SARANA-IRIGASI-DAN-PENCAHAYAAN-DALAM-BUDIDAYA-KRISAN-BUNGA-POTONG

  • SARANA IRIGASI DAN PENCAHAYAAN DALAM BUDIDAYA KRISAN BUNGA POTONG

  • ditulis tgl : 08 Agustus 2019, telah dibaca sebanyak : 348 kali

    Share On Twitter

    Sarana irigasi

    Air berguna untuk proses metabolisme tanaman krisan.  Dalam tubuh tanaman, air berfungsi tidak hanya sebagai penjaga kestabilan suhu tanaman hingga proses-proses kimia metabolisme dalam tubuh tanaman dapat berjalan, tetapi juga air berfungsi sebagai salah satu unsur utama proses fotosintesis dan proses-proses sintesis senyawa-senyawa penting lainnya.  Selain itu air juga berfungsi sebagai alat transpor senyawa dari bagian tanaman yang satu ke bagian tanaman yang lainnya.

    Pada pertanaman krisan air dapat diberikan melalui beberapa cara, yaitu siraman secara manual, pemboyoran (flooding system), dengan menggunakan irigasi tetes (sistem drip) dan irigasi curah (springkler irrigation). 
    Kombinasi dua cara yang disebutkan terakhir sangat dianjurkan pada budidaya krisan Kedua cara ini memungkinkan pupuk juga dapat diberikan bersama-sama dengan pemberian air pada tanaman agar tersebar merata. Pada saat tanaman masih muda, pemberian air dapat dilakukan melalui springkler. Metode ini memiliki kelebihan yaitu air dapat tersebar dan diterima tanaman secara merata dan media tumbuh tanaman dalam bedengan dapat dijenuhkan dengan sempurna hingga pertumbuhan akar tanaman muda tidak terhambat.  Namun demikian, metode ini mengakibatkan kelembaban pada lingkungan pertanaman tinggi serta daun dan tubuh tanaman terbasahi oleh air, hingga berpotensi terjadi serangan penyakit terutama karat putih yang disebabkan oleh Puccinia horiana.  Oleh karena itu, pemberian air melalui sistem springkler dianjurkan pada pagi hari hingga tubuh dan daun tanaman yang terbasahi dapat kering menjelang siang hari.

    Selanjutnya setelah tanaman dewasa, pemberian air dapat dilakukan melalui sistem drip (irigasi tetes). Sistem ini dilakukan untuk mengurangi risiko serangan penyakit.
    Air dapat diberikan 3 kali seminggu dengan jumlah sekitar 6 - 15 liter/m2  areal pertanaman per sekali aplikasi, tergantung musim dan jenis tanah. Pada saat tanaman tumbuh dewasa, kanopi tanaman dapat saling menutupi sehingga kelembaban udara di lingkungan pertanaman tinggi. Pemberian air dengan sistem drip memungkinkan air dapat diberikan pada media tumbuh dan tidak membasahi daun tanaman.

    Sarana instalasi pencahayaan

    Tanaman krisan membutuhkan panjang hari tertentu untuk tetap tumbuh vegetatif.
    Panjang hari yang dibutuhkan untuk fase vegetatif adalah lebih dari batas kritisnya (13,5 - 16 jam). 
    Di daerah tropis seperti Indonesia, panjang hari berkisar kurang dari 12 jam (10,5 jam efektif dengan intensitas penuh). Oleh karena itu, untuk fase vegetatif pada budidaya krisan, pemberian cahaya tambahan dengan menggunakan lampu pada malam hari mutlak diperlukan.

    Intensitas cahaya lampu untuk tanaman krisan pada malam hari berkisar antara 70 - 100 lux, atau setara dengan lampu pijar 75 - 100 watt atau TL 40 watt dengan jarak antar titik lampu 2 x 2 m dan dengan ketinggian 1,5 - 2 meter di atas permukaan bedengan. Durasi pemberian cahaya tambahan sekitar 4 - 5 jam per hari mulai pukul 22.00 - 02.00 atau pukul 23.00 - 03.00. Untuk menghemat konsumsi energi listrik, pencahayaan sebaiknya diatur secara siklik dengan 10 menit hidup dan 20 menit mati dengan menggunakan pewaktu atau timer. Pembagian waktu per jamnya ada 6 segmen.  Instalasi listrik untuk pencahayaan ini dikonstruksi sebelum penanaman benih dilakukan.(irm)

