PERBANYAKAN-ANGGREK-PHALAENOPSIS-SECARA-IN-VITRO

  • PERBANYAKAN ANGGREK PHALAENOPSIS SECARA IN VITRO

  • ditulis tgl : 14 Agustus 2019, telah dibaca sebanyak : 77 kali

    Share On Twitter


    Perbanyakan anggrek Phalaenopsis secara in vitro melalui embryogenesis menggunakan tangkai bunga sebagai sumber eksplan telah dilakukan oleh beberapa peneliti. 

    Chin (1987) menggunakan tangkai bunga untuk menginduksi protocorm like bodies (plbs) pada medium Vacin dan Went yang ditambah dengan 1 mg/l BA. Plbs dalam jumlah mencapai 10.000 berhasil diproduksi melalui subkultur berulang tunas pucuk yang dikultur pada medium New Dogasima (NDM) yang mengandung 1,0 mg/l BAP dan 0,1 mg/l NAA (Tokuhara dan Mii, 1993; 2001).

    Daun dari tunas yang dinisiasi dari tangkai bunga membentuk 10-13 plbs pada medium Murashige dan Skoog (MS) yang ditambah dengan 2,0 mg/l BA dan 0,1 mg/l NAA (Park et al., 2002). 

    Tangkai bunga yang dikultur pada medium MS yang ditambah dengan 2,0 mg/l BA dan 1,5 mg/l NAA dapat menghasilkan 36 tanaman pada akhir studi (Roxana dan Bǎla, 2012). Sedangkan penggunaan nodus secara langsung untuk produksi embrio belum pernah dilaporkan pada kultur in vitro Phalaenopsis.     

    Teknologi perbanyakan anggrek Phalaenopsis secara in vitro melalui inisiasi dan proliferasi embrio somatic-2: Kultur nodus tangkai bunga telah berhasil dikembangkan (Winarto et al., 2012 dan 2013). Teknologi ini terdiri atas (1) tanaman donor dan pemanenan eksplan, (2) sterilisasi eksplan dan penyiapan eksplan, (3) inisiasi embrio, (4) perbanyakan embrio, (5) perkecambahan embrio dan penyiapan plantlets dan (6) aklimatisasi plantlets.

    1. Tanaman donor dan pemanenan eksplan

    Tanaman donor yang digunakan adalah klon Phalaenopsis Balithi yang terseleksi yang tumbuh subur dan sehat, berumur 1,0 - 1,5 tahun. Tanaman donor ditanam dalam pot tanah/plastik (diameter 20 cm, berisi arang kayu dan potongan pakis). Tanaman donor ditempatkan dalam rumah kaca/rumah plastik dan dipelihara melalui melalui penyiraman dan pemupukan. Pupuk cair (1-2 g/l Growmore: 32N:10P:10K) diaplikasikan setiap 2 hari sekali dengan cara disemprotkan. Aplikasi pestisida untuk tujuan pengendalian hama dan penyakit diupayakan seminimal mungkin untuk mengurangi munculnya kontaminan, baik bakteri maupun jamur. Tangkai bunga dengan kuncup bunga yang belum mekar hingga 1 kuncup bunga yang mekar merupakan kondisi tangkai bunga yang sesuai untuk teknologi perbanyakan Phalaenopsis model ke-2. Tangkai tersebut kemudian dipanen dan digunakan sebagai sumber eksplan.

    2. Sterilisasi dan penyiapan eksplan

    Tangkai bunga dipanen dari tanaman donor dengan cara memotongnya pada bagian bawah (2-3 cm dari bagian pangkal tangkai). Tangkai bunga selanjutnya di usap merata beberapa kali dengan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol 96%. Setelah itu eksplan dipotong menggunakan pisau kultur dengan panjang 1,5 - 2,0 cm di bawah dan di bagian atas ruas tunas. Ruas tangkai bunga yang digunakan adalah tangkai bunga dengan kuncup bunga yang jumlahnya berkisar 8-15 ruas. Eksplan selanjutnya diletakkan di bawah air mengalir selama + 1 jam, direndam dalam larutan detergen 1% selama 30 menit, 1% larutan pestisida (50% benomyl dan 20% kanamycin sulfat) selama 30 menit sambil digojok, kemudian dibilas beberapa kali dengan air hingga bersih.  

