BUDIDAYA-ANTHURIUM

  • BUDIDAYA ANTHURIUM

  • ditulis tgl : 19 September 2019, telah dibaca sebanyak : 212 kali

    Share On Twitter


    Anthurium atau dikenal juga  dengan nama Kuping Gajah merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang mempunyai potensi ekspor. Bunga anthurium terdiri dari spathe (seludang bunga), spadik (tongkol bunga) dan peduncle (tangkai bunga). Bagian yang menarik dari tanaman anthurium adalah spathe yang merupakan modifikasi dari daun, bentuk, warna dan ukuran spathe ini sangat beragam tergantung spesies dan varietasnya.

    Secara umum dikenal 3 tipe bunga anthurium, yaitu (1) anthurium tipe bunga potong, (2) anthurium tipe tanaman pot dan (3) berdaun indah. Anthurium bunga potong biasanya mempunyai spathe dan daun yang berukuran besar dengan jumlah yang sangat terbatas. Sedang anthurium tipe tanaman pot mempunyai spathe dan daun yang relative kecil tapi jumlahnya lebih banyak dan serentak dalam suatu waktu.

    Pada saat ini perkembangan tanaman anthurium sudah sangat pesat, ini terbukti dengan banyaknya hibrida dan kultivar baru yang dihasilkan dengan nilai komersial yang tinggi. Hibrida dan kultivar baru tersebut merupakan hasil persilangan dari turunan anthurium yang mempunyai bentuk dan warna spathe yang indah yaitu Anthurian andreanum dan Anthurium scherzerianum. 

    Perbanyakan dengan Biji
    Secara konvensional perbanyakan tanaman anthurium dilakukan melalui biji. Persilangan antar tetua terpilih ditujukan untuk menghasilkan hibrida atau kultivar yang lebih unggul. Untuk melalukuan persilangan ini, pertama yang harus dipersiapkan adalah tanaman induk jantan dan induk betina yang sudah terpilih dan peralatan berupa kuas kecil. Bunga anthurium bersifat protogini dalam salah spadik bunga betina akan matang terlebih dahulu daripada bunga jantan. Bunga betina yang sudah matang dan siap dibuahi ditandai dengan permukaan spadik yang licin (berlendir). Bunga jantan akan segera matang 2 sampai 4 hari setelah bunga betina matang, ditandai dengan keluarnya serbuk sari yang berwarna putih kekuningan. 

    Penyerbukan dilakukan dengan cara menempelkan pollen yang diambil dari spadik tanaman induk jantan ke kepala putik pada spadik sebagai induk betina dengan menggunakan kuas kecil. Setelah penyerbukan selesai ditutup dengan kertas. Persilang yang berhasil ditandai dengan terbentuknya buah yang banyak (menyerupai bentuk kutil) yang menempel pada spadik. Buah dapat dipanen kira kira setelah 4-6 bulan sejak persilangan, buah yang sudah matang berwarna merah kehitaman dan mudah lepas dari spadik.

    Buah yang sudah dipanen dibersihkan bagian dagingnya yang berlendir,  sehingga tinggal bijinya yang siap disemai dalam media campuran pasir dan moss. Setelah dua bulan, benih dalam pesemaian dapat dipindahkan ke pot pot individu. 

    Benih
    Benih anthurium sebelum ditanam dilahan, sebaiknya diadaptasikan terlebih dahulu pada lokasi kebun selama sebulan. Anthurium hasil persilangan yang baik untuk ditanam adalah yang telah mempunyai 57 helai daun dengan tinggi mencapai 25 cm, pertumbuhannya subur, normal dan sehat. Pemeliharaan benih yang dilakukan adalah penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama penyakit. Benih yang terpilih dapat diperbanyak secara vegetatif yaitu melalui tunas anakan ataupun kultur jaringan.

    Penanaman
    Penanaman anthurium ada dua macam cara, yaitu langsung di lapangan pada bedengan-bedengan yang telah disiapkan dan dalam pot atau polybag, yang ditempatkan di bawah naungan paranet

    Pemeliharaan
    Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman anthurium adalah penyiraman, sanitasi, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.

    Penyiraman
    Penyiraman dilakukan secara kontinyu 1-2 kali sehari pada pagi dan sore hari, terutama pada awal-awal pertumbuhan/tanaman muda. Gunakan air bersih yang bebas dari pencemaran.

    Sanitasi
    Sanitasi termasuk hal penting dalam pemeliharaan, harus secara terus menerus membuang rumput liar di sekitar pertanaman, membuang tangkai daun yang mengering ataupun bekas serangan hama dan penyakit. Sisa-sisa tanaman disekitar kebun sebaiknya dikumpulkan untuk dimusnahkan atau dibakar.

