CARA MENANAM GERBERA


Gerbera merupakan tanaman hias komersial penting di dunia yang dimanfaatkan sebagai bunga potong, tanaman pot maupun tanaman hias massal (bending plant). Gerbera menempati urutan kelima dalam tanaman hias setelah mawar, anyelir, krisan dan tulip (Bhatiaa et al. 2009; Teeri et al. 2006).

Saat ini jenis gerbera yang disukai konsumen sebenarnya masih tergolong umum dengan kriteria warna bunga yang jelas dan tidak pudar (bladus) seperti merah, putih, kuning, oranye, merah muda. Bentuk bunga yang disukai adalah yang mempunyai lapisan mahkota bunga (petal) ganda dan lebih baik lagi  mempunyai 2 atau 3 tumpukan (selancar). 

Umumnya daerah sentra produksi bunga potong termasuk gerbera berada pada ketinggian antara 600 - 1.400 m dpl. suhu udara yang disukai tanaman ini berkisar antara 13,7 - 18  derajat celcius (minimum) dan antara 19,5 - 30,0 derajat celcius (maksimum) dengan curah hujan tahunan antara 1.900 - 2.800 mm

Media tanam yang dibutuhkan gerbera adalah jenis tanah lempung berpasir, gembur dan banyak mengandung bahan organik dengan system draenase yang baik dengan tingkat keasaman tanah berkisar antara ph 5,5 - 6,0.

Tanaman gerbera diperbanyak secara vegetatif baik secara kultur jaringan maupun dengan pemecahan anakan, secara alami gerbera berkembang biak dengan anakan sehingga membentuk rumpun tanaman  dan juga dengan biji. Jika standar budidaya gerbera dilakukan secara baik, maka gerbera dapat membentuk rumpun mencapai  3 - 4 anakan dalam setahun. 

Rumpun gerbera yang baik adalah yang dapat diambil (dipisahkan) anakannya yang mempunyai 7 - 8 anakan per rumpun. Jadi kira-kira telah berumur 2 tahunan. Jika disisakan 3 tanaman per rumpun, maka dalam 2 tahun gerbera dapat menghasilkan 3 - 5  anakan untuk perbanyakan dan dapat dijual untuk menutupi modal awal bibit atau untuk pengembangan luas pertanaman.

Tanaman gerbera tumbuhan dengan baik jika ditanam di dalam rumah lindung atau rumah plastik, tanaman dan bunga gerbera sangat rentan terhadap percikan air hujan dan sinar matahari yang berlebih, air hujan dapat menyebabkan penyakit pada tanaman dan bunga gerbera baik karena bakteri maupun jamur. Sinar matahari yang berlebih akan menyebabkan daun gerbera terbakar dan penguapan tinggi.

Pada prinsipnya konstruksi rumah plastik untuk gerbera sama dengan konstruksi rumah plastik untuk krisan, sebaiknya pada rumah plastik gerbera yang baru atap UV-nya harus diberi paranet 60% untuk mengurangi intensitas cahay matahari yang masuk Jika sudah 1-2 tahun maka dapat dilepas paranetnya. (irm)

Kurnia Yuniarto
Balai Penelitian Tanaman Hias

SebelumnyaKasturi (Tapeinochilos ananassae): Morfologi Tanaman
SelanjutnyaPerkecambahan dan Aklimatisasi Planlets Anggrek Dendrobium