• BUDIDAYA MAWAR POTONG DI DALAM RUMAH PLASTIK
  • ditulis tgl : 02 Februari 2009, telah dibaca sebanyak : 1117 kali


    Gambar malas ngoding
    Mawar (Rosa hybrida) yang di juluki “ ratu dari segala bunga” di kenel karena keindahan,  dan keharumannya. Ditinjau dari kegunaannya mawar dapat digunakan sebagai bunga potong, mawar taman, mawar tabur, dan bahan kosmetik. Permintaan mawar bunga potong meningkat pada hari – hari besar, seperti tahun baru, Idul Fitri, Velentine, dan hari peringatan kemerdekaan.
    Mawar potong sebaiknya ditanam di dataran tinggi (1000-1500 mdpl). Tanah yang gemur serta kaya bahan organic atau humus dengan Ph5,6-6,5, drainase yang baik dengan sinar matahari yang cukup bayak diperlukan untuk pertumbuhan dan produksi bunga. Pertanaman mawar potong memerlukan rumah plastik untuk menjaga bunga dari siraman air hujan, sehingga kualitas dan keragaan bunga (vase life) dapat dipertahankan.

    PENANAMAN
    • Tanaman mawar ditanam dalam rumah plastik dengan atap plastik UV.
    • Tanah untuk media tanam diolah sedalam 30 cm. Media tanam harus gembur, merupakan campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos. pH media berkisar antara 5,6-6,5.
    • Media tanam disterilisasi dengan menggunakan nematisida dengan bahan aktif dazomet, kemudian ditutup dengan mulsa plastik hitam selama dua minggu. Setelah dua minggu mulsa plastik dibuka dan dibiarkan selama satu minggu.
    • Lubang tanam dibuat dengan jarak tanam 20 X 30 cm atau 15 X 40 cm, dan setiap bedengan dibuat dua barisan tanam.
    • Kemudian bibit mawar ditanam dalam lubang tanam yang telah tersedia dengan mata tempel menghadap ke luar bedengan.
    PEMUPUKAN
    • Pupuk kandang dengan dosis 30 ton/ha atau 0,5 kg/tanaman (tergantung jumlah populasi tanaman mawar per hektar) diberikan sebelum tanam.
    • Pupuk makro dan mikro diberikan dua kali dalam 1 minggu. Komposisi pupuk mawar dengan EC 1,5 dS/m yaitu NO3 – 158 mg/1,NH4 – N 18 mg/l, P 38 mg/l, K 196 mg/l, S 40 mg/l, Ca 140 mg/l, Mg 18 mg/l, Fe 1,4 mg/l, Mn 0,3 mg/l, Zn 0,2 mg/l, B 02 mg/l, Cu 0,05 mg/l, dan Mo 0,05 mg/l.
    • Pemupukan dengan sistem irigasi otomatis dapat dilakukan bersamaan dengan penyiraman.      



    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 18 Mei 2019

      Sejarah Singkat Krisan



      Krisan atau chrysanthemum berarti bunga emas. Dalam bahasa Yunani chrysos berarti emas dan anthemon berarti bunga, nama lain dari bunga krisan adalah seruni. 

      Tanaman krisan yang kita kenal sekarang ini merupakan tanaman hibrida yang kompleks, yang bila ditanam dari biji akan terjadi segregasi genetik menjadi individu tanaman yang mempunyai warna dan bentuk yang sangat beragam. Kebanyakan spesies
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh
    • 16 Mei 2019

      Cyperus alternifolius L. (Cyperaceae)

      Nama Cyperus berasal dari bahasa Yunani, kypeiros yang berarti rumput, dan alternifolius merujuk pada susunan daun pelindung yang teratur.
      Tanaman Cyperus memiliki tinggi antara 1-2 m, bagian atas disusun oleh daun-daun pelindung yang menaungi rangkaian bunga. Letak daun pelindung C. alternifolius tidak berhadapan dengan tepi daun polos. Tulang daun sejajar dengan panjang 15 - 40 cm dan lebar 1,3 cm, tersusun secara radial. Bentuk bunga spikelet, membentuk klaster dan keluar dari
    • 15 Mei 2019

      ANJANI AGRIHORTI

      Gladiol Varietas Anjani Agrihorti merupakan hasil persilangan yang memiliki bunga dengan warna mahkota bagian atas perpaduan antara merah dan kuning yang disertai bercak merah pada kedua sisi helain mahkota.  Mahkota bagian bawah berwarna kuning pada bagian pangkal dan merah pada bagian tengah dan ujung terminal.  Lidah bunga berwarna merah dan kuning berseling pada bagian tepi dan terdapat bintik merah di bagian tengah lidah dan kuning pada bagian pangkal lidah