BUDIDAYA-MAWAR;-PEMELIHARAAN-DAN-PEMANENAN

  • BUDIDAYA MAWAR; PEMELIHARAAN DAN PEMANENAN

  • ditulis tgl : 09 September 2019, telah dibaca sebanyak : 145 kali

    Share On Twitter



    Pengairan dilakukan dengan menggunakan sistem rough drip, cara kerja pemberian air pengairan dengan sistem ini yaitu pipa paralon panjang dimasukkan ke dalam tabung yang berisi air bersih, setelah itu dipompa dengan pompa listrik yang sudah dipasang selang untuk dimasukkan ke dalam paralon jaringan irigasi.

    Pada bulan kesatu sampai kedua setelah tanam, pengairan dilakukan secara terus menerus setiap hari satu kali penyiraman. Pengairan dilakukan setiap pagi. Pada tanaman mawar menjelang dewasa dan seterusnya pengairan tidak hanya dilakukan melalui selang rough drip, tetapi juga dapat melalui penyemprotan menggunakan pipa paralon dan nozzle
    berupa pengabutan ke seluruh pertanaman. 

    Hal ini dilakukan agar dapat membersihkan hama-hama, penyakit khususnya embun tepung dan debu yang terdapat pada daun. 

    Pemangkasan, dikenal dua jenis pemangkasan, yaitu pemangkasan ringan dan pemangkasan berat. Pemangkasan ringan dilakukan dengan cara membuang tunas kecil, 
    lemas, dan tunas yang terkena penyakit. Sedangkan pemangkasan berat dilakukan bila tanaman terkena penyakit yang sudah parah dan sulit ditanggulangi dengan pestisida.

    Biasanya yang terjadi di lapangan, pemangkasan berat yang dilakukan akan berakhir dengan matinya tanaman yang dipangkas. Oleh karena itu pemangkasan harus dilakukan sesuai 
    dengan keadaan tanaman dan pemeliharaan selanjutnya yang lebih intensif seperti pemberian 
    pupuk yang cukup, agar terpacu pertumbuhan tunas-tunas baru. 

    Tujuan dari pemangkasan ini adalah untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru yang produktif. 

    Pemupukan, jenis tanah di Balithi  adalah Andosol yang memiliki tekstur kasar dan kapasitas tukar kation rendah yang disebabkan oleh kandungan liatnya rendah.

    Partikel tanah yang aktif menjerap ion adalah liat. Bahan organik juga memiliki kemampuan dalam menyerap ion.

    Oleh karena itu penambahan bahan organik sangat membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik. 

    Pupuk yang baik bagi tanaman mawar adalah pupuk organik. Oleh sebab itu tanaman mawar yang pupuk dasarnya berupa pupuk organik akan tumbuh subur, karena pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro. 

    Akan tetapi karena sifat pupuk organik ini sangat lambat tingkat kelarutannya dan dekomposisinya maka untuk memacu pertumbuhannya, tanaman mawar perlu diberi pupuk dari unsur anorganik makro dan mikro. 

    Pemupukan pada tanaman mawar dilakukan sejak awal tanam dan dilakukan setiap satu minggu dua kali. 

    Tanaman mawar yang dirancang sebagai bunga potong perlu dibentuk agar kualitas bunga memenuhi permintaan konsumen di pasaran bunga. 

    Setelah beberapa hari ditanam, dari cabang bibit yang ditanam tumbuh tunas-tunas baru yang kecil sebagai tunas utama yang pertama tumbuh. Setelah 5-6 minggu akan muncul bakal kuntum bunga yang kecil.

    Kuntum ini harus segera dibuang atau dilakukan pinching, lalu batangnya dilakukan bending atau dirundukkan. Dalam melakukan perundukan ini harus hati-hati dan diusahakan agar tunas yang dilakukan bending tidak patah. 

    Tempat pelipatan tunas/batang yang dilakukan bending sekitar dua ruas dari pangkal batang. Untuk membantu perundukan agar tunas tidak kembali tegak maka tunas dapat dilengkungkan kemudian diletakkan di bawah kawat yang telah direntangkan sedikit di atas tanah.

    Seluruh tunas utama dan tunas yang tidak produktif dilakukan bending. Perundukan dilakukan ke arah dalam barisan agar tidak mengganggu dalam pemeliharaan. 

    Setelah batang dilakukan bending, akan tumbuh tunas “bottom break” yang tumbuh lurus ke atas. Dari bottom break inilah produksi bunga mawar potong dapat diperoleh karena memiliki batang yang kokoh dan besar. Arsitektur tanaman ini mengikuti gaya Jepang. 

