PENANAMAN-KRISAN

  • PENANAMAN KRISAN

  • ditulis tgl : 21 Agustus 2019, telah dibaca sebanyak : 102 kali

    Share On Twitter


    Untuk tanaman produksi bunga potong, bahan tanam berupa stek krisan berakar dapat ditanam pada lahan bedengan dengan jarak tanam 12,5 x 12,5 cm (kerapatan tanam 64 tanaman/m2),  setelah sebelumnya dibuat lobang tanam dengan menggunakan bambu atau kayu penugal, sedangkan untuk kebun tanaman induk produksi stek, stek berakar ditanam dengan kerapatan 25 hingga 40 tanaman/m2. 

    Faktor kelembaban media tanam perlu mendapat perhatian dalam pertanaman krisan, karena tanaman ini tidak toleran terhadap kekeringan, kelembaban yang rendah dan suhu yang tinggi terutama pada fase awal penanaman.

    Oleh karena itu, sehari sebelum penanaman, media tanam dalam bedengan sebaiknya diberi air yang cukup sampai lapisan olah (daerah perakaran), penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari dimana suhu udara tidak terlalu panas dan sinar matahari belum/tidak lagi terik.

    Pemberian air juga dilakukan setelah proses penanaman selesai dan pemberian air irigasi selanjutnya dilakukan 2 - 3 hari sekali atau melihat kondisi lingkungan pertanaman.

    Pemberian air dimaksudkan untuk mensuplai kebutuhan air untuk proses fisiologis tanaman dan menjaga stabilitas suhu serta kelembaban media dan lingkungan tanam. 

    Pemberian air pada tanaman krisan sangat dianjurkan tidak berlebihan hingga lahan pertanaman menjadi tergenang. Kondisi anaerob akibat tergenang dapat menyebabkan akar kesulitan untuk bernafas dan dapat menyebabkan kematian tanaman.  Sebaliknya, kekurangan air atau distribusi air yang tidak merata pada tempat tumbuh tanaman dapat mempengaruhi kualitas pertumbuhan tanaman.(irm)

    Budidaya Krisan Bunga Potong - Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura

  • BERITA TERKAIT
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • Sejarah Perkembangan Krisan: Lebih dari 100 varietas krisan dihasilkan Balithi

      05 November 2019
      Krisan dibudidayakan di Jepang sekitar abad ke 8 SM. Di Jepang terdapat Hari Krisan Nasional atau disebut dengan Festival of Happiness. Tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. Pada abad kesembilan Masehi, Kaisar Uda mendirikan Taman Kerajaan di mana berbagai jenis krisan terus dikembangkan. Pada tahun 1910, krisan diproklamasikan sebagai bunga nasional. Tidak sampai pertengahan
    • NURFITRI Varietas Gladiol Dataran Medium

      31 Oktober 2019
      Nurfitri merupakan salah satu varietas gladiol yang adaptif untuk di budidayakan pada daerah dataran medium hingga tinggi dengan ketinggian tempat antara 600 - 1400 meter dari permukaan laut.Mulai berbunga pada umur 45-60 hari setelah tanam, dan pemanenan dapat dilakukan pada umur 73-96 hari setelah tanam, varietas Nurfitri memiliki kerapatan bunga yang saling bersentuhan antar kuntumnya.Diameter bunga varietas ini kisaran 8,5 -
    • Tirta Ayuni Krisan Dengan Hasil 13 Kuntum Per Tanaman

      28 Oktober 2019
      Tirta Ayuni merupakan varietas krisan yang adaptif ditanam di daerah dengan ketinggian tempat antara 700 - 1200 meter dari permukaan laut. Dengan warna bunga pita putih agak salem dan bunga tabung hijau cerah Tirta Ayuni termasuk jenis bunga potong dengan tipe spray dan bentuk bunga single.Tinggi tanaman krisan varietas Tirta Ayuni antara 109 - 111 cm, diameter bunga 6.1 - 6.9  cm, lama kesegaran bunga ini 11 - 12 hari dalam vase yang
    • Ketua DPRD: Potensi Tanaman Hias di Tangerang Selatan Luar Biasa

      25 Oktober 2019
      Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kota Tangerang Selatan H. Abdul Rasyid beserta jajarannya yang terdiri dari Kepala Bagian Penganggaran dan pengawasan Dani Bina Satria, Kepala Bagian Program Rokhman, serta pelaksana PNS dan Non PNS DPRD Kota Tangerang Selatan melaksanakan kunjungan kerja ke Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) pada Jumat 25 Oktober 2019. Tujuan dilaksanakannya kunjungan ini adalah untuk mencari informasi mengenai