KULO:-KRISAN-YANG-TIDAK-MEMERLUKAN-PENYINARAN

  • KULO: KRISAN YANG TIDAK MEMERLUKAN PENYINARAN

  • ditulis tgl : 01 Oktober 2019, telah dibaca sebanyak : 163 kali

    Share On Twitter


    Krisan varietas Kulo berasal dari Kota Tomohon -Sulawesi utara dengan tiinggi tanaman antara115 - 125 cm varietas ini memiliki bentuk penampang batang bulat

    Umur mulai berbunga krisan varietas Kulo 60 - 75 hari setelah tanam, tipe bunga Standard yautu 1 kuntum per tangkai per tanaman warna bunga pita kuning (Yellow Group No.4 A RHS Color Chart), diameter kuntum bunga 18 - 20 cm dan hasil bunga 55 - 64 kuntum/m2
    /musim tanam.

    Lama kesegaran bunga 7 - 14 hari setelah potong krisan varietas Kulo memiliki penciri utama warna bunga kuning, lobus daun 5, lobus overlapping di daerah sinus, sinus dangkal, ujung kerucut tumpul, pangkal daun datar, daun tumpu 2 helai, sudut tangkai bunga >450, petal melengkung ke dalam (Incurve), jumlah keel 3 - 4 buah, cakram bunga kerucut pendek

    Keunggulan varietas Kulo tidak perlu penyinaran lampu, penanaman tanpa 
    naungan/lahan terbuka, produktif menghasilkan tunas lateral sebagai sumber stek pucuk

    beradaptasi dengan baik di dataran tinggi dengan altitude 750 - 1.200 meter dari permukaan laut.
    (irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Cara Fertigasi Tanaman

      05 Desember 2019
      Ketidak seimbangan pemberian hara/nutrisi, selain tidak efisien dapat menyebabkan mutu bunga terganggu seperti vase life menjadi lebih pendek atau dapat juga mencemari lingkungan seperti polusi nitrat ke sumur-sumur penduduk. Untuk mencegah hal tersebut perlu dicari jalan keluarnya.Analisis hara yang tersedia di tanah (media tanam) dan kebutuhan hara oleh tanaman itu  sendiri perlu dijadikan sebagai acuan dalam rekomendasi pemupukan. Dalam aplikasi
    • Inspektur III Kementan Berkunjung ke Balithi: Semakin Baik Tata Kelola Semakin Kecil Temuan

      03 Desember 2019
      Inspektur III Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Fuadi, AK., MPA. Selasa 3 Desember 2019 melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi).Dalam kunjungannya Fuadi memaparkan tentang Pengawalan SPI Kegiatan Penelitian Balai Penelitian Tanaman Hias di depan seluruh staf Balithi yang terdiri dari pejabat struktural, peneliti, teknisi dan staf administrasi.Fuadi juga memperkenalkan aplikasi vote yang disebut
    • Kunjungan Menteri Pertanian Ke Balithi: Katakan Cinta Dengan Bunga

      01 Desember 2019
      Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Syahrul Yasin Limpo didampingi Kepala Badan Litbang Perranian Dr. Fadjry Djufry beserta pejabat eselon I lingkup Kementerian Pertanian lainnya mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Hias Minggu 1 Desember 2019.Dalam sambutannya Dr. Syahrul mengatakan "masuk kesini (Balithi) saya sudah menangkap bahwa disini adalah salah satu hal yang harus menjadi kebanggaan kita".Agenda yang disajikan dalam
    • Andi Burdah Petani Krisan Inspiratif

      29 November 2019
      Andi Burdah Zawahir merupakan petani dan penangkar benih krisan yang memulai usahanya sejak tiga tahun lalu di Jl. Kp. Cibodas Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Bermodalkan lahan milik keluarga seluas 600 meter persegi Andi merintis usaha krisannya dengan sistem bagi hasil bersama para pekerjanya.Saat ini Andi memiliki 20 Green House (GH) krisan dengan luas area +10.000 meter persegi, sistem pengupahan kepada pekerja dihitung dari
    • Yulimar Krisan Standar Dengan Batang Tebal

      25 November 2019
      Yulimar merupakan salah satu varietas unggul krisan yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Unit Pengelola Teknis Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dengan silsilah turunan esensial dari varietas fiji putih.Umur mulai berbunga varietas Yulimar ini 60-70 hari setelah tanam dengan hasil bunga 60 - 64 tangkai per meter persegi per musim tanam. Penciri utama dari varietas Yulimar ini diantaranya
    • Penjajakan Kerjasama Praktik Kerja SMK-PP Negeri Padang

      22 November 2019
      Dalam rangka penjajakan rencana pengiriman siswa praktik kerja, 17 siswa SMK Pembangunan Pertanian Negeri Padang didampingi tiga guru melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias Jumat 22 November 2019.Penerimaan kunjungan dilaksanakan oleh Kepala Balithi, Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. beserta Kasi Jasa Penelitian, Koordinator Program Penelitian serta peneliti dan teknisi.Dalam sambutannya ketua rombongan Eli  Ratna
    • Penyakit dan Hama yang Sering Menyerangan Pertanaman Gerbera

      20 November 2019
      1. Bercak daun. Disebabkan oleh jamur cercospora gerberae chupp et viegas. Gejala serangan penyakit ini adalah timbulnya bercak-bercak berwarna coklat berbentuk bulat atau tidak beraturan pada daun-daun tua. Pengendalian dilakukan dengan membuang daun yang telah terinfeksi penyakit ini dan untuk pencegahan dilakukan penyemprotan secara rutin dengan fungisida Dithane atau Daconil. Untuk pengendalian jika sudah terserang parah