BUDIDAYA-TANAMAN-HIAS-DAUN-LEATHERLEAF-FERN

  • BUDIDAYA TANAMAN HIAS DAUN LEATHERLEAF FERN

  • ditulis tgl : 20 September 2019, telah dibaca sebanyak : 490 kali

    Share On Twitter


    Leatherleaf fern atau Pakis adalah jenis paku-pakuan dengan nama latin Rumohra adiantiformis (G. Forst.) Ching, tergolong dalam famili Polypodiaceae, berasal dari daerah tropis di Amerika tengah dan selatan, Afrika selatan, Madagascar, New Zealand dan Australia. Tanaman ini tergolong tanaman hias yang dimanfaatkan sebagai daun potong.

    Lingkungan tumbuh yang dikehendaki yaitu ketinggian tempat 850-1800 m dpl, suhu 19-27 derajat selsius, kelembaban relatif 80-90%, intensitas cahaya  berkisar 5000 lux, dan pH tanah 5,5-6,0.

    Persiapan konstruksi naungan
    Intensitas cahaya yang sesuai berkisar  5000 lux, ini dapat dirancang dengan penggunaan naungan net sekitar 75% atau intensitas cahaya yang diterima tanaman 25%. Untuk menjaga keawetan net maka sambungan antar net harus dijahit rapat dengan menggunakan benang khusus dan diberikan penopang kawat bentuk diagonal yang dikaitkan pada tiang penyangga bangunan.

    Di daerah dengan curah hujan tinggi digunakan naungan plastik UV di bawah net.  Bila digunakan plastik UV di bawah net maka kerapatan net sebaiknya sekitar 55%.

    Persiapan lahan, Pembuatan bedeng tanaman dan Persiapan tanam
    Lahan diolah dengan cara digemburkan pada kedalaman 15 cm. Ukuran bedeng penanaman yaitu lebar 100-120 cm, tinggi 10-15 cm  diatas permukaan tanah. Pupuk kandang yang sudah matang diberikan pada awal penanaman dengan takaran 2 ton/ha/tahun atau 2 kg/m2/tahun, dan pemberian pupuk kandang dapat diulang setiap tahun. Jarak antar bedeng yaitu 40-60 cm. Tanaman toleran pada pH 5.0-6.0 pH tanah dapat diatur dengan memberikan  dolomit dengan takaran 1120 kg/ha/tahun dan diberikan setiap 3 bulan.

    Bedengan dengan lebar 1 m diisi 3 tanaman, sedang bedengan dengan lebar 1,20 cm diisi 4 tanaman atau jarak antar tanaman 30,5 cm x 30,5 cm. Penanaman dengan menggunakan rhizome dilakukan pada kedalaman tanam 1,3 cm di bawah permukaan tanah, sedangkan rumpun berakar ditanam dengan kedalaman 2,5 cm di bawah permukaan tanah. 

    Pemupukan
    Selain pupuk kandang diberikan pula pupuk buatan berupa Urea, ZA, SP36, KCl dan pupuk mikro. Takaran Urea yaitu 40 kg/ha/tahun, ZA 44 kg/ha/tahun, SP36 39 kg/ha/tahun, KCl 46 kg/ha/tahun, diberikan setiap bulan satu kali. Pupuk mikro diberikan 1 g/l setiap minggu 1 kali.

    Pemberian mulsa
    Pemberian mulsa daun bambu sebanyak 0,5 karung/m2/tahun akan menambah bahan organik. Pemberian Gliocompost akan mempercepat pelapukan daun bambu menjadi bahan organik.

    Irigasi 
    Irigasi yang dianjurkan adalah irigasi dengan sistem springkle volume 5-7 liter/m2. Jika menggunakan alat pengukur kadar air tanah tensiometer, maka penyiraman dimulai pada saat pembacaan antara 20-25 kpa dan dihentikan apabila tensiometer sudah terbaca -10 kpa.

    Pengendalian hama dan penyakit
    Penyakit utama yang menyerang tanaman adalah Cylindrocladium, mempunyai gejala bercak kuning pada daun dan makin lama daun berubah menjadi coklat kemerahanan hingga coklat gelap. Sedangkan penyakit bercak daun anthraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides memiliki gejala layu pada pucuk daun dan daun tidak mau berkembang sempurna . Selain menyerang daun, Cylindrocladium juga menyerang batang dan rhizome. Pengendalian  penyakit anthraknosa dapat digunakan naungan plastik sehingga mengurangi guyuran air hujan.

    Perbanyakan tanaman
    Perbanyakan tanaman dilakukan dengan rhizome bagian ujung sepanjang 5-15 cm tanpa daun atau dengan daun dan pemecahan rumpun tanaman yaitu panjang 12,5  paling sedikit 3 bagian ujung tanaman. Pemecahan rumpun dilakukan bila rumpun sudah padat dan diperlukan pembongkaran, berkisar 4 tahun penanaman. (irm)

    Bersambung ke Panen dan Pascapanen Leatherleaf Fern..

  • BERITA TERKAIT
    • Suryandhari Agrihorti, Krisan Potong Penghias Ruang dan Panggung

      04 Juni 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) *telah* berhasil melepas labih dari 70 varietas krisan bunga potong yang memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda pa setiap varietasnya.Suryandhari Agrihorti adalah salah satu varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan pada 2019 lalu, memiliki bunga tipe spray berbentuk ganda serta berwarna bunga pita kuning menjadikan Suryandhari Agrihorti ini sangat cocok untuk dijadikan
    • Kurangi Ketergantungan Produk Luar, Balitbangtan Produksi Mandiri Anggrek Vanda

      02 Juni 2020
      Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar, termasuk didalamnya adalah tanaman anggrek. Sejauh ini telah teridentifikasi bahwa Indonesia sekurangnya memiliki 5.000 spesies anggrek dari 43.000 spesies, dan 35.000 varietas hibrida anggrek di seluruh penjuru dunia. Seperti diketahui anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai estetika tinggi dengan warna dan bentuk bunga indah dan menarik. Tanaman Anggrek di Indonesia
    • Krisan Balitbangtan Hiasi Kawasan Agrowisata Payo di Kota Solok

      29 Mei 2020
      Krisan merupakan salah satu komoditas yang dikembangkan di kawasan agrowisata Payo di Kota Solok, Sumatera Barat. Awal mula adanya komoditas krisan di kawasan ini tak lepas dari andil Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang sejak dua tahun lalu melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solok berupaya secara berkesinambungan dalam pengembangan krisan di agrowisata ini. Pada Maret 2020 telah
    • TANAM VARIETAS KRISAN BALITHI, PETANI MASIH TETAP RAUP KEUNTUNGAN

      27 Mei 2020
      Bukan sebuah rahasia lagi bahwa  pandemi covid 19 sangat berdampak ke beberapa sektor di negri ini , salah satunya adalah sektor pertanian. Semakin terbatasnya ruang untuk berkegiatan membuat sebagian petani memilih untuk mengurangi kegiatan mereka di luar rumah. Namun ditengah hebohnya pandemi covid 19, ternyata para petani bunga di Kabupaten Cianjur masih berproduksi, dan salah satu varietas yang diproduksi adalah varietas Balithi
    • Perbanyakan Masal Anggrek Dendrobium Secara In Vitro

      26 Mei 2020
      Perbanyakan Masal Anggrek Dendrobium Secara In Vitro dilakukan melalui beberapa tahapan, diantaranya (1) Penyediaan bahan tanaman sebagai sumber eksplan Dendrobium.Telah dilakukan penyediaan materi awal dari beberapa varietas antara lain adalah Varietas Dian Agrihorti, Varietas Almira, Varietas Syifa.  Tunas yang berasal dari tunas anakan Dendrobium ditanam pada media pembesaran tunas yaitu  1/2 MS + 0,5 BAP hingga tunas memanjang 
    • KRISAN POT MULAI BERMEKARAN, PT CIGWA INDONESIA JAYA SEMAKIN BERWARNA

      19 Mei 2020
      Sejak ditanam pada tanggal 13 Maret lalu, ke lima varietas Krisan Pot milik Balithi yaitu Avanthe, Armita, Anindita, Zwena dan Naura mulai bermekaran di Green House milik PT Cigwa Indonesia Jaya. Ditengah pandemi Covid 19 yang masih melanda di Indonesia, kegiatan monitoring sejauh ini dilakukan secara jarak jauh. Namun pada kesempatan kali ini dengan tetap memperhatikan protocol keamanan dari pemerintah, tim dari Balithi mengunjungi langsung PT. Cigwa Indonesia
    • Dukung Kemandirian Benih Anggrek Dendrobium, Balithi Kembangkan Teknologi Embriogenesis Somatik Berbasis Bioreaktor

      11 Mei 2020
      Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati pasar