MENGENAL-ISTILAH-ISTILAH-YANG-BIASA-DIPAKAI-DALAM-DUNIA-TEKNOLOGI-BENIH

  • MENGENAL ISTILAH-ISTILAH YANG BIASA DIPAKAI DALAM DUNIA TEKNOLOGI BENIH

  • ditulis tgl : 23 Agustus 2019, telah dibaca sebanyak : 110 kali

    Share On Twitter


    Dalam dunia teknologi perbenihan dikenal berbagai istilah yang sudah biasa digunakan. Tetapi masih banyak kalangan yang belum mengetahui secara detail maksud dari istilah tersebut.

    Kali ini dibahas rincian atau deskripsi darivpenggunaan istilah-istilah dalam dunia perbenihan terutama yang menggunakan teknologi kultur jaringan tanaman.

    Aklimatisasi, aklimatisasi adalah proses adaptasi dan pemindahan tanaman hasil kultur in vitro (perbanyak secara massal) dari kondisi terkontrol (di laboratorium) ke kondisi ex vitro atau lapangan dengan bantuan manusia. 

    Androgenesis, Proses unik secara biologi dari taman berbunga, di mana mikrospora dan/atau bagian organ dari bunga jantan (anther) dapat diinduksi dan membentuk tanaman haploid dan/atau haploid ganda.

    Eksplan, merupakan bahan tanaman yang digunakan dalam kultur in vitro, yang berupa potongan bagian tanaman seperti: daun, batang, akar, tunas pucuk, embrio, plbs, nodus, spadik, anther, dll.

    Embriogenesis, adalah Proses pembentukan embrio baik secara langsung maupun tak langsung yang berasal dari dari sel somatik

    Empulur, Bagian terdalam dari tanaman berpembuluh, yang terdiri dari sel-sel parenkim dan lunak

    Kalus, Suatu kumpulan sel amorphous (tidak berbentuk dan belum terdeferensiasi) yang terjadi dari sel-sel jaringan tanaman yang membelah diri secara terus menerus

    Kontaminan, yaitu mikroorganisme baik dalam bentuk bakteri maupun jamur yang muncul dalam kultur in vitro tanaman sebagai akibat pelaksanaan sterilisasi dan kultur yang tidak maksimal

    Meristem, bagian tanaman yang terdapat pada titik tumbuh baik terminal (meristem pucuk) maupun lateral (meristem interkalar) yang aktif membelah secara terus menerus

    Plantlets, tanaman kecil hasil kegiatan kultur in vitro yang telah memiliki akar, batang dan daun secara lengkap

    Pencoklatan eksplan, yaitu terjadinya perubahan bahan tanaman yang dikultur secara in vitro dari kondisi normal menjadi coklat hingga kehitaman yang disebabkan oleh adanya senyawa fenolik yang dihasilkan oleh sel/jaringan tanaman. Pada kondisi tertentu pencoklatan eksplan dapat menyebabkan terjadinya kematian bahan tanaman yang dikultur secara in vitro.

    Pra-perlakuan, Kegiatan pra-sterilisasi yang dilakukan di luar laminar air flow cabinet

    Protocorm like bodies (plbs), istilah yang biasa dipakai untuk menjelaskan mengenai embrio yang terbentuk dari sel-sel somatik dan/atau embriogenik zigotik (biji) yang umum ditemukan dalam kultur in vitro anggrek
     
    Sterilisasi, Kegiatan membebaskan bahan tanaman dari adanya mikroorganisme dalam bentuk bakteri dan jamur menggunakan disinfektan, seperti: Alkohol, HgCl2, NaOCl, dll. yang dilakukan dalam laminar air flow cabinet.
     
