MENGENAL-SARANA-DAN-PRASARANA-PENGUJIAN-VIRUS/VIROID-BALITHI-

  • MENGENAL SARANA DAN PRASARANA PENGUJIAN VIRUS/VIROID BALITHI

  • ditulis tgl : 02 September 2019, telah dibaca sebanyak : 142 kali

    Share On Twitter


    Salah satu prasarana unggulan di Balai Penelitian Tanaman Hias ialah Laboratorium Virologi. Virologi adalah ilmu yang mempelajari tentang virus. 

    Melalui program SMARTD, Laboratorium Virologi Balithi sudah difasilitasi dengan sarana yang mendukung untuk melakukan pengujian dibidang virus/viroid.

    Viroid merupakan patogen yang terdiri atas asam nukleat, tanpa diselubungi oleh protein. Sedangkan virus terdiri atas asam nukleat yang diselubungi oleh protein. 

    Dr. Erniawati Diningsih, penanggungjawab laboratorium Virologi Balithi mengatakan bahwa kegiatan utama di laboratorium virologi ialah mengidentifikasi dan mengeliminasi virus/viroid pada tanaman hias, seperti Chrysanthemun stunt viroid pada tanaman krisan, Carnation mottle virus pada tanaman anyelir, Prunus nekrotik ringspot virus pada tanaman mawar, dan Chrysanthemun virus B pada tanam krisan.

    Identifikasi virus di laboratorium tersebut dilakukan dengan dua cara, pertama secara serologi dan yang kedua berbasis asam nukleat.

    Identifikasi secara serologi menggunakan bahan anti serum Agdia dan DSMZ yang di impor dari Jerman dan Amerika. Untuk alatnya sudah difasilitasi dengan ELISA Reader yang mampu mengukur absorbansi dan konsentrasi virus.

    Identifikasi virus berbasis asam nukleat dilakukan dengan serangkaian tahapan dari proses ekstraksi RNA/DNA menggunakan centrifuge, sampai visualisasi DNA. Lab. sudah memiliki centrifuge portable konvensional, tetapi saat ini fasilitas telah dilengkapi dengan centrifuge yang lebih canggih yang berkecepatan tinggi dan sudah dilengkapi dengan pengatur suhu.

    Setelah  proses ekstraksi, amplifikasi RNA/ DNA dilakukan dengan alat RT PCR, selain mesin PCR konvensional Lab. memiliki fasilitas Gradien PCR yang mampu membaca beberapa anneling sekaligus. 

    Alat ini dapat dimanfaatkan untuk penelitian awal apabila belum diketahuinya suhu dan jumlah cycle  anneling yang tepat.

    Namun bila kita sudah punya referensi tidak harus menguji semua tahap annneling, alat ini juga bisa digunakan untuk satu annneling saja. Pada Gradien PCR kita belum bisa mengetahui ada atau tidaknya pita, kita harus visualisasi memakai gel, proses ini memerlukan kehati-hatian ekstra karena terdapat bahan yang bersifat karsinogenik. Beruntungnya saat ini Lab. sudah difasilitasi dengan alat yang lebih aman yaitu QIAxcel.

    QIAxcel adalah alat elektroforesis canggih dan diklaim lebih aman karena visualisasi hasil PCR tidak menggunakan gel, tetapi langsung tersimpan pada perangkat lunak alat tersebut dan hanya memerlukan beberapa menit sudah dapat membaca ada tidaknya virus target melalui layar Laptop yang disambungkan ke alat.

    Tahap berikutnya setelah ektraksi dan amplifikasi. Namun sebelumnya harus dilihat dulu tingkat kemurnian DNA/RNA dari kontaminan seperti protein, fenol atau pelarut lainnya, melalui suatu alat yaitu Nanophotometer. 

    Hanya dengan 1 mikro sampel, alat tersebut sudah dapat memberikan informasi kemurnian DNA/RNA. Laboratorium virologi juga difasilitasi dengan alat Real Time PCR untuk identifikasi virus.

    Alat ini memiliki keunggulan tidak hanya menguji kualitasnya saja misal adanya pita/band, tetapi juga dapat menguji kuantitasnya yaitu dapat membaca berapa ukuran/ konsentrasi RNA tersebut. (ed)(mwd)(rpy)

  • BERITA TERKAIT
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • Bimtek Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur

      14 November 2019
      Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Perbenihan Tanaman Buah dan Tanaman Hias pada tanggal 13-15 November 2019 dengan peserta sekitar 90 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur.Salah satu agenda yang disajikan dalam kegiatan tersebut yaitu bimbingan teknis (Bimtek) budidaya, perbenihan serta pemanfaatan anggrek dendrobium dan krisan pot yang dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias Kamis 14 November
    • Bupati Cianjur Menghadiri Panen Perdana Krisan Dataran Rendah

      12 November 2019
      Panen perdana krisan dataran rendah dilaksanakan Selasa 12 Nopember 2019 di kampung Tipar Desa Hegarmanah Kecamatan Karangtengah Cianjur dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Sekretaris Balitbangtan Dr. Hardiyanto.Dr. Hardiyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa teknologi ini hanya trial bagaimana krisan yang biasanya adaptif di tanaman pada dataran tinggi
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • PEMUPUKAN YANG TEPAT UNTUK TANAMAN HIAS

      08 November 2019
      Setiap tanaman untuk kebutuhan hidupnya memerlukan sejumlah unsur hara (22 jenis) yang dapat diperoleh dari udara , tanah/media tanam, air, dan bahan organik . Berdasarkan banyaknya jumlah yang dibutuhkan, ke 22 jenis unsur hara tadi digolongkan ke dalam unsur hara makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S) dan mikro (Fe, Mn, B, Co, Mo, Mn, Zn dll). Unsur C , H dan O dapat diperoleh dari udara dan air. Sedangkan unsur hara lain diperoleh dari tanah atau
    • Seminar Internasional di Balithi Tema: The Use of Mutation and Molecular Techniques to Produce Superior Varieties of Ornamental Plants

      07 November 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan International Atomic Energy Agency (IAEA) menyelenggarakan seminar Internasional dengan tema THE USE OF MUTATION AND MOLECULAR TECHNIQUES TO PRODUCE SUPERIOR VARIETIES OF ORNAMENTAL PLANTS Kamis 7 Nopember 2019.Acara ini diikuti oleh 164 peserta dan 26 peserta dari negara anggota IAEA, seperti Bangladesh, Srilanka, India, Srilanka,