BUDIDAYA-MAWAR;-PEMELIHARAAN-DAN-PEMANENAN

  • BUDIDAYA MAWAR; PEMELIHARAAN DAN PEMANENAN

  • ditulis tgl : 09 September 2019, telah dibaca sebanyak : 74 kali

    Share On Twitter



    Pengairan dilakukan dengan menggunakan sistem rough drip, cara kerja pemberian air pengairan dengan sistem ini yaitu pipa paralon panjang dimasukkan ke dalam tabung yang berisi air bersih, setelah itu dipompa dengan pompa listrik yang sudah dipasang selang untuk dimasukkan ke dalam paralon jaringan irigasi.

    Pada bulan kesatu sampai kedua setelah tanam, pengairan dilakukan secara terus menerus setiap hari satu kali penyiraman. Pengairan dilakukan setiap pagi. Pada tanaman mawar menjelang dewasa dan seterusnya pengairan tidak hanya dilakukan melalui selang rough drip, tetapi juga dapat melalui penyemprotan menggunakan pipa paralon dan nozzle
    berupa pengabutan ke seluruh pertanaman. 

    Hal ini dilakukan agar dapat membersihkan hama-hama, penyakit khususnya embun tepung dan debu yang terdapat pada daun. 

    Pemangkasan, dikenal dua jenis pemangkasan, yaitu pemangkasan ringan dan pemangkasan berat. Pemangkasan ringan dilakukan dengan cara membuang tunas kecil, 
    lemas, dan tunas yang terkena penyakit. Sedangkan pemangkasan berat dilakukan bila tanaman terkena penyakit yang sudah parah dan sulit ditanggulangi dengan pestisida.

    Biasanya yang terjadi di lapangan, pemangkasan berat yang dilakukan akan berakhir dengan matinya tanaman yang dipangkas. Oleh karena itu pemangkasan harus dilakukan sesuai 
    dengan keadaan tanaman dan pemeliharaan selanjutnya yang lebih intensif seperti pemberian 
    pupuk yang cukup, agar terpacu pertumbuhan tunas-tunas baru. 

    Tujuan dari pemangkasan ini adalah untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru yang produktif. 

    Pemupukan, jenis tanah di Balithi  adalah Andosol yang memiliki tekstur kasar dan kapasitas tukar kation rendah yang disebabkan oleh kandungan liatnya rendah.

    Partikel tanah yang aktif menjerap ion adalah liat. Bahan organik juga memiliki kemampuan dalam menyerap ion.

    Oleh karena itu penambahan bahan organik sangat membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik. 

    Pupuk yang baik bagi tanaman mawar adalah pupuk organik. Oleh sebab itu tanaman mawar yang pupuk dasarnya berupa pupuk organik akan tumbuh subur, karena pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro. 

    Akan tetapi karena sifat pupuk organik ini sangat lambat tingkat kelarutannya dan dekomposisinya maka untuk memacu pertumbuhannya, tanaman mawar perlu diberi pupuk dari unsur anorganik makro dan mikro. 

    Pemupukan pada tanaman mawar dilakukan sejak awal tanam dan dilakukan setiap satu minggu dua kali. 

    Tanaman mawar yang dirancang sebagai bunga potong perlu dibentuk agar kualitas bunga memenuhi permintaan konsumen di pasaran bunga. 

    Setelah beberapa hari ditanam, dari cabang bibit yang ditanam tumbuh tunas-tunas baru yang kecil sebagai tunas utama yang pertama tumbuh. Setelah 5-6 minggu akan muncul bakal kuntum bunga yang kecil.

    Kuntum ini harus segera dibuang atau dilakukan pinching, lalu batangnya dilakukan bending atau dirundukkan. Dalam melakukan perundukan ini harus hati-hati dan diusahakan agar tunas yang dilakukan bending tidak patah. 

    Tempat pelipatan tunas/batang yang dilakukan bending sekitar dua ruas dari pangkal batang. Untuk membantu perundukan agar tunas tidak kembali tegak maka tunas dapat dilengkungkan kemudian diletakkan di bawah kawat yang telah direntangkan sedikit di atas tanah.

    Seluruh tunas utama dan tunas yang tidak produktif dilakukan bending. Perundukan dilakukan ke arah dalam barisan agar tidak mengganggu dalam pemeliharaan. 

    Setelah batang dilakukan bending, akan tumbuh tunas “bottom break” yang tumbuh lurus ke atas. Dari bottom break inilah produksi bunga mawar potong dapat diperoleh karena memiliki batang yang kokoh dan besar. Arsitektur tanaman ini mengikuti gaya Jepang. 

    Pengendalian gulma, hama dan penyakit. Gulma yang tumbuh di sekitar pertanaman dan percobaan perlu dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit yang mungkin menyerang tanaman.

    Penyiangan dilakukan sebulan sekali atau tergantung pertumbuhan gulma. Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma secara hati-hati agar akar tanaman tidak rusak dan membuang tunas-tunas liar yang tumbuh dari batang bawah dengan menggunakan pisau ataupun tangan.

    Selain itu juga dilakukan pinching atau pembuangan tunas baru yang tumbuh di ketiak daun yang dilakukan setiap 2-3 kali seminggu secara manual dengan menggunakan tangan. 

