RENCANA-PEMBANGUNAN-SMART-GREEN-HOUSE

  • RENCANA PEMBANGUNAN SMART GREEN HOUSE

  • ditulis tgl : 17 September 2019, telah dibaca sebanyak : 162 kali

    Share On Twitter


    Visi pertanian masa depan yaitu pertanian modern berbasis alat mesin pertanian berteknologi tinggi yang dikenal dengan istilah Smart Farming (pertanian 4.0). 

    Smart farming adalah pertanian yang mengaplikasikan teknologi IT di dalam alat mesin pertanian sehingga dapat mensubstitusi tenaga kerja petani yang makin berkurang dan mengefesienkan sistem usaha tani.

    Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dibawah Kementerian Pertanian telah berhasil mengembangkan rumah pertanaman pintar (Smart Green House) yang perlakuan didalamnya dapat dioperasikan menggunakan aplikasi smartphone. 

    Hal ini menjadikan Smart Green House sejalan dengan visi pertanian masa depan (Smart Farming). Smart Green House rencananya akan dibangun di lingkungan 3 Satuan Kerja Balitbangtan, yaitu Balai Penelitian Tanah, Balai Penelitian Sayurandan Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi).

    Smart Green House yang akan dibangun di Balithi rencananya akan berlokasi di Instalasi Penelitian Serpong - Tangerang. Smart Green House ini akan dimanfaatkan untuk pertanaman krisan, sehingga krisan yang biasa ditanam di dataran tinggi harapannya dapat tumbuh di daerah Serpong yang berlokasi di dataran rendah. 

    Rencananya Smart Green House ini berukuran 24 m x 8 m x 7 m, keunggulan yang dimiliki yaitu adanya sensor suhu, pengaturan irigasi, pemupukan, kelembaban dan pengaturan  naungan. Di dalamnya terdapat ruang kontrol yang mengendalikan operasi kerja green house secara komputerisasi.

    Smart Green House dapat diatur dan dikontrol darimanapun operatornya berada. Smart Green House dilengkapi rak-rak untuk penyimpanan tanaman yang ditanam di dalam polybag sehingga tanaman krisan tidak langsung ditanam di bedengan. Selain itu Smart Green House ini dilengkapi shading net 65%, dan didukung oleh tiga toren, yang masing-masing berisi: nutrisi, pestisida dan air untuk penyiraman. (RBM)(Meg)(MSD)

  • BERITA TERKAIT
    • KUNJUNGAN PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN DALAM RANGKA PERMINTAAN PENDAMPINGAN DAN BANTUAN TANAMAN ANGGREK

      14 Oktober 2019
      Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian  (Pustaka) mempunyai lokasi yang strategis dan berada di ring satu yang berdekatan dengan Istana Presiden serta Kebun raya Bogor dimana lokasi ini menjadi objek pengembangan wisata di Kota Bogor. Sehubungan hal tersebut, Pustaka Kementrian Pertanian  bermaksud untuk menata halaman dan taman pustaka sehingga dapat
    • Jejangkit Muara Menjadi Lokasi Temu Lapang Teknologi Litbang 2019

      14 Oktober 2019
      Kegiatan Temu Lapang Teknologi Litbang untuk SERASI dilaksanakan di Denfarm Jejangkit yang berlokasi di Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 14 Oktober 2018 dan dibuka oleh Kepala BALITBANGTAN (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Dr. Fadry Djufry.Tujuan dilaksanakannya temu lapang ini untuk mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitian Badan Litbang
    • Cara Menanam Gerbera

      08 Oktober 2019
      Gerbera merupakan tanaman hias komersial penting di dunia yang dimanfaatkan sebagai bunga potong, tanaman pot maupun tanaman hias massal (bending plant). Gerbera menempati urutan kelima dalam tanaman hias setelah mawar, anyelir, krisan dan tulip (Bhatiaa et al. 2009; Teeri et al. 2006).Saat ini jenis gerbera yang disukai konsumen sebenarnya masih tergolong umum dengan kriteria warna bunga yang jelas dan tidak pudar (bladus) seperti merah, putih, kuning,
    • PT Suryacipta Swadaya Berkunjung Ke Balithi

      03 Oktober 2019
      Kunjungan 6 staf PT.Suryacipta Swadaya ke Balai Penelitian Tanaman Hias dilaksanakan pada hari Rabu 2 Oktober 2019 Mewakili Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Kasubag Tata Usaha Yadi Supriyadi beserta peneliti dan staf Jasa Penelitian secara resmi menerima kunjungan tersebut.Dalam sambutannya perwakilan PT. Suryacipta Swadaya mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kunjungan ini semata-mata untuk melihat secara langsung
    • Alpinia purpurata Varietas Kusuma

      02 Oktober 2019
      Alpinia purpurata varietas Kusuma memiliki tinggi tanaman 259-285 cm, Umur berbunga 9 bulan dari pembelahan rumpun dan3 tahun dari planlet kultur in vitroUmur panen tanaman ini 104 - 114 hari dari kuncup, kesegaran bunga 6-8 hari, produksi bunga 14 tangkai/ tanaman/tahun, adaptasi baik di dataran rendah hingga tinggi dengan altitude 10-1200 meter dari permukaan laut.Tanaman Alpinia purpurata vatietas Kusuma sangat
    • Observasi Periode Mekar Impatiens

      30 September 2019
      Impatiens dikenal sebagai bunga pacar air,  merupakan salah satu tanaman hias koleksi Sumber Daya Genetik di Balai Penelitian Tanaman Hias. Pengembangan Impatiens terus dilakukan untuk menghasilkan Varietas Unggul Baru .Saat ini, telah dilakukan studi biologi bunga Impatiens. Studi biologi ini bertujuan memberikan informasi mengenai tanaman donor terkait dengan pemanfaatan dan pengembangan Impatiens melalui teknologi kultur antera.
    • Pembukaan Temu Stakeholder Tanaman Hias, Kepala Pusat: Flori Indonesia Meningkatkan Ekonomi Indonesia

      25 September 2019
      Temu Stakeholder Tanaman Hias dilaksanakan pada tanggal 25 September 2019 di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias dan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Dr. Hardiyanto.Dalam sambutan penbukaannya Dr. Hardiyanto menyampaikan tentang pentingnya pengembangan tanaman hias agar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, mari kita semua lebih dalami tetang pengembangan tanaman hortikultura terutama tanaman hias, pelajari