PERBANYAKAN-ANGGREK-PHALAENOPSIS-SECARA-IN-VITRO

  • PERBANYAKAN ANGGREK PHALAENOPSIS SECARA IN VITRO

  • ditulis tgl : 14 Agustus 2019, telah dibaca sebanyak : 252 kali

    Share On Twitter


    Perbanyakan anggrek Phalaenopsis secara in vitro melalui embryogenesis menggunakan tangkai bunga sebagai sumber eksplan telah dilakukan oleh beberapa peneliti. 

    Chin (1987) menggunakan tangkai bunga untuk menginduksi protocorm like bodies (plbs) pada medium Vacin dan Went yang ditambah dengan 1 mg/l BA. Plbs dalam jumlah mencapai 10.000 berhasil diproduksi melalui subkultur berulang tunas pucuk yang dikultur pada medium New Dogasima (NDM) yang mengandung 1,0 mg/l BAP dan 0,1 mg/l NAA (Tokuhara dan Mii, 1993; 2001).

    Daun dari tunas yang dinisiasi dari tangkai bunga membentuk 10-13 plbs pada medium Murashige dan Skoog (MS) yang ditambah dengan 2,0 mg/l BA dan 0,1 mg/l NAA (Park et al., 2002). 

    Tangkai bunga yang dikultur pada medium MS yang ditambah dengan 2,0 mg/l BA dan 1,5 mg/l NAA dapat menghasilkan 36 tanaman pada akhir studi (Roxana dan Bǎla, 2012). Sedangkan penggunaan nodus secara langsung untuk produksi embrio belum pernah dilaporkan pada kultur in vitro Phalaenopsis.     

    Teknologi perbanyakan anggrek Phalaenopsis secara in vitro melalui inisiasi dan proliferasi embrio somatic-2: Kultur nodus tangkai bunga telah berhasil dikembangkan (Winarto et al., 2012 dan 2013). Teknologi ini terdiri atas (1) tanaman donor dan pemanenan eksplan, (2) sterilisasi eksplan dan penyiapan eksplan, (3) inisiasi embrio, (4) perbanyakan embrio, (5) perkecambahan embrio dan penyiapan plantlets dan (6) aklimatisasi plantlets.

    1. Tanaman donor dan pemanenan eksplan

    Tanaman donor yang digunakan adalah klon Phalaenopsis Balithi yang terseleksi yang tumbuh subur dan sehat, berumur 1,0 - 1,5 tahun. Tanaman donor ditanam dalam pot tanah/plastik (diameter 20 cm, berisi arang kayu dan potongan pakis). Tanaman donor ditempatkan dalam rumah kaca/rumah plastik dan dipelihara melalui melalui penyiraman dan pemupukan. Pupuk cair (1-2 g/l Growmore: 32N:10P:10K) diaplikasikan setiap 2 hari sekali dengan cara disemprotkan. Aplikasi pestisida untuk tujuan pengendalian hama dan penyakit diupayakan seminimal mungkin untuk mengurangi munculnya kontaminan, baik bakteri maupun jamur. Tangkai bunga dengan kuncup bunga yang belum mekar hingga 1 kuncup bunga yang mekar merupakan kondisi tangkai bunga yang sesuai untuk teknologi perbanyakan Phalaenopsis model ke-2. Tangkai tersebut kemudian dipanen dan digunakan sebagai sumber eksplan.

    2. Sterilisasi dan penyiapan eksplan

    Tangkai bunga dipanen dari tanaman donor dengan cara memotongnya pada bagian bawah (2-3 cm dari bagian pangkal tangkai). Tangkai bunga selanjutnya di usap merata beberapa kali dengan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol 96%. Setelah itu eksplan dipotong menggunakan pisau kultur dengan panjang 1,5 - 2,0 cm di bawah dan di bagian atas ruas tunas. Ruas tangkai bunga yang digunakan adalah tangkai bunga dengan kuncup bunga yang jumlahnya berkisar 8-15 ruas. Eksplan selanjutnya diletakkan di bawah air mengalir selama + 1 jam, direndam dalam larutan detergen 1% selama 30 menit, 1% larutan pestisida (50% benomyl dan 20% kanamycin sulfat) selama 30 menit sambil digojok, kemudian dibilas beberapa kali dengan air hingga bersih.  

