MENGENAL-SARANA-DAN-PRASARANA-PENGUJIAN-VIRUS/VIROID-BALITHI-

  • MENGENAL SARANA DAN PRASARANA PENGUJIAN VIRUS/VIROID BALITHI

  • ditulis tgl : 02 September 2019, telah dibaca sebanyak : 114 kali

    Share On Twitter


    Salah satu prasarana unggulan di Balai Penelitian Tanaman Hias ialah Laboratorium Virologi. Virologi adalah ilmu yang mempelajari tentang virus. 

    Melalui program SMARTD, Laboratorium Virologi Balithi sudah difasilitasi dengan sarana yang mendukung untuk melakukan pengujian dibidang virus/viroid.

    Viroid merupakan patogen yang terdiri atas asam nukleat, tanpa diselubungi oleh protein. Sedangkan virus terdiri atas asam nukleat yang diselubungi oleh protein. 

    Dr. Erniawati Diningsih, penanggungjawab laboratorium Virologi Balithi mengatakan bahwa kegiatan utama di laboratorium virologi ialah mengidentifikasi dan mengeliminasi virus/viroid pada tanaman hias, seperti Chrysanthemun stunt viroid pada tanaman krisan, Carnation mottle virus pada tanaman anyelir, Prunus nekrotik ringspot virus pada tanaman mawar, dan Chrysanthemun virus B pada tanam krisan.

    Identifikasi virus di laboratorium tersebut dilakukan dengan dua cara, pertama secara serologi dan yang kedua berbasis asam nukleat.

    Identifikasi secara serologi menggunakan bahan anti serum Agdia dan DSMZ yang di impor dari Jerman dan Amerika. Untuk alatnya sudah difasilitasi dengan ELISA Reader yang mampu mengukur absorbansi dan konsentrasi virus.

    Identifikasi virus berbasis asam nukleat dilakukan dengan serangkaian tahapan dari proses ekstraksi RNA/DNA menggunakan centrifuge, sampai visualisasi DNA. Lab. sudah memiliki centrifuge portable konvensional, tetapi saat ini fasilitas telah dilengkapi dengan centrifuge yang lebih canggih yang berkecepatan tinggi dan sudah dilengkapi dengan pengatur suhu.

    Setelah  proses ekstraksi, amplifikasi RNA/ DNA dilakukan dengan alat RT PCR, selain mesin PCR konvensional Lab. memiliki fasilitas Gradien PCR yang mampu membaca beberapa anneling sekaligus. 

    Alat ini dapat dimanfaatkan untuk penelitian awal apabila belum diketahuinya suhu dan jumlah cycle  anneling yang tepat.

    Namun bila kita sudah punya referensi tidak harus menguji semua tahap annneling, alat ini juga bisa digunakan untuk satu annneling saja. Pada Gradien PCR kita belum bisa mengetahui ada atau tidaknya pita, kita harus visualisasi memakai gel, proses ini memerlukan kehati-hatian ekstra karena terdapat bahan yang bersifat karsinogenik. Beruntungnya saat ini Lab. sudah difasilitasi dengan alat yang lebih aman yaitu QIAxcel.

    QIAxcel adalah alat elektroforesis canggih dan diklaim lebih aman karena visualisasi hasil PCR tidak menggunakan gel, tetapi langsung tersimpan pada perangkat lunak alat tersebut dan hanya memerlukan beberapa menit sudah dapat membaca ada tidaknya virus target melalui layar Laptop yang disambungkan ke alat.

    Tahap berikutnya setelah ektraksi dan amplifikasi. Namun sebelumnya harus dilihat dulu tingkat kemurnian DNA/RNA dari kontaminan seperti protein, fenol atau pelarut lainnya, melalui suatu alat yaitu Nanophotometer. 

    Hanya dengan 1 mikro sampel, alat tersebut sudah dapat memberikan informasi kemurnian DNA/RNA. Laboratorium virologi juga difasilitasi dengan alat Real Time PCR untuk identifikasi virus.

