SARANA-IRIGASI-DAN-PENCAHAYAAN-DALAM-BUDIDAYA-KRISAN-BUNGA-POTONG

  • SARANA IRIGASI DAN PENCAHAYAAN DALAM BUDIDAYA KRISAN BUNGA POTONG

  • ditulis tgl : 08 Agustus 2019, telah dibaca sebanyak : 89 kali

    Share On Twitter

    Sarana irigasi

    Air berguna untuk proses metabolisme tanaman krisan.  Dalam tubuh tanaman, air berfungsi tidak hanya sebagai penjaga kestabilan suhu tanaman hingga proses-proses kimia metabolisme dalam tubuh tanaman dapat berjalan, tetapi juga air berfungsi sebagai salah satu unsur utama proses fotosintesis dan proses-proses sintesis senyawa-senyawa penting lainnya.  Selain itu air juga berfungsi sebagai alat transpor senyawa dari bagian tanaman yang satu ke bagian tanaman yang lainnya.

    Pada pertanaman krisan air dapat diberikan melalui beberapa cara, yaitu siraman secara manual, pemboyoran (flooding system), dengan menggunakan irigasi tetes (sistem drip) dan irigasi curah (springkler irrigation). 
    Kombinasi dua cara yang disebutkan terakhir sangat dianjurkan pada budidaya krisan Kedua cara ini memungkinkan pupuk juga dapat diberikan bersama-sama dengan pemberian air pada tanaman agar tersebar merata. Pada saat tanaman masih muda, pemberian air dapat dilakukan melalui springkler. Metode ini memiliki kelebihan yaitu air dapat tersebar dan diterima tanaman secara merata dan media tumbuh tanaman dalam bedengan dapat dijenuhkan dengan sempurna hingga pertumbuhan akar tanaman muda tidak terhambat.  Namun demikian, metode ini mengakibatkan kelembaban pada lingkungan pertanaman tinggi serta daun dan tubuh tanaman terbasahi oleh air, hingga berpotensi terjadi serangan penyakit terutama karat putih yang disebabkan oleh Puccinia horiana.  Oleh karena itu, pemberian air melalui sistem springkler dianjurkan pada pagi hari hingga tubuh dan daun tanaman yang terbasahi dapat kering menjelang siang hari.

    Selanjutnya setelah tanaman dewasa, pemberian air dapat dilakukan melalui sistem drip (irigasi tetes). Sistem ini dilakukan untuk mengurangi risiko serangan penyakit.
    Air dapat diberikan 3 kali seminggu dengan jumlah sekitar 6 - 15 liter/m2  areal pertanaman per sekali aplikasi, tergantung musim dan jenis tanah. Pada saat tanaman tumbuh dewasa, kanopi tanaman dapat saling menutupi sehingga kelembaban udara di lingkungan pertanaman tinggi. Pemberian air dengan sistem drip memungkinkan air dapat diberikan pada media tumbuh dan tidak membasahi daun tanaman.

    Sarana instalasi pencahayaan

    Tanaman krisan membutuhkan panjang hari tertentu untuk tetap tumbuh vegetatif.
    Panjang hari yang dibutuhkan untuk fase vegetatif adalah lebih dari batas kritisnya (13,5 - 16 jam). 
    Di daerah tropis seperti Indonesia, panjang hari berkisar kurang dari 12 jam (10,5 jam efektif dengan intensitas penuh). Oleh karena itu, untuk fase vegetatif pada budidaya krisan, pemberian cahaya tambahan dengan menggunakan lampu pada malam hari mutlak diperlukan.