    Hal ini dilakukan agar bunga mawar yang dihasilkan dari satu tangkai atau batang hanya satu kuntum saja yang kualitasnya terbaik. 

    Pinching juga dilakukan terhadap tunas-tunas batang bawah yang tidak dikehendaki tumbuh karena mengganggu pertumbuhan tunas batang atas. 

    Setelah melalui proses yang cukup panjang, mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan, pengendalian gulma, hama dan penyakit, dan pemeliharaan tanaman lainnya, akhirnya kegiatan budidaya tanaman akan sampai pada proses terakhir yaitu panen. 

    Bunga mawar tergolong bunga yang mudah kehilangan air, maka waktu panen yang paling baik adalah pada pagi hari yaitu sekitar pukul 06.00-08.00 karena pada saat itu kandungan air dan kandungan makanan lainnya di dalam tanaman masih cukup, yang terlihat dari tanda bahwa penampakan bunga masih segar.

    Bunga yang dipotong pada pagi hari akan lebih tahan lama dan mempunyai vase life yang lebih panjang. 
    Bunga mawar mulai dapat dipanen bila seluruh kelopak bunga (calyx) telah membuka semua dan 1 atau 2 petal telah membuka, tanaman yang telah dipanen akan mulai bertunas lagi dan bunganya dapat dipanen lagi setelah 40-50 hari.

    Panen dilakukan dengan menggunakan pisau atau gunting yang tajam, hal ini  dilakukan agar tidak terjadi infeksi dan memar pada tangkai bunga yang dapat menyebabkan mudah terserang penyakit dan rusaknya tangkai, tangkai bunga dipotong dengan jarak dua ruas dari pangkal batang. (irm)

    Rahayu Tedjasarwana
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Rencana Pembangunan Smart Green House

      17 September 2019
      Visi pertanian masa depan yaitu pertanian modern berbasis alat mesin pertanian berteknologi tinggi yang dikenal dengan istilah Smart Farming (pertanian 4.0). Smart farming adalah pertanian yang mengaplikasikan teknologi IT di dalam alat mesin pertanian sehingga dapat mensubstitusi tenaga kerja petani yang makin berkurang dan mengefesienkan sistem usaha tani.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dibawah
    • Krisan Varietas Paras Ratu

      12 September 2019
      Krisan varietas Paras Ratu merupakan hasil silangan varietas Puspita Nusantara dan Dewi Ratih, mulai berbunga umur 88-94 hari setelah tanam dengan tinggi tanaman 84-97 cm, diameter bunga 5.3-5.5 cm varietas ini memiliki warna bunga pita ungu (red purple groups 69 D royal hort. colour chart) Hasil bunga per-tanaman setiap panen 16-19 kuntum, waktu respon 60-66 hari sejak dari lampu dimatikan sampai berbunga.Lama kesegaran
    • Inisiasi Kerjasama, Disperumkim Kota Bogor Berkunjung ke Balithi

      11 September 2019
      Dalam rangka inisiasi rencana kerjasama pengembangan taman kota, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Tertib Bangunan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Ir. Deni Susanto beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) pada hari Rabu, 11 September 2019 dan diterima secara langsung oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. didampingi Prof. Dr. Budi Marwoto, MS., Ir. Deni Susanto menyampaikan tujuan
    • Florikultura Indonesia 2019, Kepala Dinas: kita akan jadikan FI ini sebagai Pemicu gerakan kampung bunga

      06 September 2019
      Sore ini, Jumat 6 September 2019 gelaran Florikultura Indonesia 2019 akan dibuka dan diikuti oleh para pelaku usatani tanaman hias serta lembaga pusat dan daerah yang terjun langsung dalam dunia florikultura.Mengusung tema "Pengembangan industri florikultura berbasis sumber daya daerah untuk menembus pasar global" yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Pertanian dan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian RI, Kedeputian Bidang Koordinasi
    • Mengenal Istilah-istilah yang Biasa Dipakai Dalam Dunia Teknologi Benih

      23 Agustus 2019
      Dalam dunia teknologi perbenihan dikenal berbagai istilah yang sudah biasa digunakan. Tetapi masih banyak kalangan yang belum mengetahui secara detail maksud dari istilah tersebut.Kali ini dibahas rincian atau deskripsi darivpenggunaan istilah-istilah dalam dunia perbenihan terutama yang menggunakan teknologi kultur jaringan tanaman.Aklimatisasi, aklimatisasi adalah proses adaptasi dan pemindahan tanaman hasil kultur in
    • Varietas Krisan Kineta

      22 Agustus 2019
      Kineta termasuk salah satu varietas dari komoditas krisan yang telah dihasilkan Balai Penelitian Tanaman Hias, deskripsi varietas ini diantaranya memiliki tinggi Tanaman 95 - 97 cm,Bentuk penampang batang : bulat dengan jumlah ruas batang 36 - 41 ruas pertanaman.Jumlah kuntum bunga 19 - 27 kuntum dengan diameter kuntum bunga
    • Launching Perpustakaan dan Aplikasi SILAK BALITBANGTAN

      18 Agustus 2019
      Menurut Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, disebutkan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesiona l dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Selanjutnya disebutkan pula bahwa Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah,