HAMA-DAN-PENYAKIT-DALAM-BUDIDAYA-SEDAP-MALAM

  • HAMA DAN PENYAKIT DALAM BUDIDAYA SEDAP MALAM

  • ditulis tgl : 01 September 2019, telah dibaca sebanyak : 82 kali

    Share On Twitter


    Hama utama yang menyerang tanaman sedap malam diantaranya adalah thrips (Thaeniothrip sp.) dan kutu dompolan atau mealybugs (Dysmicoccus brevipes). Hama tersebut akan muncul pada musim kemarau yang panjang.

    Thrips mulai menyerang sejak awal penanaman hingga tanaman berbunga. Awal serangan ditandai dengan bekas gigitan pada permukaan daun dan akhirnya berubah menjadi kecoklatan. 

    Pengendalian hama tersebut dapat menggunakan insektisida berbahan aktif  dimetoat atau diafentiuron dengan dosis sesuai anjuran.

    Kutu dompolan mulai menyerang setelah tanaman berumur sekitar enam bulan setelah tanam. Hama merusak tanaman dengan mengisap cairan tanaman. 

    Selain itu, pada sisa-sisa cairan tanaman yang dibuang oleh kutu dompolan akan ditumbuhi embun jelaga yang menutupi permukaan daun. Pada musim kemarau serangan hama ini perlu diwaspadai. 

    Permukaan tanah jangan sampai retak-retak dan bila sudah retak harus segera disiram. Bila permukaan tanah dibiarkan sampai retak, maka hama kutu dompolan akan menyerang bagian umbi tanaman, mengakibatkan umbi akan gembos dan akhirnya tanaman merana dan mati. 

    Pengendalian hama tersebut dapat menggunakan insektisida berbahan aktif diafentiuron dengan dosis sesuai anjuran.

    Penyakit yang banyak ditemukan pada sedap malam ialah penyakit bercak daun yang disebabkan Xanthomonas sp. Penyakit tersebut umumnya menyerang pada musim hujan. 

    Serangan Xanthomonas ditandai dengan adanya bercak kecoklatan pada permukaan daun dan bila serangan telah lanjut seluruh permukaan daun akan berubah warna menjadi coklat, akhirnya busuk dan mengering.  

    Pencegahan dapat dilakukan dengan perompesan daun atau menggunakan bakterisida berbahan aktif streptomisin sulfat yang disemprotkan dengan dosis sesuai anjuran.(irm)

    sambungan dari http://balithi.litbang.pertanian.go.id/berita-735-budidaya-sedap-malam.html

  • BERITA TERKAIT
    • Workshop TV Tani, Kabiro Humas: TV Tani adalah milik Kementerian Pertanian

      18 September 2019
      Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri membuka kegiatan Workshop pengelolaan konten TV Tani dengan tema "Menyiapkan Era Baru: Jurnalisme Media Sosial" pada hari Selasa 17 September 2019 di Ruang Yudhistira 2 hotel Santika Depok yang diikuti oleh kontributor TV Tani dari seluruh Unit Kerja dan Unit Pengelola Teknis lingkup Kementerian Pertanian.TV Tani adalah milik Kementerian Pertanian, jadi sebaiknya seluruh
    • UPBS Balithi Melakukan Pelatikan K3

      18 September 2019
      Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam melakukan suatu pekerjaan.
    • Rencana Pembangunan Smart Green House

      17 September 2019
      Visi pertanian masa depan yaitu pertanian modern berbasis alat mesin pertanian berteknologi tinggi yang dikenal dengan istilah Smart Farming (pertanian 4.0). Smart farming adalah pertanian yang mengaplikasikan teknologi IT di dalam alat mesin pertanian sehingga dapat mensubstitusi tenaga kerja petani yang makin berkurang dan mengefesienkan sistem usaha tani.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dibawah
    • Teknologi Perbanyakan Krisan; Sterilisasi dan Penyiapan Eksplan

      16 September 2019
      Sterilisasi dan penyiapan eksplan Tunas pucuk dengan 1-2 daun disterilisasi menggunakan 1% larutan Tween 20 selama 30 menit sambil digojok, 1% benlate dan agrept selama 30 menit digojok dan bilas dengan air bersih berulangkali. Eksplan kemudian di rendam dalam 1% larutan natrium hipoklorida (NaOCl) yang telah ditambah 3-5 tetes Tween 20 sambil digojok selama 10 menit (perendaman eksplan dalam 0,5 % larutan NaOCl ditambah 3-5
    • Teknologi Perbanyakan Krisan secara In Vitro melalui Inisiasi dan Proliferasi Tunas Pucuk

      15 September 2019
      Benih krisan berkualitas umumnya hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan bermodal kuat, namun sebagian besar petani krisan secara tradisional memperbanyak dan mempersiapkan benih krisan menggunakan tanaman induk secara berulang. Penggunaan tanaman induk secara terus menerus sebagai sumber benih tanaman produksi mengakibatkan terjadinya degenerasi. Pertumbuhan tanaman terhambat (stunting) dengan perakaran yang terbatas, daun-daun berukuran kecil
    • PENANDATANGANAN MOU KERJA SAMA ANTARA BALITHI DAN PT. CIGWA INDONESIA JAYA

      13 September 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias menjajaki kerjasama dengan PT CIGWA INDONESIA JAYA dalam bidang pengembangan sistem agribisnis florikultura. Direktur PT. CIGWA INDONESIA JAYA mengatakan bahwa mereka serius untuk membangun sebuah lokasi agribisnis dimana didalamnya terdapat spot khusus untuk tanaman hias. Untuk mewujudkan kerjasama tersebut pada tanggal 12 September 2019, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias didampingi oleh Prof. Budi Marwoto melakukan survey ke
    • Pemeliharaan Khusus dalam Budidaya Krisan

      13 September 2019
      Dalam budidaya krisan dibutuhkan pemeliharaan khusus diantaranya meliputi pinching, penjarangan rumpun dan tangkai bunga serta pemberian zat pengatur tumbuh.Pinching atau pembuangan titik tumbuh apikal muda berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tunas aksiler untuk percabangan tanaman.  Pada pertanaman krisan untuk produksi bunga khususnya tipe krisan spray, pinching dilakukan pada saat tanaman berumur 2 - 3 minggu.