LAYU-FUSARIUM-OXYSPORUM-

  • LAYU FUSARIUM OXYSPORUM

  • ditulis tgl : 09 Juli 2019, telah dibaca sebanyak : 367 kali

    Share On Twitter


    Gejala serangan Fusarium sp. adalah tanaman layu, daun menguning dan mengering mulai dari daun bagian bawah merambat ke daun bagian atas, dan akhirnya mengakibatkan kematian tanaman.

    Potongan batang melintang pada tanaman yang sakit menunjukkan warna coklat melingkar di sekeliling pembuluhnya. 

    Sedangkan cendawan Verticillium sp. menyebabkan daun-daun menguning, kemudian layu permanen, mirip dengan gejala serangan Fusarium, tetapi daun-daun yang terserang berguguran.

    Fusarium sp.  merupakan patogen penyebab penyakit tular tanah (soilborne disease) yang dapat bertahan secara alami di dalam media tumbuh dan pada akar-akar tanaman sakit dalam jangka waktu yang relatif lama. 

    Infeksi dapat melalui jaringan tanaman yang terluka pada tanaman rentan.  Penyakit ini mudah menular melalui benih dan alat pertanian yang digunakan Penanganan kuratif penyakit ini belum banyak diketahui. 

    Pencegahan penyakit layu fusarium dapat melalui sterilisasi lahan pra tanam, penggunaan benih yang sehat dan sanitasi lingkungan. Media tanam dapat dicampur dengan biofungsisida berbahan aktif cendawan Gliocladium sp.(irm)

    Dedi Hutapea - Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Pemberian Hari Panjang dalam Budidaya krisan

      21 Oktober 2019
      Krisan tergolong tanaman berhari pendek fakultatif (Facultative-Short Day Plant), dengan dasar karakteristik tanaman krisan tersebut, maka untuk memperoleh tinggi standar tanaman (panjang tangkai bunga) pada bunga potong, tanaman krisan dipelihara/dipertahankan pada fase vegetatif selama waktu tertentu agar tumbuh hingga mencapai tinggi tertentu dengan aplikasi pemberian cahaya lampu tambahan (untuk menambah panjang hari yang diterima tanaman).Pemberian
    • Temu Teknis Pengembangan Krisan Orientasi Ekspor

      19 Oktober 2019
      Kegiatan temu teknis pengembangan kawasan krisan orientasi ekspor dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias dan dibuka secara resmi oleh Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Liferdi Lukman.Dalam sambutan pembukaannya Liferdi mengatakan bahwa saat ini masih banyak benih krisan yang didatangkan dari luar negeri, sekarang kita bisa memproduksi sendiri, sumbernya dari Balithi diperbanyak oleh
    • Kepala Balitbangtan: Plasma Nutfah Tanaman Hias di Indonesia Sangat Melimpah

      18 Oktober 2019
      Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) Dr. Fadry Djufry melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) pada Jumat 18 Oktober 2019.Dalam kunjungan tersebut Kepala Balitbangtan memberikan arahan kerja kepada seluruh pegawai Balithi diantaranya tata cara pengusulan kenaikan pangkat, penilaian fungsional, aturan capaian kerja berupa outcome hingga corporate management Balitbangtan.Selesai
    • Kunjungan dan Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Hias Serta Landscaping Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan

      18 Oktober 2019
      Balai penelitian Tanaman Hias mendapatkan Kunjungan dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata kabupaten Pekalongan Cianjur. Maksud dan tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mendapatkan informasi serta pembelajaran mengenai Budidaya tanaman hias serta landscaping, karena dalam waktu dekat ini Kabupaten Pekalongan berencana un tuk membangun lahan seluas 4 hektar untuk area taman kota. Menurut rencana taman kota ini akan diisi dengan beberapa satwa dan juga tanaman hias serta
    • Produsen Florikultura Suriname Menjajaki Perbenihan Anggrek Balithi

      18 Oktober 2019
      Produsen florikultura asal negara Suriname Lorenzo Samiyo berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Hias, Kamis 17 Oktober 2019 dan diterima oleh Kepala Balithi Dr. Rudy Soehendi.Tujuan kunjungan produsen florikultura tersebut Ingin mendapatkan bimbingan mengenai pengembangan perbenihan di laboratorium kultur jaringan Balithi.Lorenzo samiyo merupakan produsen florikultura yang berminat mengembangkan perbenihan anggrek
    • Stek Pucuk Berakar (rooted cutting) pada Krisan

      17 Oktober 2019
      Penggunaan stek berakar sebagai bahan tanam dianjurkan dalam proses budidaya krisan.  Cara ini dapat mengurangi kelemahan penggunaan stek tanpa akar diantaranya adalah:Kemungkinan stagnasi pertumbuhan apikal stek lebih kecil, karena proses adaptasi stek berakar pada lahan lebih cepat.Stek berakar relatif lebih tahan terhadap kondisi lahan yang lebih terbuka pada bedengan, sehingga toleransi tanaman muda terhadap stress akibat perubahan
    • Penguatan Manajemen Internal BALITBANGTAN

      16 Oktober 2019
      Dalam rangka menguatkan manajemen internal lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dilaksanakan rapat koordinasi yang terdiri dari para pengambil kebijakan Unit Kerja (UK) dan Unit Pengelola Teknis (UPT) se-BALITBANGTAN di Banjarmasin Kalimantan Selatan Selasa 15 Oktober 2019.Dalam arahannya Kepala BALITBANGTAN Dr. Fadry Djufry mengatakan target kinerja yang telah disepakati pada akhir Oktober 2019 persentase capaian BALITBANGTAN harus berada