CARA-MENANAM-GERBERA

  • CARA MENANAM GERBERA

  • ditulis tgl : 08 Oktober 2019, telah dibaca sebanyak : 109 kali

    Share On Twitter


    Gerbera merupakan tanaman hias komersial penting di dunia yang dimanfaatkan sebagai bunga potong, tanaman pot maupun tanaman hias massal (bending plant). Gerbera menempati urutan kelima dalam tanaman hias setelah mawar, anyelir, krisan dan tulip (Bhatiaa et al. 2009; Teeri et al. 2006).

    Saat ini jenis gerbera yang disukai konsumen sebenarnya masih tergolong umum dengan kriteria warna bunga yang jelas dan tidak pudar (bladus) seperti merah, putih, kuning, oranye, merah muda. Bentuk bunga yang disukai adalah yang mempunyai lapisan mahkota bunga (petal) ganda dan lebih baik lagi  mempunyai 2 atau 3 tumpukan (selancar). 

    Umumnya daerah sentra produksi bunga potong termasuk gerbera berada pada ketinggian antara 600 - 1.400 m dpl. suhu udara yang disukai tanaman ini berkisar antara 13,7 - 18  derajat celcius (minimum) dan antara 19,5 - 30,0 derajat celcius (maksimum) dengan curah hujan tahunan antara 1.900 - 2.800 mm

    Media tanam yang dibutuhkan gerbera adalah jenis tanah lempung berpasir, gembur dan banyak mengandung bahan organik dengan system draenase yang baik dengan tingkat keasaman tanah berkisar antara ph 5,5 - 6,0.

    Tanaman gerbera diperbanyak secara vegetatif baik secara kultur jaringan maupun dengan pemecahan anakan, secara alami gerbera berkembang biak dengan anakan sehingga membentuk rumpun tanaman  dan juga dengan biji. Jika standar budidaya gerbera dilakukan secara baik, maka gerbera dapat membentuk rumpun mencapai  3 - 4 anakan dalam setahun. 

    Rumpun gerbera yang baik adalah yang dapat diambil (dipisahkan) anakannya yang mempunyai 7 - 8 anakan per rumpun. Jadi kira-kira telah berumur 2 tahunan. Jika disisakan 3 tanaman per rumpun, maka dalam 2 tahun gerbera dapat menghasilkan 3 - 5  anakan untuk perbanyakan dan dapat dijual untuk menutupi modal awal bibit atau untuk pengembangan luas pertanaman.

    Tanaman gerbera tumbuhan dengan baik jika ditanam di dalam rumah lindung atau rumah plastik, tanaman dan bunga gerbera sangat rentan terhadap percikan air hujan dan sinar matahari yang berlebih, air hujan dapat menyebabkan penyakit pada tanaman dan bunga gerbera baik karena bakteri maupun jamur. Sinar matahari yang berlebih akan menyebabkan daun gerbera terbakar dan penguapan tinggi.

    Pada prinsipnya konstruksi rumah plastik untuk gerbera sama dengan konstruksi rumah plastik untuk krisan, sebaiknya pada rumah plastik gerbera yang baru atap UV-nya harus diberi paranet 60% untuk mengurangi intensitas cahay matahari yang masuk Jika sudah 1-2 tahun maka dapat dilepas paranetnya. (irm)

    Kurnia Yuniarto
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • KUNJUNGAN PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN DALAM RANGKA PERMINTAAN PENDAMPINGAN DAN BANTUAN TANAMAN ANGGREK

      14 Oktober 2019
      Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian  (Pustaka) mempunyai lokasi yang strategis dan berada di ring satu yang berdekatan dengan Istana Presiden serta Kebun raya Bogor dimana lokasi ini menjadi objek pengembangan wisata di Kota Bogor. Sehubungan hal tersebut, Pustaka Kementrian Pertanian  bermaksud untuk menata halaman dan taman pustaka sehingga dapat
    • Jejangkit Muara Menjadi Lokasi Temu Lapang Teknologi Litbang 2019

      14 Oktober 2019
      Kegiatan Temu Lapang Teknologi Litbang untuk SERASI dilaksanakan di Denfarm Jejangkit yang berlokasi di Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 14 Oktober 2018 dan dibuka oleh Kepala BALITBANGTAN (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Dr. Fadry Djufry.Tujuan dilaksanakannya temu lapang ini untuk mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitian Badan Litbang
    • PT Suryacipta Swadaya Berkunjung Ke Balithi

      03 Oktober 2019
      Kunjungan 6 staf PT.Suryacipta Swadaya ke Balai Penelitian Tanaman Hias dilaksanakan pada hari Rabu 2 Oktober 2019 Mewakili Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Kasubag Tata Usaha Yadi Supriyadi beserta peneliti dan staf Jasa Penelitian secara resmi menerima kunjungan tersebut.Dalam sambutannya perwakilan PT. Suryacipta Swadaya mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kunjungan ini semata-mata untuk melihat secara langsung
    • Alpinia purpurata Varietas Kusuma

      02 Oktober 2019
      Alpinia purpurata varietas Kusuma memiliki tinggi tanaman 259-285 cm, Umur berbunga 9 bulan dari pembelahan rumpun dan3 tahun dari planlet kultur in vitroUmur panen tanaman ini 104 - 114 hari dari kuncup, kesegaran bunga 6-8 hari, produksi bunga 14 tangkai/ tanaman/tahun, adaptasi baik di dataran rendah hingga tinggi dengan altitude 10-1200 meter dari permukaan laut.Tanaman Alpinia purpurata vatietas Kusuma sangat
    • Observasi Periode Mekar Impatiens

      30 September 2019
      Impatiens dikenal sebagai bunga pacar air,  merupakan salah satu tanaman hias koleksi Sumber Daya Genetik di Balai Penelitian Tanaman Hias. Pengembangan Impatiens terus dilakukan untuk menghasilkan Varietas Unggul Baru .Saat ini, telah dilakukan studi biologi bunga Impatiens. Studi biologi ini bertujuan memberikan informasi mengenai tanaman donor terkait dengan pemanfaatan dan pengembangan Impatiens melalui teknologi kultur antera.
    • Pembukaan Temu Stakeholder Tanaman Hias, Kepala Pusat: Flori Indonesia Meningkatkan Ekonomi Indonesia

      25 September 2019
      Temu Stakeholder Tanaman Hias dilaksanakan pada tanggal 25 September 2019 di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias dan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Dr. Hardiyanto.Dalam sambutan penbukaannya Dr. Hardiyanto menyampaikan tentang pentingnya pengembangan tanaman hias agar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, mari kita semua lebih dalami tetang pengembangan tanaman hortikultura terutama tanaman hias, pelajari
    • Mengenal Penyakit Krisan; Lanas Daun Pseudomonas

      25 September 2019
      Dalam budidaya tanaman khususnya krisan tentu ditemui beberapa kendala seperti adanya serangan hama dan penyakit tanaman.Salah satunya Lanas daun Pseudomonas, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas chicorii. Gejala penyakit ini berupa spot/bercak coklat kehitaman berair pada daun dan melebar hingga ke seluruh daun.Spot ini seolah-olah mempunyai inti dan perlahan-lahan terpisah seperti gelombang. Pada stadium serangan