    Tangkai bunga dengan kuncup bunga selanjutnya disterilisasi menggunakan 0,05% HgCl2 yang telah ditambah beberapa tetes Tween 20 selama 10 menit sambaik digojok. Bilas eksplan dengan air steril hingga bersih (5-6x, @ 3 menit). Setelah itu pembuangan seludang ruas yang menutupi pangkal tangkai kuncup bunga dan pemotongan pangkal kuncup bunga rata dengan permukaan tangkai bunga dilakukan menggunakan dengan pisau kultur. Eksplan kemudian direndam dalam larutan 0,01 % HgCl2 yang telah ditambah dengan beberapa tetes Tween 20 selama 2-3 menit sambil digojok, bilas dengan air destilasi steril 5-6x (@ 3 menit). Eksplan selanjutnya ditiriskan dalam petri steril yang berisi tisu steril.

    bersambung....

  • BERITA TERKAIT
    • Seminar Proposal ROPP RODHP Balithi 2020

      16 Januari 2020
      Bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) diselenggarakan Seminar Proposal Rencana Operasional Penelitian Pertanian (ROPP) dan Rencana Operasional Diseminasi Hasil Penelitian (RODHP) Tahun Anggaran 2020 yang diikuti oleh seluruh penanggungjawab kegiatan penelitian dan diseminasi Balithi.Kegiatan Seminar proposal ROPP RODHP ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 15 sampai dengan 17 Januari 2020 dengan materi yang disajikan terdiri
    • Budidaya Sedap Malam

      03 Januari 2020
      Sedap malam cocok dibudidayakan pada tanah lempung (sawah) dengan elevasi dataran rendah sampai sedang (50 s/d 600 m dpl) serta tersedia air irigasi jika dibutuhkan terutama pada musim kemarau. Tempat penanaman harus terbuka dan tidak dinaungi oleh pepohonanBibit Berasal dari tanaman sedap malam yang telah berumur lebih dari 1 (satu tahun).  Ukuran (diameter) rata-rata 1,5 - 2,5 cm dan telah dikeringkan selama lebih kurang 2 -
    • Budidaya Mawar Potong

      23 Desember 2019
      Untuk mendapatkan hasil yang baik, budidaya mawar dilakukan di dalam rumah naungan tanaman. Rumah naungan ini biasa dibuat sebagai rumah kaca, rumah plastik yang sederhana dari bambu, kayu hingga yang berkerangka besi.Hal ini selain melindungi tanaman mawar dari curah hujan yang dapat mengakibatkan tanaman mudah terkena penyakit, juga menjaga mikroklimat lingkungan hidup tanaman ini seperti mempertahankan suhu lingkungan pada temperatur optimum
    • Wakil Ketua DPRD Ingin Tangsel Menjadi Kota Anggrek

      20 Desember 2019
      Bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias, Kepala Balithi Rudy Soehendi, Ph.D. menerima kunjungan wakil ketua DPRD Kota Telangerang Selatan Mustofa, S.Sos. beserta rengrengan Jumat 20 Desember 2019Dalam sambutannya Mustofa menyampaikan tujuan dilaksanakannya kunjungan ini adalah untuk mengetahui secara langsung apa saja yang ad di Balithi dan berharap Kota Tangerang Selatan dapat menjadi kota Anggrek. Diskusi yang
    • Partisipasi Balitbangtan Dalam Pekan Perlindungan Varietas Tanaman

      18 Desember 2019
      Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo menghadiri Pekan Perlindungan Varietas Tanaman yang diselenggarakan di Auditorium Kementerian Pertanian pada Rabu 18 Desember 2019.Dalam arahannya Dr. Syahrul menekankan akan pentingnya menjaga keberadaan varietas-varietas unggul terutama yang telah dihasilkan Kementerian Pertanian karena produk-produk Kementerian Pertanian berhubungan langsung dengan urusan hajat orang banyak.Dalam acara
    • Seminar Hasil Kegiatan Balithi

      12 Desember 2019
      Seminar hasil RPTP dan RDHP kegiatan 2019 dilaksanakan Kamis 12 Desember 2019 di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias.Hadir sebagai evaluator dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Dr. M. Prama Yufdy yang dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya seminar hasil dilaksanakan.Pada sesi presentasi kegiatan Diseminasi Dr. Prama Yufdy menyarankan agar kedepan dampak serta hasil kegiatan diseminasi agar lebih diperjelas dalam
    • Partisipasi Balithi Dalam Temu Teknis Proliga Cabai

      07 Desember 2019
      Balithi turut berpartisipasi dalam gelaran Bimtek dan Temu Lapang Teknologi dan Inovasi Proliga Cabai yang diselenggarakan di kampung Pasirmuncang Sukaraja Sukabumi Jumat 6 Desember 2019.Dalam gelaran tersebut Balithi menampilkan display produk tanaman hias dari mulai perbenihan hingga bunga yang siap dipasarkan.Dalam pembukaannya Kepala Badan Litbang Pertanian yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Sekretaris