• AGRIVAGANZA 2019
  • ditulis tgl : 12 Juli 2019, telah dibaca sebanyak : 66 kali



    Dalam rangka memperingati hari Krida Pertanian ke 47, Kementerian Pertanian (Kementan) RI menggelar acara agriVagansa 2019 dengan tema "SDM dan Infrastruktur menuju pertanian berdaya saing" bertempat di halaman gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA) Agri Bahamas 2019 dilaksanakan pada tanggal 11 - 13 Juli 2019 dibuka secara resmi oleh plt. Sekretariat Jendral Kementerian Pertanian Dr. Ir. Momon Rusmini, MS.

    Adanya agriVaganza 2019 merupakan momentum melihat kembali sasaran strategis Kementerian Pertanian agar tetap on the track dan mengundang masyarakat umum untuk mengenal serta mengimplementasikan pertanian dalam kesehariannya. 

    Pada kesempatan ini Puslitbang Hortikultura menampilkan berbagai komoditas unggulan hortikultura diantaranya aneka varietas jeruk (keprok batu 55, keprok madura, jestro mandarin, manis dll), pepaya (varietas merah delima), varietas cabai (prima agrihorti, cabai cumi) komoditas tanaman hias seperti krisan dan Anthurium serta aneka jenis benih sayuran.

    Balai Penelitian Tanaman Hias selaku unit pengelola teknis Puslitbang Hortikultura dalam event tersebut menampilkan rangkaian bunga yang terdiri dari krisan, anthurium, tanaman hias tropis serta aneka filler, juga terdapat benih krisan dalam tray.

    Diharapkan melalui event seperti ini peluang usahatani tanaman hias dapat lebih berkembang terutama di masyarakat perkotaan seperti Jakarta.(irm)
    • 18 Juli 2019

      Kegunaan serta potensi ekonomi Polyscias guilfoylei


      P. guilfoylei dan beberapa jenis dari Polyscias telah lama digunakan sebagai tanaman hias, baik sebagai tanaman hias taman, tanaman pot dan daun potong. Bentuk dan corak daun yang variatif serta ketahanan hidup pada semua musim menyebabkan tanaman tersebut banyak disukai oleh konsumen tanaman hias, baik di daerah tropis maupun subtropis.  Tinggi tanaman ini dapat mencapai lebih dari 5 m, dan sering digunakan sebagai penahan tiupan angin kencang (Thaman et al.,
    • 16 Juli 2019

      Polyscias guilfoylei


      Polyscias guilfoylei merupakan salah satu anggota jenis dari marga Polyscias yang merupakan marga terbesar suku Araliaceae.  Suku ini beranggotakan sekitar 200 jenis (Lowry & Plunkett, 2010).  Kata Polyscias berasal dari bahasa Yunani yaitu Poly berarti banyak dan skias berarti terlindung, ini merujuk pada golongan tanaman yang rimbun karena banyak daunnya.  

      Nama guilfoylei diambil dari William
    • 14 Juli 2019

      Yucca gloriosa L


      Yucca gloriosa L termasuk kedalan family Agavaceae, memiliki nama umum Yuka ( Indonesia),  Sea-Island Yucca dan Spanis daggan (Inggris )

      Tanaman ini memiliki daerah sebaran geografis yang berasal dari bagian Selatan Mexico, Teksas, Alabama dan Florida bagian Selatan, penyebarannya  sampai ke Indonesia.

      Deskripsi Yucca gloriosa L diantaranya
    • 13 Juli 2019

      Asal dan Distribusi Geografis Schefflera actinophylla


      Schefflera actinophylla tumbuh baik dengan naungan atau tanpa naungan. Jenis ini ditemukan tumbuh di dataran rendah tropis atau hutan hujan monsun (Grubb & Metcalfe, 1996; Russell-Smith, 1991). 

      Di kawasan Queensland bagian selatan, S. actinophylla banyak ditemukan tumbuh di hutan alami atau semak-semak pada daerah bukit pasir, pantai, hutan pantai, daerah pinggiran sungai, dan hutan sekunder, terutama pada
    • 12 Juli 2019

      Kerjasama Balithi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur


      Berlangsung pada hari Kamis 11 Juli 2019 di ruang rapat kecil Balai Penelitian Tanaman Hias dilaksanakan penandatanganan MoU kerjasama antara Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. dengan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura Kabuipaten Cianjur, MAmad Nano, SP., MP.

      Tujuan dilaksanakannya kerjasama ini adalah untuk mengembangkan perbenihan tanaman hias di Kabupaten Cianjur sehingga dapat membangun
    • 11 Juli 2019

      Sosialisasi pupuk dan pestisida hayati


      Sosialisasi sekaligus meninjau  penggunaan Gliocompost pd tanaman bawang merah di lahan endemik Penyakit Fusarium di Balitsa, Lembang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2019. Hasilnya menunjukan bahwa tanaman terlihat sehat dan tidak terserang Penyakit Layu Fusarium pada hari ke 48 setelah tanam. Dengan demikian, Gliocompost dpt menekan perkembangan cendawan patogen Fusarium oxysporum, sehingga pertanaman bawang merah tumbuh normal.
      11 Juli 2019

      Penjajakan Kerjasama antara BMKG dan Balithi


      Penjajakan kerjasama antara Balithi dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG) Bogor dalam Pemanfaatan data iklim untuk penyusunan model pengembangan sistem usaha tanaman hias yg ramah terhadap perubahan iklim.

      Kegiatan ini berawal dari upaya akses data iklim periode 10 tahun terakhir di BMKG Bandung dan BMKG Bogor untuk bbrp sentra produksi krisan di Jawa Barat, yaitu Kab. Bandung Barat (Kec. Lembang, Kec.