    Tangkai bunga dengan kuncup bunga selanjutnya disterilisasi menggunakan 0,05% HgCl2 yang telah ditambah beberapa tetes Tween 20 selama 10 menit sambaik digojok. Bilas eksplan dengan air steril hingga bersih (5-6x, @ 3 menit). Setelah itu pembuangan seludang ruas yang menutupi pangkal tangkai kuncup bunga dan pemotongan pangkal kuncup bunga rata dengan permukaan tangkai bunga dilakukan menggunakan dengan pisau kultur. Eksplan kemudian direndam dalam larutan 0,01 % HgCl2 yang telah ditambah dengan beberapa tetes Tween 20 selama 2-3 menit sambil digojok, bilas dengan air destilasi steril 5-6x (@ 3 menit). Eksplan selanjutnya ditiriskan dalam petri steril yang berisi tisu steril.

    bersambung....

  • BERITA TERKAIT
    • Mengenal Istilah-istilah yang Biasa Dipakai Dalam Dunia Teknologi Benih

      23 Agustus 2019
      Dalam dunia teknologi perbenihan dikenal berbagai istilah yang sudah biasa digunakan. Tetapi masih banyak kalangan yang belum mengetahui secara detail maksud dari istilah tersebut.Kali ini dibahas rincian atau deskripsi darivpenggunaan istilah-istilah dalam dunia perbenihan terutama yang menggunakan teknologi kultur jaringan tanaman.Aklimatisasi, aklimatisasi adalah proses adaptasi dan pemindahan tanaman hasil kultur in
    • Launching Inovasi Unggulan dan Penyerahan Royalti Kepada Inventor Balitbangtan

      22 Agustus 2019
      Bertempat di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Jl. Tentara Pelajar No. 2 Bogor Kamis 22 Agustus 2019 dilaksanakan Launching Inovasi Unggulan Balitbangtan.Mewakili Menteri Pertanian RI, Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. secara resmi membuka acara tersebut. Selain launching inovasi unggulan Balitbangtan pada kesempatan yang sama dilaksanakan pula penyerahan royalti secara simbolis kepada inventor Balitbangtan yang dilaksanakan
    • Varietas Krisan Kineta

      22 Agustus 2019
      Kineta termasuk salah satu varietas dari komoditas krisan yang telah dihasilkan Balai Penelitian Tanaman Hias, deskripsi varietas ini diantaranya memiliki tinggi Tanaman 95 - 97 cm,Bentuk penampang batang : bulat dengan jumlah ruas batang 36 - 41 ruas pertanaman.Jumlah kuntum bunga 19 - 27 kuntum dengan diameter kuntum bunga
    • Peringatan HUT RI ke74 dan HUT Balithi ke-25

      21 Agustus 2019
      Peringatan hari ulang tahun (HUT) Balithi ke-25 dilaksanakan di area Balithi pada tanggal 21 Agustus 2019.Perayaan dimeriahkan dengan lomba jalan santai yang diikuti oleh seluruh karyawan, siswa dan mahasiswa praktik, dharma wanita dan para pekarya kebun; pembagian doorprize dan hiburan lainnya.Dalam pembukaan lomba jalan santai, Kepala Balithi menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan semata-mata untuk mempererat tali
    • Penanaman Krisan

      21 Agustus 2019
      Untuk tanaman produksi bunga potong, bahan tanam berupa stek krisan berakar dapat ditanam pada lahan bedengan dengan jarak tanam 12,5 x 12,5 cm (kerapatan tanam 64 tanaman/m2),  setelah sebelumnya dibuat lobang tanam dengan menggunakan bambu atau kayu penugal, sedangkan untuk kebun tanaman induk produksi stek, stek berakar ditanam dengan kerapatan 25 hingga 40 tanaman/m2. Faktor kelembaban media tanam perlu mendapat perhatian dalam pertanaman
    • sosialisasi peningkatan SDM Perbenihan Tanaman Hias

      20 Agustus 2019
      Sosialisasi peningkatan Kompetensi SDM Dalam Mendukung Perbenihan tanaman hias berkualitas sesuai peraturan dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada hari selasa 20 Agustus 2019.Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Ir, Rudy Soehendi, MP., Ph.D., Prof(R). Dr. Budi Marwoto, MS., Evi Dwi Sulistya Nugroho, SP., MSi., para peneliti Balai Penelitian Tanaman Hias serta seluruh pengelola Unit Pengelolaan Benih
    • Launching Perpustakaan dan Aplikasi SILAK BALITBANGTAN

      18 Agustus 2019
      Menurut Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, disebutkan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesiona l dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Selanjutnya disebutkan pula bahwa Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah,