TEKNOLOGI-PERBANYAKAN-ANGGREK-DENDROBIUM:-TAHAP-STERILISASI-DAN-PENYIAPAN-EKSPLAN

  • TEKNOLOGI PERBANYAKAN ANGGREK DENDROBIUM: TAHAP STERILISASI DAN PENYIAPAN EKSPLAN

  • ditulis tgl : 04 Oktober 2019, telah dibaca sebanyak : 59 kali

    Share On Twitter


    Tanaman donor yang digunakan adalah Dendrobium vatrietas Zahra FR 62 yang tumbuh subur dan sehat, berumur 1-1,5 tahun. Tanaman donor ditanam dalam pot-pot plastik (diameter 25 cm, berisi campuran arang kayu dan potongan pakis (1:1, v/v)). Tanaman donor ditempatkan dalam rumah kaca/rumah plastik dan dipelihara melalui melalui penyiraman dan pemupukan. 

    Tanaman disiram setiap pagi dan dipupuk cair (2 g/l NPK 20:15:15) diaplikasikan setiap 3 hari sekali untuk mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman. Aplikasi pestisida untuk tujuan pengendalian hama dan penyakit diupayakan seminimal mungkin untuk mengurangi munculnya kontaminan, baik bakteri maupun jamur. Tunas-tunas lateral (+ 1 cm) yang muncul dibagian pangkal batang semu dari tanaman donor selanjutnya dipanen dan digunakan sumber eksplan 

    Tunas lateral yang dipanen selanjutnya diberi pra-perlakuan dengan meletakkan eksplan di bawah air mengalir selama 1-2 jam. Eksplan selanjutnya direndam dalam 1% larutan Tween 20 selama 30 menit sambil digojok, kemudian dibilas beberapa kali dengan air hingga bersih. Eksplan dibawa ke dalam laminar air flow cabinet dan disterilisasi menggunakan 0.05% HgCl2 yang telah ditambah beberapa tetes Tween 20 selama 10 menit sambil digojok. Eksplan kemudian dibilas dengan air destilata steril 5-6x (@ 3-5 menit) dan ditiriskan beberapa saat dalam botol sterilisasi yang ditutup ujungnya dengan tisu steril untuk mengurangi jumlah air yang menempel pada permukaan eksplan.

    Setelah sterilisasi, tunas diambil dan diletakkan di atas cawan Petri steril. Beberapa seludang/bakal daun yang menutupi tunas pucuk selanjutnya dibuang menggunakan pisau kultur. Tunas pucuk kemudian dipotong dengan ukuran + 4 mm dan siap digunakan sebagai sumber eksplan untuk inisiasi plbs. (irm)

    Budi Winarto
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Efisiensi dan Aplikasi Teknologi Perbanyakan Mawar Secara In vitro

      15 Oktober 2019
      Teknologi perbanyakan R. hybrida secara in vitro melalui inisiasi dan proliferasi tunas adventif telah berhasil dikembangkan. Waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi adalah + 1,6 tahun.Titik kritikal teknologi ini terletak pada penyiapan eksplan pada kondisi in vitro. Potensi produksi benih dari 1 eksplan responsif akan menghasilkan 5-9 tunas. Jika rata-rata tunas yang dihasilkan adalah 6,7 tunas tiap subkultur, 6 kali subkultur dapat
    • KUNJUNGAN PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN DALAM RANGKA PERMINTAAN PENDAMPINGAN DAN BANTUAN TANAMAN ANGGREK

      14 Oktober 2019
      Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian  (Pustaka) mempunyai lokasi yang strategis dan berada di ring satu yang berdekatan dengan Istana Presiden serta Kebun raya Bogor dimana lokasi ini menjadi objek pengembangan wisata di Kota Bogor. Sehubungan hal tersebut, Pustaka Kementrian Pertanian  bermaksud untuk menata halaman dan taman pustaka sehingga dapat
    • Jejangkit Muara Menjadi Lokasi Temu Lapang Teknologi Litbang 2019

      14 Oktober 2019
      Kegiatan Temu Lapang Teknologi Litbang untuk SERASI dilaksanakan di Denfarm Jejangkit yang berlokasi di Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 14 Oktober 2018 dan dibuka oleh Kepala BALITBANGTAN (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Dr. Fadry Djufry.Tujuan dilaksanakannya temu lapang ini untuk mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitian Badan Litbang
    • Kunjungan Badan Karantina Pertanian ke Balai Penelitian Tanaman Hias

      14 Oktober 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 14 Oktober 2019 mendapatkan kunjungan dari perwakilan Bada Karantina kementrian Pertanian. Hal Ini sebungan dengan adanya informasi keberadaan Pseudomonas Viridiflava (OPTK A1) pada tanaman anggrek sebagaimana hasil tulisan dari peneliti Balithi yaitu Ir. hanudin dkk dalam jurnal Fitopatologi Indonesia berjudul "Evaluasi Resistensi Progeni Anggrek Phalaenopsis terhadap penyakit busuk lunak (Pseudomonas
    • Penyiapan Plantlets dan Aklimatisasi Dalam Perbanyakan Mawar

      14 Oktober 2019
      Tahapan dalam perbanyakan mawar setelah sterilisasi dan penyiapan eksplan adalah inisiasi tunas adventif. Inisiasi tunas adventif dilakukan dengan cara menanam potongan internodus pada medium MW yang ditambah dengan 1,5 mg/l TDZ dan 0,01 mg/l NAA. Kultur kemudian disimpan dalam ruang gelap selama 1,5-2,0 bulan. Inisiasi kalus mulai terlihat 9-13 hari setelah kultur pada permukaan internodus bekas potongan pisau kultur. Kalus betumbuh menjadi bentuk
    • Perbanyakan Mawar (Rosa hybrida L.): Sterilisasi dan Penyiapan Eksplan

      11 Oktober 2019
      Mawar dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan stek (cutting), perendukan (layering), okulasi mata tunas (budding), sambung pucuk (grafting); secara generatif menggunakan biji.Perbanyakan konvensional tersebut, meskipun dominan diaplikasikan pada perbanyakan mawar, sering diperhadapkan pada kendala keterbatasan batang bawah, berlangsung lambat, membutuhkan waktu yang lama dan tenaga yang banyak dengan hasil yang
    • Keterlibatan Balithi Dalam Bimbingan Teknis Metode Perhitungan Manfaat Penelitian dan Pengembangan Pertanian

      10 Oktober 2019
      Mengukur manfaat teknologi hasil penelitian merupakan hal yang penting dalam menghitung kontribusi kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian terhadap pembangunan pertanian dan tingkat pengembalian investasi pada kegiatan penelitian. Sehubungan dengan hal tersebut Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) menyelenggarakan bumbingan teknis menghitung mannfaat teknologi dan Return of Investment penelitian dan pengembangan pertanian.