LEATHERLEAF-FERN:-PANEN-DAN-PASCAPANEN-

  • LEATHERLEAF FERN: PANEN DAN PASCAPANEN

  • ditulis tgl : 22 September 2019, telah dibaca sebanyak : 87 kali

    Share On Twitter


    Daun yang dipanen yaitu daun yang sudah berwarna hijau gelap, membuka sempurna dan cukup tua. Daun yang belum dewasa dan belum membuka sempurna mempunyai kualitas yang rendah dan mudah rusak.
    Tahapan penanganan pascapanen:
    • Penerimaan hasil panen
    • Pencucian dengan air
    • Bulu-bulu halus yang melekat di tangkai daun dan kotoran-kotoran lain di daun dibersihkan secara perlahan-lahan dalam bak air bersih
    • Pencelupan dengan fungisida dan penirisan
    Daun yang sudah dicuci dicelupkan dalam larutan fungisida selama 10 detik  kemudian dikibaskan dan ditiriskan diatas rak kawat selama semalam dengan tangkai daun masuk dalam bak perendaman agar tetap segar.

    Sortasi dan grading
    Daun disortasi dikelompokkan sesuai dengan ukuran dan kelas sesuai standard mutu produk. Setelah disortasi daun dikelompokkan berdasarkan ukuran dengan menggunakan alat ukur. Daun yang sudah dikelompokkan diikat dengan karet, 10 tangkai/ikat dan diberi tanda karet yang berbeda warna sesuai dengan kelas mutu S (panjang daun 45-50 cm), M (panjang daun 51 - 55 cm), L (panjang daun 56 - 60 cm) dan XL (panjang daun > 60 cm) dengan kondisi daun tidak cacat, bebas dari hama penyakit,spora dan benda asing lainnya.

    Pengawasan mutu
    Petugas mutu memeriksa ulang setiap daun berdasarkan kelas mutu yang meliputi keberadaan OPT, spora, kerusakan fisik, residu pestisida dan ketuaan daun. Daun yang tidak memenuhi standard mutu dipisahkan.

    Pengemasan dan pelabelan
    Daun yang telah lolos pengawasan mutu dikemas menggunakan plastik transparan berlubang disesuaikan dengan ukurannya,  dalam satu plastik diisi 2 ikat. Setelah daun dikemas dalam plastik, kemudian dimasukkan dalam kardus berukuran 75x51x34 cm sesuai dengan kelas mutu.

    Isi dalam tiap kardus berbeda tergantung kelas mutu (S=100 ikat, M= 90 ikat, L= 80 ikat, XL= 70 ikat). Kardus ditutup dengan menggunakan lakban sehingga rapat dan diberi label yang berisi informasi tentang nama produk, jumlah, kelas mutu, waktu panen dan nama produsen. 

    Penyimpanan
    Kardus yang telah berisi daun dikelompokkan sesuai dengan kelas mutu dan disusun sedemikian rupa sehingga ada rongga di antara susunan kardus. Suhu ruang penyimpanan diatur 2-8 derajat celcius dan kelembaban 85-90%. 

    Pengiriman
    Kardus disusun dalam mobil box berpendingin dengan rapi sesuai dengan kapasitas mobil. Suhu mobil box diatur 10-15 derajat celcius dengan kelembaban 85-90%. Untuk pengiriman jarak jauh dapat dilakukan lewat kargo udara atau kapal laut.

    Pencatatan 
    Semua kegiatan budidaya dan penanganan pascapanen dicatat dalam buku secara konsisten.  Pencatatan dimaksudkan untuk koreksi terhadap kesalahan atas tindakan terkait dengan budidaya dan penanganan pascapanen.  Kegiatan ini ditujukan untuk upaya perbaikan berkelanjutan di dalam budidaya dan pascapanen. (irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Efisiensi dan Aplikasi Teknologi Perbanyakan Mawar Secara In vitro

