KEGUNAAN,-KARAKTERISTIK-LAIN-SERTA-POTENSI-EKONOMI-EQUISETUM-HYEMALE-L

  • KEGUNAAN, KARAKTERISTIK LAIN SERTA POTENSI EKONOMI EQUISETUM HYEMALE L

  • ditulis tgl : 05 Juli 2019, telah dibaca sebanyak : 110 kali

    Share On Twitter


    E. hyemale merupakan spesies kosmopolitan yang populer digunakan sebagai teh untuk melawan berbagai jenis penyakit menular atau peradangan seperti rheumatoid arthritis, konjungtivitis, pielonefritis (Canales et al. 2005 ; Park & Jeon, 2008).

    Batang kering dari tanaman ini dijadikan sebagai obat oriental, yang digunakan dalam terapi untuk mengatasi penyakit yang berhubungan dengan peradangan dan penyakit mata (Milovanović, Radulović, Todorović, Stankovic, & Stojanovic, 2007). 

    Komposisi kimia  spesies ini memiliki metabolit sekunder penting untuk berbagai aktifitas biologis seperti etil palmitat, kaempferol, glikosida dan komposisi fenol lainnya (B. J. Park & Tomohiko, 2011 ; Queiroz et al., 2014). 

    Disisi lain, Equisetum spp (horsetail) merupakan akumulator silikon yang kuat pada kelompok tanaman tingkat tinggi lainnya, salah satu di antaranya  E. hyemale.

    Hasil penelitian Allard et al. (1973) menyatakan bahwa analisis kandungan silika (SiO2) dengan elektron microprobe (EMP) mendeteksi endapan silika pada bagian stomata yang dimulai pada ruas 3, kemudian epidermal papila pada ruas 8, dan akhirnya di dinding sel radial dari sel-sel epidermis panjang pada ruas 10. 

    Hoffman dan Hillson (Hoffman & Hillson, 1979) menjelaskan bahwa sampai saat ini silikon (Si) dianggap sebagai nutrisi yang diperlukan dalam jumlah besar. Jumlah silikon dapat mencapai 25% dari berat kering tanaman. 

    Salah satu peran silika ialah menguatkan  jaringan tanaman dan berfungsi antara lain mencegah kehilangan air yang berlebihan melalui epidermis, pantulan cahaya yang berlebihan, dan melindungi terhadap predator (Currie & Perry, 2009 ;  Yamanaka et al., 2012). 

    Tanaman ini banyak digunakan dalam industri florist, karena hampir semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan mulai dari akar (rhizoma) sampai batang (Large et al., 2006; Sapei et al., 2007).

    Dalam industri florikultura, saat ini telah banyak ditanam sebagai tanaman hias pot dan tanaman penghias taman. Tanaman ini dikenal juga dengan nama Paku ekor kuda atau bambu air. Lingkungan yang lembab dan banyak air sangat disukai oleh tanaman ini.

    Equisetum memiliki keunikan dan merupakan wakil yang tersisa dengan populasi yang melimpah dan beragam dari subdivisi Sphenophytina. 

    Vilarem et al. (Vilarem, Perineau, & Gaset, 1992) melaporkan bahwa saat ini eksploitasi silika komersial  dalam bentuk koloid atau padatan dari Equisetum tidak layak dilakukan karena kondisi pertumbuhan spesies tanaman ini belum berkembang dengan baik. Kandungan silika tanaman dapat bervariasi pada kisaran enam kali lipat tergantung pada kondisi cuaca dan tanah sehingga potensi ekonomi sulit diprediksi.(irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Temu Teknis Pengembangan Krisan Orientasi Ekspor

      19 Oktober 2019
      Kegiatan temu teknis pengembangan kawasan krisan orientasi ekspor dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias dan dibuka secara resmi oleh Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Liferdi Lukman.Dalam sambutan pembukaannya Liferdi mengatakan bahwa saat ini masih banyak benih krisan yang didatangkan dari luar negeri, sekarang kita bisa memproduksi sendiri, sumbernya dari Balithi diperbanyak oleh
    • Stek Pucuk Berakar (rooted cutting) pada Krisan

      17 Oktober 2019
      Penggunaan stek berakar sebagai bahan tanam dianjurkan dalam proses budidaya krisan.  Cara ini dapat mengurangi kelemahan penggunaan stek tanpa akar diantaranya adalah:Kemungkinan stagnasi pertumbuhan apikal stek lebih kecil, karena proses adaptasi stek berakar pada lahan lebih cepat.Stek berakar relatif lebih tahan terhadap kondisi lahan yang lebih terbuka pada bedengan, sehingga toleransi tanaman muda terhadap stress akibat perubahan
    • KUNJUNGAN PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN DALAM RANGKA PERMINTAAN PENDAMPINGAN DAN BANTUAN TANAMAN ANGGREK

      14 Oktober 2019
      Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian  (Pustaka) mempunyai lokasi yang strategis dan berada di ring satu yang berdekatan dengan Istana Presiden serta Kebun raya Bogor dimana lokasi ini menjadi objek pengembangan wisata di Kota Bogor. Sehubungan hal tersebut, Pustaka Kementrian Pertanian  bermaksud untuk menata halaman dan taman pustaka sehingga dapat
    • Jejangkit Muara Menjadi Lokasi Temu Lapang Teknologi Litbang 2019

      14 Oktober 2019
      Kegiatan Temu Lapang Teknologi Litbang untuk SERASI dilaksanakan di Denfarm Jejangkit yang berlokasi di Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 14 Oktober 2018 dan dibuka oleh Kepala BALITBANGTAN (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Dr. Fadry Djufry.Tujuan dilaksanakannya temu lapang ini untuk mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitian Badan Litbang
    • Cara Menanam Gerbera

      08 Oktober 2019
      Gerbera merupakan tanaman hias komersial penting di dunia yang dimanfaatkan sebagai bunga potong, tanaman pot maupun tanaman hias massal (bending plant). Gerbera menempati urutan kelima dalam tanaman hias setelah mawar, anyelir, krisan dan tulip (Bhatiaa et al. 2009; Teeri et al. 2006).Saat ini jenis gerbera yang disukai konsumen sebenarnya masih tergolong umum dengan kriteria warna bunga yang jelas dan tidak pudar (bladus) seperti merah, putih, kuning,
    • PT Suryacipta Swadaya Berkunjung Ke Balithi

      03 Oktober 2019
      Kunjungan 6 staf PT.Suryacipta Swadaya ke Balai Penelitian Tanaman Hias dilaksanakan pada hari Rabu 2 Oktober 2019 Mewakili Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Kasubag Tata Usaha Yadi Supriyadi beserta peneliti dan staf Jasa Penelitian secara resmi menerima kunjungan tersebut.Dalam sambutannya perwakilan PT. Suryacipta Swadaya mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kunjungan ini semata-mata untuk melihat secara langsung
    • Alpinia purpurata Varietas Kusuma

      02 Oktober 2019
      Alpinia purpurata varietas Kusuma memiliki tinggi tanaman 259-285 cm, Umur berbunga 9 bulan dari pembelahan rumpun dan3 tahun dari planlet kultur in vitroUmur panen tanaman ini 104 - 114 hari dari kuncup, kesegaran bunga 6-8 hari, produksi bunga 14 tangkai/ tanaman/tahun, adaptasi baik di dataran rendah hingga tinggi dengan altitude 10-1200 meter dari permukaan laut.Tanaman Alpinia purpurata vatietas Kusuma sangat