POLYSCIAS-GUILFOYLEI-

  • POLYSCIAS GUILFOYLEI

  • ditulis tgl : 16 Juli 2019, telah dibaca sebanyak : 106 kali

    Share On Twitter


    Polyscias guilfoylei merupakan salah satu anggota jenis dari marga Polyscias yang merupakan marga terbesar suku Araliaceae.  Suku ini beranggotakan sekitar 200 jenis (Lowry & Plunkett, 2010).  Kata Polyscias berasal dari bahasa Yunani yaitu Poly berarti banyak dan skias berarti terlindung, ini merujuk pada golongan tanaman yang rimbun karena banyak daunnya.  

    Nama guilfoylei diambil dari William Robert Guilfoylei, seorang ahli pertamanan dan kolektor tanaman asal Inggris yang berdomisili di Australia, sebagai bentuk penghormatan kepada beliau pada abad 19 (Fosberg, 1948).

    Polyscias sendiri diperkenalkan oleh Forster & Forster pada tahun 1775 berdasarkan koleksi tunggalnya yang diperoleh dari Pasifik Selatan, pada pelayaran Kapten James Cook yang kedua.  Kemudian marga baru tersebut dideskripsikan dan dibedakan dengan marga lain dari Araliaceae berdasarkan beberapa karakter seperti terdapatnya 6-8 mahkota dan benang sari, 3-4 tangkai putik dan buah dengan jumlah biji 4.  Setelah hampir 90 tahun tidak ada penambahan jenis baru dari marga Polyscias, sebaliknya dalam waktu yang sama terdapat lebih dari 60 jenis baru berhasil dideskripsikan yang sebagian besar dari marga Panax. 

    Pada tahun 2003, Frodin & Govaerts melakukan revisi dan menggabungkan marga Panax ke dalam Polyscias. Panax kemudian menjadi sinonim dari Polyscias. Pada studi filogenetik molekuler diketahui beberapa kelompok ternyata memiliki ciri unik, di antaranya Polyscias dan beberapa marga lainnya yang masih saling berkerabat seperti Polyscias sensu-lato. 

    Anggota Polyscias sensu-lato di antaranya Arthrophyllum Blume, Munroidendron Sherff, Tetraplasandra A. Gray yang tergolong parapiletik dan marga Cuphocarpus Bernardi, Gastonia Comm. Ex Lam. dan Reynoldsia A. Gray yang tergolong polipiletik terhadap marga Polyscias (Plunkett et al., 2001; 2004a, 2004b).

    Polyscias terbagi dalam beberapa submarga yaitu Polyscias, Grotenfendia, Maralia, Arthrophylum, Cuphocarpus, Tetraplasandra, Eupteron, Sciadopanax, Tieghemopanax, Indokingia dan Palmervandenbroekia.  P. guilfoylei tergolong dalam submarga Polyscias.  Jenis dari submarga Polyscias merupakan kelompok yang koheren berdasarkan morfologi dan distribusi geografisnya.

    Secara morfologis, kelompok ini dicirikan dengan tangkai daun yang melebar pada bagian pangkalnya dan terlihat seperti menempel, sehingga memperkuat kedudukan tangkai daun pada batang tanaman. Spesimen keringnya mempunyai ciri seperti bau biji jinten atau samin.  Habitat asli dari jenis-jenis kelompok ini tidak diketahui secara pasti dan sering terdapat variasi pada morfologi dan warna daun seperti corak variegata dan perforasi daun, sehingga mengakibatkan terjadi pemberian nama yang berbeda pada saat dipublikasikan oleh masing-masing penulis.  Selain P. guilfoylei, submarga Polyscias mempunyai anggota P. corticata, P. fruticosa, P. cumingiana, P. javanica, P. macgillivrayi, P. multijuga, P. reineckei, P. samoensis, P. scutellaria, P. subcapitata, P. tahitiensism dan P. verticillata (Lowry et al., 2004b).(irm)

