BIMBINGAN-TEKNIS-PENYUSUNAN-NASKAH-PERJANJIAN-DAN-PENANGANAN-PERKARA-LINGKUP-BADAN-LITBANG

  • BIMBINGAN TEKNIS PENYUSUNAN NASKAH PERJANJIAN DAN PENANGANAN PERKARA LINGKUP BADAN LITBANG

  • ditulis tgl : 19 September 2019, telah dibaca sebanyak : 95 kali

    Share On Twitter

    Bertempat di  BPTP Sumatra selatan, Badan penelitian pengembangan Pertanian Kementrian pertanian mengadakan acara bimbingan teknis penyusunan naskah perjanjian dan penanganan perkara lingkup badan litbang pertanian. Kegiatan bimbingan teknis ini terlaksana dari tanggal 19 September hingga 21 September dengan melibatkan beberapa narasumber diantaranya Dewan Pimpinan Nasional Advokat Indonesia, Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Biro hokum Kementrian Pertanian, Biro kerjasama Luar Negeri Kementrian Pertanian, serta Kabag KSOH dan Kabag Advokasi Hukum Biro Hukum.

    Dalam sambutannya Kepala BPTP Sumatra Selatan yaitu Dr. Rustam, SP.,  M.Si mengatakan bahwa Kepala Badan Litbang Pertanian menganjurkan agar segala macam perkara yang bisa diatasi di upt sebaiknya diatasi di upt, kecuali memang diperlukan untuk ditanganani oleh Balai Besar atau Kepala Badan. Saat ini lahan-lahan di UPT banyak yang diserobot oleh masyarakat tanpa perjanjian yang syah dan kuat secara hokum, akibatnya setelah dilakukan usaha tani mereka tidak mau untuk meninggalkan lahannya tersebut. Kepala BPTP Sumsel berharap agar melalui acara bimtek ini permasalahan di UPT masing-masing dapat dikonsultasikan kepada narsum yang hadir.

     

    Pada kesempatan kali ini, perwakilan Sekertaris badan juga menyampaikan pesan Sekretaris Badan agar acara ini dapat digunakan sebagai sarana memperdalam penyusunan naskah kerjasama yang baik serta penanganan perkara. Latar belakang diselenggarakannya kegiatan Bimtek ini adalah  dari segi asset badan litbang mempunyai asset yang paling banyak dari eselon 1 lainnya. Banyak kasus hukum yang berkaitan dengan asset seperti kasus di kebun percobaan dan rumah dinas. Terkait dengan perjanjian kerjasama baik berupa MOU maupun PKS, dimana keduanya merupakan produk hukum yang harus dilaksanakan secara bersama

     

  • BERITA TERKAIT
    • Efisiensi dan Aplikasi Teknologi Perbanyakan Mawar Secara In vitro

      15 Oktober 2019
      Teknologi perbanyakan R. hybrida secara in vitro melalui inisiasi dan proliferasi tunas adventif telah berhasil dikembangkan. Waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi adalah + 1,6 tahun.Titik kritikal teknologi ini terletak pada penyiapan eksplan pada kondisi in vitro. Potensi produksi benih dari 1 eksplan responsif akan menghasilkan 5-9 tunas. Jika rata-rata tunas yang dihasilkan adalah 6,7 tunas tiap subkultur, 6 kali subkultur dapat
    • KUNJUNGAN PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN DALAM RANGKA PERMINTAAN PENDAMPINGAN DAN BANTUAN TANAMAN ANGGREK

      14 Oktober 2019
      Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian  (Pustaka) mempunyai lokasi yang strategis dan berada di ring satu yang berdekatan dengan Istana Presiden serta Kebun raya Bogor dimana lokasi ini menjadi objek pengembangan wisata di Kota Bogor. Sehubungan hal tersebut, Pustaka Kementrian Pertanian  bermaksud untuk menata halaman dan taman pustaka sehingga dapat
    • Jejangkit Muara Menjadi Lokasi Temu Lapang Teknologi Litbang 2019

      14 Oktober 2019
      Kegiatan Temu Lapang Teknologi Litbang untuk SERASI dilaksanakan di Denfarm Jejangkit yang berlokasi di Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 14 Oktober 2018 dan dibuka oleh Kepala BALITBANGTAN (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Dr. Fadry Djufry.Tujuan dilaksanakannya temu lapang ini untuk mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitian Badan Litbang
    • Kunjungan Badan Karantina Pertanian ke Balai Penelitian Tanaman Hias

      14 Oktober 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 14 Oktober 2019 mendapatkan kunjungan dari perwakilan Bada Karantina kementrian Pertanian. Hal Ini sebungan dengan adanya informasi keberadaan Pseudomonas Viridiflava (OPTK A1) pada tanaman anggrek sebagaimana hasil tulisan dari peneliti Balithi yaitu Ir. hanudin dkk dalam jurnal Fitopatologi Indonesia berjudul "Evaluasi Resistensi Progeni Anggrek Phalaenopsis terhadap penyakit busuk lunak (Pseudomonas
    • Penyiapan Plantlets dan Aklimatisasi Dalam Perbanyakan Mawar

      14 Oktober 2019
      Tahapan dalam perbanyakan mawar setelah sterilisasi dan penyiapan eksplan adalah inisiasi tunas adventif. Inisiasi tunas adventif dilakukan dengan cara menanam potongan internodus pada medium MW yang ditambah dengan 1,5 mg/l TDZ dan 0,01 mg/l NAA. Kultur kemudian disimpan dalam ruang gelap selama 1,5-2,0 bulan. Inisiasi kalus mulai terlihat 9-13 hari setelah kultur pada permukaan internodus bekas potongan pisau kultur. Kalus betumbuh menjadi bentuk
    • Perbanyakan Mawar (Rosa hybrida L.): Sterilisasi dan Penyiapan Eksplan

      11 Oktober 2019
      Mawar dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan stek (cutting), perendukan (layering), okulasi mata tunas (budding), sambung pucuk (grafting); secara generatif menggunakan biji.Perbanyakan konvensional tersebut, meskipun dominan diaplikasikan pada perbanyakan mawar, sering diperhadapkan pada kendala keterbatasan batang bawah, berlangsung lambat, membutuhkan waktu yang lama dan tenaga yang banyak dengan hasil yang
    • Keterlibatan Balithi Dalam Bimbingan Teknis Metode Perhitungan Manfaat Penelitian dan Pengembangan Pertanian

      10 Oktober 2019
      Mengukur manfaat teknologi hasil penelitian merupakan hal yang penting dalam menghitung kontribusi kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian terhadap pembangunan pertanian dan tingkat pengembalian investasi pada kegiatan penelitian. Sehubungan dengan hal tersebut Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) menyelenggarakan bumbingan teknis menghitung mannfaat teknologi dan Return of Investment penelitian dan pengembangan pertanian.