KOLABORASI-BALITHI-DAN-BPTP-SUMATERA-BARAT-DALAM-PERCEPATAN-DISEMINASI-TANAMAN-HIAS

  • KOLABORASI BALITHI DAN BPTP SUMATERA BARAT DALAM PERCEPATAN DISEMINASI TANAMAN HIAS

  • ditulis tgl : 10 September 2019, telah dibaca sebanyak : 149 kali

    Share On Twitter


    Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat sukses memeriahkan gelaran Florikultura Indonesia 2019 yang diselenggarakan pada tanggal 6-9 September 2019 di Balai Kota Aia Pacah Kota Padang.

    Selain dalam Florikultura Indonesia, kolaborasi aktif antar dua Unit Pengelola Teknis (UPT) ini juga dilaksanakan dalam agenda lainnya diantaranya dalam kegiatan percepatan diseminasi hasil penelitian yang dilaksanakan di lokasi Taman Sains Pertanian Sukarami BPTP Sumbar.

    Berbagai koleksi tanaman hias seperti krisan dan impatiens turut dikembangkan di area Taman Sains Pertanian Sukarami BPTP Sumbar, tujuannya agar penyebaran teknologi yang telah dihasilkan khususnya oleh Balithi dapat lebih mudah diterima pengguna dengan adanya peran BPTP Sumatera Barat.

    "Kita berkolaborasi dengan BPTP untuk mendisplaykan inovasi teknologi berupa varietas maupun teknologi pendukung lainnya agar para pengunjung dapat langsung melihat produk inovasi yang telah dihasilkan sehingga percepatan disemiasi dapat lebih mudah dilakukan" ucap Kepala Balithi dalam wawancaranya.

    Kepala Balithi, Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. didampingi Prof. Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. melakukan kunjungan ke lokasi Taman Sains Teknologi Pertanian (TSP) Sukarami BPTP Sumatera Barat pada hari minggu 9 September 2019 dan disambut baik serta didampingi oleh Kepala BPTP Sumbar Dr. Jekvi Hendra.

    Selesai mengunjungi lokasi TSP Sukarami, Kepala Balithi bersama Kepala BPTP Sumbar meninjau langsung ke kelurahan Lubuk Minturun yang telah dicanangkan pemerintah kota Padang sebagai sentra tanaman hias terbesar dengan jumlah pelaku usaha tanaman hias lebih dari 500 kepala keluarga serta melakukan diskusi seputar usaha tanaman hias dengan Ibu Darni Wilis, Kelompok Tani Pertiwi Nursery pelaku usaha tani yang telah sukses mengembangkan bisnis tanaman hiasnya.

    Dengan adanya kolaborasi antar Unit Pengelola Teknis lingkup (UPT) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) seperti ini diharapkan proses diseminasi yang telah dihasilkan dapat lebih cepat dan lebih mudah diserap oleh pengguna. (irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Workshop TV Tani, Kabiro Humas: TV Tani adalah milik Kementerian Pertanian

      18 September 2019
      Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri membuka kegiatan Workshop pengelolaan konten TV Tani dengan tema "Menyiapkan Era Baru: Jurnalisme Media Sosial" pada hari Selasa 17 September 2019 di Ruang Yudhistira 2 hotel Santika Depok yang diikuti oleh kontributor TV Tani dari seluruh Unit Kerja dan Unit Pengelola Teknis lingkup Kementerian Pertanian.TV Tani adalah milik Kementerian Pertanian, jadi sebaiknya seluruh
    • UPBS Balithi Melakukan Pelatikan K3

      18 September 2019
      Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam melakukan suatu pekerjaan.
    • Rencana Pembangunan Smart Green House

      17 September 2019
      Visi pertanian masa depan yaitu pertanian modern berbasis alat mesin pertanian berteknologi tinggi yang dikenal dengan istilah Smart Farming (pertanian 4.0). Smart farming adalah pertanian yang mengaplikasikan teknologi IT di dalam alat mesin pertanian sehingga dapat mensubstitusi tenaga kerja petani yang makin berkurang dan mengefesienkan sistem usaha tani.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dibawah
    • Teknologi Perbanyakan Krisan; Sterilisasi dan Penyiapan Eksplan

      16 September 2019
      Sterilisasi dan penyiapan eksplan Tunas pucuk dengan 1-2 daun disterilisasi menggunakan 1% larutan Tween 20 selama 30 menit sambil digojok, 1% benlate dan agrept selama 30 menit digojok dan bilas dengan air bersih berulangkali. Eksplan kemudian di rendam dalam 1% larutan natrium hipoklorida (NaOCl) yang telah ditambah 3-5 tetes Tween 20 sambil digojok selama 10 menit (perendaman eksplan dalam 0,5 % larutan NaOCl ditambah 3-5
    • Teknologi Perbanyakan Krisan secara In Vitro melalui Inisiasi dan Proliferasi Tunas Pucuk

      15 September 2019
      Benih krisan berkualitas umumnya hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan bermodal kuat, namun sebagian besar petani krisan secara tradisional memperbanyak dan mempersiapkan benih krisan menggunakan tanaman induk secara berulang. Penggunaan tanaman induk secara terus menerus sebagai sumber benih tanaman produksi mengakibatkan terjadinya degenerasi. Pertumbuhan tanaman terhambat (stunting) dengan perakaran yang terbatas, daun-daun berukuran kecil
    • PENANDATANGANAN MOU KERJA SAMA ANTARA BALITHI DAN PT. CIGWA INDONESIA JAYA

      13 September 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias menjajaki kerjasama dengan PT CIGWA INDONESIA JAYA dalam bidang pengembangan sistem agribisnis florikultura. Direktur PT. CIGWA INDONESIA JAYA mengatakan bahwa mereka serius untuk membangun sebuah lokasi agribisnis dimana didalamnya terdapat spot khusus untuk tanaman hias. Untuk mewujudkan kerjasama tersebut pada tanggal 12 September 2019, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias didampingi oleh Prof. Budi Marwoto melakukan survey ke
    • Pemeliharaan Khusus dalam Budidaya Krisan

      13 September 2019
      Dalam budidaya krisan dibutuhkan pemeliharaan khusus diantaranya meliputi pinching, penjarangan rumpun dan tangkai bunga serta pemberian zat pengatur tumbuh.Pinching atau pembuangan titik tumbuh apikal muda berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tunas aksiler untuk percabangan tanaman.  Pada pertanaman krisan untuk produksi bunga khususnya tipe krisan spray, pinching dilakukan pada saat tanaman berumur 2 - 3 minggu.