PANDUAN-PEMBIBITAN-DALAM-BUDIDAYA-MAWAR

  • PANDUAN PEMBIBITAN DALAM BUDIDAYA MAWAR

  • ditulis tgl : 31 Agustus 2019, telah dibaca sebanyak : 234 kali

    Share On Twitter


    Media tanam yang digunakan untuk pembibitan adalah tanah dan pupuk kandang yang sudah matang dengan per bandingan 1:1. Bahan tanaman yang digunakan adalah stek batang bawah yang berasal dari pohon induk varietas Rosa multic, Rosa multiflora, Rosa natal brior, atau varietas mawar pagar lainnya.

    Batang bawah yang baik digunakan adalah yang berumur cukup tua, berwarna hijau kecoklatan karena jika batang terlalu muda akan mudah mati. Ukuran batang bawah sekitar panjang 15-20 cm. 

    Sebagian tangkai daun dibuang sehingga hanya menyisakan dua tangkai saja di bagian atasnya. Bagian pangkal setek batang bawah direndam ke dalam larutan Rootone F selama 5 menit bila diperlukan. 

    Masing-masing setek ditanam ke dalam polybag yang sudah disiapkan sebelumnya, satu batang setek per polybag. Polybag yang sudah ditanami setek diletakkan di tempat yang rata dan diberi plastik mulsa agar pada saat akan diokulasi akar yang menembus polybag tidak patah atau rusak. 

    Setelah setek ditanam maka hal yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan setek batang bawah.

    Pemeliharaan tersebut meliputi penyiraman air pengairan 1-2 kali sehari, penyulaman apabila ada setek yang mati, pengendalian gulma, hama dan penyakit. Akar dan tunas tumbuh sekitar 2-6 minggu setelah tanam, hal ini tergantung pada musim dan kondisi lingkungan. 

    Setelah setek berumur 2-3 bulan atau setelah tunas mencapai tinggi 15 cm, setek siap untuk diokulasi. Seminggu sebelum okulasi, tanaman diberi pupuk urea sekitar 0,5-1 g/tanaman agar kulit 
    mudah mengelupas. 

    Cara mengokulasi batang bawah dimulai dengan menyiapkan setek batang bawah yang sudah berumur 2-3 bulan. Menyiapkan entries (batang atas). Umur batang atas dan bawah diusahakan sama, hal ini dimaksudkan agar keberhasilan okulasi lebih besar. 

    Kulit batang bawah disayat berbentuk jendela dengan arah vertikal sepanjang 1-2 cm pada ketinggian 7-8 cm dari permukaan media tanam.

    Satu mata tunas entries yang sudah terlihat muncul dan besar (bukan tunas tidur yangakan lama tumbuhnya) diambil dengan cara menyayat dari arah bawah ke atas. Lalu buang kayu yang terbawa dalam mata tunas. Sisipkan mata tunas tadi ke dalam celah sayatan pada batang bawah. 

    Mata tunas diikat erat dengan tali plastik pada bidang penyambungan mulai dari bagian bawah, ke atas lalu ke bawah lagi dengan satu ikatan tali mati, tanpa menutupi ujung mata tunas. 

    Setelah melakukan okulasi, pemeliharaan tanaman dilakukan dengan penyiraman air pengairan 1-2 kali sehari atau menyesuaikan dengan kondisi media tanam.

    Setelah 2-3 minggu okulasi, terlihat tunas mulai tumbuh dengan ciri warna hijau segar, maka dilakukan pemberian pupuk NPK sebesar 1 g/polybag. 

    Setelah mata tunas tumbuh dengan muncul daun, batang bawah bagian atas dipotong sekitar 2-3 cm di bagian atas bidang okulasi.

    Hal ini agar pertumbuhan mata tunas berlangsung lebih cepat. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menggunakan pestisida secara selektif yaitu Decis dan Dithane M-45.

    Sedangkan untuk pengendalian gulma dilakukan secara manual. Jika mata tunas berwarna kecoklatan dan  mengering, hal itu berarti pengokulasian tidak berhasil. 

    Setelah bibit okulasi berumur 1-2 bulan, bibit siap untuk dipindah ke lahan yang sudah disiapkan.(irm)

    Rahayu Tedjasarwana
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • Bimtek Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur

      14 November 2019
      Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Perbenihan Tanaman Buah dan Tanaman Hias pada tanggal 13-15 November 2019 dengan peserta sekitar 90 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur.Salah satu agenda yang disajikan dalam kegiatan tersebut yaitu bimbingan teknis (Bimtek) budidaya, perbenihan serta pemanfaatan anggrek dendrobium dan krisan pot yang dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias Kamis 14 November
    • Bupati Cianjur Menghadiri Panen Perdana Krisan Dataran Rendah

      12 November 2019
      Panen perdana krisan dataran rendah dilaksanakan Selasa 12 Nopember 2019 di kampung Tipar Desa Hegarmanah Kecamatan Karangtengah Cianjur dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Sekretaris Balitbangtan Dr. Hardiyanto.Dr. Hardiyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa teknologi ini hanya trial bagaimana krisan yang biasanya adaptif di tanaman pada dataran tinggi
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • PEMUPUKAN YANG TEPAT UNTUK TANAMAN HIAS

      08 November 2019
      Setiap tanaman untuk kebutuhan hidupnya memerlukan sejumlah unsur hara (22 jenis) yang dapat diperoleh dari udara , tanah/media tanam, air, dan bahan organik . Berdasarkan banyaknya jumlah yang dibutuhkan, ke 22 jenis unsur hara tadi digolongkan ke dalam unsur hara makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S) dan mikro (Fe, Mn, B, Co, Mo, Mn, Zn dll). Unsur C , H dan O dapat diperoleh dari udara dan air. Sedangkan unsur hara lain diperoleh dari tanah atau
    • Seminar Internasional di Balithi Tema: The Use of Mutation and Molecular Techniques to Produce Superior Varieties of Ornamental Plants

      07 November 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan International Atomic Energy Agency (IAEA) menyelenggarakan seminar Internasional dengan tema THE USE OF MUTATION AND MOLECULAR TECHNIQUES TO PRODUCE SUPERIOR VARIETIES OF ORNAMENTAL PLANTS Kamis 7 Nopember 2019.Acara ini diikuti oleh 164 peserta dan 26 peserta dari negara anggota IAEA, seperti Bangladesh, Srilanka, India, Srilanka,