SOSIALISASI-PENINGKATAN-SDM-PERBENIHAN-TANAMAN-HIAS

  • SOSIALISASI PENINGKATAN SDM PERBENIHAN TANAMAN HIAS

  • ditulis tgl : 20 Agustus 2019, telah dibaca sebanyak : 73 kali

    Share On Twitter


    Sosialisasi peningkatan Kompetensi SDM Dalam Mendukung Perbenihan tanaman hias berkualitas sesuai peraturan dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada hari selasa 20 Agustus 2019.

    Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Ir, Rudy Soehendi, MP., Ph.D., Prof(R). Dr. Budi Marwoto, MS., Evi Dwi Sulistya Nugroho, SP., MSi., para peneliti Balai Penelitian Tanaman Hias serta seluruh pengelola Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) Balithi.

    Dalam pembukaannya Kepala Balithi menyampaikan beberapa poin penting diantaranya: Benih tanaman hias dari UPBS telah tersebar ke hampir seluruh wilayah Indonesia, sehingga telah memberikan kontribusi terhadap distribusi benih nasional, seharusnya benih yang diproduksi oleh UPBS Balithi mulai dari kultur jaringan sampai ke lapangan dan diterima pelanggan jangan sampai terdapat kesalahan seperti contohnya tercampurnya benih antar varietas dalam satu blok varietas; UPBS Balithi telah lama beroperasi dan telah diketahui oleh berbagai pihak yang berkepentingan, jadi harus mengikuti SOP perbenihan yang telah ditentukan; terakhir Kepala Balai berpesan usahakan kita selalu mengeluarkan benih yang benar-benar berkualitas karena benih yang dikeluarkan dari UPBS Balithi merupakan benih sumber tanaman hias.

    Dalam presentasinya Prof. Dr. Budi Marwoto, MS. menyampaikan hal-hal penting terkait peraturan perundang-undangan dibidang perbenihan diantaranya: UU No. 12 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman, UU No. 13 tahun 2010 tentang hortikultura, Peraturan pemerintah No. 44 tahun 1995 tentang perbenihan tanaman, Permentan No. 15 tahun 2017 tentang pemasukan dan pengeluaran benih hortikultura, Permentan No. 12 tahun 2018 tentang produksi sertifikasi dan peredaran benih, dll. Prof. Dr. Budi Marwoto juga mengatakan bahwa dalam dunia perbenihan harus diketahui komposisi pekerjaan terdiri dari 40% teknis, 60% peraturan, dan menurut FAO benih menetukan 40% dari keberhasilan usahatani tanaman hias.(irm)

  • BERITA TERKAIT
    • UPBS Balithi Melakukan Pelatikan K3

      18 September 2019
      Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam melakukan suatu pekerjaan.
    • Rencana Pembangunan Smart Green House

      17 September 2019
      Visi pertanian masa depan yaitu pertanian modern berbasis alat mesin pertanian berteknologi tinggi yang dikenal dengan istilah Smart Farming (pertanian 4.0). Smart farming adalah pertanian yang mengaplikasikan teknologi IT di dalam alat mesin pertanian sehingga dapat mensubstitusi tenaga kerja petani yang makin berkurang dan mengefesienkan sistem usaha tani.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dibawah
    • Krisan Varietas Paras Ratu

      12 September 2019
      Krisan varietas Paras Ratu merupakan hasil silangan varietas Puspita Nusantara dan Dewi Ratih, mulai berbunga umur 88-94 hari setelah tanam dengan tinggi tanaman 84-97 cm, diameter bunga 5.3-5.5 cm varietas ini memiliki warna bunga pita ungu (red purple groups 69 D royal hort. colour chart) Hasil bunga per-tanaman setiap panen 16-19 kuntum, waktu respon 60-66 hari sejak dari lampu dimatikan sampai berbunga.Lama kesegaran
    • Inisiasi Kerjasama, Disperumkim Kota Bogor Berkunjung ke Balithi

      11 September 2019
      Dalam rangka inisiasi rencana kerjasama pengembangan taman kota, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Tertib Bangunan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Ir. Deni Susanto beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) pada hari Rabu, 11 September 2019 dan diterima secara langsung oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. didampingi Prof. Dr. Budi Marwoto, MS., Ir. Deni Susanto menyampaikan tujuan
    • Florikultura Indonesia 2019, Kepala Dinas: kita akan jadikan FI ini sebagai Pemicu gerakan kampung bunga

      06 September 2019
      Sore ini, Jumat 6 September 2019 gelaran Florikultura Indonesia 2019 akan dibuka dan diikuti oleh para pelaku usatani tanaman hias serta lembaga pusat dan daerah yang terjun langsung dalam dunia florikultura.Mengusung tema "Pengembangan industri florikultura berbasis sumber daya daerah untuk menembus pasar global" yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Pertanian dan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian RI, Kedeputian Bidang Koordinasi
    • Panen dan Pascapanen Tanaman Hias Sedap malam

      03 September 2019
      Tanaman sedap malam mulai berbunga pada umur 7-8 bulan setelah tanam, panen sebagai bunga potong dilakukan saat 1-2 kuntum bunga telah mekar. Pemanenan bunga berikutnya dapat dilakukan rutin setiap 3-7 hari sekali. Masa produktif tanaman sedap malam mencapai umur dua tahun setelah tanam dan setiap rumpun tanaman dapat menghasilkan bunga 3-5 tangkai bunga potong.Bunga yang sudah dipanen dibawa ke tempat khusus yang teduh
    • Terminalia catappa L

      29 Agustus 2019
      Ketapang atau Terminalia catappa L termasuk kedalam famili Combretaceae. Asal tumbuhan Terminalia catappa tidak diketahui,  namun dinaturalisasi di Afrika hingga Australia dan telah tersebar ke berbagai daerah seperti  India.Terminalia catappa merupakan pohon yang tingginya bisa mencapai 35 m, dengan batang menjulang ke atas dan percabangan yang simetris menyebar ke segala arah. Daun berukuran besar berbentuk bulat telur berwarna hijau tua