BUDIDAYA-SEDAP-MALAM

  • BUDIDAYA SEDAP MALAM

  • ditulis tgl : 30 Agustus 2019, telah dibaca sebanyak : 168 kali

    Share On Twitter


    Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

    Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian tempat 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda lebih cocok ditanam pada ketinggian >50 mdpl  dan yang berjenis petal ganda berperforma lebih baik pada ketinggian 100-600 m dpl), kelembaban udara 75-90 %, suhu harian berkisar 16-27 derajat celcius, jenis tanah Andosol dan bertekstur liat hingga lempung berpasir dengan kisaran pH 5-7.

    Umbi sedap malam diambil dari tanaman produksi yang telah berumur lebih dari 2.5 tahun, umbi untuk produksi bunga diseleksi menurut diameter umbi rata-rata 1-2 cm, mulus dan sehat.

    Setelah diseleksi, umbi dipanen dan dikering anginkan selama lebih kurang 2-3 minggu, kemudian umbi ditaburi bubuk fungisida dan bakterisida untuk melindungi dari serangan penyakit selama penyimpanan.

    Penyimpanan dilakukan pada tempat terlindung dengan aerasi yang baik. Umbi akan memasuki masa istirahat, sebaiknya umbi disimpan selama 1-2 bulan agar konsentrasi penghambat tumbuh dalam umbi menurun tunas sehingga akan muncul dan siap untuk ditanam.

    Tanah diolah secara sempurna sedalam 30-40 cm, kemudian dikeringanginkan antara 15-30 hari. Selama masa pengeringan ini, sangat dianjurkan tanah tidak diberi air untuk mengurangi kemungkinan gulma tumbuh dan berkembangnya hama penyakit.

    Tanah kemudian diolah kembali dan dibentuk bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 30-40 cm. Pemberian kapur pertanian perlu dilakukan pada tanah ber-pH rendah.

    Sumber kapur yang dapat digunakan adalah Dolomit diberikan 30 hari sebelum penanaman dengan cara disebar secara merata sambil dicampur dengan tanah.

    Satu minggu sebelum tanam, diberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang dan urea.  Pupuk kandang yang telah matang diberikan dengan dosis 20-25 ton/ha. Pupuk urea diberikan dengan dosis 600 kg/ha.

    Pupuk kandang dan urea ditaburkan merata setelah bedengan dibuat dan ditutup dengan tanah pada saat merapikan bedengan.  Pemberian pupuk kandang berikutnya 5-6 bulan setelah pemupukan dasar.

    Parit-parit dan sekeliling lahan pertanaman juga dibuat untuk sarana pengairan dan drainase agar tanaman tidak terendam saat lahan kelebihan air. Satu hari menjelang penanaman, bedengan diberi air (dileb) hingga jenuh untuk menjaga kelembaban saat tanam dan menghidari stres tanaman pada awal masa pertumbuhan.

    Umbi yang sudah muncul tunas di tanam pada bedengan dengan jarak tanam 25 cm antar larikan dan 20 cm dalam larikan dengan satu umbi per lubang tanam dan tunas menghadap ke atas.

    Umbi yang telah ditanam kemudian ditutup tanah halus dengan ketebalan + 5 cm. Sangat dianjurkan apabila pada saat tanam juga diberikan Furadan 3G sebanyak 6-10 butir/lubang untuk mencegah serangan organisme pengganggu tanaman pada awal pertumbuhan.

    Umbi yang tidak tumbuh disulam dengan umbi bibit yang baru.  Periode penyulaman 5-15 hari setelah tanam agar pertumbuhan bibit sulaman dapat seragam dan menyusul pertumbuhan tanaman muda yang ditanam sebelumnya.

    Pada masa awal tanam, pemberian air dilakukan 1-2 hari sekali untuk menghindari kematian tanaman yang tinggi. Seiring dengan pertumbuhan tanaman, frekuensi pemberian air dapat dikurangi dua atau sekali seminggu tergantung kondisi tanah.

    Selain pupuk dasar, dilakukan pemupukan susulan N sebesar 75 kg/ha,  50 kg/ha P2O5 dan 50 kg/ha K2O diberikan tiga bulan setelah tanam.  Pemberian pupuk susulan dengan dosis yang sama dapat diberikan setiap 3 bulan setelah pemupukan susulan pertama. (irm)

    bersambung...

  • BERITA TERKAIT
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • Bimtek Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur

      14 November 2019
      Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Perbenihan Tanaman Buah dan Tanaman Hias pada tanggal 13-15 November 2019 dengan peserta sekitar 90 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur.Salah satu agenda yang disajikan dalam kegiatan tersebut yaitu bimbingan teknis (Bimtek) budidaya, perbenihan serta pemanfaatan anggrek dendrobium dan krisan pot yang dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias Kamis 14 November
    • Bupati Cianjur Menghadiri Panen Perdana Krisan Dataran Rendah

      12 November 2019
      Panen perdana krisan dataran rendah dilaksanakan Selasa 12 Nopember 2019 di kampung Tipar Desa Hegarmanah Kecamatan Karangtengah Cianjur dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Sekretaris Balitbangtan Dr. Hardiyanto.Dr. Hardiyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa teknologi ini hanya trial bagaimana krisan yang biasanya adaptif di tanaman pada dataran tinggi
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • PEMUPUKAN YANG TEPAT UNTUK TANAMAN HIAS

      08 November 2019
      Setiap tanaman untuk kebutuhan hidupnya memerlukan sejumlah unsur hara (22 jenis) yang dapat diperoleh dari udara , tanah/media tanam, air, dan bahan organik . Berdasarkan banyaknya jumlah yang dibutuhkan, ke 22 jenis unsur hara tadi digolongkan ke dalam unsur hara makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S) dan mikro (Fe, Mn, B, Co, Mo, Mn, Zn dll). Unsur C , H dan O dapat diperoleh dari udara dan air. Sedangkan unsur hara lain diperoleh dari tanah atau
    • Seminar Internasional di Balithi Tema: The Use of Mutation and Molecular Techniques to Produce Superior Varieties of Ornamental Plants

      07 November 2019
      Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan International Atomic Energy Agency (IAEA) menyelenggarakan seminar Internasional dengan tema THE USE OF MUTATION AND MOLECULAR TECHNIQUES TO PRODUCE SUPERIOR VARIETIES OF ORNAMENTAL PLANTS Kamis 7 Nopember 2019.Acara ini diikuti oleh 164 peserta dan 26 peserta dari negara anggota IAEA, seperti Bangladesh, Srilanka, India, Srilanka,