KEBUTUHAN-HIDUP-ANGGREK-TANAH-(SPATHOGLOTTIS)

  • KEBUTUHAN HIDUP ANGGREK TANAH (SPATHOGLOTTIS)

  • ditulis tgl : 04 September 2019, telah dibaca sebanyak : 207 kali

    Share On Twitter


    Tanaman anggrek tanah akan tumbuh sempurna apabila kebutuhan hidupnya tercukupi secara optimal. Seperti tanaman pada umumnya, faktor-faktor yang memepengaruhi kehidupan anggrek adalah cahaya, air, udara. suhu dan unsur hara. 

    Spathoglottis akan tumbuh baik dibawah kondisi dalam naungan maupun dibawah matahari penuh tergantung spesies. Tanaman muda atau bibit anggrek biasanya memerlukan cahaya yang lebih sedikit di banding tanaman dewasa. 

    Pertumbuhan anggrek yang kekurangan cahaya akan menyebabkan tanaman tidak mau berbunga. Jumlah cahaya yang tepat dicirikan dengan warna daun hijau muda, permukaan daun mengkilat, tanaman tumbuh segar dan rajin berbunga. 

    Air berperan sebagai alat pelarut, pengolah dan pengangkut unsur hara dari akar ke  keseluruh bagian tanaman. Kelembaban udara yang baik untuk anggrek adalah sekitar 50%-70% tergantung jenisnya. Pada kelembaban yang baik tanaman dapat mempertahankan kandungan air dalam batang dan daunnya, sehingga penyiraman air tidak boleh berlebihan karena akan terjadi pembusukan.

    Udara yang bergerak atau sirkulasi udara yang baik diperlukan tanaman untuk mengurangi panas yang disebabkan oleh terik matahari. Selain itu juga mengurangi kemungkinan adanya jamur dalam kondisi udara lembab dan diam. 

    Sebagai tanaman tropis, anggrek memerlukan suhu harian antara 27-30 derajat Celcius dan suhu malam pada kisaran 21derajat Celcius tergantung jenis. 

    Anggrek tanah memerlukan medium yang berfungsi sebagai sumber makanan  utama bagi tanaman. Fungsi sebagai sumber makanan ini dapat digantikan dengan pemberian pupuk buatan pabrik. 

    Namun ternyata media yang kaya akan bahan makanan  masih penting sebagai tempat hidup anggrek tanah dan pemberi makanan yang konvensional. Sehingga pemakaian humus, kompos dan pupuk kandang  sangat diperlukan.  

    Medium yang diinginkan Spathoglottis adalah medium dengan drainase yang baik. Sehingga apabila menggunakan media tanah, harus dicampur dengan bahan-bahan yang mudah meloloskan air. 

    Sebagai bahan campuran dapat menggunakan tanah, sekam bakar, sersah daun bambu/andam dan pasir. Untuk campuran media tanpa tanah dapat menggunakan sersah daun bambu, sekam bakar/pasir, dan pupuk kandang. 

    Tanaman ditanam dengan posisi pseudobulb bagian atas tidak terbenam, untuk menghindari kebusukan.

    Untuk tanaman golongan terestria seperti Spathoglottis, diperlukan cara pengairan yang hati-hati khsusnya untuk anggrek yang sedang berada dalam masa istirahat. Apabila diberikan air berlebihan akan berakibat  pada bagian yang berada di dalam tanah. 

    Cara yang aman adalah dengan memberi kebasahan dalam arti bukan basah kuyup pada tanaman ini pada masa pertumbuhan, sedang dalam masa istirahat air hanya boleh diberikan dalam   jumlah minimum untuk mencegah kekeringan total.

    Spathoglottis merupakan tanaman yang vigor dengan system perakaran yang cepat berkembang, sehingga apabila di tanam di pot, dipilih pot yang dalam. 

