PEMBERIAN-HARI-PANJANG-DALAM-BUDIDAYA-KRISAN

  • PEMBERIAN HARI PANJANG DALAM BUDIDAYA KRISAN

  • ditulis tgl : 21 Oktober 2019, telah dibaca sebanyak : 700 kali

    Share On Twitter


    Krisan tergolong tanaman berhari pendek fakultatif (Facultative-Short Day Plant), dengan dasar karakteristik tanaman krisan tersebut, maka untuk memperoleh tinggi standar tanaman (panjang tangkai bunga) pada bunga potong, tanaman krisan dipelihara/dipertahankan pada fase vegetatif selama waktu tertentu agar tumbuh hingga mencapai tinggi tertentu dengan aplikasi pemberian cahaya lampu tambahan (untuk menambah panjang hari yang diterima tanaman).

    Pemberian hari panjang dimulai pada hari penanaman dan selanjutnya setiap hari hingga tanaman induk tidak produktif menghasilkan stek atau bila mutu stek yang dihasilkan menurun dan keragaan tanaman induk yang bersangkutan tidak dapat diperbaiki lagi. Untuk pertanaman bunga potong, kondisi hari panjang diberikan selama 30 - 40 hari tergantung jenis dan varietas atau hingga tanaman telah mencapai tinggi  50 - 55 cm.

    Pemberian cahaya tambahan selama fase vegetatif dapat dilakukan dengan metode nite-break (siklik).  Metode siklik ini dianjurkan menggunakan  pola 10-20x6 (10 menit lampu menyala diikuti 20 menit lampu dimatikan dalam satu siklus).Metode siklik dapat juga diterapkan dengan pola 5-1x5, 15-15x6, 6-24x8 atau penyinaran terus menerus selama 3 - 5 jam tergantung varietas yang ditanam.

    Sehubungan dengan sensitifitas tanaman krisan terhadap cahaya, keberadaan cahaya di antara fase gelap ini pun perlu mendapat perhatian.  Keberadaan terang (cahaya) di antara fase gelap selama induksi pembungaan (hari pendek) akan mempengaruhi pertumbuhan bunga. Cabang baru bunga akan tumbuh dengan waktu yang tidak bersamaan dan muncul dari segmen tanaman bagian tengah atau bawah tanaman (over branching).

    Selain akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bunga yang muncul dari perubahan pertumbuhan apikal, kemunculan bakal bunga ini dapat mengurangi bentuk dan mutu fisik bunga potong. (irm)

    Yoyo Sulyo
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Suryandhari Agrihorti, Krisan Potong Penghias Ruang dan Panggung

      04 Juni 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) *telah* berhasil melepas labih dari 70 varietas krisan bunga potong yang memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda pa setiap varietasnya.Suryandhari Agrihorti adalah salah satu varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan pada 2019 lalu, memiliki bunga tipe spray berbentuk ganda serta berwarna bunga pita kuning menjadikan Suryandhari Agrihorti ini sangat cocok untuk dijadikan
    • Kurangi Ketergantungan Produk Luar, Balitbangtan Produksi Mandiri Anggrek Vanda

      02 Juni 2020
      Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar, termasuk didalamnya adalah tanaman anggrek. Sejauh ini telah teridentifikasi bahwa Indonesia sekurangnya memiliki 5.000 spesies anggrek dari 43.000 spesies, dan 35.000 varietas hibrida anggrek di seluruh penjuru dunia. Seperti diketahui anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai estetika tinggi dengan warna dan bentuk bunga indah dan menarik. Tanaman Anggrek di Indonesia
    • Krisan Balitbangtan Hiasi Kawasan Agrowisata Payo di Kota Solok

      29 Mei 2020
      Krisan merupakan salah satu komoditas yang dikembangkan di kawasan agrowisata Payo di Kota Solok, Sumatera Barat. Awal mula adanya komoditas krisan di kawasan ini tak lepas dari andil Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang sejak dua tahun lalu melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solok berupaya secara berkesinambungan dalam pengembangan krisan di agrowisata ini. Pada Maret 2020 telah
    • TANAM VARIETAS KRISAN BALITHI, PETANI MASIH TETAP RAUP KEUNTUNGAN

      27 Mei 2020
      Bukan sebuah rahasia lagi bahwa  pandemi covid 19 sangat berdampak ke beberapa sektor di negri ini , salah satunya adalah sektor pertanian. Semakin terbatasnya ruang untuk berkegiatan membuat sebagian petani memilih untuk mengurangi kegiatan mereka di luar rumah. Namun ditengah hebohnya pandemi covid 19, ternyata para petani bunga di Kabupaten Cianjur masih berproduksi, dan salah satu varietas yang diproduksi adalah varietas Balithi
    • Perbanyakan Masal Anggrek Dendrobium Secara In Vitro

      26 Mei 2020
      Perbanyakan Masal Anggrek Dendrobium Secara In Vitro dilakukan melalui beberapa tahapan, diantaranya (1) Penyediaan bahan tanaman sebagai sumber eksplan Dendrobium.Telah dilakukan penyediaan materi awal dari beberapa varietas antara lain adalah Varietas Dian Agrihorti, Varietas Almira, Varietas Syifa.  Tunas yang berasal dari tunas anakan Dendrobium ditanam pada media pembesaran tunas yaitu  1/2 MS + 0,5 BAP hingga tunas memanjang 
    • KRISAN POT MULAI BERMEKARAN, PT CIGWA INDONESIA JAYA SEMAKIN BERWARNA

      19 Mei 2020
      Sejak ditanam pada tanggal 13 Maret lalu, ke lima varietas Krisan Pot milik Balithi yaitu Avanthe, Armita, Anindita, Zwena dan Naura mulai bermekaran di Green House milik PT Cigwa Indonesia Jaya. Ditengah pandemi Covid 19 yang masih melanda di Indonesia, kegiatan monitoring sejauh ini dilakukan secara jarak jauh. Namun pada kesempatan kali ini dengan tetap memperhatikan protocol keamanan dari pemerintah, tim dari Balithi mengunjungi langsung PT. Cigwa Indonesia
    • Dukung Kemandirian Benih Anggrek Dendrobium, Balithi Kembangkan Teknologi Embriogenesis Somatik Berbasis Bioreaktor

      11 Mei 2020
      Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati pasar