MENGENAL-ISTILAH-ISTILAH-YANG-BIASA-DIPAKAI-DALAM-DUNIA-TEKNOLOGI-BENIH

  • MENGENAL ISTILAH-ISTILAH YANG BIASA DIPAKAI DALAM DUNIA TEKNOLOGI BENIH

  • ditulis tgl : 23 Agustus 2019, telah dibaca sebanyak : 264 kali

    Share On Twitter


    Dalam dunia teknologi perbenihan dikenal berbagai istilah yang sudah biasa digunakan. Tetapi masih banyak kalangan yang belum mengetahui secara detail maksud dari istilah tersebut.

    Kali ini dibahas rincian atau deskripsi darivpenggunaan istilah-istilah dalam dunia perbenihan terutama yang menggunakan teknologi kultur jaringan tanaman.

    Aklimatisasi, aklimatisasi adalah proses adaptasi dan pemindahan tanaman hasil kultur in vitro (perbanyak secara massal) dari kondisi terkontrol (di laboratorium) ke kondisi ex vitro atau lapangan dengan bantuan manusia. 

    Androgenesis, Proses unik secara biologi dari taman berbunga, di mana mikrospora dan/atau bagian organ dari bunga jantan (anther) dapat diinduksi dan membentuk tanaman haploid dan/atau haploid ganda.

    Eksplan, merupakan bahan tanaman yang digunakan dalam kultur in vitro, yang berupa potongan bagian tanaman seperti: daun, batang, akar, tunas pucuk, embrio, plbs, nodus, spadik, anther, dll.

    Embriogenesis, adalah Proses pembentukan embrio baik secara langsung maupun tak langsung yang berasal dari dari sel somatik

    Empulur, Bagian terdalam dari tanaman berpembuluh, yang terdiri dari sel-sel parenkim dan lunak

    Kalus, Suatu kumpulan sel amorphous (tidak berbentuk dan belum terdeferensiasi) yang terjadi dari sel-sel jaringan tanaman yang membelah diri secara terus menerus

    Kontaminan, yaitu mikroorganisme baik dalam bentuk bakteri maupun jamur yang muncul dalam kultur in vitro tanaman sebagai akibat pelaksanaan sterilisasi dan kultur yang tidak maksimal

    Meristem, bagian tanaman yang terdapat pada titik tumbuh baik terminal (meristem pucuk) maupun lateral (meristem interkalar) yang aktif membelah secara terus menerus

    Plantlets, tanaman kecil hasil kegiatan kultur in vitro yang telah memiliki akar, batang dan daun secara lengkap

    Pencoklatan eksplan, yaitu terjadinya perubahan bahan tanaman yang dikultur secara in vitro dari kondisi normal menjadi coklat hingga kehitaman yang disebabkan oleh adanya senyawa fenolik yang dihasilkan oleh sel/jaringan tanaman. Pada kondisi tertentu pencoklatan eksplan dapat menyebabkan terjadinya kematian bahan tanaman yang dikultur secara in vitro.

    Pra-perlakuan, Kegiatan pra-sterilisasi yang dilakukan di luar laminar air flow cabinet

    Protocorm like bodies (plbs), istilah yang biasa dipakai untuk menjelaskan mengenai embrio yang terbentuk dari sel-sel somatik dan/atau embriogenik zigotik (biji) yang umum ditemukan dalam kultur in vitro anggrek
     
    Sterilisasi, Kegiatan membebaskan bahan tanaman dari adanya mikroorganisme dalam bentuk bakteri dan jamur menggunakan disinfektan, seperti: Alkohol, HgCl2, NaOCl, dll. yang dilakukan dalam laminar air flow cabinet.
     
    Subkultur, menanam kembali bahan tanaman baik pada kondisi awal maupun hasil kultur pada medium yang baru, baik cair maupun semi padat

    Totipotensi sel, Kemampuan sel untuk beregenerasi dan membentuk tanaman secara lengkap
     
    Tunas adventif, Tunas yang berasal dari sel somatic tanaman yang memiliki kompetensi untuk diinduksi dan diregenerasi untuk membentuk tanaman secara utuh

    Tunas aksiler, Tunas yang berada pada bagian titik tumbuh bagian samping/nodus tanaman

    Tunas pucuk, Tunas yang berada pada bagian titik tumbuh tanaman

    Variasi somaklonal, Perubahan eksplan/plantlet/embrio/plb baik penampilan (fenotipik) maupun genetik yang terjadi dalam kultur jaringan sebagai akibat dari penggunaan hormon atau aktivitas subkultur yang berlebihan. (irm)

    Buku Seri Teknologi Perbanyakan Tanaman Hias Secara In Vitro
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • Balitbangtan Melaksanakan Panen Perdana di Lokasi Demfarm SERASI

      06 November 2019
      Info Balitbangtan - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melaksanakan Panen Perdana Padi dilaksanakan di Demfarm SERASI, Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 6 Nopember 2019. Panen Perdana Padi secara simbolis dilakukan oleh Menteri Pertanian RI yang diwakili oleh Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry.Dalam wawancaranya Dr. Fadjry Djufry mengatakan bahwa Balitbangtan telah
    • Sejarah Perkembangan Krisan: Lebih dari 100 varietas krisan dihasilkan Balithi

      05 November 2019
      Krisan dibudidayakan di Jepang sekitar abad ke 8 SM. Di Jepang terdapat Hari Krisan Nasional atau disebut dengan Festival of Happiness. Tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. Pada abad kesembilan Masehi, Kaisar Uda mendirikan Taman Kerajaan di mana berbagai jenis krisan terus dikembangkan. Pada tahun 1910, krisan diproklamasikan sebagai bunga nasional. Tidak sampai pertengahan
    • NURFITRI Varietas Gladiol Dataran Medium

      31 Oktober 2019
      Nurfitri merupakan salah satu varietas gladiol yang adaptif untuk di budidayakan pada daerah dataran medium hingga tinggi dengan ketinggian tempat antara 600 - 1400 meter dari permukaan laut.Mulai berbunga pada umur 45-60 hari setelah tanam, dan pemanenan dapat dilakukan pada umur 73-96 hari setelah tanam, varietas Nurfitri memiliki kerapatan bunga yang saling bersentuhan antar kuntumnya.Diameter bunga varietas ini kisaran 8,5 -
    • Tirta Ayuni Krisan Dengan Hasil 13 Kuntum Per Tanaman

      28 Oktober 2019
      Tirta Ayuni merupakan varietas krisan yang adaptif ditanam di daerah dengan ketinggian tempat antara 700 - 1200 meter dari permukaan laut. Dengan warna bunga pita putih agak salem dan bunga tabung hijau cerah Tirta Ayuni termasuk jenis bunga potong dengan tipe spray dan bentuk bunga single.Tinggi tanaman krisan varietas Tirta Ayuni antara 109 - 111 cm, diameter bunga 6.1 - 6.9  cm, lama kesegaran bunga ini 11 - 12 hari dalam vase yang