STEK-PUCUK-BERAKAR-(ROOTED-CUTTING)-PADA-KRISAN-

  • STEK PUCUK BERAKAR (ROOTED CUTTING) PADA KRISAN

  • ditulis tgl : 17 Oktober 2019, telah dibaca sebanyak : 177 kali

    Share On Twitter


    Penggunaan stek berakar sebagai bahan tanam dianjurkan dalam proses budidaya krisan.  Cara ini dapat mengurangi kelemahan penggunaan stek tanpa akar diantaranya adalah:
    1. Kemungkinan stagnasi pertumbuhan apikal stek lebih kecil, karena proses adaptasi stek berakar pada lahan lebih cepat.
    2. Stek berakar relatif lebih tahan terhadap kondisi lahan yang lebih terbuka pada bedengan, sehingga toleransi tanaman muda terhadap stress akibat perubahan lingkungan tanam akan lebih besar.
    3. Kemungkinan serangan hama penyakit yang lebih dini dapat diminimalisasi.
    4. Pertumbuhan stek dan tanaman selanjutnya dapat lebih seragam.
    5. Kematian stek akibat perubahan lingkungan tanam, kemungkinan serangan hama penyakit serta gangguan fisiologis lainnya dapat tereduksi, sehingga proses produksi lebih efisien dan ekonomis.

    Stek berakar bisa didapat dari penangkar benih krisan komersial atau dengan mengakarkan stek krisan tanpa akar pada media pengakaran terlebih dahulu. Pucuk diambil dari tunas aksiler yang tumbuh dari tanaman induk yang sehat dan tumbuh optimal. 

    Stek sebagai bahan tanam sangat dianjurkan berasal dari kebun tanaman induk untuk produksi stek dan bukan dari tanaman produksi bunga.  Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas stek yang dihasilkan dan tanaman muda yang ditanam. Proses produksi dan pengelolaan kebun tanaman induk untuk produksi stek dijelaskan secara integral pada bab selanjutnya.

    Stek pucuk diambil dari tunas aksiler yang telah mempunyai 5 - 7 daun sempurna, mempunyai performa pertumbuhan apikal yang baik, dan tidak terserang hama penyakit penting serta tidak terjadi gangguan fisiologis. 

    Stek dipanen dengan cara memotong tunas aksiler dengan menggunakan pisau atau gunting stek steril dan menyisakan 2 - 3 daun pada batang tanaman induk. Stek kemudian ditempatkan pada wadah di tempat yang lembab. Daun stek dipotong dengan menyisakan 2 daun sempurna, dan pangkal ujung batang stek dipotong sedikit.

    Stek-stek yang telah dirompes, kemudian disemprot/dicelupkan dengan larutan fungisida dan bakterisida untuk mengurangi kemungkinan serangan hama penyakit, kemudian ujung pangkal batang stek diolesi zat perangsang tumbuh akar yang sudah dibuat berupa pasta. Stek kemudian ditiriskan kira-kira 2 - 5 menit, dan selanjutnya ditanam pada media pengakaran stek yang sudah disiapkan seperti pada klausul 4.1.1 dengan cara membenamkan pangkal batang stek sedalam 1 - 2 cm ke dalam media tanam.

    Lingkungan pengakaran dijaga kelembabannya dengan memberikan air pada media stek 1 - 2 hari sekali dan stek dipelihara dalam kondisi hari panjang.  Stek akan berakar dan siap ditanam (transplant) pada lahan bedengan setelah melalui proses pengakaran setidaknya selama 14 hari. 

    Stek yang telah berakar kemudian dapat ditanam pada lahan bedengan dalam rumah lindung yang telah disiapkan sebelumnya.  Stek dipelihara dalam kondisi hari panjang dan pemeliharaan tanaman muda hingga dewasa secara lebih rinci dijelaskan pada bab selanjutnya pada panduan ini. (irm)

    Yoyo Sulyo
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • Balitbangtan Melaksanakan Panen Perdana di Lokasi Demfarm SERASI

      06 November 2019
      Info Balitbangtan - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melaksanakan Panen Perdana Padi dilaksanakan di Demfarm SERASI, Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 6 Nopember 2019. Panen Perdana Padi secara simbolis dilakukan oleh Menteri Pertanian RI yang diwakili oleh Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry.Dalam wawancaranya Dr. Fadjry Djufry mengatakan bahwa Balitbangtan telah
    • Sejarah Perkembangan Krisan: Lebih dari 100 varietas krisan dihasilkan Balithi

      05 November 2019
      Krisan dibudidayakan di Jepang sekitar abad ke 8 SM. Di Jepang terdapat Hari Krisan Nasional atau disebut dengan Festival of Happiness. Tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. Pada abad kesembilan Masehi, Kaisar Uda mendirikan Taman Kerajaan di mana berbagai jenis krisan terus dikembangkan. Pada tahun 1910, krisan diproklamasikan sebagai bunga nasional. Tidak sampai pertengahan
    • NURFITRI Varietas Gladiol Dataran Medium

      31 Oktober 2019
      Nurfitri merupakan salah satu varietas gladiol yang adaptif untuk di budidayakan pada daerah dataran medium hingga tinggi dengan ketinggian tempat antara 600 - 1400 meter dari permukaan laut.Mulai berbunga pada umur 45-60 hari setelah tanam, dan pemanenan dapat dilakukan pada umur 73-96 hari setelah tanam, varietas Nurfitri memiliki kerapatan bunga yang saling bersentuhan antar kuntumnya.Diameter bunga varietas ini kisaran 8,5 -
    • Tirta Ayuni Krisan Dengan Hasil 13 Kuntum Per Tanaman

      28 Oktober 2019
      Tirta Ayuni merupakan varietas krisan yang adaptif ditanam di daerah dengan ketinggian tempat antara 700 - 1200 meter dari permukaan laut. Dengan warna bunga pita putih agak salem dan bunga tabung hijau cerah Tirta Ayuni termasuk jenis bunga potong dengan tipe spray dan bentuk bunga single.Tinggi tanaman krisan varietas Tirta Ayuni antara 109 - 111 cm, diameter bunga 6.1 - 6.9  cm, lama kesegaran bunga ini 11 - 12 hari dalam vase yang