PEMBERIAN HARI PANJANG DALAM BUDIDAYA KRISAN


Krisan tergolong tanaman berhari pendek fakultatif (Facultative-Short Day Plant), dengan dasar karakteristik tanaman krisan tersebut, maka untuk memperoleh tinggi standar tanaman (panjang tangkai bunga) pada bunga potong, tanaman krisan dipelihara/dipertahankan pada fase vegetatif selama waktu tertentu agar tumbuh hingga mencapai tinggi tertentu dengan aplikasi pemberian cahaya lampu tambahan (untuk menambah panjang hari yang diterima tanaman).

Pemberian hari panjang dimulai pada hari penanaman dan selanjutnya setiap hari hingga tanaman induk tidak produktif menghasilkan stek atau bila mutu stek yang dihasilkan menurun dan keragaan tanaman induk yang bersangkutan tidak dapat diperbaiki lagi. Untuk pertanaman bunga potong, kondisi hari panjang diberikan selama 30 - 40 hari tergantung jenis dan varietas atau hingga tanaman telah mencapai tinggi  50 - 55 cm.

Pemberian cahaya tambahan selama fase vegetatif dapat dilakukan dengan metode nite-break (siklik).  Metode siklik ini dianjurkan menggunakan  pola 10-20x6 (10 menit lampu menyala diikuti 20 menit lampu dimatikan dalam satu siklus).Metode siklik dapat juga diterapkan dengan pola 5-1x5, 15-15x6, 6-24x8 atau penyinaran terus menerus selama 3 - 5 jam tergantung varietas yang ditanam.

Sehubungan dengan sensitifitas tanaman krisan terhadap cahaya, keberadaan cahaya di antara fase gelap ini pun perlu mendapat perhatian.  Keberadaan terang (cahaya) di antara fase gelap selama induksi pembungaan (hari pendek) akan mempengaruhi pertumbuhan bunga. Cabang baru bunga akan tumbuh dengan waktu yang tidak bersamaan dan muncul dari segmen tanaman bagian tengah atau bawah tanaman (over branching).

Selain akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bunga yang muncul dari perubahan pertumbuhan apikal, kemunculan bakal bunga ini dapat mengurangi bentuk dan mutu fisik bunga potong. (irm)

Yoyo Sulyo
Balai Penelitian Tanaman Hias

SebelumnyaTemu Teknis Pengembangan Krisan Orientasi Ekspor
SelanjutnyaGladiol Varietas Hunaena