KUNJUNGAN-BADAN-KARANTINA-PERTANIAN-KE-BALAI-PENELITIAN-TANAMAN-HIAS

  • KUNJUNGAN BADAN KARANTINA PERTANIAN KE BALAI PENELITIAN TANAMAN HIAS

  • ditulis tgl : 14 Oktober 2019, telah dibaca sebanyak : 75 kali

    Share On Twitter

    Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 14 Oktober 2019 mendapatkan kunjungan dari perwakilan Bada Karantina kementrian Pertanian. Hal Ini sebungan dengan adanya informasi keberadaan Pseudomonas Viridiflava (OPTK A1) pada tanaman anggrek sebagaimana hasil tulisan dari peneliti Balithi yaitu Ir. hanudin dkk dalam jurnal Fitopatologi Indonesia berjudul "Evaluasi Resistensi Progeni Anggrek Phalaenopsis terhadap penyakit busuk lunak (Pseudomonas Viridiflava) Volume 13 Nomer 5 tahun 2017. Atas dasar itulah Badan Karantina Pertanian menugaskan tiga petugasnya yaitu (1) Erna Maryana, SP, M.Si;  (2) Dwi Wahidati Oktarima, SP, M.Si ; (3) Titik Sumarti, SP, M.Si untuk melakukan verifikasi OPTK tersebut di Balai Penelitian Tanaman Hias. 

    Menurut  Dwi Wahidati, di Badan Karantina biasanya setiap dua tahun sekali ada pemutakhiran daftar OPTK, ntuk tahun ini akan dilakukan di bulan November. Salah satu bahan penyempurnaan daftar OPTK ini dilakukan dengan melakukan rapat AROP, dengan tujuan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan revisi. Dalam rapat AROP tersebut juga diangkat isu mengenai tulisan dari Balai Penelitian Tanaman Hias mengenai Pseudomonas Viridiflava.  Dwi Wahidati juga menginformasikan bahwa jika suatu waktu Balai Penelitian Tanaman Hias akan melakukan Pest Reporting, dapat dilakukan dengan cara mengirim surat ke Badan Karantina Pertanian untuk di data.

    Balai Penelitian Tanaman Hias tentunya menyambut baik maksud dan tujuan dari Bdan Karantina Pertanian ini, untuk itu Balai Penelitian Tanaman Hias siap untuk membantu memberikan Isolat untuk diteliti lebih lanjut. Menurut Ir. Hanudin, dalam penelitiannya terdahulu sumber isolat didapatkan dari beberapa daerah diantaranya adalah di Lembang, Segunung, Cipanas dan juga Yogyakarta pada tahun 2011. dari temuan inilah kemudian dituangkan ke dalam tulisan berupa jurnal HPT dan juga Jurnal Fatopatologi.

  • BERITA TERKAIT
    • Tirta Ayuni Krisan Dengan Hasil 13 Kuntum Per Tanaman

      28 Oktober 2019
      Tirta Ayuni merupakan varietas krisan yang adaptif ditanam di daerah dengan ketinggian tempat antara 700 - 1200 meter dari permukaan laut. Dengan warna bunga pita putih agak salem dan bunga tabung hijau cerah Tirta Ayuni termasuk jenis bunga potong dengan tipe spray dan bentuk bunga single.Tinggi tanaman krisan varietas Tirta Ayuni antara 109 - 111 cm, diameter bunga 6.1 - 6.9  cm, lama kesegaran bunga ini 11 - 12 hari dalam vase yang
    • KUNJUNGAN PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN DALAM RANGKA PERMINTAAN PENDAMPINGAN DAN BANTUAN TANAMAN ANGGREK

      14 Oktober 2019
      Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian  (Pustaka) mempunyai lokasi yang strategis dan berada di ring satu yang berdekatan dengan Istana Presiden serta Kebun raya Bogor dimana lokasi ini menjadi objek pengembangan wisata di Kota Bogor. Sehubungan hal tersebut, Pustaka Kementrian Pertanian  bermaksud untuk menata halaman dan taman pustaka sehingga dapat
    • Mengenal Istilah-istilah yang Biasa Dipakai Dalam Dunia Teknologi Benih

      23 Agustus 2019
      Dalam dunia teknologi perbenihan dikenal berbagai istilah yang sudah biasa digunakan. Tetapi masih banyak kalangan yang belum mengetahui secara detail maksud dari istilah tersebut.Kali ini dibahas rincian atau deskripsi darivpenggunaan istilah-istilah dalam dunia perbenihan terutama yang menggunakan teknologi kultur jaringan tanaman.Aklimatisasi, aklimatisasi adalah proses adaptasi dan pemindahan tanaman hasil kultur in
    • Perbanyakan Anggrek Phalaenopsis secara In Vitro

      14 Agustus 2019
      Perbanyakan anggrek Phalaenopsis secara in vitro melalui embryogenesis menggunakan tangkai bunga sebagai sumber eksplan telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Chin (1987) menggunakan tangkai bunga untuk menginduksi protocorm like bodies (plbs) pada medium Vacin dan Went yang ditambah dengan 1 mg/l BA. Plbs dalam jumlah mencapai 10.000 berhasil diproduksi melalui subkultur berulang tunas pucuk yang dikultur pada medium New Dogasima (NDM) yang
    • Aklimatisasi Planlet dan Aplikasi Ruscus hypophyllum L.

      10 Agustus 2019
      Aklimatisasi plantlet dilakukan dengan mengeluarkan plantlet yang sehat dan tumbuh vigor dengan 2-4 cladodes dan 2-4 akar diambil dan dikeluarkan dari dalam botol kultur. Akar plantlets selanjutnya dibersihkan dari sisa-sisa dengan cara mencuci akar di bawah air yang mengalir. Akar plantlets yang telah bersih direndam dalam 1% larutan pestisida (1% fungisida dan 1% bakterisida) selama 3 menit, kemudian ditiriskan di atas kertas koran atau tisu. Plantlets kemudian ditanam dalam
    • Teknologi Perbanyakan Ruscus hypophyllum L. secara In Vitro melalui Inisiasi dan Proliferasi Tunas Adventif

      07 Agustus 2019
      Tanaman donor yang digunakan adalah R. hypophyllum yang tumbuh subur dan sehat, berumur 0,6-1,0 tahun. Tanaman donor ditanam dalam bedengan yang berisi campuran arang sekam, sekam, dan humus bambu/bahan organik (1:1:1, v/v/v) dibawah screen house. Tanaman dipelihara melalui penyiraman (2 kali seminggu) dan pempukan (15 g/tanaman, NPK, 20:15:15) setiap bulan sekali. Aplikasi pestisida untuk tujuan pengendalian hama dan penyakit diupayakan seminimal mungkin untuk mengurangi potensi munculnya
    • Perbanyakan Ruscus hypophyllum L.

      02 Agustus 2019
      Ruscus hypophyllum L. (Famili:  Liliaceae) adalah tanaman hias daun semi berkayu, penutup tanah selalu hijau, berasal dari Afrika utara yang dapat digunakan sebagai tanaman taman, dalam ruang (indoor) dan daun potong (Stamps, 2001). Sebagai daun potong, tanaman ini unik, memiliki nilai estetika dan masa simpan yang panjang lebih dari satu bulan (Stamps dan Boone, 1992, Purwito et al., 2005). Di Indonesia, R. hypophyllum banyak dibudidayakan di