SCHEFFLERA-ACTINOPHYLLA

  • SCHEFFLERA ACTINOPHYLLA

  • ditulis tgl : 08 Juli 2019, telah dibaca sebanyak : 642 kali

    Share On Twitter


    Schefflera actinophylla merupakan tanaman hias yang mudah dikenali. Sebagian besar batangnya tidak bercabang, bentuk daun majemuk dengan jumlah 7-12 helai, daunnya sedikit menjuntai membentuk lingkaran menyerupai payung, sehingga dikenal dengan nama umbrella tree. 

    Bunga tersusun dalam bentuk klaster, berwarna merah, berjumlah 10-20, terletak pada sumbu yang menyebar menyerupai gurita, sehingga dikenal juga dengan sebutan octopus-tree (Little & Skolmen, 2003).

    Pertumbuhan S. actinophylla tergolong cepat dan bahkan telah diintroduksi ke berbagai daerah tropis dan sub tropis di dunia, serta telah dinyatakan sebagai gulma (Randall, 2012).

    S. actinophylla dikenal dengan nama walisongo di Indonesia, karena memiliki jumlah helaian daun kurang lebih 9. Tanaman ini dikelompokan ke dalam tanaman perdu karena memiliki batang besar dan keras serta percabangannya relatif tinggi dibandingkan dengan tanaman berupa semak (Hasyim, 2002) 

    S. actinophylla menghasilkan ribuan biji yang dapat dengan mudah menyebar dengan bantuan hewan terutama burung dan kelelawar. Jenis ini memiliki daya kecambah biji yang tinggi dan mampu tumbuh di tempat yang sangat teduh dan cerah (Gucker, 2011). 

    S. actinophylla mampu membentuk belukar lebat, sehingga akan mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk, membatasi ruang gerak tanaman, dan unsur hara untuk tanaman asli disekitarnya (Langeland et al., 2008). 

    Selain itu, jenis ini juga memiliki jaringan perakaran yang kuat dan padat, sehingga dapat menekan pondasi bangunan dan sendi blok pipa di daerah perkotaan di Quensland bagian tenggara, New South Wales dan pulau Christmas. Tanaman ini juga merupakan gulma di negara tersebut (Queensland Department of Primary Industries and Fisheries, 2007).(irm)

    Suryawati dan Suskandari Kartikaningrum 
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Haryanti Krisan Potong Hasil Mutasi Sinar Gamma

      17 Januari 2020
      Krisan bunga potong varietas Haryanti Agrihorti merupakan bunga tipe spray
    • Seminar Proposal ROPP RODHP Balithi 2020

      16 Januari 2020
      Bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) diselenggarakan Seminar Proposal Rencana Operasional Penelitian Pertanian (ROPP) dan Rencana Operasional Diseminasi Hasil Penelitian (RODHP) Tahun Anggaran 2020 yang diikuti oleh seluruh penanggungjawab kegiatan penelitian dan diseminasi Balithi.Kegiatan Seminar proposal ROPP RODHP ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 15 sampai dengan 17 Januari 2020 dengan materi yang disajikan terdiri
    • Suciono Krisan Standar Produk BALITBANGTAN

      15 Januari 2020
      Krisan varietas Suciono merupakan salah satu produk yang dihasilkan Badan Penelitian dan pengembangan Pertanian pada tahun 2014. Mempunyai bunga bertipe standar dekoratif berwarna putih bersih, cakram bunga berbentuk kubah dengan diameter bunga berukuran 12-14 cm. Bentuk daun bercangap menyirip, tebal dengan warna hijau gelap, umur berbunga 58-63 hari setelah tanam dengan respon time 8-9 minggu setelah periode hari panjang.Krisan Suciono memiliki
    • UPN Veteran Yogyakarta Berkunjung ke Balithi

      10 Januari 2020
      Kunjungan ilmiah PRODI MAGISTER AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UPN VETERAN YOGYAKARTA dilaksanakan Jumat 10 Januari 2020   yang terdiri 6 orang dosen dan 2 admisi. Peserta disambut langsung oleh Ir. Rudy Soehendi, Ph.D selaku Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI), Dr. Dedeh Kurniasih selaku Koordinator program dan Ronald Bunga Mayang, SP., M.Si selaku kasi Pelayanan Teknis, serta perwakilan peneliti Balithi. Nanik Dara
    • Penggunaan Benih dan Varietas Tanaman Krisan

      06 Januari 2020
      Penggunaan benih yang berkualitas sangat penting untuk diperhatikan dalam proses produksi tanaman krisan.  Benih yang berkualitas dalam hal ini adalah benih dengan kemurnian genetik tinggi, sehat (bebas patogen terutama penyakit sistemik), tidak mengalami gangguan fisiologis, mempunyai daya tumbuh kuat dan memiliki nilai komersial di pasaran. Benih yang sehat dan prima selain berpotensi untuk tumbuh secara optimal juga responsif terhadap agro-input yang diberikan yang
    • Budidaya Sedap Malam

      03 Januari 2020
      Sedap malam cocok dibudidayakan pada tanah lempung (sawah) dengan elevasi dataran rendah sampai sedang (50 s/d 600 m dpl) serta tersedia air irigasi jika dibutuhkan terutama pada musim kemarau. Tempat penanaman harus terbuka dan tidak dinaungi oleh pepohonanBibit Berasal dari tanaman sedap malam yang telah berumur lebih dari 1 (satu tahun).  Ukuran (diameter) rata-rata 1,5 - 2,5 cm dan telah dikeringkan selama lebih kurang 2 -
    • Aspek Lingkungan Dalam Budidaya Aglaonema

      01 Januari 2020
      Lingkungan pertanaman merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara keseluruhan.  Faktor-faktor ini meliputi faktor abiotik bagian atas media tumbuh (lingkungan sekitar pertanaman) yang meliputi :Ketinggian tempatAglaonema dapat tumbuh pada ketinggian sedang hingga rendah dan tempat tumbuh ideal tanaman agloanema berkisar antara 300 - 500 meter di atas