    Alat ini memiliki keunggulan tidak hanya menguji kualitasnya saja misal adanya pita/band, tetapi juga dapat menguji kuantitasnya yaitu dapat membaca berapa ukuran/ konsentrasi RNA tersebut. (ed)(mwd)(rpy)

  • BERITA TERKAIT
    • Workshop TV Tani, Kabiro Humas: TV Tani adalah milik Kementerian Pertanian

      18 September 2019
      Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri membuka kegiatan Workshop pengelolaan konten TV Tani dengan tema "Menyiapkan Era Baru: Jurnalisme Media Sosial" pada hari Selasa 17 September 2019 di Ruang Yudhistira 2 hotel Santika Depok yang diikuti oleh kontributor TV Tani dari seluruh Unit Kerja dan Unit Pengelola Teknis lingkup Kementerian Pertanian.TV Tani adalah milik Kementerian Pertanian, jadi sebaiknya seluruh
    • UPBS Balithi Melakukan Pelatikan K3

      18 September 2019
      Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam melakukan suatu pekerjaan.
    • Rencana Pembangunan Smart Green House

      17 September 2019
      Visi pertanian masa depan yaitu pertanian modern berbasis alat mesin pertanian berteknologi tinggi yang dikenal dengan istilah Smart Farming (pertanian 4.0). Smart farming adalah pertanian yang mengaplikasikan teknologi IT di dalam alat mesin pertanian sehingga dapat mensubstitusi tenaga kerja petani yang makin berkurang dan mengefesienkan sistem usaha tani.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dibawah
    • Teknologi Perbanyakan Krisan; Sterilisasi dan Penyiapan Eksplan

      16 September 2019
      Sterilisasi dan penyiapan eksplan Tunas pucuk dengan 1-2 daun disterilisasi menggunakan 1% larutan Tween 20 selama 30 menit sambil digojok, 1% benlate dan agrept selama 30 menit digojok dan bilas dengan air bersih berulangkali. Eksplan kemudian di rendam dalam 1% larutan natrium hipoklorida (NaOCl) yang telah ditambah 3-5 tetes Tween 20 sambil digojok selama 10 menit (perendaman eksplan dalam 0,5 % larutan NaOCl ditambah 3-5
    • Teknologi Perbanyakan Krisan secara In Vitro melalui Inisiasi dan Proliferasi Tunas Pucuk

      15 September 2019
      Benih krisan berkualitas umumnya hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan bermodal kuat, namun sebagian besar petani krisan secara tradisional memperbanyak dan mempersiapkan benih krisan menggunakan tanaman induk secara berulang. Penggunaan tanaman induk secara terus menerus sebagai sumber benih tanaman produksi mengakibatkan terjadinya degenerasi. Pertumbuhan tanaman terhambat (stunting) dengan perakaran yang terbatas, daun-daun berukuran kecil
    • PENANDATANGANAN MOU KERJA SAMA ANTARA BALITHI DAN PT. CIGWA INDONESIA JAYA

      13 September 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias menjajaki kerjasama dengan PT CIGWA INDONESIA JAYA dalam bidang pengembangan sistem agribisnis florikultura. Direktur PT. CIGWA INDONESIA JAYA mengatakan bahwa mereka serius untuk membangun sebuah lokasi agribisnis dimana didalamnya terdapat spot khusus untuk tanaman hias. Untuk mewujudkan kerjasama tersebut pada tanggal 12 September 2019, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias didampingi oleh Prof. Budi Marwoto melakukan survey ke
    • Pemeliharaan Khusus dalam Budidaya Krisan

      13 September 2019
      Dalam budidaya krisan dibutuhkan pemeliharaan khusus diantaranya meliputi pinching, penjarangan rumpun dan tangkai bunga serta pemberian zat pengatur tumbuh.Pinching atau pembuangan titik tumbuh apikal muda berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tunas aksiler untuk percabangan tanaman.  Pada pertanaman krisan untuk produksi bunga khususnya tipe krisan spray, pinching dilakukan pada saat tanaman berumur 2 - 3 minggu.