KLASIFIKASI-DAN-DESKRIPSI-BOTANI-SCHEFFLERA-ACTINOPHYLLA

  • KLASIFIKASI DAN DESKRIPSI BOTANI SCHEFFLERA ACTINOPHYLLA

  • ditulis tgl : 10 Juli 2019, telah dibaca sebanyak : 286 kali

    Share On Twitter


    Schefflera adalah salah satu marga tanaman berbunga dari suku Araliaceae. Nama marga Schefflera diberikan untuk penghormatan kepada Johann Peter Ernst von Scheffler, yang lahir pada 1739,  sebagai ahli botani dari Gdańsk, Warsawa. Tanaman ini merupakan tanaman pohon, batangnya berkayu, bentuk atau tipe daun majemuk menjari, tinggi tanaman dapat mencapai hingga 12 meter dan lebar kanopi 34 meter. 

    Tanaman ini selalu hijau, memiliki batang tunggal atau multi-tangkai, dan warna kulit batang kehijauan. Panjang tangkai daun dapat mencapai 61 cm daun berwarna hijau muda mengkilap, bentuk daun bulat panjang dan menyirip, serta panjang daun dapat mencampai 30 cm. Bunga berwarna merah, dan dalam bentuk berkelompok, jumlah petal 718 buah (rata-rata 12), dan panjang petal 35 mm. Bunga muncul pada ujung batang di atas daun dan waktu berbunga biasanya pada musim panas. Buah berwarna hitam keunguan, berbentuk bulat, dan berdaging, dengan tebal daging buah sekitar 7 mm, dan setiap buah berisi 1 biji (Gilman & Watson, 1994).

    Bunga S. actinophylla bersifat hermaprodit dan mampu melakukan penyerbukan sendiri (Brown & Hopkins, 1995). Di Australia, S. actinophylla berbunga selama musim semi dan musim panas (Queensland Department of Primary Industries and Fisheries, 2007). Di Hawaii, S. actinophylla berbunga mulai dari bulan April sampai dengan Oktober (Little & Skolmen 1989), dan di Florida berbunga pada musim panas atau musim gugur (Langeland et al., 2008). 

    S. actinophylla membutuhkan penyinaran sinar matahari penuh untuk berbunga (Gilman & Watson, 1994), dan buah akan terbentuk sekitar 6 minggu atau lebih setelah berbunga (Menninger, 1971). 

    Beberapa jenis marga Schefflera ditanam dalam pot sebagai tanaman hias, terutama jenis-jenis S. actinophylla (Umbrella Tree) dan S. arboricola (Dwarf Umbrella Tree). (irm)

    Suryawati dan Suskandari Kartikaningrum

  • BERITA TERKAIT
    • Temu Teknis Pengembangan Krisan Orientasi Ekspor

      19 Oktober 2019
      Kegiatan temu teknis pengembangan kawasan krisan orientasi ekspor dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias dan dibuka secara resmi oleh Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Liferdi Lukman.Dalam sambutan pembukaannya Liferdi mengatakan bahwa saat ini masih banyak benih krisan yang didatangkan dari luar negeri, sekarang kita bisa memproduksi sendiri, sumbernya dari Balithi diperbanyak oleh
    • Stek Pucuk Berakar (rooted cutting) pada Krisan

      17 Oktober 2019
      Penggunaan stek berakar sebagai bahan tanam dianjurkan dalam proses budidaya krisan.  Cara ini dapat mengurangi kelemahan penggunaan stek tanpa akar diantaranya adalah:Kemungkinan stagnasi pertumbuhan apikal stek lebih kecil, karena proses adaptasi stek berakar pada lahan lebih cepat.Stek berakar relatif lebih tahan terhadap kondisi lahan yang lebih terbuka pada bedengan, sehingga toleransi tanaman muda terhadap stress akibat perubahan
    • KUNJUNGAN PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN DALAM RANGKA PERMINTAAN PENDAMPINGAN DAN BANTUAN TANAMAN ANGGREK

      14 Oktober 2019
      Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian  (Pustaka) mempunyai lokasi yang strategis dan berada di ring satu yang berdekatan dengan Istana Presiden serta Kebun raya Bogor dimana lokasi ini menjadi objek pengembangan wisata di Kota Bogor. Sehubungan hal tersebut, Pustaka Kementrian Pertanian  bermaksud untuk menata halaman dan taman pustaka sehingga dapat
    • Jejangkit Muara Menjadi Lokasi Temu Lapang Teknologi Litbang 2019

      14 Oktober 2019
      Kegiatan Temu Lapang Teknologi Litbang untuk SERASI dilaksanakan di Denfarm Jejangkit yang berlokasi di Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 14 Oktober 2018 dan dibuka oleh Kepala BALITBANGTAN (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Dr. Fadry Djufry.Tujuan dilaksanakannya temu lapang ini untuk mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitian Badan Litbang
    • Cara Menanam Gerbera

      08 Oktober 2019
      Gerbera merupakan tanaman hias komersial penting di dunia yang dimanfaatkan sebagai bunga potong, tanaman pot maupun tanaman hias massal (bending plant). Gerbera menempati urutan kelima dalam tanaman hias setelah mawar, anyelir, krisan dan tulip (Bhatiaa et al. 2009; Teeri et al. 2006).Saat ini jenis gerbera yang disukai konsumen sebenarnya masih tergolong umum dengan kriteria warna bunga yang jelas dan tidak pudar (bladus) seperti merah, putih, kuning,
    • PT Suryacipta Swadaya Berkunjung Ke Balithi

      03 Oktober 2019
      Kunjungan 6 staf PT.Suryacipta Swadaya ke Balai Penelitian Tanaman Hias dilaksanakan pada hari Rabu 2 Oktober 2019 Mewakili Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Kasubag Tata Usaha Yadi Supriyadi beserta peneliti dan staf Jasa Penelitian secara resmi menerima kunjungan tersebut.Dalam sambutannya perwakilan PT. Suryacipta Swadaya mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kunjungan ini semata-mata untuk melihat secara langsung
    • Alpinia purpurata Varietas Kusuma

      02 Oktober 2019
      Alpinia purpurata varietas Kusuma memiliki tinggi tanaman 259-285 cm, Umur berbunga 9 bulan dari pembelahan rumpun dan3 tahun dari planlet kultur in vitroUmur panen tanaman ini 104 - 114 hari dari kuncup, kesegaran bunga 6-8 hari, produksi bunga 14 tangkai/ tanaman/tahun, adaptasi baik di dataran rendah hingga tinggi dengan altitude 10-1200 meter dari permukaan laut.Tanaman Alpinia purpurata vatietas Kusuma sangat