      15 Oktober 2019
      Teknologi perbanyakan R. hybrida secara in vitro melalui inisiasi dan proliferasi tunas adventif telah berhasil dikembangkan. Waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi adalah + 1,6 tahun.Titik kritikal teknologi ini terletak pada penyiapan eksplan pada kondisi in vitro. Potensi produksi benih dari 1 eksplan responsif akan menghasilkan 5-9 tunas. Jika rata-rata tunas yang dihasilkan adalah 6,7 tunas tiap subkultur, 6 kali subkultur dapat
    • KUNJUNGAN PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN DALAM RANGKA PERMINTAAN PENDAMPINGAN DAN BANTUAN TANAMAN ANGGREK

      14 Oktober 2019
      Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian  (Pustaka) mempunyai lokasi yang strategis dan berada di ring satu yang berdekatan dengan Istana Presiden serta Kebun raya Bogor dimana lokasi ini menjadi objek pengembangan wisata di Kota Bogor. Sehubungan hal tersebut, Pustaka Kementrian Pertanian  bermaksud untuk menata halaman dan taman pustaka sehingga dapat
    • Jejangkit Muara Menjadi Lokasi Temu Lapang Teknologi Litbang 2019

      14 Oktober 2019
      Kegiatan Temu Lapang Teknologi Litbang untuk SERASI dilaksanakan di Denfarm Jejangkit yang berlokasi di Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 14 Oktober 2018 dan dibuka oleh Kepala BALITBANGTAN (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Dr. Fadry Djufry.Tujuan dilaksanakannya temu lapang ini untuk mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitian Badan Litbang
    • Kunjungan Badan Karantina Pertanian ke Balai Penelitian Tanaman Hias

      14 Oktober 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 14 Oktober 2019 mendapatkan kunjungan dari perwakilan Bada Karantina kementrian Pertanian. Hal Ini sebungan dengan adanya informasi keberadaan Pseudomonas Viridiflava (OPTK A1) pada tanaman anggrek sebagaimana hasil tulisan dari peneliti Balithi yaitu Ir. hanudin dkk dalam jurnal Fitopatologi Indonesia berjudul "Evaluasi Resistensi Progeni Anggrek Phalaenopsis terhadap penyakit busuk lunak (Pseudomonas
    • Penyiapan Plantlets dan Aklimatisasi Dalam Perbanyakan Mawar

      14 Oktober 2019
      Tahapan dalam perbanyakan mawar setelah sterilisasi dan penyiapan eksplan adalah inisiasi tunas adventif. Inisiasi tunas adventif dilakukan dengan cara menanam potongan internodus pada medium MW yang ditambah dengan 1,5 mg/l TDZ dan 0,01 mg/l NAA. Kultur kemudian disimpan dalam ruang gelap selama 1,5-2,0 bulan. Inisiasi kalus mulai terlihat 9-13 hari setelah kultur pada permukaan internodus bekas potongan pisau kultur. Kalus betumbuh menjadi bentuk
    • Perbanyakan Mawar (Rosa hybrida L.): Sterilisasi dan Penyiapan Eksplan

      11 Oktober 2019
      Mawar dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan stek (cutting), perendukan (layering), okulasi mata tunas (budding), sambung pucuk (grafting); secara generatif menggunakan biji.Perbanyakan konvensional tersebut, meskipun dominan diaplikasikan pada perbanyakan mawar, sering diperhadapkan pada kendala keterbatasan batang bawah, berlangsung lambat, membutuhkan waktu yang lama dan tenaga yang banyak dengan hasil yang
    • Keterlibatan Balithi Dalam Bimbingan Teknis Metode Perhitungan Manfaat Penelitian dan Pengembangan Pertanian

      10 Oktober 2019
      Mengukur manfaat teknologi hasil penelitian merupakan hal yang penting dalam menghitung kontribusi kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian terhadap pembangunan pertanian dan tingkat pengembalian investasi pada kegiatan penelitian. Sehubungan dengan hal tersebut Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) menyelenggarakan bumbingan teknis menghitung mannfaat teknologi dan Return of Investment penelitian dan pengembangan pertanian.