TEKNIK-BUDIDAYA-MAWAR-UNTUK-BUNGA-POTONG

  • TEKNIK BUDIDAYA MAWAR UNTUK BUNGA POTONG

  • ditulis tgl : 05 September 2019, telah dibaca sebanyak : 138 kali

    Share On Twitter

    Untuk mendapatkan hasil yang baik, budidaya mawar dilakukan di dalam rumah naungan tanaman. Rumah naungan ini biasa dibuat sebagai rumah kaca, rumah plastik yang sederhana dari bambu, kayu hingga yang berkerangka besi. 

    Hal ini selain melindungi tanaman mawar dari curah hujan yang dapat mengakibatkan tanaman mudah terkena penyakit, juga menjaga mikroklimat lingkungan hidup tanaman ini seperti mempertahankan suhu lingkungan pada temperatur optimum agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Selain itu agar memberikan tingkat kualitas yang dikehendaki pasar/konsumen. 
     
    Budidaya tanaman mawar sebagai bunga potong dilakukan di lahan dengan menggunakan rumah naungan plastik dengan luas lahan sekitar 8 m x 20 m. 

    Persiapan penanaman dilakukan mulai dari pengolahan lahan, pembuatan bedengan dan pencampuran tanah dengan pupuk kandang atau media tanam lainnya.

    Lahan diolah mulai dengan membersihkannya dari bekas tanaman lain, rumput-rumputan, gulma, kemudian tanah digali dulu sedalam 20 cm.

    Lubang galian tanah diberi pupuk kandang kuda yang telah difermentasi (bokashi) sebesar 22 kg pupuk kandang/m2, kemudian dicangkul dan diaduk dibentuk menjadi bedengan-bedengan berukuran lebar 0,6 m, tinggi 0,2 m, dan panjang 10 m, dengan jarak antar bedengan sekitar 40 cm. Setelah bedengan selesai dibentuk siap untuk ditanami bibit mawar. 

    Fermentasi bahan organik dapat disebut juga pembuatan pupuk bokhasi. Pembuatan bokhasi setiap unit dilakukan dengan bahan pupuk kandang kuda 5 bak colt (kurang lebih 15 m3), dedak 10 kg, sekam segar 20 karung, gula pasir 1 kg, urea 1 kg, kapur pertanian 50 kg (1 karung), dan EM4 baku 1l. 

    Cara pembuatannya mula-mula melarutkan EM4 dan gula ke dalam air, dengan konsentrasi EM4 baku 5-10 ml/l, sehingga dari 1 l EM4 baku dapat dibuat sebesar 200 l larutan encer bersama gula 1 kg tersebut. Pupuk kandang, sekam, dan dedak dicampur secara merata. 

    Larutan EM4 secara perlahan-lahan disiramkan merata ke dalam adonan sampai kandungan air adonan mencapai 50%. Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan, dan bila kepalan dilepas, maka adonan akan mengembang. Adonan digundukkan di atas mulsa plastik mulsa dengan ketinggian 20 cm, lalu diberi urea dan kapur. 

    Selanjutnya dibuat lagi lapisan berikut di atas lapisan yang sudah dibuat, dan seterusnya hingga beberapa lapis. Suhu adonan dipertahankan 40-50 derajat Celcius, Jika suhu lebih dari 50 derajat celcius, plastik mulsa penutup dibuka dan gundukan adonan dibalik-balik. Pengadukan dilakukan dengan cangkul dan garuk. Bokashi selesai difermentasi selama sekitar 2 minggu. 
     
    Bibit okulasi yang sudah disiapkan ditanam dalam bedengan dengan populasi tiap bedengan 2x50 tanaman dan jarak tanam 20x30 cm (antar baris 30 cm, dalam baris 20 cm). 

    Cara menanam dapat dilakukan sebagai berikut ini.

