KUTUDAUN-MAWAR-(ROSE-APHID)-MACROSIPHUM-ROSAE-L.

  • KUTUDAUN MAWAR (ROSE APHID) MACROSIPHUM ROSAE L.

  • ditulis tgl : 26 September 2019, telah dibaca sebanyak : 184 kali

    Share On Twitter


    Kutu daun mawar umum dijumpai di setiap daerah pertanaman mawar di seluruh dunia (kosmopolitan). 

    Hama ini menusukkan alat mulutnya yang halus tajam dan runcing yang 
    dinamakan stylet ke dalam jaringan tanaman yang lunak, seperti pucuk, daun muda bakal bunga dan bunga), lalu menghisap cairan tanaman untuk mendapatkan nutrisi sebagai 
    makanannya.

    Dengan terisapnya cairan dari jaringan tanaman, pertumbuhan tanaman menjadi terganggu dan tanaman menjadi layu. 

    Kutu daun biasanya hidup berkoloni terutama pada permukaan bawah daun yang masih muda, pada pucuk, dan pada bakal bunga. Karena itu kahadiran kutu daun M. rosae pada tanaman mawar selain menyebabkan kerusakan pada tanaman, juga menurunkan kualitas penampilan bunga yang 
    mengakibatkan penurunan harga jual bunga. 

    Biologi Macrosiphum rosae. Kutu daun mawar bertubuh lunak, berbentuk lonjong, bagian ekor lebih lebar dan lebih gemuk dibandingkan bagian depan (kepala). Panjang tubuh rata-rata 2-5 mm. 

    M.rosae tubuhnya berwarna hijau, hijau muda atau kuning kehijauan. Di daerah tropis kutudaun umumnya berkembang biak dengan melahirkan serangga muda (nimfa) tanpa melalui perkawinan (asexual). 

    Cara berkembang biak tersebut biasanya dinamakan partenogenetik. Di laboratorium seekor betina mampu 
    melahirkan nimfa lebih dari 24 ekor dengan lama hidup rata-rata 18,9 hari, sedangkan di rumah kaca lebih dari 19 ekor dengan lama hidup rata-rata 21,1 hari. 

    Siklus hidup hama ini di laboraturium rata-rata 11,3 hari, sedangkan di rumah kaca rata-rata 13,2 hari (Maryam et al., 2000). Hama menyebar dari satu tanaman ke tanaman lain dengan 
    berjalan, terbang (yang sudah bersayap) dengan bantuan angin dan atau bantuan aktivitas manusia (peralatan kebun penularan melalui bibit/stek, dsb). 

    Pengendalian
    Pada populasi rendah kutu daun dapat dikendalikan dengan menyemprotkan air melalui selang bernozel dengan tekanan agak kuat. Pada keadaan 
    populasi lebih tinggi pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida sintetik, insektisida botani dan insektisida hayati 

    Tidak kurang dari 40 jenis insektisida sintetik dilaporkan mampu menekan populasi kutudaun (Anonim, 2000), di 
    antaranya adalah yang berbahan aktif betasilfutrin, deltametrin, diafentiuron, fosalon, imidakloprid, klorfenafir, klorfluazuron, metidation, profenopos dan sipermetrin. 

    Insektisida botani dapat disiapkan sendiri dengan teknologi yang sangat sederhana atau dengan menggunakan ekstrak dari bahan tumbuhan yang bersifat insektisida.

    Insektisida botani yang berasal dari ekstrak biji atau daun perasannya dari tanaman-tanaman dari famili Annonaceae (sirsak, srikaya, buah nona) dan Meliaceae (neem/nimba, mindi, culan, mahoni) dilaporkan efektif menekan populasi beberapa jenis hama.

    Insektisida agens hayati, yaitu cendawan musuh alaminya Beauveria bassiana, dilaporkan efektif untuk mengendalikan kutu daun.

