ALOCASIA-PORTEI-SCHOT

  • ALOCASIA PORTEI SCHOT

  • ditulis tgl : 07 Juli 2019, telah dibaca sebanyak : 106 kali

    Share On Twitter


    Tumbuhan ini termasuk terna tegak, tinggi batang 60 cm, berdaging penuh dengan tepung dan getah bening, berimpang pendek dan berumbi cabang. Daun berukuran besar, hijau kemerahan-ungu; helaian bermata panah, panjang hingga 2 m, bercangap menyirip dengan 16 cuping, daun melanset, hijau gelap.

    Alocasia portei Schot termasuk kedalam famili araceae. Nama Umum tanaman ini Bidang (Filipina)

    A.portei banyak tumbuh di Filipina (Luzon), tersebar di berbagai tempat, di semenanjung Malaysia dan Irian Jaya (Papua). 

    Banyak tumbuh di hutan hujan dari dataran rendah sampai tinggi 2000 m dpl, tumbuhan  ini dapat tumbuh baik pada tanah yang berdrainase baik, kandungan hara tinggi, jenis tanah liat berpasir, pH 6-7,5, nNaungan paranet 65-75 %.

    Alocasia portei Schot dapat digunakan sebagai bahan pangan di Filipina dan tanaman hias dalam ruangan maupun taman.(irm)

    Ensiklopedia Tanaman Hias Tropis - IAARD Press

  • BERITA TERKAIT
    • Pemberian Hari Panjang dalam Budidaya krisan

      21 Oktober 2019
      Krisan tergolong tanaman berhari pendek fakultatif (Facultative-Short Day Plant), dengan dasar karakteristik tanaman krisan tersebut, maka untuk memperoleh tinggi standar tanaman (panjang tangkai bunga) pada bunga potong, tanaman krisan dipelihara/dipertahankan pada fase vegetatif selama waktu tertentu agar tumbuh hingga mencapai tinggi tertentu dengan aplikasi pemberian cahaya lampu tambahan (untuk menambah panjang hari yang diterima tanaman).Pemberian
    • Temu Teknis Pengembangan Krisan Orientasi Ekspor

      19 Oktober 2019
      Kegiatan temu teknis pengembangan kawasan krisan orientasi ekspor dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias dan dibuka secara resmi oleh Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Liferdi Lukman.Dalam sambutan pembukaannya Liferdi mengatakan bahwa saat ini masih banyak benih krisan yang didatangkan dari luar negeri, sekarang kita bisa memproduksi sendiri, sumbernya dari Balithi diperbanyak oleh
    • Kepala Balitbangtan: Plasma Nutfah Tanaman Hias di Indonesia Sangat Melimpah

      18 Oktober 2019
      Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) Dr. Fadry Djufry melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) pada Jumat 18 Oktober 2019.Dalam kunjungan tersebut Kepala Balitbangtan memberikan arahan kerja kepada seluruh pegawai Balithi diantaranya tata cara pengusulan kenaikan pangkat, penilaian fungsional, aturan capaian kerja berupa outcome hingga corporate management Balitbangtan.Selesai
    • Kunjungan dan Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Hias Serta Landscaping Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan

      18 Oktober 2019
      Balai penelitian Tanaman Hias mendapatkan Kunjungan dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata kabupaten Pekalongan Cianjur. Maksud dan tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mendapatkan informasi serta pembelajaran mengenai Budidaya tanaman hias serta landscaping, karena dalam waktu dekat ini Kabupaten Pekalongan berencana un tuk membangun lahan seluas 4 hektar untuk area taman kota. Menurut rencana taman kota ini akan diisi dengan beberapa satwa dan juga tanaman hias serta
    • Produsen Florikultura Suriname Menjajaki Perbenihan Anggrek Balithi

      18 Oktober 2019
      Produsen florikultura asal negara Suriname Lorenzo Samiyo berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Hias, Kamis 17 Oktober 2019 dan diterima oleh Kepala Balithi Dr. Rudy Soehendi.Tujuan kunjungan produsen florikultura tersebut Ingin mendapatkan bimbingan mengenai pengembangan perbenihan di laboratorium kultur jaringan Balithi.Lorenzo samiyo merupakan produsen florikultura yang berminat mengembangkan perbenihan anggrek
    • Stek Pucuk Berakar (rooted cutting) pada Krisan

      17 Oktober 2019
      Penggunaan stek berakar sebagai bahan tanam dianjurkan dalam proses budidaya krisan.  Cara ini dapat mengurangi kelemahan penggunaan stek tanpa akar diantaranya adalah:Kemungkinan stagnasi pertumbuhan apikal stek lebih kecil, karena proses adaptasi stek berakar pada lahan lebih cepat.Stek berakar relatif lebih tahan terhadap kondisi lahan yang lebih terbuka pada bedengan, sehingga toleransi tanaman muda terhadap stress akibat perubahan
    • Penguatan Manajemen Internal BALITBANGTAN

      16 Oktober 2019
      Dalam rangka menguatkan manajemen internal lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dilaksanakan rapat koordinasi yang terdiri dari para pengambil kebijakan Unit Kerja (UK) dan Unit Pengelola Teknis (UPT) se-BALITBANGTAN di Banjarmasin Kalimantan Selatan Selasa 15 Oktober 2019.Dalam arahannya Kepala BALITBANGTAN Dr. Fadry Djufry mengatakan target kinerja yang telah disepakati pada akhir Oktober 2019 persentase capaian BALITBANGTAN harus berada