    1. Membuat lubang tanam dengan melubangi permukaan media tanam berdiameter 8 cm sedalam sekitar 18 cm dengan jarak antar as lubang 20 cm dalam baris dan antar baris 30 cm. Cetakan lubang tanam dibuat dengan batang kayu yang dibuat runcing ujungnya. 
    2. Menggali dan menyisihkan tanah di lubang tanam yang akan ditanami, diletakkan di sekitarnya di bawah plastik mulsa hingga membentuk cekungan yang dalam agar memudahkan dalam penanaman.
    3. Menanam bibit agak dalam agar mata tunas batang bawah tertutupi tanah beserta media tanam setelah sebelumnya polybag bibit dilepas atau disobek. Tunas entries yang baru 
    4. tumbuh dihadapkan ke luar bedengan agar memudahkan dilakukan bending ke arah dalam barisan di bedengan.
    5. Setelah bibit beserta medianya ditanam, media tanam sekeliling lubang tanam dipadatkan dengan cara ditimbun. (irm)
    bersambung..

  • BERITA TERKAIT
    • Workshop TV Tani, Kabiro Humas: TV Tani adalah milik Kementerian Pertanian

      18 September 2019
      Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri membuka kegiatan Workshop pengelolaan konten TV Tani dengan tema "Menyiapkan Era Baru: Jurnalisme Media Sosial" pada hari Selasa 17 September 2019 di Ruang Yudhistira 2 hotel Santika Depok yang diikuti oleh kontributor TV Tani dari seluruh Unit Kerja dan Unit Pengelola Teknis lingkup Kementerian Pertanian.TV Tani adalah milik Kementerian Pertanian, jadi sebaiknya seluruh
    • UPBS Balithi Melakukan Pelatikan K3

      18 September 2019
      Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam melakukan suatu pekerjaan.
    • Rencana Pembangunan Smart Green House

      17 September 2019
      Visi pertanian masa depan yaitu pertanian modern berbasis alat mesin pertanian berteknologi tinggi yang dikenal dengan istilah Smart Farming (pertanian 4.0). Smart farming adalah pertanian yang mengaplikasikan teknologi IT di dalam alat mesin pertanian sehingga dapat mensubstitusi tenaga kerja petani yang makin berkurang dan mengefesienkan sistem usaha tani.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dibawah
    • Teknologi Perbanyakan Krisan; Sterilisasi dan Penyiapan Eksplan

      16 September 2019
      Sterilisasi dan penyiapan eksplan Tunas pucuk dengan 1-2 daun disterilisasi menggunakan 1% larutan Tween 20 selama 30 menit sambil digojok, 1% benlate dan agrept selama 30 menit digojok dan bilas dengan air bersih berulangkali. Eksplan kemudian di rendam dalam 1% larutan natrium hipoklorida (NaOCl) yang telah ditambah 3-5 tetes Tween 20 sambil digojok selama 10 menit (perendaman eksplan dalam 0,5 % larutan NaOCl ditambah 3-5
    • Teknologi Perbanyakan Krisan secara In Vitro melalui Inisiasi dan Proliferasi Tunas Pucuk

      15 September 2019
      Benih krisan berkualitas umumnya hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan bermodal kuat, namun sebagian besar petani krisan secara tradisional memperbanyak dan mempersiapkan benih krisan menggunakan tanaman induk secara berulang. Penggunaan tanaman induk secara terus menerus sebagai sumber benih tanaman produksi mengakibatkan terjadinya degenerasi. Pertumbuhan tanaman terhambat (stunting) dengan perakaran yang terbatas, daun-daun berukuran kecil
    • PENANDATANGANAN MOU KERJA SAMA ANTARA BALITHI DAN PT. CIGWA INDONESIA JAYA

      13 September 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias menjajaki kerjasama dengan PT CIGWA INDONESIA JAYA dalam bidang pengembangan sistem agribisnis florikultura. Direktur PT. CIGWA INDONESIA JAYA mengatakan bahwa mereka serius untuk membangun sebuah lokasi agribisnis dimana didalamnya terdapat spot khusus untuk tanaman hias. Untuk mewujudkan kerjasama tersebut pada tanggal 12 September 2019, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias didampingi oleh Prof. Budi Marwoto melakukan survey ke
    • Pemeliharaan Khusus dalam Budidaya Krisan

      13 September 2019
      Dalam budidaya krisan dibutuhkan pemeliharaan khusus diantaranya meliputi pinching, penjarangan rumpun dan tangkai bunga serta pemberian zat pengatur tumbuh.Pinching atau pembuangan titik tumbuh apikal muda berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tunas aksiler untuk percabangan tanaman.  Pada pertanaman krisan untuk produksi bunga khususnya tipe krisan spray, pinching dilakukan pada saat tanaman berumur 2 - 3 minggu.