    Buku Budidaya Krisan Bunga Potong
    Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura

  • BERITA TERKAIT
    • Seminar Proposal ROPP RODHP Balithi 2020

      16 Januari 2020
      Bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) diselenggarakan Seminar Proposal Rencana Operasional Penelitian Pertanian (ROPP) dan Rencana Operasional Diseminasi Hasil Penelitian (RODHP) Tahun Anggaran 2020 yang diikuti oleh seluruh penanggungjawab kegiatan penelitian dan diseminasi Balithi.Kegiatan Seminar proposal ROPP RODHP ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 15 sampai dengan 17 Januari 2020 dengan materi yang disajikan terdiri
    • Budidaya Sedap Malam

      03 Januari 2020
      Sedap malam cocok dibudidayakan pada tanah lempung (sawah) dengan elevasi dataran rendah sampai sedang (50 s/d 600 m dpl) serta tersedia air irigasi jika dibutuhkan terutama pada musim kemarau. Tempat penanaman harus terbuka dan tidak dinaungi oleh pepohonanBibit Berasal dari tanaman sedap malam yang telah berumur lebih dari 1 (satu tahun).  Ukuran (diameter) rata-rata 1,5 - 2,5 cm dan telah dikeringkan selama lebih kurang 2 -
    • Budidaya Mawar Potong

      23 Desember 2019
      Untuk mendapatkan hasil yang baik, budidaya mawar dilakukan di dalam rumah naungan tanaman. Rumah naungan ini biasa dibuat sebagai rumah kaca, rumah plastik yang sederhana dari bambu, kayu hingga yang berkerangka besi.Hal ini selain melindungi tanaman mawar dari curah hujan yang dapat mengakibatkan tanaman mudah terkena penyakit, juga menjaga mikroklimat lingkungan hidup tanaman ini seperti mempertahankan suhu lingkungan pada temperatur optimum
    • Wakil Ketua DPRD Ingin Tangsel Menjadi Kota Anggrek

      20 Desember 2019
      Bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias, Kepala Balithi Rudy Soehendi, Ph.D. menerima kunjungan wakil ketua DPRD Kota Telangerang Selatan Mustofa, S.Sos. beserta rengrengan Jumat 20 Desember 2019Dalam sambutannya Mustofa menyampaikan tujuan dilaksanakannya kunjungan ini adalah untuk mengetahui secara langsung apa saja yang ad di Balithi dan berharap Kota Tangerang Selatan dapat menjadi kota Anggrek. Diskusi yang
    • Partisipasi Balitbangtan Dalam Pekan Perlindungan Varietas Tanaman

      18 Desember 2019
      Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo menghadiri Pekan Perlindungan Varietas Tanaman yang diselenggarakan di Auditorium Kementerian Pertanian pada Rabu 18 Desember 2019.Dalam arahannya Dr. Syahrul menekankan akan pentingnya menjaga keberadaan varietas-varietas unggul terutama yang telah dihasilkan Kementerian Pertanian karena produk-produk Kementerian Pertanian berhubungan langsung dengan urusan hajat orang banyak.Dalam acara
    • Seminar Hasil Kegiatan Balithi

      12 Desember 2019
      Seminar hasil RPTP dan RDHP kegiatan 2019 dilaksanakan Kamis 12 Desember 2019 di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias.Hadir sebagai evaluator dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Dr. M. Prama Yufdy yang dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya seminar hasil dilaksanakan.Pada sesi presentasi kegiatan Diseminasi Dr. Prama Yufdy menyarankan agar kedepan dampak serta hasil kegiatan diseminasi agar lebih diperjelas dalam
    • Partisipasi Balithi Dalam Temu Teknis Proliga Cabai

      07 Desember 2019
      Balithi turut berpartisipasi dalam gelaran Bimtek dan Temu Lapang Teknologi dan Inovasi Proliga Cabai yang diselenggarakan di kampung Pasirmuncang Sukaraja Sukabumi Jumat 6 Desember 2019.Dalam gelaran tersebut Balithi menampilkan display produk tanaman hias dari mulai perbenihan hingga bunga yang siap dipasarkan.Dalam pembukaannya Kepala Badan Litbang Pertanian yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Sekretaris