    Pertumbuhan anggreknya yang cepat memerlukan suplai hara yang lebih banyak. Pemakaian media  yang mengandung  pupuk kandang atau kompos sudah cukup, namun untuk memberikan hasil yang maksimal, pemupukan tambahan perlu dilakukan. 

    Yang harus diingat adalah bahwa fungsi pupuk tambahan ini adalah sebagai pembantu pertumbuhan, bukan penyebab pertumbuhan. 

    Pupuk organik cair dapat ditambahkan dengan cara melarutkan pupuk tersebut dengan konsentrasi 2 cc per liter, dan disiramkan dalam tanah setiap satu minggu sekali. 

    Pemangkasan daun dilakukan secara teratur dengan memotong bagian-bagian yang dapat mengganggu terutama pada daun-daun yang sudah mulai coklat dan tangkai bunga yang telah mengering. 

    Penggantian media dilakukan bersamaan dengan pemisahan anakan,  terutama pada tanaman yang telah banyak membentuk rumpun, sehingga pot tidak mampu lagi menampung tanaman.

    Pemberantasan hama dan penyakit dilakukan dengan penyemprotan pestisida sesuai kebutuhan. Biasanya hama yang sering dijumpai menyerang Spathoglottis adalah lalat putih, semut, dan laba-laba. 

    Serangan hama lalat putih yang hebat dapat menyebabkan tanaman mati, karena hama tersebut menghisap cairan dalam daun. Selain itu tanaman menjadi kotor/berwarna hitam seperti embun jelaga. 

    Sedangkan penyakit sering dijumpai adalah busuk sclerotium  yang menyerang akar, umbi semu  dan pangkal daun. Hal ini terjadi apabila tanaman dalam kondisi media terlalu basah, sehingga serangan organisme kedua seperti jamur dapat menyerang. Akibatnya tanaman menjadi busuk. (irm)

    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • Bimtek Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur

      14 November 2019
      Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Perbenihan Tanaman Buah dan Tanaman Hias pada tanggal 13-15 November 2019 dengan peserta sekitar 90 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur.Salah satu agenda yang disajikan dalam kegiatan tersebut yaitu bimbingan teknis (Bimtek) budidaya, perbenihan serta pemanfaatan anggrek dendrobium dan krisan pot yang dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias Kamis 14 November
    • Bupati Cianjur Menghadiri Panen Perdana Krisan Dataran Rendah

      12 November 2019
      Panen perdana krisan dataran rendah dilaksanakan Selasa 12 Nopember 2019 di kampung Tipar Desa Hegarmanah Kecamatan Karangtengah Cianjur dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Sekretaris Balitbangtan Dr. Hardiyanto.Dr. Hardiyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa teknologi ini hanya trial bagaimana krisan yang biasanya adaptif di tanaman pada dataran tinggi
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • PEMUPUKAN YANG TEPAT UNTUK TANAMAN HIAS

      08 November 2019
      Setiap tanaman untuk kebutuhan hidupnya memerlukan sejumlah unsur hara (22 jenis) yang dapat diperoleh dari udara , tanah/media tanam, air, dan bahan organik . Berdasarkan banyaknya jumlah yang dibutuhkan, ke 22 jenis unsur hara tadi digolongkan ke dalam unsur hara makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S) dan mikro (Fe, Mn, B, Co, Mo, Mn, Zn dll). Unsur C , H dan O dapat diperoleh dari udara dan air. Sedangkan unsur hara lain diperoleh dari tanah atau
    • Seminar Internasional di Balithi Tema: The Use of Mutation and Molecular Techniques to Produce Superior Varieties of Ornamental Plants

      07 November 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan International Atomic Energy Agency (IAEA) menyelenggarakan seminar Internasional dengan tema THE USE OF MUTATION AND MOLECULAR TECHNIQUES TO PRODUCE SUPERIOR VARIETIES OF ORNAMENTAL PLANTS Kamis 7 Nopember 2019.Acara ini diikuti oleh 164 peserta dan 26 peserta dari negara anggota IAEA, seperti Bangladesh, Srilanka, India, Srilanka,