SOSIALISASI-PUPUK-DAN-PESTISIDA-HAYATI

  • SOSIALISASI PUPUK DAN PESTISIDA HAYATI

  • ditulis tgl : 11 Juli 2019, telah dibaca sebanyak : 130 kali

    Share On Twitter


    Sosialisasi sekaligus meninjau  penggunaan Gliocompost pd tanaman bawang merah di lahan endemik Penyakit Fusarium di Balitsa, Lembang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2019. Hasilnya menunjukan bahwa tanaman terlihat sehat dan tidak terserang Penyakit Layu Fusarium pada hari ke 48 setelah tanam. Dengan demikian, Gliocompost dpt menekan perkembangan cendawan patogen Fusarium oxysporum, sehingga pertanaman bawang merah tumbuh normal.

    Sosialisasi disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. I Djatnika, MS. beserta tim Peneliti Hama dan Penyakit Balithi antara lain Ir. W. Nuryani, Ir. Indijarto Budi Rahardjo, Evi Silvia Yusuf, dan lainnya. Di hadiri pula oleh Peneliti Balitsa yaitu Dr. Nita Laksminiwati Ningrum dan Ir. Tony Koestony Moekasan, Agus Suhendar (teknisi), beserta pegawai lainnya.

    Kegiatan sosialisasi dilanjutkan di lahan buah naga di Subang. Pertanaman buah naga dg luas lahan hampir 20 ha ini milik PT. Risna yg dkelola oleh sepasang pensiunan PNS lingkup Balitbangtan, yaitu Pak Mey dan Bu Maya di bantu keluarga dan staf lainnya. 

    Pada acara tersebut disampaikan cara dan manfaat penggunaan Gliocompost terhadap tanaman, serta dianjurkan penggunaannya pada tanaman buah naga. Harapannya pupuk dan pestisida hayati tsb. jg bisa memperbaiki pertumbuhan dan menekan serangan penyakit tular tanah pada tanaman buah naga.(saepuloh)

  • BERITA TERKAIT
    • UPBS Balithi Melakukan Pelatikan K3

      18 September 2019
      Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam melakukan suatu pekerjaan.
    • Rencana Pembangunan Smart Green House

      17 September 2019
      Visi pertanian masa depan yaitu pertanian modern berbasis alat mesin pertanian berteknologi tinggi yang dikenal dengan istilah Smart Farming (pertanian 4.0). Smart farming adalah pertanian yang mengaplikasikan teknologi IT di dalam alat mesin pertanian sehingga dapat mensubstitusi tenaga kerja petani yang makin berkurang dan mengefesienkan sistem usaha tani.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dibawah
    • Krisan Varietas Paras Ratu

      12 September 2019
      Krisan varietas Paras Ratu merupakan hasil silangan varietas Puspita Nusantara dan Dewi Ratih, mulai berbunga umur 88-94 hari setelah tanam dengan tinggi tanaman 84-97 cm, diameter bunga 5.3-5.5 cm varietas ini memiliki warna bunga pita ungu (red purple groups 69 D royal hort. colour chart) Hasil bunga per-tanaman setiap panen 16-19 kuntum, waktu respon 60-66 hari sejak dari lampu dimatikan sampai berbunga.Lama kesegaran
    • Inisiasi Kerjasama, Disperumkim Kota Bogor Berkunjung ke Balithi

      11 September 2019
      Dalam rangka inisiasi rencana kerjasama pengembangan taman kota, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Tertib Bangunan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Ir. Deni Susanto beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) pada hari Rabu, 11 September 2019 dan diterima secara langsung oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. didampingi Prof. Dr. Budi Marwoto, MS., Ir. Deni Susanto menyampaikan tujuan
    • Florikultura Indonesia 2019, Kepala Dinas: kita akan jadikan FI ini sebagai Pemicu gerakan kampung bunga

      06 September 2019
      Sore ini, Jumat 6 September 2019 gelaran Florikultura Indonesia 2019 akan dibuka dan diikuti oleh para pelaku usatani tanaman hias serta lembaga pusat dan daerah yang terjun langsung dalam dunia florikultura.Mengusung tema "Pengembangan industri florikultura berbasis sumber daya daerah untuk menembus pasar global" yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Pertanian dan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian RI, Kedeputian Bidang Koordinasi
    • Panen dan Pascapanen Tanaman Hias Sedap malam

      03 September 2019
      Tanaman sedap malam mulai berbunga pada umur 7-8 bulan setelah tanam, panen sebagai bunga potong dilakukan saat 1-2 kuntum bunga telah mekar. Pemanenan bunga berikutnya dapat dilakukan rutin setiap 3-7 hari sekali. Masa produktif tanaman sedap malam mencapai umur dua tahun setelah tanam dan setiap rumpun tanaman dapat menghasilkan bunga 3-5 tangkai bunga potong.Bunga yang sudah dipanen dibawa ke tempat khusus yang teduh
    • Terminalia catappa L

      29 Agustus 2019
      Ketapang atau Terminalia catappa L termasuk kedalam famili Combretaceae. Asal tumbuhan Terminalia catappa tidak diketahui,  namun dinaturalisasi di Afrika hingga Australia dan telah tersebar ke berbagai daerah seperti  India.Terminalia catappa merupakan pohon yang tingginya bisa mencapai 35 m, dengan batang menjulang ke atas dan percabangan yang simetris menyebar ke segala arah. Daun berukuran besar berbentuk bulat telur berwarna hijau tua