OBSERVASI-GEJALA-VIRUS-PADA-TANAMAN-HIAS

  • OBSERVASI GEJALA VIRUS PADA TANAMAN HIAS

  • ditulis tgl : 30 Agustus 2019, telah dibaca sebanyak : 125 kali

    Share On Twitter


    Istilah virus digunakan untuk menyebut organisme kecil yang mengganggu system tertentu. Virus merupakan serangkaian molekul asam nukleat (RNA atau DNA) yang dilindungi oleh membrane lipoprotein. 

    Virus mampu mengorganisasi dirinya untuk melakukan replikasi di dalam inang yang sesuai. Infeksi virus pada tanaman dapat mempengaruhi pertumbuhan, penurunan kualitas tanaman hingga menyebabkan kematian tanaman. 

    Pada tanaman Krisan, infeksi virus menyebabkan tanaman kerdil, yang berdampak terhadap kualitas dan penurunan harga jual produk.

    Gejala infeksi virus pada tanaman hias daun antara lain terjadi klorosis dan malformasi daun.  Adanya asosiasi antara virus dan tanaman menyebabkan perubahan fisologis dan morfologi pada tanaman.


    Beberapa gejala umum infeksi virus pada tanaman antara lain :

    • Mosaik
    Adanya belang hijau tua dan hijau muda/terang pada daun dengan batas yang tidak jelas 

    • Motting
    Adanya belang hijau tua dan hijau muda/terang pada daun dengan batas yang tidak jelas.

    • Tanaman menjadi kerdil (Stunt)

    • Malformasi (terjadinya perubahan bentuk bagian tumbuhan)

    • Distorsi (pengurangan ukuran bagian tumbuhan)

    • Daun mengeriting/mengkerut dan menggulung
     
    Virus merupakan salah satu pathogen yang sulit dikendalikan. Virus menyebar dari tanaman sakit ke tanaman sehat bisa dengan berbagai cara, diantaranya adalah dengan penularan secara mekanis melalui sap tanaman sakit, gunting stek, dan serangga vektor. 

    Upaya yang harus dilakukan jika menemukan adanya tanaman yang terinfeksi virus di lapangan adalah dengan eradikasi. Selain itu, untuk melakukan pencegahan adanya infeksi virus di lapangan yaitu dengan penggunaan benih yang sehat dan tanaman ditanam dalam rumah lindung yang bebas dari serangga vektor.(ed)(rpy)(rk)

  • BERITA TERKAIT
    • Workshop TV Tani, Kabiro Humas: TV Tani adalah milik Kementerian Pertanian

      18 September 2019
      Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri membuka kegiatan Workshop pengelolaan konten TV Tani dengan tema "Menyiapkan Era Baru: Jurnalisme Media Sosial" pada hari Selasa 17 September 2019 di Ruang Yudhistira 2 hotel Santika Depok yang diikuti oleh kontributor TV Tani dari seluruh Unit Kerja dan Unit Pengelola Teknis lingkup Kementerian Pertanian.TV Tani adalah milik Kementerian Pertanian, jadi sebaiknya seluruh
    • UPBS Balithi Melakukan Pelatikan K3

      18 September 2019
      Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam melakukan suatu pekerjaan.
    • Rencana Pembangunan Smart Green House

      17 September 2019
      Visi pertanian masa depan yaitu pertanian modern berbasis alat mesin pertanian berteknologi tinggi yang dikenal dengan istilah Smart Farming (pertanian 4.0). Smart farming adalah pertanian yang mengaplikasikan teknologi IT di dalam alat mesin pertanian sehingga dapat mensubstitusi tenaga kerja petani yang makin berkurang dan mengefesienkan sistem usaha tani.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dibawah
    • Teknologi Perbanyakan Krisan; Sterilisasi dan Penyiapan Eksplan

      16 September 2019
      Sterilisasi dan penyiapan eksplan Tunas pucuk dengan 1-2 daun disterilisasi menggunakan 1% larutan Tween 20 selama 30 menit sambil digojok, 1% benlate dan agrept selama 30 menit digojok dan bilas dengan air bersih berulangkali. Eksplan kemudian di rendam dalam 1% larutan natrium hipoklorida (NaOCl) yang telah ditambah 3-5 tetes Tween 20 sambil digojok selama 10 menit (perendaman eksplan dalam 0,5 % larutan NaOCl ditambah 3-5
    • Teknologi Perbanyakan Krisan secara In Vitro melalui Inisiasi dan Proliferasi Tunas Pucuk

      15 September 2019
      Benih krisan berkualitas umumnya hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan bermodal kuat, namun sebagian besar petani krisan secara tradisional memperbanyak dan mempersiapkan benih krisan menggunakan tanaman induk secara berulang. Penggunaan tanaman induk secara terus menerus sebagai sumber benih tanaman produksi mengakibatkan terjadinya degenerasi. Pertumbuhan tanaman terhambat (stunting) dengan perakaran yang terbatas, daun-daun berukuran kecil
    • PENANDATANGANAN MOU KERJA SAMA ANTARA BALITHI DAN PT. CIGWA INDONESIA JAYA

      13 September 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias menjajaki kerjasama dengan PT CIGWA INDONESIA JAYA dalam bidang pengembangan sistem agribisnis florikultura. Direktur PT. CIGWA INDONESIA JAYA mengatakan bahwa mereka serius untuk membangun sebuah lokasi agribisnis dimana didalamnya terdapat spot khusus untuk tanaman hias. Untuk mewujudkan kerjasama tersebut pada tanggal 12 September 2019, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias didampingi oleh Prof. Budi Marwoto melakukan survey ke
    • Pemeliharaan Khusus dalam Budidaya Krisan

      13 September 2019
      Dalam budidaya krisan dibutuhkan pemeliharaan khusus diantaranya meliputi pinching, penjarangan rumpun dan tangkai bunga serta pemberian zat pengatur tumbuh.Pinching atau pembuangan titik tumbuh apikal muda berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tunas aksiler untuk percabangan tanaman.  Pada pertanaman krisan untuk produksi bunga khususnya tipe krisan spray, pinching dilakukan pada saat tanaman berumur 2 - 3 minggu.