KONGRES-DAN-SEMINAR-NASIONAL-PERAGI

  • KONGRES DAN SEMINAR NASIONAL PERAGI

  • ditulis tgl : 24 September 2019, telah dibaca sebanyak : 79 kali

    Share On Twitter


    Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) membuat seminar dengan tema "akselerasi smart farming era industri 4.0" dengan tujuan menyamakan pandangan untuk mengkondisikan dunia untuk memasuki era industri 4.0 yaitu budidaya pertanian yg akan ditentukan oleh 3 karakteristik (ketersediaan data yg besar (big data), kecerdasan buatan (artificial intelligence, dan kreatifitas (creativity).

    kongres telah dilaksanakan pada tgl 23 sept dan seminar pada tgl 24 sept 2019 dan dibuka secara resmi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

    Ketua PERAGI Prof. Andi M. Syakir dalam sambutannya menyampaikan keyakinannya Peragi memiliki potensi besar dlm membangun pertanian indonesia melalui peran sebagai agronom modern, sehingga produktivitas dan daya saing pertanian meningkat.(mwdh)

  • BERITA TERKAIT
    • Jejangkit Muara Menjadi Lokasi Temu Lapang Teknologi Litbang 2019

      14 Oktober 2019
      Kegiatan Temu Lapang Teknologi Litbang untuk SERASI dilaksanakan di Denfarm Jejangkit yang berlokasi di Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 14 Oktober 2018 dan dibuka oleh Kepala BALITBANGTAN (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Dr. Fadry Djufry.Tujuan dilaksanakannya temu lapang ini untuk mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitian Badan Litbang
    • Cara Menanam Gerbera

      08 Oktober 2019
      Gerbera merupakan tanaman hias komersial penting di dunia yang dimanfaatkan sebagai bunga potong, tanaman pot maupun tanaman hias massal (bending plant). Gerbera menempati urutan kelima dalam tanaman hias setelah mawar, anyelir, krisan dan tulip (Bhatiaa et al. 2009; Teeri et al. 2006).Saat ini jenis gerbera yang disukai konsumen sebenarnya masih tergolong umum dengan kriteria warna bunga yang jelas dan tidak pudar (bladus) seperti merah, putih, kuning,
    • PT Suryacipta Swadaya Berkunjung Ke Balithi

      03 Oktober 2019
      Kunjungan 6 staf PT.Suryacipta Swadaya ke Balai Penelitian Tanaman Hias dilaksanakan pada hari Rabu 2 Oktober 2019 Mewakili Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Kasubag Tata Usaha Yadi Supriyadi beserta peneliti dan staf Jasa Penelitian secara resmi menerima kunjungan tersebut.Dalam sambutannya perwakilan PT. Suryacipta Swadaya mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kunjungan ini semata-mata untuk melihat secara langsung
    • Alpinia purpurata Varietas Kusuma

      02 Oktober 2019
      Alpinia purpurata varietas Kusuma memiliki tinggi tanaman 259-285 cm, Umur berbunga 9 bulan dari pembelahan rumpun dan3 tahun dari planlet kultur in vitroUmur panen tanaman ini 104 - 114 hari dari kuncup, kesegaran bunga 6-8 hari, produksi bunga 14 tangkai/ tanaman/tahun, adaptasi baik di dataran rendah hingga tinggi dengan altitude 10-1200 meter dari permukaan laut.Tanaman Alpinia purpurata vatietas Kusuma sangat
    • Pembukaan Temu Stakeholder Tanaman Hias, Kepala Pusat: Flori Indonesia Meningkatkan Ekonomi Indonesia

      25 September 2019
      Temu Stakeholder Tanaman Hias dilaksanakan pada tanggal 25 September 2019 di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias dan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Dr. Hardiyanto.Dalam sambutan penbukaannya Dr. Hardiyanto menyampaikan tentang pentingnya pengembangan tanaman hias agar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, mari kita semua lebih dalami tetang pengembangan tanaman hortikultura terutama tanaman hias, pelajari
    • Mengenal Penyakit Krisan; Lanas Daun Pseudomonas

      25 September 2019
      Dalam budidaya tanaman khususnya krisan tentu ditemui beberapa kendala seperti adanya serangan hama dan penyakit tanaman.Salah satunya Lanas daun Pseudomonas, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas chicorii. Gejala penyakit ini berupa spot/bercak coklat kehitaman berair pada daun dan melebar hingga ke seluruh daun.Spot ini seolah-olah mempunyai inti dan perlahan-lahan terpisah seperti gelombang. Pada stadium serangan
    • Penanaman Krisan

      24 September 2019
      Untuk tanaman produksi bunga, bahan tanam krisan berupa stek berakar dapat ditanam pada lahan bedengan dengan jarak tanam 12,5 x 12,5 cm (kerapatan tanam 64 tanaman/m2), setelah sebelumnya lobang tanam telah dibuat dengan menggunakan bambu atau kayu penugal.Sedangkan untuk kebun tanaman induk produksi stek, stek berakar ditanam dengan jarak tanam 20 x 20 cm atau dengan kerapatan tanaman 25 tanaman/m2.Sangat dianjurkan apabila