    Parasit nimfa kutu daun di Indonesia seperti pada tanaman kubis adalah Aphidius sp, di negeri Belanda parasit kutu daun dapat digunakan Encarsia formosa. Di kebun percobaan Segunung sering ditemukan predator kutu daun, diantaranya Coccinella sp, Syrphidae. (irm)

    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Naweswari Agrihorti Varietas Krisan Bertipe Spray

      15 Februari 2020
      Krisan Varietas Naweswari Agrihorti merupakan tanaman hias komoditas krisan yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui unit kerja Balai Penelitian Tanaman Hias.Varietas ini merupakan hasil silangan dari varietas Wastu Kania x Stroika dengan ciri-ciri diantraanya memiliki tinggi tanaman 99.6 - 106.6 cm, bentuk daun lonjong menjari dengan lekukan dalam dan gerigi sedang. Umur mulai berbunga varietas Naweswari Agrihorti 56-62 hari
    • Studi Penyebab Gejala Mosaik Pada Tanaman Anggrek Menggunakan Metode Deteksi Elisa

      14 Februari 2020
      Resta Patma Yanda, Erniawati Diningsih dan Indijarto Budi Rahardjo, Balai Penelitian Tanaman HiasTanaman hias Anggrek merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Salah satu kendala peningkatan produksi bunga anggrek adalah adanya penyakit  sistemik  yang  disebabkan  oleh  virus. Tanaman  anggrek  dapat  terinfeksi  lebih dari 25 jenis virus. Tujuan penelitian
    • Konservasi Anggrek Spesies Alam Menggunakan Eksplan Biji pada Media Vacin & Went

      12 Februari 2020
      Suskandari Kartikaningrum*, Dewi Pramanik*, Minangsari Dewanti, Rudy Soehendi, dan M. Prama Yufdy Abstrak. Konservasi anggrek spesies alam merupakan langkah penting untuk menghindari kepunahan akibat rusaknya habitat alamnya. Tujuan penelitian ialah mengetahui kemampuan tumbuh biji anggrek spesies alam pada media Vacin dan Went (VW) dan me- nentukan jenis anggrek spesies yang telah berhasil dikonservasi melalui biji. Anggrek spesies alam yang
    • Marina, Varietas dengan Kuntum Bunga Padat

      05 Februari 2020
      Krisan bunga potong varietas Marina memiliki bunga tipe standar dengan bentuk dekoratif serra berwarna bunga pita kuning cerah. Bunga pita berjumlah 300-350 helai per kuntum dalam satu tangkai. Tanaman krisan varietas Marina ini berpotensi menghasikan 60-63 tangkai bunga per meter persegi per musim tanam. Batang berpenampang bulat berwarna hijau dengan daun berbentuk bercangap menyirip.  Varietas ini mempunyai sistem perakaran serabut dengan
    • Proses Produksi Benih Mawar Potong

      30 Januari 2020
      Penyiapan batang bawahBahan tanam berupa bibit tanaman hasil okulasi dengan mawar batang bawah.  Cara penyiapan bibit tanaman hasil bawah adalah sebagai berikut :Penyiapan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang (1 : 1 v/v).Campuran media ini kemudian ditempatkan pada polybag berukuran 18 x 18 cm.  Pengisian media tanam sebaiknya hingga permukaannya berada 2-3 cm dari bibir polybag. Hal ini dimaksudkan agar media
    • Penyiapan Sarana dan Prasarana Produksi Mawar

      24 Januari 2020
      Mawar potong umumnya ditanam di dalam rumah lindung, Rumah lindung bertujuan untuk melindungi tanaman dari kondisi cuaca dan lingkungan yang ekstrim yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan tanaman dan melindungi tanaman dari organisme pengganggu tanaman. Rumah lindung dibuat memanjang disesuaikan dengan bentuk dan luas lahan.Rangka rumah lindung dapat berupa kayu, bambu, besi, aluminium, atau beton dengan ketinggian berkisar
    • Balitbangtan Kini Memiliki Smart Greenhouse Tanaman Hias

      21 Januari 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) saat ini memiliki Smart Greenhouse tanaman hias berlokasi di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Tanaman Hias Serpong Jl. Situgadung - Tangerang Selatan. Sosialisasi pengoperasian smart green house ini dilaksanakan Selasa 21 Januari 2020.Hadir dalam kesempatan tersebut Prof Dr Budi Marwoto peneliti Balitbangtan yang dalam wawancaranya menyampaikan dengan