TEKNIK-BUDIDAYA-MAWAR-UNTUK-BUNGA-POTONG

  • TEKNIK BUDIDAYA MAWAR UNTUK BUNGA POTONG

  • ditulis tgl : 05 September 2019, telah dibaca sebanyak : 233 kali

    Share On Twitter

    Untuk mendapatkan hasil yang baik, budidaya mawar dilakukan di dalam rumah naungan tanaman. Rumah naungan ini biasa dibuat sebagai rumah kaca, rumah plastik yang sederhana dari bambu, kayu hingga yang berkerangka besi. 

    Hal ini selain melindungi tanaman mawar dari curah hujan yang dapat mengakibatkan tanaman mudah terkena penyakit, juga menjaga mikroklimat lingkungan hidup tanaman ini seperti mempertahankan suhu lingkungan pada temperatur optimum agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Selain itu agar memberikan tingkat kualitas yang dikehendaki pasar/konsumen. 
     
    Budidaya tanaman mawar sebagai bunga potong dilakukan di lahan dengan menggunakan rumah naungan plastik dengan luas lahan sekitar 8 m x 20 m. 

    Persiapan penanaman dilakukan mulai dari pengolahan lahan, pembuatan bedengan dan pencampuran tanah dengan pupuk kandang atau media tanam lainnya.

    Lahan diolah mulai dengan membersihkannya dari bekas tanaman lain, rumput-rumputan, gulma, kemudian tanah digali dulu sedalam 20 cm.

    Lubang galian tanah diberi pupuk kandang kuda yang telah difermentasi (bokashi) sebesar 22 kg pupuk kandang/m2, kemudian dicangkul dan diaduk dibentuk menjadi bedengan-bedengan berukuran lebar 0,6 m, tinggi 0,2 m, dan panjang 10 m, dengan jarak antar bedengan sekitar 40 cm. Setelah bedengan selesai dibentuk siap untuk ditanami bibit mawar. 

    Fermentasi bahan organik dapat disebut juga pembuatan pupuk bokhasi. Pembuatan bokhasi setiap unit dilakukan dengan bahan pupuk kandang kuda 5 bak colt (kurang lebih 15 m3), dedak 10 kg, sekam segar 20 karung, gula pasir 1 kg, urea 1 kg, kapur pertanian 50 kg (1 karung), dan EM4 baku 1l. 

    Cara pembuatannya mula-mula melarutkan EM4 dan gula ke dalam air, dengan konsentrasi EM4 baku 5-10 ml/l, sehingga dari 1 l EM4 baku dapat dibuat sebesar 200 l larutan encer bersama gula 1 kg tersebut. Pupuk kandang, sekam, dan dedak dicampur secara merata. 

    Larutan EM4 secara perlahan-lahan disiramkan merata ke dalam adonan sampai kandungan air adonan mencapai 50%. Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan, dan bila kepalan dilepas, maka adonan akan mengembang. Adonan digundukkan di atas mulsa plastik mulsa dengan ketinggian 20 cm, lalu diberi urea dan kapur. 

    Selanjutnya dibuat lagi lapisan berikut di atas lapisan yang sudah dibuat, dan seterusnya hingga beberapa lapis. Suhu adonan dipertahankan 40-50 derajat Celcius, Jika suhu lebih dari 50 derajat celcius, plastik mulsa penutup dibuka dan gundukan adonan dibalik-balik. Pengadukan dilakukan dengan cangkul dan garuk. Bokashi selesai difermentasi selama sekitar 2 minggu. 
     
    Bibit okulasi yang sudah disiapkan ditanam dalam bedengan dengan populasi tiap bedengan 2x50 tanaman dan jarak tanam 20x30 cm (antar baris 30 cm, dalam baris 20 cm). 

    Cara menanam dapat dilakukan sebagai berikut ini.

    1. Membuat lubang tanam dengan melubangi permukaan media tanam berdiameter 8 cm sedalam sekitar 18 cm dengan jarak antar as lubang 20 cm dalam baris dan antar baris 30 cm. Cetakan lubang tanam dibuat dengan batang kayu yang dibuat runcing ujungnya. 
    2. Menggali dan menyisihkan tanah di lubang tanam yang akan ditanami, diletakkan di sekitarnya di bawah plastik mulsa hingga membentuk cekungan yang dalam agar memudahkan dalam penanaman.
    3. Menanam bibit agak dalam agar mata tunas batang bawah tertutupi tanah beserta media tanam setelah sebelumnya polybag bibit dilepas atau disobek. Tunas entries yang baru 
    4. tumbuh dihadapkan ke luar bedengan agar memudahkan dilakukan bending ke arah dalam barisan di bedengan.
    5. Setelah bibit beserta medianya ditanam, media tanam sekeliling lubang tanam dipadatkan dengan cara ditimbun. (irm)
    bersambung..

  • BERITA TERKAIT
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • Bimtek Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur

      14 November 2019
      Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Perbenihan Tanaman Buah dan Tanaman Hias pada tanggal 13-15 November 2019 dengan peserta sekitar 90 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur.Salah satu agenda yang disajikan dalam kegiatan tersebut yaitu bimbingan teknis (Bimtek) budidaya, perbenihan serta pemanfaatan anggrek dendrobium dan krisan pot yang dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias Kamis 14 November
    • Bupati Cianjur Menghadiri Panen Perdana Krisan Dataran Rendah

      12 November 2019
      Panen perdana krisan dataran rendah dilaksanakan Selasa 12 Nopember 2019 di kampung Tipar Desa Hegarmanah Kecamatan Karangtengah Cianjur dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Sekretaris Balitbangtan Dr. Hardiyanto.Dr. Hardiyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa teknologi ini hanya trial bagaimana krisan yang biasanya adaptif di tanaman pada dataran tinggi
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • PEMUPUKAN YANG TEPAT UNTUK TANAMAN HIAS

      08 November 2019
      Setiap tanaman untuk kebutuhan hidupnya memerlukan sejumlah unsur hara (22 jenis) yang dapat diperoleh dari udara , tanah/media tanam, air, dan bahan organik . Berdasarkan banyaknya jumlah yang dibutuhkan, ke 22 jenis unsur hara tadi digolongkan ke dalam unsur hara makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S) dan mikro (Fe, Mn, B, Co, Mo, Mn, Zn dll). Unsur C , H dan O dapat diperoleh dari udara dan air. Sedangkan unsur hara lain diperoleh dari tanah atau
    • Seminar Internasional di Balithi Tema: The Use of Mutation and Molecular Techniques to Produce Superior Varieties of Ornamental Plants

      07 November 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan International Atomic Energy Agency (IAEA) menyelenggarakan seminar Internasional dengan tema THE USE OF MUTATION AND MOLECULAR TECHNIQUES TO PRODUCE SUPERIOR VARIETIES OF ORNAMENTAL PLANTS Kamis 7 Nopember 2019.Acara ini diikuti oleh 164 peserta dan 26 peserta dari negara anggota IAEA, seperti Bangladesh, Srilanka, India, Srilanka,