TEKNIK-BUDIDAYA-ALPINIA-PURPURATA

  • TEKNIK BUDIDAYA ALPINIA PURPURATA

  • ditulis tgl : 11 September 2019, telah dibaca sebanyak : 126 kali

    Share On Twitter


    Alpinia purpurata memiliki lingkungan tumbuh di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi, tanaman ini memerlukan naungan dengan kerapatan net 55%  dengan kelembaban tanah yang tinggi, kaya akan bahan organik serta penggunaan mulsa jerami sangat baik untuk budidayanya.

    Teknik budidaya Alpini purpurata dilakukan dengan cara menggemburkan lahan ditambah sekam dan kompos atau pupuk kandang, jarak tanam yang diperlukan berukuran 1 x 1 m dan pemberian pupuk NPK dilakukan setiap bulan.

    Penggunaan naungan plastik membuat tanaman tumbuh optimal, perbanyakan tanaman menggunakan cara pemotongan rimpang yaitu anakan yang tumbuh pada braktea

    Hama utama yang menyerang Alpinia purpurata diantaranya kumbang hitam, hama ini menyebabkan kerusakan pada daun. Selain kumbang hitam Aphid juga termasuk hama utama dalam budidaya Alpinia. Hama ini mengakibatkan timbulnya embun jelaga yang melapisi braktea sehingga nampak hitam dan tidak layak panen.

    Penyakit yang biasa menyeran pertanaman diantaranya Xanthomonas sp. yang dapat menyebabkan kebusukan pada rimpang  dan batang

    Alpinia purpurata berbunga sepanjang tahun, Braktea dengan kemekaran berapa pun dapat digunakan dalam rangkaian bunga. 

    Ukuran panen Alpinia minimal setelah memiliki panjang batang 90 cm dengan diameter batang 1 cm, bunga dipanen pada tingkat kemekaran braktea 50-75% dan disertai hanya 1 atau 2 helai daun.

    Setelah panen batang harus segera dimasukkan dalam air karena seringkali ada hama yang tersembunyi diantara braktea, lebih baiknya braktea dicelup dengan insektisida selama 5 menit setelah pemanenan.

    Braktea mempunyai  respon positif pada bahan pengawet bunga (preservative), penggunaan 4% gula + 200 ppm HQC dapat memperpanjang kesegaran bunga potong. (irm)

  • BERITA TERKAIT
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • Bimtek Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur

      14 November 2019
      Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Perbenihan Tanaman Buah dan Tanaman Hias pada tanggal 13-15 November 2019 dengan peserta sekitar 90 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur.Salah satu agenda yang disajikan dalam kegiatan tersebut yaitu bimbingan teknis (Bimtek) budidaya, perbenihan serta pemanfaatan anggrek dendrobium dan krisan pot yang dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias Kamis 14 November
    • Bupati Cianjur Menghadiri Panen Perdana Krisan Dataran Rendah

      12 November 2019
      Panen perdana krisan dataran rendah dilaksanakan Selasa 12 Nopember 2019 di kampung Tipar Desa Hegarmanah Kecamatan Karangtengah Cianjur dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Sekretaris Balitbangtan Dr. Hardiyanto.Dr. Hardiyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa teknologi ini hanya trial bagaimana krisan yang biasanya adaptif di tanaman pada dataran tinggi
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • PEMUPUKAN YANG TEPAT UNTUK TANAMAN HIAS

      08 November 2019
      Setiap tanaman untuk kebutuhan hidupnya memerlukan sejumlah unsur hara (22 jenis) yang dapat diperoleh dari udara , tanah/media tanam, air, dan bahan organik . Berdasarkan banyaknya jumlah yang dibutuhkan, ke 22 jenis unsur hara tadi digolongkan ke dalam unsur hara makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S) dan mikro (Fe, Mn, B, Co, Mo, Mn, Zn dll). Unsur C , H dan O dapat diperoleh dari udara dan air. Sedangkan unsur hara lain diperoleh dari tanah atau
    • Seminar Internasional di Balithi Tema: The Use of Mutation and Molecular Techniques to Produce Superior Varieties of Ornamental Plants

      07 November 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan International Atomic Energy Agency (IAEA) menyelenggarakan seminar Internasional dengan tema THE USE OF MUTATION AND MOLECULAR TECHNIQUES TO PRODUCE SUPERIOR VARIETIES OF ORNAMENTAL PLANTS Kamis 7 Nopember 2019.Acara ini diikuti oleh 164 peserta dan 26 peserta dari negara anggota IAEA, seperti Bangladesh, Srilanka, India, Srilanka,