PEMELIHARAAN-KHUSUS-DALAM-BUDIDAYA-KRISAN

  • PEMELIHARAAN KHUSUS DALAM BUDIDAYA KRISAN

  • ditulis tgl : 13 September 2019, telah dibaca sebanyak : 332 kali

    Share On Twitter


    Dalam budidaya krisan dibutuhkan pemeliharaan khusus diantaranya meliputi pinching, penjarangan rumpun dan tangkai bunga serta pemberian zat pengatur tumbuh.

    Pinching atau pembuangan titik tumbuh apikal muda berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tunas aksiler untuk percabangan tanaman.  

    Pada pertanaman krisan untuk produksi bunga khususnya tipe krisan spray, pinching dilakukan pada saat tanaman berumur 2 - 3 minggu. Tunas aksiler baru yang kemudian tumbuh menjadi cabang baru dipelihara hingga berbunga.

    Cara ini ditempuh untuk meningkatkan jumlah bunga per tanaman sehingga bunga akan terlihat lebih banyak dan kompak dibandingkan bunga yang dipelihara dengan pertanaman tunggal (single stem).
     
    Penjarangan tanaman dan percabangan dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan tanaman dalam lingkungan pertanaman.

    Penjarangan ini selain ditujukan untuk memberikan ruang tumbuh yang memadai pada tanaman dan meminimalkan kompetisi antar tanaman, juga dimaksudkan untuk memberikan ruang aerasi dan sirkulasi udara yang memadai, dengan demikian tanaman dapat tumbuh optimal dan mengurangi risiko serangan patogen karena terlalu lembab.

    Penjarangan percabangan juga dimaksudkan untuk membuang bagian tanaman yang rusak akibat serangan organisme pengganggu tanaman atau penyebab fisik lain yang dapat menurunkan mutu dan keragaan tanaman, yang berpeluang  menurunkan harga jual produk.

    Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) dimaksudkan untuk menstimulasi kondisi fisiologis tertentu pada tanaman untuk meningkatkan kualitas dan keragaan tanaman yang diharapkan.

    Pada pertanaman bunga pot, aplikasi Alar 64 SP dan Dazide 85 dilakukan dengan selang 1 hingga 4 minggu dengan penyemprotan. Aplikasi ZPT ini akan membantu keragaan dan bentuk tanaman menjadi lebih baik, batang lebih tebal serta warna daun lebih gelap.

    ZPT akan diserap tanaman dalam durasi 1 jam setelah aplikasi, dan dalam 12 jam, ZPT telah terserap secara keseluruhan.  Penyerapan terjadi melalui daun, dan daun yang lebih muda menyerap lebih cepat dari daun yang lebih tua.  Aplikasi ZPT disesuaikan dengan kondisi lingkungan.  Pada kondisi panas dan cahaya matahari terik (> 25 derajat celcius)  atau suhu rendah (< 16 derajat celcius), aplikasi ZPT sebaiknya tidak dilakukan. (irm)

    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Suryandhari Agrihorti, Krisan Potong Penghias Ruang dan Panggung

      04 Juni 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) *telah* berhasil melepas labih dari 70 varietas krisan bunga potong yang memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda pa setiap varietasnya.Suryandhari Agrihorti adalah salah satu varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan pada 2019 lalu, memiliki bunga tipe spray berbentuk ganda serta berwarna bunga pita kuning menjadikan Suryandhari Agrihorti ini sangat cocok untuk dijadikan
    • Kurangi Ketergantungan Produk Luar, Balitbangtan Produksi Mandiri Anggrek Vanda

      02 Juni 2020
      Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar, termasuk didalamnya adalah tanaman anggrek. Sejauh ini telah teridentifikasi bahwa Indonesia sekurangnya memiliki 5.000 spesies anggrek dari 43.000 spesies, dan 35.000 varietas hibrida anggrek di seluruh penjuru dunia. Seperti diketahui anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai estetika tinggi dengan warna dan bentuk bunga indah dan menarik. Tanaman Anggrek di Indonesia
    • Krisan Balitbangtan Hiasi Kawasan Agrowisata Payo di Kota Solok

      29 Mei 2020
      Krisan merupakan salah satu komoditas yang dikembangkan di kawasan agrowisata Payo di Kota Solok, Sumatera Barat. Awal mula adanya komoditas krisan di kawasan ini tak lepas dari andil Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang sejak dua tahun lalu melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solok berupaya secara berkesinambungan dalam pengembangan krisan di agrowisata ini. Pada Maret 2020 telah
    • TANAM VARIETAS KRISAN BALITHI, PETANI MASIH TETAP RAUP KEUNTUNGAN

      27 Mei 2020
      Bukan sebuah rahasia lagi bahwa  pandemi covid 19 sangat berdampak ke beberapa sektor di negri ini , salah satunya adalah sektor pertanian. Semakin terbatasnya ruang untuk berkegiatan membuat sebagian petani memilih untuk mengurangi kegiatan mereka di luar rumah. Namun ditengah hebohnya pandemi covid 19, ternyata para petani bunga di Kabupaten Cianjur masih berproduksi, dan salah satu varietas yang diproduksi adalah varietas Balithi
    • Perbanyakan Masal Anggrek Dendrobium Secara In Vitro

      26 Mei 2020
      Perbanyakan Masal Anggrek Dendrobium Secara In Vitro dilakukan melalui beberapa tahapan, diantaranya (1) Penyediaan bahan tanaman sebagai sumber eksplan Dendrobium.Telah dilakukan penyediaan materi awal dari beberapa varietas antara lain adalah Varietas Dian Agrihorti, Varietas Almira, Varietas Syifa.  Tunas yang berasal dari tunas anakan Dendrobium ditanam pada media pembesaran tunas yaitu  1/2 MS + 0,5 BAP hingga tunas memanjang 
    • KRISAN POT MULAI BERMEKARAN, PT CIGWA INDONESIA JAYA SEMAKIN BERWARNA

      19 Mei 2020
      Sejak ditanam pada tanggal 13 Maret lalu, ke lima varietas Krisan Pot milik Balithi yaitu Avanthe, Armita, Anindita, Zwena dan Naura mulai bermekaran di Green House milik PT Cigwa Indonesia Jaya. Ditengah pandemi Covid 19 yang masih melanda di Indonesia, kegiatan monitoring sejauh ini dilakukan secara jarak jauh. Namun pada kesempatan kali ini dengan tetap memperhatikan protocol keamanan dari pemerintah, tim dari Balithi mengunjungi langsung PT. Cigwa Indonesia
    • Dukung Kemandirian Benih Anggrek Dendrobium, Balithi Kembangkan Teknologi Embriogenesis Somatik Berbasis Bioreaktor

      11 Mei 2020
      Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati pasar