SCHEFFLERA-ACTINOPHYLLA

  • SCHEFFLERA ACTINOPHYLLA

  • ditulis tgl : 08 Juli 2019, telah dibaca sebanyak : 304 kali

    Share On Twitter


    Schefflera actinophylla merupakan tanaman hias yang mudah dikenali. Sebagian besar batangnya tidak bercabang, bentuk daun majemuk dengan jumlah 7-12 helai, daunnya sedikit menjuntai membentuk lingkaran menyerupai payung, sehingga dikenal dengan nama umbrella tree. 

    Bunga tersusun dalam bentuk klaster, berwarna merah, berjumlah 10-20, terletak pada sumbu yang menyebar menyerupai gurita, sehingga dikenal juga dengan sebutan octopus-tree (Little & Skolmen, 2003).

    Pertumbuhan S. actinophylla tergolong cepat dan bahkan telah diintroduksi ke berbagai daerah tropis dan sub tropis di dunia, serta telah dinyatakan sebagai gulma (Randall, 2012).

    S. actinophylla dikenal dengan nama walisongo di Indonesia, karena memiliki jumlah helaian daun kurang lebih 9. Tanaman ini dikelompokan ke dalam tanaman perdu karena memiliki batang besar dan keras serta percabangannya relatif tinggi dibandingkan dengan tanaman berupa semak (Hasyim, 2002) 

    S. actinophylla menghasilkan ribuan biji yang dapat dengan mudah menyebar dengan bantuan hewan terutama burung dan kelelawar. Jenis ini memiliki daya kecambah biji yang tinggi dan mampu tumbuh di tempat yang sangat teduh dan cerah (Gucker, 2011). 

    S. actinophylla mampu membentuk belukar lebat, sehingga akan mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk, membatasi ruang gerak tanaman, dan unsur hara untuk tanaman asli disekitarnya (Langeland et al., 2008). 

    Selain itu, jenis ini juga memiliki jaringan perakaran yang kuat dan padat, sehingga dapat menekan pondasi bangunan dan sendi blok pipa di daerah perkotaan di Quensland bagian tenggara, New South Wales dan pulau Christmas. Tanaman ini juga merupakan gulma di negara tersebut (Queensland Department of Primary Industries and Fisheries, 2007).(irm)

    Suryawati dan Suskandari Kartikaningrum 
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Pemberian Hari Panjang dalam Budidaya krisan

      21 Oktober 2019
      Krisan tergolong tanaman berhari pendek fakultatif (Facultative-Short Day Plant), dengan dasar karakteristik tanaman krisan tersebut, maka untuk memperoleh tinggi standar tanaman (panjang tangkai bunga) pada bunga potong, tanaman krisan dipelihara/dipertahankan pada fase vegetatif selama waktu tertentu agar tumbuh hingga mencapai tinggi tertentu dengan aplikasi pemberian cahaya lampu tambahan (untuk menambah panjang hari yang diterima tanaman).Pemberian
    • Temu Teknis Pengembangan Krisan Orientasi Ekspor

      19 Oktober 2019
      Kegiatan temu teknis pengembangan kawasan krisan orientasi ekspor dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias dan dibuka secara resmi oleh Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Liferdi Lukman.Dalam sambutan pembukaannya Liferdi mengatakan bahwa saat ini masih banyak benih krisan yang didatangkan dari luar negeri, sekarang kita bisa memproduksi sendiri, sumbernya dari Balithi diperbanyak oleh
    • Kepala Balitbangtan: Plasma Nutfah Tanaman Hias di Indonesia Sangat Melimpah

      18 Oktober 2019
      Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) Dr. Fadry Djufry melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) pada Jumat 18 Oktober 2019.Dalam kunjungan tersebut Kepala Balitbangtan memberikan arahan kerja kepada seluruh pegawai Balithi diantaranya tata cara pengusulan kenaikan pangkat, penilaian fungsional, aturan capaian kerja berupa outcome hingga corporate management Balitbangtan.Selesai
    • Kunjungan dan Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Hias Serta Landscaping Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan

      18 Oktober 2019
      Balai penelitian Tanaman Hias mendapatkan Kunjungan dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata kabupaten Pekalongan Cianjur. Maksud dan tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mendapatkan informasi serta pembelajaran mengenai Budidaya tanaman hias serta landscaping, karena dalam waktu dekat ini Kabupaten Pekalongan berencana un tuk membangun lahan seluas 4 hektar untuk area taman kota. Menurut rencana taman kota ini akan diisi dengan beberapa satwa dan juga tanaman hias serta
    • Produsen Florikultura Suriname Menjajaki Perbenihan Anggrek Balithi

      18 Oktober 2019
      Produsen florikultura asal negara Suriname Lorenzo Samiyo berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Hias, Kamis 17 Oktober 2019 dan diterima oleh Kepala Balithi Dr. Rudy Soehendi.Tujuan kunjungan produsen florikultura tersebut Ingin mendapatkan bimbingan mengenai pengembangan perbenihan di laboratorium kultur jaringan Balithi.Lorenzo samiyo merupakan produsen florikultura yang berminat mengembangkan perbenihan anggrek
    • Stek Pucuk Berakar (rooted cutting) pada Krisan

      17 Oktober 2019
      Penggunaan stek berakar sebagai bahan tanam dianjurkan dalam proses budidaya krisan.  Cara ini dapat mengurangi kelemahan penggunaan stek tanpa akar diantaranya adalah:Kemungkinan stagnasi pertumbuhan apikal stek lebih kecil, karena proses adaptasi stek berakar pada lahan lebih cepat.Stek berakar relatif lebih tahan terhadap kondisi lahan yang lebih terbuka pada bedengan, sehingga toleransi tanaman muda terhadap stress akibat perubahan
    • Penguatan Manajemen Internal BALITBANGTAN

      16 Oktober 2019
      Dalam rangka menguatkan manajemen internal lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dilaksanakan rapat koordinasi yang terdiri dari para pengambil kebijakan Unit Kerja (UK) dan Unit Pengelola Teknis (UPT) se-BALITBANGTAN di Banjarmasin Kalimantan Selatan Selasa 15 Oktober 2019.Dalam arahannya Kepala BALITBANGTAN Dr. Fadry Djufry mengatakan target kinerja yang telah disepakati pada akhir Oktober 2019 persentase capaian BALITBANGTAN harus berada