CARA-MENANAM-GERBERA

  • CARA MENANAM GERBERA

  • ditulis tgl : 08 Oktober 2019, telah dibaca sebanyak : 212 kali

    Share On Twitter


    Gerbera merupakan tanaman hias komersial penting di dunia yang dimanfaatkan sebagai bunga potong, tanaman pot maupun tanaman hias massal (bending plant). Gerbera menempati urutan kelima dalam tanaman hias setelah mawar, anyelir, krisan dan tulip (Bhatiaa et al. 2009; Teeri et al. 2006).

    Saat ini jenis gerbera yang disukai konsumen sebenarnya masih tergolong umum dengan kriteria warna bunga yang jelas dan tidak pudar (bladus) seperti merah, putih, kuning, oranye, merah muda. Bentuk bunga yang disukai adalah yang mempunyai lapisan mahkota bunga (petal) ganda dan lebih baik lagi  mempunyai 2 atau 3 tumpukan (selancar). 

    Umumnya daerah sentra produksi bunga potong termasuk gerbera berada pada ketinggian antara 600 - 1.400 m dpl. suhu udara yang disukai tanaman ini berkisar antara 13,7 - 18  derajat celcius (minimum) dan antara 19,5 - 30,0 derajat celcius (maksimum) dengan curah hujan tahunan antara 1.900 - 2.800 mm

    Media tanam yang dibutuhkan gerbera adalah jenis tanah lempung berpasir, gembur dan banyak mengandung bahan organik dengan system draenase yang baik dengan tingkat keasaman tanah berkisar antara ph 5,5 - 6,0.

    Tanaman gerbera diperbanyak secara vegetatif baik secara kultur jaringan maupun dengan pemecahan anakan, secara alami gerbera berkembang biak dengan anakan sehingga membentuk rumpun tanaman  dan juga dengan biji. Jika standar budidaya gerbera dilakukan secara baik, maka gerbera dapat membentuk rumpun mencapai  3 - 4 anakan dalam setahun. 

    Rumpun gerbera yang baik adalah yang dapat diambil (dipisahkan) anakannya yang mempunyai 7 - 8 anakan per rumpun. Jadi kira-kira telah berumur 2 tahunan. Jika disisakan 3 tanaman per rumpun, maka dalam 2 tahun gerbera dapat menghasilkan 3 - 5  anakan untuk perbanyakan dan dapat dijual untuk menutupi modal awal bibit atau untuk pengembangan luas pertanaman.

    Tanaman gerbera tumbuhan dengan baik jika ditanam di dalam rumah lindung atau rumah plastik, tanaman dan bunga gerbera sangat rentan terhadap percikan air hujan dan sinar matahari yang berlebih, air hujan dapat menyebabkan penyakit pada tanaman dan bunga gerbera baik karena bakteri maupun jamur. Sinar matahari yang berlebih akan menyebabkan daun gerbera terbakar dan penguapan tinggi.

    Pada prinsipnya konstruksi rumah plastik untuk gerbera sama dengan konstruksi rumah plastik untuk krisan, sebaiknya pada rumah plastik gerbera yang baru atap UV-nya harus diberi paranet 60% untuk mengurangi intensitas cahay matahari yang masuk Jika sudah 1-2 tahun maka dapat dilepas paranetnya. (irm)

    Kurnia Yuniarto
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Inspektur III Kementan Berkunjung ke Balithi: Semakin Baik Tata Kelola Semakin Kecil Temuan

      03 Desember 2019
      Inspektur III Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Fuadi, AK., MPA. Selasa 3 Desember 2019 melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi).Dalam kunjungannya Fuadi memaparkan tentang Pengawalan SPI Kegiatan Penelitian Balai Penelitian Tanaman Hias di depan seluruh staf Balithi yang terdiri dari pejabat struktural, peneliti, teknisi dan staf administrasi.Fuadi juga memperkenalkan aplikasi vote yang disebut
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • Balitbangtan Melaksanakan Panen Perdana di Lokasi Demfarm SERASI

      06 November 2019
      Info Balitbangtan - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melaksanakan Panen Perdana Padi dilaksanakan di Demfarm SERASI, Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 6 Nopember 2019. Panen Perdana Padi secara simbolis dilakukan oleh Menteri Pertanian RI yang diwakili oleh Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry.Dalam wawancaranya Dr. Fadjry Djufry mengatakan bahwa Balitbangtan telah
    • Sejarah Perkembangan Krisan: Lebih dari 100 varietas krisan dihasilkan Balithi

      05 November 2019
      Krisan dibudidayakan di Jepang sekitar abad ke 8 SM. Di Jepang terdapat Hari Krisan Nasional atau disebut dengan Festival of Happiness. Tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. Pada abad kesembilan Masehi, Kaisar Uda mendirikan Taman Kerajaan di mana berbagai jenis krisan terus dikembangkan. Pada tahun 1910, krisan diproklamasikan sebagai bunga nasional. Tidak sampai pertengahan
    • NURFITRI Varietas Gladiol Dataran Medium

      31 Oktober 2019
      Nurfitri merupakan salah satu varietas gladiol yang adaptif untuk di budidayakan pada daerah dataran medium hingga tinggi dengan ketinggian tempat antara 600 - 1400 meter dari permukaan laut.Mulai berbunga pada umur 45-60 hari setelah tanam, dan pemanenan dapat dilakukan pada umur 73-96 hari setelah tanam, varietas Nurfitri memiliki kerapatan bunga yang saling bersentuhan antar kuntumnya.Diameter bunga varietas ini kisaran 8,5 -