    Intensitas cahaya lampu untuk tanaman krisan pada malam hari berkisar antara 70 - 100 lux, atau setara dengan lampu pijar 75 - 100 watt atau TL 40 watt dengan jarak antar titik lampu 2 x 2 m dan dengan ketinggian 1,5 - 2 meter di atas permukaan bedengan. Durasi pemberian cahaya tambahan sekitar 4 - 5 jam per hari mulai pukul 22.00 - 02.00 atau pukul 23.00 - 03.00. Untuk menghemat konsumsi energi listrik, pencahayaan sebaiknya diatur secara siklik dengan 10 menit hidup dan 20 menit mati dengan menggunakan pewaktu atau timer. Pembagian waktu per jamnya ada 6 segmen.  Instalasi listrik untuk pencahayaan ini dikonstruksi sebelum penanaman benih dilakukan.(irm)

    Buku Budidaya Krisan Bunga Potong
    Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura

  • BERITA TERKAIT
    • Mengenal Istilah-istilah yang Biasa Dipakai Dalam Dunia Teknologi Benih

      23 Agustus 2019
      Dalam dunia teknologi perbenihan dikenal berbagai istilah yang sudah biasa digunakan. Tetapi masih banyak kalangan yang belum mengetahui secara detail maksud dari istilah tersebut.Kali ini dibahas rincian atau deskripsi darivpenggunaan istilah-istilah dalam dunia perbenihan terutama yang menggunakan teknologi kultur jaringan tanaman.Aklimatisasi, aklimatisasi adalah proses adaptasi dan pemindahan tanaman hasil kultur in
    • Launching Inovasi Unggulan dan Penyerahan Royalti Kepada Inventor Balitbangtan

      22 Agustus 2019
      Bertempat di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Jl. Tentara Pelajar No. 2 Bogor Kamis 22 Agustus 2019 dilaksanakan Launching Inovasi Unggulan Balitbangtan.Mewakili Menteri Pertanian RI, Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. secara resmi membuka acara tersebut. Selain launching inovasi unggulan Balitbangtan pada kesempatan yang sama dilaksanakan pula penyerahan royalti secara simbolis kepada inventor Balitbangtan yang dilaksanakan
    • Varietas Krisan Kineta

      22 Agustus 2019
      Kineta termasuk salah satu varietas dari komoditas krisan yang telah dihasilkan Balai Penelitian Tanaman Hias, deskripsi varietas ini diantaranya memiliki tinggi Tanaman 95 - 97 cm,Bentuk penampang batang : bulat dengan jumlah ruas batang 36 - 41 ruas pertanaman.Jumlah kuntum bunga 19 - 27 kuntum dengan diameter kuntum bunga
    • Peringatan HUT RI ke74 dan HUT Balithi ke-25

      21 Agustus 2019
      Peringatan hari ulang tahun (HUT) Balithi ke-25 dilaksanakan di area Balithi pada tanggal 21 Agustus 2019.Perayaan dimeriahkan dengan lomba jalan santai yang diikuti oleh seluruh karyawan, siswa dan mahasiswa praktik, dharma wanita dan para pekarya kebun; pembagian doorprize dan hiburan lainnya.Dalam pembukaan lomba jalan santai, Kepala Balithi menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan semata-mata untuk mempererat tali
    • Penanaman Krisan

      21 Agustus 2019
      Untuk tanaman produksi bunga potong, bahan tanam berupa stek krisan berakar dapat ditanam pada lahan bedengan dengan jarak tanam 12,5 x 12,5 cm (kerapatan tanam 64 tanaman/m2),  setelah sebelumnya dibuat lobang tanam dengan menggunakan bambu atau kayu penugal, sedangkan untuk kebun tanaman induk produksi stek, stek berakar ditanam dengan kerapatan 25 hingga 40 tanaman/m2. Faktor kelembaban media tanam perlu mendapat perhatian dalam pertanaman
    • sosialisasi peningkatan SDM Perbenihan Tanaman Hias

      20 Agustus 2019
      Sosialisasi peningkatan Kompetensi SDM Dalam Mendukung Perbenihan tanaman hias berkualitas sesuai peraturan dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada hari selasa 20 Agustus 2019.Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Ir, Rudy Soehendi, MP., Ph.D., Prof(R). Dr. Budi Marwoto, MS., Evi Dwi Sulistya Nugroho, SP., MSi., para peneliti Balai Penelitian Tanaman Hias serta seluruh pengelola Unit Pengelolaan Benih
    • Launching Perpustakaan dan Aplikasi SILAK BALITBANGTAN

      18 Agustus 2019
      Menurut Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, disebutkan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesiona l dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Selanjutnya disebutkan pula bahwa Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah,