PERBANYAKAN-ANGREK-DENDROBIUM:-PROTOCOM-LIKE-BODIES

  • PERBANYAKAN ANGREK DENDROBIUM: PROTOCOM LIKE BODIES

  • ditulis tgl : 06 Oktober 2019, telah dibaca sebanyak : 51 kali

    Share On Twitter


    Inisiasi Plbs
     Protocomlike Bodies) adalah embrio yang terbentuk dari sel-sel somatik dan/atau embriogenik zigotik (biji) yang umum ditemukan dalam kultur in vitro anggrek.

    Inisiasi plbs dilakukan dengan menanam tunas pucuk pada medium 1/2 MS semi padat yang mengandung 1 mg/l TDZ, 0,5 mg/l BA, 20 g/l sukrosa, 2 g/l gelrite dan diinkubasi pada kondisi terang 12 jam fotoperiode di bawah lampu fluoresen dengan intensitas ~13 mmol/m2/s selama + 2 bulan selama 2-3 bulan.

    Subkultur berulang setiap 15 hari sekali dilakukan untuk meningkatkan dan mempercepat proses inisiasi plbs. Inisiasi plbs melalui pembentukan kalus pada bagian pangkal tunas pucuk mulai terlihat 2,5 bulan setelah kultur. 

    Tunas dengan bakal plbs selanjutnya dipindahkan pada medium 1/2 MS cair yang ditambah 0,3 mg/l TDZ dan 0,1 mg/l NAA. Subkultur secara periodik setiap 15 hari sekali tetap dilakukan untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan plbs. Pada tahap ini dapat dihasilkan 5-10 clump plbs yang siap untuk digunakan pada tahap perbanyakan.

    Perbanyakan Plbs
    Perbanyakan plbs dilakukan dengan mensubkultur clump hasil inisiasi kedalam medium 1/2 MS yang ditambah 0,05 mg/l BA, 20 g/l sukrosa. Pada tahap perbanyakan awal clumps dan medium 1/2 MS cair ditempatkan dalam Erlenmeyer 100 ml, 2,5 g/25 ml medium, dan subkultur secara periodik 1 bulan sekali dilakukan untuk meningkatkan jumlah clumps dan mengubah bentuk clump menjadi plbs. 

    Setelah mengalami periode subkultur 5-6 kali jumlah plbs makin bertambah banyak dan dapat digunakan untuk tahap perbanyakan ke-2 menggunakan bioreactor 3 L. Untuk perbanyakan plbs dalam bioreactor, 10 g plbs/500 ml medium dengan 10 vessel volumes per minute (vvm) atau 15 g plbs/500 ml dengan 5 vvm dapat digunakan untuk perbanyakan plbs. 

    Pada tahap ini subkultur plbs dapat dilakukan 3-4 kali. Baik perbanyakan menggunakan Erlenmeyer maupun bioreactor kultur plbs ditempatkan pada kondisi terang dengan 12 jam fotoperiode di bawah lampu fluoresen dengan intensitas ~ 13 mmol/m2/s. Setelah perbanyakan menggunakan bioreactor, plbs siap untuk dikecambahkan. (irm)

    Budi Winarto
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Efisiensi dan Aplikasi Teknologi Perbanyakan Mawar Secara In vitro

      15 Oktober 2019
      Teknologi perbanyakan R. hybrida secara in vitro melalui inisiasi dan proliferasi tunas adventif telah berhasil dikembangkan. Waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi adalah + 1,6 tahun.Titik kritikal teknologi ini terletak pada penyiapan eksplan pada kondisi in vitro. Potensi produksi benih dari 1 eksplan responsif akan menghasilkan 5-9 tunas. Jika rata-rata tunas yang dihasilkan adalah 6,7 tunas tiap subkultur, 6 kali subkultur dapat
    • KUNJUNGAN PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN DALAM RANGKA PERMINTAAN PENDAMPINGAN DAN BANTUAN TANAMAN ANGGREK

      14 Oktober 2019
      Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian  (Pustaka) mempunyai lokasi yang strategis dan berada di ring satu yang berdekatan dengan Istana Presiden serta Kebun raya Bogor dimana lokasi ini menjadi objek pengembangan wisata di Kota Bogor. Sehubungan hal tersebut, Pustaka Kementrian Pertanian  bermaksud untuk menata halaman dan taman pustaka sehingga dapat
    • Jejangkit Muara Menjadi Lokasi Temu Lapang Teknologi Litbang 2019

      14 Oktober 2019
      Kegiatan Temu Lapang Teknologi Litbang untuk SERASI dilaksanakan di Denfarm Jejangkit yang berlokasi di Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 14 Oktober 2018 dan dibuka oleh Kepala BALITBANGTAN (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Dr. Fadry Djufry.Tujuan dilaksanakannya temu lapang ini untuk mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitian Badan Litbang
    • Kunjungan Badan Karantina Pertanian ke Balai Penelitian Tanaman Hias

      14 Oktober 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 14 Oktober 2019 mendapatkan kunjungan dari perwakilan Bada Karantina kementrian Pertanian. Hal Ini sebungan dengan adanya informasi keberadaan Pseudomonas Viridiflava (OPTK A1) pada tanaman anggrek sebagaimana hasil tulisan dari peneliti Balithi yaitu Ir. hanudin dkk dalam jurnal Fitopatologi Indonesia berjudul "Evaluasi Resistensi Progeni Anggrek Phalaenopsis terhadap penyakit busuk lunak (Pseudomonas
    • Penyiapan Plantlets dan Aklimatisasi Dalam Perbanyakan Mawar

      14 Oktober 2019
      Tahapan dalam perbanyakan mawar setelah sterilisasi dan penyiapan eksplan adalah inisiasi tunas adventif. Inisiasi tunas adventif dilakukan dengan cara menanam potongan internodus pada medium MW yang ditambah dengan 1,5 mg/l TDZ dan 0,01 mg/l NAA. Kultur kemudian disimpan dalam ruang gelap selama 1,5-2,0 bulan. Inisiasi kalus mulai terlihat 9-13 hari setelah kultur pada permukaan internodus bekas potongan pisau kultur. Kalus betumbuh menjadi bentuk
    • Perbanyakan Mawar (Rosa hybrida L.): Sterilisasi dan Penyiapan Eksplan

      11 Oktober 2019
      Mawar dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan stek (cutting), perendukan (layering), okulasi mata tunas (budding), sambung pucuk (grafting); secara generatif menggunakan biji.Perbanyakan konvensional tersebut, meskipun dominan diaplikasikan pada perbanyakan mawar, sering diperhadapkan pada kendala keterbatasan batang bawah, berlangsung lambat, membutuhkan waktu yang lama dan tenaga yang banyak dengan hasil yang
    • Keterlibatan Balithi Dalam Bimbingan Teknis Metode Perhitungan Manfaat Penelitian dan Pengembangan Pertanian

      10 Oktober 2019
      Mengukur manfaat teknologi hasil penelitian merupakan hal yang penting dalam menghitung kontribusi kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian terhadap pembangunan pertanian dan tingkat pengembalian investasi pada kegiatan penelitian. Sehubungan dengan hal tersebut Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) menyelenggarakan bumbingan teknis menghitung mannfaat teknologi dan Return of Investment penelitian dan pengembangan pertanian.