    Subkultur, menanam kembali bahan tanaman baik pada kondisi awal maupun hasil kultur pada medium yang baru, baik cair maupun semi padat

    Totipotensi sel, Kemampuan sel untuk beregenerasi dan membentuk tanaman secara lengkap
     
    Tunas adventif, Tunas yang berasal dari sel somatic tanaman yang memiliki kompetensi untuk diinduksi dan diregenerasi untuk membentuk tanaman secara utuh

    Tunas aksiler, Tunas yang berada pada bagian titik tumbuh bagian samping/nodus tanaman

    Tunas pucuk, Tunas yang berada pada bagian titik tumbuh tanaman

    Variasi somaklonal, Perubahan eksplan/plantlet/embrio/plb baik penampilan (fenotipik) maupun genetik yang terjadi dalam kultur jaringan sebagai akibat dari penggunaan hormon atau aktivitas subkultur yang berlebihan. (irm)

    Buku Seri Teknologi Perbanyakan Tanaman Hias Secara In Vitro
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • UPBS Balithi Melakukan Pelatikan K3

      18 September 2019
      Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam melakukan suatu pekerjaan.
    • Rencana Pembangunan Smart Green House

      17 September 2019
      Visi pertanian masa depan yaitu pertanian modern berbasis alat mesin pertanian berteknologi tinggi yang dikenal dengan istilah Smart Farming (pertanian 4.0). Smart farming adalah pertanian yang mengaplikasikan teknologi IT di dalam alat mesin pertanian sehingga dapat mensubstitusi tenaga kerja petani yang makin berkurang dan mengefesienkan sistem usaha tani.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dibawah
    • Krisan Varietas Paras Ratu

      12 September 2019
      Krisan varietas Paras Ratu merupakan hasil silangan varietas Puspita Nusantara dan Dewi Ratih, mulai berbunga umur 88-94 hari setelah tanam dengan tinggi tanaman 84-97 cm, diameter bunga 5.3-5.5 cm varietas ini memiliki warna bunga pita ungu (red purple groups 69 D royal hort. colour chart) Hasil bunga per-tanaman setiap panen 16-19 kuntum, waktu respon 60-66 hari sejak dari lampu dimatikan sampai berbunga.Lama kesegaran
    • Inisiasi Kerjasama, Disperumkim Kota Bogor Berkunjung ke Balithi

      11 September 2019
      Dalam rangka inisiasi rencana kerjasama pengembangan taman kota, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Tertib Bangunan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Ir. Deni Susanto beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) pada hari Rabu, 11 September 2019 dan diterima secara langsung oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. didampingi Prof. Dr. Budi Marwoto, MS., Ir. Deni Susanto menyampaikan tujuan
    • Budidaya Mawar; Pemeliharaan dan Pemanenan

      09 September 2019
      Pengairan dilakukan dengan menggunakan sistem rough drip, cara kerja pemberian air pengairan dengan sistem ini yaitu pipa paralon panjang dimasukkan ke dalam tabung yang berisi air bersih, setelah itu dipompa dengan pompa listrik yang sudah dipasang selang untuk dimasukkan ke dalam paralon jaringan irigasi.Pada bulan kesatu sampai kedua setelah tanam, pengairan dilakukan secara terus menerus setiap hari satu kali penyiraman. Pengairan
    • Florikultura Indonesia 2019, Kepala Dinas: kita akan jadikan FI ini sebagai Pemicu gerakan kampung bunga

      06 September 2019
      Sore ini, Jumat 6 September 2019 gelaran Florikultura Indonesia 2019 akan dibuka dan diikuti oleh para pelaku usatani tanaman hias serta lembaga pusat dan daerah yang terjun langsung dalam dunia florikultura.Mengusung tema "Pengembangan industri florikultura berbasis sumber daya daerah untuk menembus pasar global" yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Pertanian dan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian RI, Kedeputian Bidang Koordinasi
    • Panen dan Pascapanen Tanaman Hias Sedap malam

      03 September 2019
      Tanaman sedap malam mulai berbunga pada umur 7-8 bulan setelah tanam, panen sebagai bunga potong dilakukan saat 1-2 kuntum bunga telah mekar. Pemanenan bunga berikutnya dapat dilakukan rutin setiap 3-7 hari sekali. Masa produktif tanaman sedap malam mencapai umur dua tahun setelah tanam dan setiap rumpun tanaman dapat menghasilkan bunga 3-5 tangkai bunga potong.Bunga yang sudah dipanen dibawa ke tempat khusus yang teduh