    Pemupukan
    Pemupukan biasanya dilakukan tiap 3 bulan sekali. Pupuk yang digunakan harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.  Tanaman yang masih muda atau kecil banyak membutuhkan unsur N yang tinggi, sedangkan tanaman dewasa atau yang sudah berbunga banyak membutuhkan unsur P dan K.  Cara pemberiannya disebar merata disekeliling tajuk tanaman sedalam 15 cm.

    Pengendalian Hama dan Penyakit
    Pengendalian hama dan penyakit secara mekanis memotong bagian tanaman yang terserang serta melakukan penyenprotan dengan insektisida (untuk hama)  dan fungisida (untuk penyakit). (irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Pemberian Hari Panjang dalam Budidaya krisan

      21 Oktober 2019
      Krisan tergolong tanaman berhari pendek fakultatif (Facultative-Short Day Plant), dengan dasar karakteristik tanaman krisan tersebut, maka untuk memperoleh tinggi standar tanaman (panjang tangkai bunga) pada bunga potong, tanaman krisan dipelihara/dipertahankan pada fase vegetatif selama waktu tertentu agar tumbuh hingga mencapai tinggi tertentu dengan aplikasi pemberian cahaya lampu tambahan (untuk menambah panjang hari yang diterima tanaman).Pemberian
    • Temu Teknis Pengembangan Krisan Orientasi Ekspor

      19 Oktober 2019
      Kegiatan temu teknis pengembangan kawasan krisan orientasi ekspor dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias dan dibuka secara resmi oleh Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Liferdi Lukman.Dalam sambutan pembukaannya Liferdi mengatakan bahwa saat ini masih banyak benih krisan yang didatangkan dari luar negeri, sekarang kita bisa memproduksi sendiri, sumbernya dari Balithi diperbanyak oleh
    • Kepala Balitbangtan: Plasma Nutfah Tanaman Hias di Indonesia Sangat Melimpah

      18 Oktober 2019
      Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) Dr. Fadry Djufry melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) pada Jumat 18 Oktober 2019.Dalam kunjungan tersebut Kepala Balitbangtan memberikan arahan kerja kepada seluruh pegawai Balithi diantaranya tata cara pengusulan kenaikan pangkat, penilaian fungsional, aturan capaian kerja berupa outcome hingga corporate management Balitbangtan.Selesai
    • Kunjungan dan Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Hias Serta Landscaping Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan

      18 Oktober 2019
      Balai penelitian Tanaman Hias mendapatkan Kunjungan dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata kabupaten Pekalongan Cianjur. Maksud dan tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mendapatkan informasi serta pembelajaran mengenai Budidaya tanaman hias serta landscaping, karena dalam waktu dekat ini Kabupaten Pekalongan berencana un tuk membangun lahan seluas 4 hektar untuk area taman kota. Menurut rencana taman kota ini akan diisi dengan beberapa satwa dan juga tanaman hias serta
    • Produsen Florikultura Suriname Menjajaki Perbenihan Anggrek Balithi

      18 Oktober 2019
      Produsen florikultura asal negara Suriname Lorenzo Samiyo berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Hias, Kamis 17 Oktober 2019 dan diterima oleh Kepala Balithi Dr. Rudy Soehendi.Tujuan kunjungan produsen florikultura tersebut Ingin mendapatkan bimbingan mengenai pengembangan perbenihan di laboratorium kultur jaringan Balithi.Lorenzo samiyo merupakan produsen florikultura yang berminat mengembangkan perbenihan anggrek
    • Stek Pucuk Berakar (rooted cutting) pada Krisan

      17 Oktober 2019
      Penggunaan stek berakar sebagai bahan tanam dianjurkan dalam proses budidaya krisan.  Cara ini dapat mengurangi kelemahan penggunaan stek tanpa akar diantaranya adalah:Kemungkinan stagnasi pertumbuhan apikal stek lebih kecil, karena proses adaptasi stek berakar pada lahan lebih cepat.Stek berakar relatif lebih tahan terhadap kondisi lahan yang lebih terbuka pada bedengan, sehingga toleransi tanaman muda terhadap stress akibat perubahan
    • Penguatan Manajemen Internal BALITBANGTAN

      16 Oktober 2019
      Dalam rangka menguatkan manajemen internal lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dilaksanakan rapat koordinasi yang terdiri dari para pengambil kebijakan Unit Kerja (UK) dan Unit Pengelola Teknis (UPT) se-BALITBANGTAN di Banjarmasin Kalimantan Selatan Selasa 15 Oktober 2019.Dalam arahannya Kepala BALITBANGTAN Dr. Fadry Djufry mengatakan target kinerja yang telah disepakati pada akhir Oktober 2019 persentase capaian BALITBANGTAN harus berada