    Pengendalian gulma, hama dan penyakit. Gulma yang tumbuh di sekitar pertanaman dan percobaan perlu dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit yang mungkin menyerang tanaman.

    Penyiangan dilakukan sebulan sekali atau tergantung pertumbuhan gulma. Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma secara hati-hati agar akar tanaman tidak rusak dan membuang tunas-tunas liar yang tumbuh dari batang bawah dengan menggunakan pisau ataupun tangan.

    Selain itu juga dilakukan pinching atau pembuangan tunas baru yang tumbuh di ketiak daun yang dilakukan setiap 2-3 kali seminggu secara manual dengan menggunakan tangan. 

    Hal ini dilakukan agar bunga mawar yang dihasilkan dari satu tangkai atau batang hanya satu kuntum saja yang kualitasnya terbaik. 

    Pinching juga dilakukan terhadap tunas-tunas batang bawah yang tidak dikehendaki tumbuh karena mengganggu pertumbuhan tunas batang atas. 

    Setelah melalui proses yang cukup panjang, mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan, pengendalian gulma, hama dan penyakit, dan pemeliharaan tanaman lainnya, akhirnya kegiatan budidaya tanaman akan sampai pada proses terakhir yaitu panen. 

    Bunga mawar tergolong bunga yang mudah kehilangan air, maka waktu panen yang paling baik adalah pada pagi hari yaitu sekitar pukul 06.00-08.00 karena pada saat itu kandungan air dan kandungan makanan lainnya di dalam tanaman masih cukup, yang terlihat dari tanda bahwa penampakan bunga masih segar.

    Bunga yang dipotong pada pagi hari akan lebih tahan lama dan mempunyai vase life yang lebih panjang. 
    Bunga mawar mulai dapat dipanen bila seluruh kelopak bunga (calyx) telah membuka semua dan 1 atau 2 petal telah membuka, tanaman yang telah dipanen akan mulai bertunas lagi dan bunganya dapat dipanen lagi setelah 40-50 hari.

    Panen dilakukan dengan menggunakan pisau atau gunting yang tajam, hal ini  dilakukan agar tidak terjadi infeksi dan memar pada tangkai bunga yang dapat menyebabkan mudah terserang penyakit dan rusaknya tangkai, tangkai bunga dipotong dengan jarak dua ruas dari pangkal batang. (irm)

    Rahayu Tedjasarwana
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • Balitbangtan Melaksanakan Panen Perdana di Lokasi Demfarm SERASI

      06 November 2019
      Info Balitbangtan - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melaksanakan Panen Perdana Padi dilaksanakan di Demfarm SERASI, Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 6 Nopember 2019. Panen Perdana Padi secara simbolis dilakukan oleh Menteri Pertanian RI yang diwakili oleh Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry.Dalam wawancaranya Dr. Fadjry Djufry mengatakan bahwa Balitbangtan telah
    • Sejarah Perkembangan Krisan: Lebih dari 100 varietas krisan dihasilkan Balithi

      05 November 2019
      Krisan dibudidayakan di Jepang sekitar abad ke 8 SM. Di Jepang terdapat Hari Krisan Nasional atau disebut dengan Festival of Happiness. Tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. Pada abad kesembilan Masehi, Kaisar Uda mendirikan Taman Kerajaan di mana berbagai jenis krisan terus dikembangkan. Pada tahun 1910, krisan diproklamasikan sebagai bunga nasional. Tidak sampai pertengahan
    • NURFITRI Varietas Gladiol Dataran Medium

      31 Oktober 2019
      Nurfitri merupakan salah satu varietas gladiol yang adaptif untuk di budidayakan pada daerah dataran medium hingga tinggi dengan ketinggian tempat antara 600 - 1400 meter dari permukaan laut.Mulai berbunga pada umur 45-60 hari setelah tanam, dan pemanenan dapat dilakukan pada umur 73-96 hari setelah tanam, varietas Nurfitri memiliki kerapatan bunga yang saling bersentuhan antar kuntumnya.Diameter bunga varietas ini kisaran 8,5 -
    • Tirta Ayuni Krisan Dengan Hasil 13 Kuntum Per Tanaman

      28 Oktober 2019
      Tirta Ayuni merupakan varietas krisan yang adaptif ditanam di daerah dengan ketinggian tempat antara 700 - 1200 meter dari permukaan laut. Dengan warna bunga pita putih agak salem dan bunga tabung hijau cerah Tirta Ayuni termasuk jenis bunga potong dengan tipe spray dan bentuk bunga single.Tinggi tanaman krisan varietas Tirta Ayuni antara 109 - 111 cm, diameter bunga 6.1 - 6.9  cm, lama kesegaran bunga ini 11 - 12 hari dalam vase yang