PERKECAMBAHAN-DAN-AKLIMATISASI-PLANLETS-ANGGREK-DENDROBIUM

  • PERKECAMBAHAN DAN AKLIMATISASI PLANLETS ANGGREK DENDROBIUM

  • ditulis tgl : 09 Oktober 2019, telah dibaca sebanyak : 215 kali

    Share On Twitter


    Perkecambahan plbs dilakukan dengan menanam plbs dalam medium 1/2 MS semi padat dengan vitamin penuh tanpa hormon yang diinkubasi pada kondisi yang sama selama 2 bulan. Pada tahap ini plbs umumnya mulai berkecambah 15 hari setelah kultur. 

    Pada akhir inkubasi plbs berkecambah tumbuh dan berkembang membentuk 2-3 daun, namun belum berakar. Subkultur setiap 1,5-2 bulan kecambah plbs pada medium dan kondisi yang sama akan meningkatkan pertumbuhan dan kemampuan kecambah menghasilkan akar. 

    Pada subkultur pertama, sebagian kecambah plbs umumnya dapat membentuk akar 1-2 akar per kecambah. Jumlah daun dan akar dapat meningkat hingga 3-5 daun dan 2-4 akar pada akhir subkultur ke-2.    

    Aklimatisasi plantlet dilakukan dengan mengeluarkan plantlet yang sehat dan tumbuh vigor dengan 3-5 daun dan 2-4 akar diambil dan dikeluarkan dari dalam botol kultur. Akar plantlets selanjutnya dibersihkan dari sisa-sisa agar dengan cara mencuci akar di bawah air mengalir. 

    Akar plantlets yang telah bersih direndam dalam 1% larutan pestisida (1% fungisida dan 1% bakterisida) selama 3 menit, kemudian ditiriskan diatas kertas koran atau tisu. Plantlets kemudian ditanam dalam pot-pot plastik yang berisi potongan pakis yang telah dibasahi dan cukup dengan air. Tempatkan pot-pot plastik pada tempat teduh. Setelah 1,5-2 bulan masa aklimatisasi, tanaman mulai dipupuk NPK yang dicairkan (0,5-1 g/l, 20:15:15) yang diaplikasikan 3 hari sekali. Setelah tanaman tumbuh baik, tanaman dapat dipindahkan secara individu pada pot-pot plastik/tanah yang diisi dengan campuran arang kayu dan potongan pakis (1:1, v/v)  Keberhasilan aklimatisasi berkisar antara 80-100%.

    Efisiensi dan aplikasi
    Teknologi perbanyakan Dendrobium secara in vitro dari inisiasi hingga aklimatisasi plantlets membutuhkan waktu + 2,3 tahun. Titik kritis teknologi ini terletak pada tahap inisiasi plbs dan munculnya pencoklatan plbs. 

    Teknologi ini juga telah dikembangkan lebih lanjut menggunakan aplikasi air kelapa sebagai sumber hormone dan media generic pada tahap perbanyakan, perkecambahan dan penyiapan plantletnya. Aplikasi subkultur berulang setiap 15 hari pada tahap awal dan 1 bulan sekali pada tahap perbanyakan ternyata dapat membantu mengingkatkan kemampuan inisiasi dan proliferasi plbs. Potensi produksi benih dari 1 eksplan responsif akan menghasilkan 5-10 plbs. 

    Jika rata-rata produksi plbs per subkultur (1 bulan sekali) adalah 5 plbs, 8 kali subkultur dapat dilakukan, maka total plbs yang dihasilkan pada subkultur terakhir + 39.000 plbs dari satu eksplan. Jika persentase kegagalan perkecambahan dan penyiapan plantlets adalah 20%, maka 31.200 plantlets akan dihasilkan setelah + 16 bulan; kemudian kegagalan aklimatisasi adalah 10%, maka 28.000 plantlets setelah aklimatisasi akan dihasilkan setelah + 18 bulan. 

    Teknologi ini berhasil diaplikasikan pada Dendrobium varietas Zahra FR 62, Gradita 10, Gradita 31 (Winarto dan Rachmawati, 2013), dan klon terseleksi Dendrobium yang lain. Potensi produksi benih yang dihasilkan dapat lebih tinggi atau lebih rendah tergantung dari respon varietas yang digunakan sebagai tanaman donor. 

    Modifikasi komposisi medium inisiasi dan proliferasi, khususnya konsentrasi hormon (dinaikkan atau diturunkan) dan penggunaan arang aktif kadang diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan aplikasi teknologi ini dalam perbanyakan benih berkualitas Dendrobium. Seleksi benih pada tiap tahap perbanyakan secara in vitro diperlukan untuk meningkatkan keseragaman benih yang dihasilkan. (irm)

    Budi Winarto
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Naweswari Agrihorti Varietas Krisan Bertipe Spray

      15 Februari 2020
      Krisan Varietas Naweswari Agrihorti merupakan tanaman hias komoditas krisan yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui unit kerja Balai Penelitian Tanaman Hias.Varietas ini merupakan hasil silangan dari varietas Wastu Kania x Stroika dengan ciri-ciri diantraanya memiliki tinggi tanaman 99.6 - 106.6 cm, bentuk daun lonjong menjari dengan lekukan dalam dan gerigi sedang. Umur mulai berbunga varietas Naweswari Agrihorti 56-62 hari
    • Studi Penyebab Gejala Mosaik Pada Tanaman Anggrek Menggunakan Metode Deteksi Elisa

      14 Februari 2020
      Resta Patma Yanda, Erniawati Diningsih dan Indijarto Budi Rahardjo, Balai Penelitian Tanaman HiasTanaman hias Anggrek merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Salah satu kendala peningkatan produksi bunga anggrek adalah adanya penyakit  sistemik  yang  disebabkan  oleh  virus. Tanaman  anggrek  dapat  terinfeksi  lebih dari 25 jenis virus. Tujuan penelitian
    • Konservasi Anggrek Spesies Alam Menggunakan Eksplan Biji pada Media Vacin & Went

      12 Februari 2020
      Suskandari Kartikaningrum*, Dewi Pramanik*, Minangsari Dewanti, Rudy Soehendi, dan M. Prama Yufdy Abstrak. Konservasi anggrek spesies alam merupakan langkah penting untuk menghindari kepunahan akibat rusaknya habitat alamnya. Tujuan penelitian ialah mengetahui kemampuan tumbuh biji anggrek spesies alam pada media Vacin dan Went (VW) dan me- nentukan jenis anggrek spesies yang telah berhasil dikonservasi melalui biji. Anggrek spesies alam yang
    • Marina, Varietas dengan Kuntum Bunga Padat

      05 Februari 2020
      Krisan bunga potong varietas Marina memiliki bunga tipe standar dengan bentuk dekoratif serra berwarna bunga pita kuning cerah. Bunga pita berjumlah 300-350 helai per kuntum dalam satu tangkai. Tanaman krisan varietas Marina ini berpotensi menghasikan 60-63 tangkai bunga per meter persegi per musim tanam. Batang berpenampang bulat berwarna hijau dengan daun berbentuk bercangap menyirip.  Varietas ini mempunyai sistem perakaran serabut dengan
    • Proses Produksi Benih Mawar Potong

      30 Januari 2020
      Penyiapan batang bawahBahan tanam berupa bibit tanaman hasil okulasi dengan mawar batang bawah.  Cara penyiapan bibit tanaman hasil bawah adalah sebagai berikut :Penyiapan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang (1 : 1 v/v).Campuran media ini kemudian ditempatkan pada polybag berukuran 18 x 18 cm.  Pengisian media tanam sebaiknya hingga permukaannya berada 2-3 cm dari bibir polybag. Hal ini dimaksudkan agar media
    • Penyiapan Sarana dan Prasarana Produksi Mawar

      24 Januari 2020
      Mawar potong umumnya ditanam di dalam rumah lindung, Rumah lindung bertujuan untuk melindungi tanaman dari kondisi cuaca dan lingkungan yang ekstrim yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan tanaman dan melindungi tanaman dari organisme pengganggu tanaman. Rumah lindung dibuat memanjang disesuaikan dengan bentuk dan luas lahan.Rangka rumah lindung dapat berupa kayu, bambu, besi, aluminium, atau beton dengan ketinggian berkisar
    • Balitbangtan Kini Memiliki Smart Greenhouse Tanaman Hias

      21 Januari 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) saat ini memiliki Smart Greenhouse tanaman hias berlokasi di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Tanaman Hias Serpong Jl. Situgadung - Tangerang Selatan. Sosialisasi pengoperasian smart green house ini dilaksanakan Selasa 21 Januari 2020.Hadir dalam kesempatan tersebut Prof Dr Budi Marwoto peneliti Balitbangtan yang dalam wawancaranya menyampaikan dengan