PERBANYAKAN-MAWAR-(ROSA-HYBRIDA-L.):-STERILISASI-DAN-PENYIAPAN-EKSPLAN

  • PERBANYAKAN MAWAR (ROSA HYBRIDA L.): STERILISASI DAN PENYIAPAN EKSPLAN

  • ditulis tgl : 11 Oktober 2019, telah dibaca sebanyak : 153 kali

    Share On Twitter


    Mawar dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan stek (cutting), perendukan (layering), okulasi mata tunas (budding), sambung pucuk (grafting); secara generatif menggunakan biji.

    Perbanyakan konvensional tersebut, meskipun dominan diaplikasikan pada perbanyakan mawar, sering diperhadapkan pada kendala keterbatasan batang bawah, berlangsung lambat, membutuhkan waktu yang lama dan tenaga yang banyak dengan hasil yang terbatas.

    Oleh karena itu teknologi perbanyakan masa mawar secara in vitro menjadi alternatif yang baik untuk mengatasi permasalahan metode konvensional tersebut. Teknologi perbanyakan mawar secara in vitro melalui inisiasi dan proliferasi tunas adventif telah berhasil dikembangkan. 

    Tanaman donor yang digunakan adalah tanaman mawar yang tumbuh subur dan sehat, berumur 1,0 -1,5 tahun, yang diambil dari petani mawar disekitar Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung. Tunas-tunas muda dengan 2-3 daun, panjang + 5 cm dipanen dari tanaman induk pada pagi hari. Tunas inilah yang digunakan sebagai sumber eksplan.  

    Sterilisasi dan penyiapan eksplan
    Tunas yang dipanen dari tanaman induk selanjutnya dikurangi jumlah daun dan ukurannya dengan memotongnya menggunakan pisau kultur. Tunas kemudian direndam dalam 1% larutan Tween 20 selama 30 menit sambail digojok. Eksplan dipindahkan dalam 1% larutan pestisida (50% benomyl dan 20% kanamycin sulfat) selama 30 menit sambil digojok, kemudian dibilas beberapa kali dengan air hingga bersih. 

    Eksplan kemudian dibawa ke dalam laminar air flow cabinet dan disterilisasi dengan  0,05% HgCl2 yang telah ditambah dengan beberapa tetes Tween 20 selama 10 menit, kemudian dibilas dengan air destilata steril 5-6x (@ 3-5 menit).  Eksplan ditiriskan beberapa saat dalam botol sterilisasi yang ditutup ujungnya dengan tisu steril untuk mengurangi jumlah air yang menempel pada permukaan eksplan.

    Setelah sterilisasi, eksplan selanjutnya diambil dan diletakkan diatas cawan Petri steril. Eksplan kemudian dipotong menggunakan pisau kultur dimulai dari titik tumbuh, nodus 1 dan 2. Eksplan kemudian ditanam dalam medium MS yang ditambah dengan 1,5 mg/l BA untuk menginduksi tumbuhnya tunas aksiler dan proliferasinya. 

    Kultur diinkubasi dibawah kondisi terang 16 jam fotoperiode di bawah lampu fluoresen dengan intensitas ~ 13 micromol/m2/s selama + 2 bulan. Tunas aksiler mulai tumbuh 8-13 hari setelah kultur. Tunas aksiler terus tumbuh dan berkembang dan pada akhir inkubasi 1-3 tunas dengan 1-2 daun dapat diamati.

    Subkultur tunas aksiler untuk tujuan penyiapan jumlah eksplan dilakukan setiap 2 bulan sekali hingga jumlah eksplan mencukupi (+ 2 kali subkultur). Tunas-tunas dengan 3 daun hasil penyiapan selanjutnya digunakan sebagai sumber eksplan untuk inisiasi dan proliferasi tunas adventif. Eksplan yang digunakan adalah bagian internodus yang ke-2. Internodus dipotong dengan panjang + 0,3-0,4 cm menggunakan pisau kultur dan siap digunakan sebagai sumber eksplan. (irm)

    Budi Winarto
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • Bimtek Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur

      14 November 2019
      Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Perbenihan Tanaman Buah dan Tanaman Hias pada tanggal 13-15 November 2019 dengan peserta sekitar 90 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur.Salah satu agenda yang disajikan dalam kegiatan tersebut yaitu bimbingan teknis (Bimtek) budidaya, perbenihan serta pemanfaatan anggrek dendrobium dan krisan pot yang dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias Kamis 14 November
    • Bupati Cianjur Menghadiri Panen Perdana Krisan Dataran Rendah

      12 November 2019
      Panen perdana krisan dataran rendah dilaksanakan Selasa 12 Nopember 2019 di kampung Tipar Desa Hegarmanah Kecamatan Karangtengah Cianjur dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Sekretaris Balitbangtan Dr. Hardiyanto.Dr. Hardiyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa teknologi ini hanya trial bagaimana krisan yang biasanya adaptif di tanaman pada dataran tinggi
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • PEMUPUKAN YANG TEPAT UNTUK TANAMAN HIAS

      08 November 2019
      Setiap tanaman untuk kebutuhan hidupnya memerlukan sejumlah unsur hara (22 jenis) yang dapat diperoleh dari udara , tanah/media tanam, air, dan bahan organik . Berdasarkan banyaknya jumlah yang dibutuhkan, ke 22 jenis unsur hara tadi digolongkan ke dalam unsur hara makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S) dan mikro (Fe, Mn, B, Co, Mo, Mn, Zn dll). Unsur C , H dan O dapat diperoleh dari udara dan air. Sedangkan unsur hara lain diperoleh dari tanah atau
    • Seminar Internasional di Balithi Tema: The Use of Mutation and Molecular Techniques to Produce Superior Varieties of Ornamental Plants

      07 November 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan International Atomic Energy Agency (IAEA) menyelenggarakan seminar Internasional dengan tema THE USE OF MUTATION AND MOLECULAR TECHNIQUES TO PRODUCE SUPERIOR VARIETIES OF ORNAMENTAL PLANTS Kamis 7 Nopember 2019.Acara ini diikuti oleh 164 peserta dan 26 peserta dari negara anggota IAEA, seperti Bangladesh, Srilanka, India, Srilanka,