisata dan menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Produksi bunga potong dan tanaman hias di Indonesia, selain untuk dikonsumsi di dalam negeri, juga sebagai salah satu komoditas ekspor. Sebagai komoditas ekspor, tanaman hias telah memberikan kontribusi terhadap devisa negara

    RUMAH KACA/RUMAH PLASTIK
    Budidaya tanaman di rumah kaca/plastik dianggap sebagai pertanian intensif. Artinya pertanian yang membutukkan input tenaga dan modal yang besar per luasan tanah untuk memproduksi tanaman yang memiliki nilai tinggi.

    Pada awalnya  yang disebut greenhouse yaitu bangunan yang dinding dan atapnya terbuat dari kaca untuk memproduksi tanaman. Ini lebih cocok disebut  rumah  kaca  (glasshouse).  Akan  tetapi  difinisi greenhouse telah berkembang menjadi suatu kerangka atau struktur yang ditutupi dengan bahan transparan atau translusen yang didalamnya dapat ditumbuhkan tanaman  dan sekurang -kurangnya  sebagian  kondisi  lingkungannya  terkendali,  serta  cukup luas  bagi orang  berjalan  untuk melakukan kegiatan  budidaya tanaman.

    Difinisi ini termasuk naungan untuk perlindungan tanaman terhadap   cahaya matahari hujan  dan  angin. Tanpa pengaturan, maka suhu di rumah plastik dapat bertambah 6-10 derajat celcius, sedangkan intensitas cahaya matahari berkurang 30 - 40 % dibandingkan dengan kondisi di luar.

    Berdasarkan biaya pembuatannya, rumah kaca/plastik dibagi ke dalam : murah (low cos)t, medium dan canggih (hi-tech). Canggih tidaknya pengaturan/ pengendalian kondisi lingkungan di rumah kaca/plastik banyak ditentukan oleh lokasi dimana rumah kaca dididrikan. Di daerah temperate diperlukan peralatan untuk mengatur suhu, ventilasi dan cahaya yang lebih canggih, dibandingkkan dengan di daerah sub tropis dan tropis.

    Pada masing-masing tempat diperlukan peralatan yang berbeda-beda.  Walaupun demikian untuk memproduksi tanaman florikultrura  dimanapun, menurut Hammer (2004) paling membutuhkan kondisi lingkungan yang dimodifikasi.

    Ada 3 kegiatan yang dapat meningkatkan efisiensi budidaya tanaman di rumah kaca, yaitu mekanisasi, komputerisasi dan otomatisasi.

    Keunggulan teknologi rumah kaca/ plastik yaitu:
    • Perlindungan dari kondisi cuaca yang buruk (hujan, angin)
    • Peningkatan hasil 4-5 kali lipat daripada penanaman secara tradisional
    • Memungkinkan produksi pertanaman off-season
    • Memungkinkan untuk memperoleh tanaman bebas penyakit
    • Keuntungan yang lebih karena dapat memproduksi sepanjang tahun
    • Efisiensi konsumsi  air karena penggunaan drip atau sprinkle
    • Lahan tidur dapat lebih dimanfaatkan
    • Teknologi menciptakan lapangan kerja baru
    • Dll. (irm) 

    Yoyo Sulyo dan Rahayu Tedjasarwana
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • Bimtek Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur

      14 November 2019
      Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Perbenihan Tanaman Buah dan Tanaman Hias pada tanggal 13-15 November 2019 dengan peserta sekitar 90 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur.Salah satu agenda yang disajikan dalam kegiatan tersebut yaitu bimbingan teknis (Bimtek) budidaya, perbenihan serta pemanfaatan anggrek dendrobium dan krisan pot yang dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias Kamis 14 November
    • Bupati Cianjur Menghadiri Panen Perdana Krisan Dataran Rendah

      12 November 2019
      Panen perdana krisan dataran rendah dilaksanakan Selasa 12 Nopember 2019 di kampung Tipar Desa Hegarmanah Kecamatan Karangtengah Cianjur dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Sekretaris Balitbangtan Dr. Hardiyanto.Dr. Hardiyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa teknologi ini hanya trial bagaimana krisan yang biasanya adaptif di tanaman pada dataran tinggi
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • PEMUPUKAN YANG TEPAT UNTUK TANAMAN HIAS

      08 November 2019
      Setiap tanaman untuk kebutuhan hidupnya memerlukan sejumlah unsur hara (22 jenis) yang dapat diperoleh dari udara , tanah/media tanam, air, dan bahan organik . Berdasarkan banyaknya jumlah yang dibutuhkan, ke 22 jenis unsur hara tadi digolongkan ke dalam unsur hara makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S) dan mikro (Fe, Mn, B, Co, Mo, Mn, Zn dll). Unsur C , H dan O dapat diperoleh dari udara dan air. Sedangkan unsur hara lain diperoleh dari tanah atau
    • Seminar Internasional di Balithi Tema: The Use of Mutation and Molecular Techniques to Produce Superior Varieties of Ornamental Plants

      07 November 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan International Atomic Energy Agency (IAEA) menyelenggarakan seminar Internasional dengan tema THE USE OF MUTATION AND MOLECULAR TECHNIQUES TO PRODUCE SUPERIOR VARIETIES OF ORNAMENTAL PLANTS Kamis 7 Nopember 2019.Acara ini diikuti oleh 164 peserta dan 26 peserta dari negara anggota IAEA, seperti Bangladesh, Srilanka, India, Srilanka,