    Kurniawan Budiarto dan E. Dwi Sulistya Nugroho - Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Mengenal Istilah-istilah yang Biasa Dipakai Dalam Dunia Teknologi Benih

      23 Agustus 2019
      Dalam dunia teknologi perbenihan dikenal berbagai istilah yang sudah biasa digunakan. Tetapi masih banyak kalangan yang belum mengetahui secara detail maksud dari istilah tersebut.Kali ini dibahas rincian atau deskripsi darivpenggunaan istilah-istilah dalam dunia perbenihan terutama yang menggunakan teknologi kultur jaringan tanaman.Aklimatisasi, aklimatisasi adalah proses adaptasi dan pemindahan tanaman hasil kultur in
    • Launching Inovasi Unggulan dan Penyerahan Royalti Kepada Inventor Balitbangtan

      22 Agustus 2019
      Bertempat di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Jl. Tentara Pelajar No. 2 Bogor Kamis 22 Agustus 2019 dilaksanakan Launching Inovasi Unggulan Balitbangtan.Mewakili Menteri Pertanian RI, Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. secara resmi membuka acara tersebut. Selain launching inovasi unggulan Balitbangtan pada kesempatan yang sama dilaksanakan pula penyerahan royalti secara simbolis kepada inventor Balitbangtan yang dilaksanakan
    • Varietas Krisan Kineta

      22 Agustus 2019
      Kineta termasuk salah satu varietas dari komoditas krisan yang telah dihasilkan Balai Penelitian Tanaman Hias, deskripsi varietas ini diantaranya memiliki tinggi Tanaman 95 - 97 cm,Bentuk penampang batang : bulat dengan jumlah ruas batang 36 - 41 ruas pertanaman.Jumlah kuntum bunga 19 - 27 kuntum dengan diameter kuntum bunga
    • Peringatan HUT RI ke74 dan HUT Balithi ke-25

      21 Agustus 2019
      Peringatan hari ulang tahun (HUT) Balithi ke-25 dilaksanakan di area Balithi pada tanggal 21 Agustus 2019.Perayaan dimeriahkan dengan lomba jalan santai yang diikuti oleh seluruh karyawan, siswa dan mahasiswa praktik, dharma wanita dan para pekarya kebun; pembagian doorprize dan hiburan lainnya.Dalam pembukaan lomba jalan santai, Kepala Balithi menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan semata-mata untuk mempererat tali
    • Penanaman Krisan

      21 Agustus 2019
      Untuk tanaman produksi bunga potong, bahan tanam berupa stek krisan berakar dapat ditanam pada lahan bedengan dengan jarak tanam 12,5 x 12,5 cm (kerapatan tanam 64 tanaman/m2),  setelah sebelumnya dibuat lobang tanam dengan menggunakan bambu atau kayu penugal, sedangkan untuk kebun tanaman induk produksi stek, stek berakar ditanam dengan kerapatan 25 hingga 40 tanaman/m2. Faktor kelembaban media tanam perlu mendapat perhatian dalam pertanaman
    • sosialisasi peningkatan SDM Perbenihan Tanaman Hias

      20 Agustus 2019
      Sosialisasi peningkatan Kompetensi SDM Dalam Mendukung Perbenihan tanaman hias berkualitas sesuai peraturan dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada hari selasa 20 Agustus 2019.Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Ir, Rudy Soehendi, MP., Ph.D., Prof(R). Dr. Budi Marwoto, MS., Evi Dwi Sulistya Nugroho, SP., MSi., para peneliti Balai Penelitian Tanaman Hias serta seluruh pengelola Unit Pengelolaan Benih
    • Launching Perpustakaan dan Aplikasi SILAK BALITBANGTAN

      18 Agustus 2019
      Menurut Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, disebutkan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesiona l dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Selanjutnya disebutkan pula bahwa Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah,