AGROFOOD-EXPO-2019

  • AGROFOOD EXPO 2019

  • ditulis tgl : 02 Juli 2019, telah dibaca sebanyak : 175 kali

    Share On Twitter

    Pertanian adalah sektor paling sentral dalam pembangunan bangsa Indonesia, mengingat luasnya bumi nusantara ini dan juga kekayaan alam yang sangat berlimpah diharapkan dapat menyokong kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.
    Akan tetapi,  melimpahnya sumber daya alam itu, belum tentu secara otomatis rakyat akan menjadi sejahtera. Semuanya perlu digali lebih dalam dan digarap secara baik, mulai sektor hulu hingga hilir..

    Indonesia International AgroFood Expo  merupakan pameran produk pertanian yang meliputi produk perkebunan, tanaman pangan, hortikultura, peternakan, produk perikanan, makanan olahan dan teknologinya. Dalam penyelenggaraannya yang ke-19 ini, Indonesia AgroFood Expo 2019 berfokus pada ”Optimalisasi Sumber Daya Pertanian Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan”.
    AgroFood Expo 2019 merupakan kegiatan tahunan yang memberikan kesempatan para pelaku usaha bidang agribisnis untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi produk unggulan daerah, sehingga melalui pameran ini dapat meningkatkan akses pasar, baik di pasar domestik maupun internasional.

    Indonesia International AgroFood Expo 2019 dilaksanakan 27- 30 Juni 2019 bersamaan dengan Indonesia International Modern Agriculture Expo 2019 dan Indonesia Coffee Cocoa & Tea Festival 2019. Khusus di tahun 2019 ini, selain AgroFood Expo 2019 akan diselenggarakan pula pameran produk halal  “Indonesia Halal Expo 2019”

    Pameran diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan seperti kementerian pertanian, kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan,  BUMN terkait pangan, pemerintahan daerah melalui dinas pertanian, dinas perkebunan, dan dinas lain yang terkait, hingga pelaku industri baik tanah air maupun internasional. Tahun ini ditargetkan sebanyak 15.000 pengunjung akan menghadiri pameran ini, dimana sebagian besar adalah buyer potensial.

    Balithi sebagai bagian dari kementrian Pertanian juga ikut ambil bagian dalam acara Agroofood Expo ini. beberapa varietas ditampilkan dalam Boot Kementrian Pertanian, diantaranya adalah Costus, Anthurium, krisan dan jenis Tanaman Hias lainnya. respon pengunjung cukup baik kepada hasil-hasil teknologi yang sudah dihasilkan oleh Balithi, bahkan ada beberapa pengunjung yang tertarik untuk melakukan pelatihan budidaya dan perbenihan tanaman hias di balithi.

    Harapan dari rangkaian kegiatan pameran AgroFood Expo 2019 dapat menjadi ajang promosi produk unggulan Balithi yang mampu menghasilkan nilai transaksi bisnis yang signifikan melalui sesi Business Matching. Untuk ke depannya, diharapkan pameran ini dapat menjadi tempat dimana trend kebutuhan dunia terhadap produk agribisnis dapat ditampilkan sehingga kehadirannya akan selalu dinantikan tiap tahunnya,

  • BERITA TERKAIT
    • Temu Teknis Pengembangan Krisan Orientasi Ekspor

      19 Oktober 2019
      Kegiatan temu teknis pengembangan kawasan krisan orientasi ekspor dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias dan dibuka secara resmi oleh Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Liferdi Lukman.Dalam sambutan pembukaannya Liferdi mengatakan bahwa saat ini masih banyak benih krisan yang didatangkan dari luar negeri, sekarang kita bisa memproduksi sendiri, sumbernya dari Balithi diperbanyak oleh
    • Stek Pucuk Berakar (rooted cutting) pada Krisan

      17 Oktober 2019
      Penggunaan stek berakar sebagai bahan tanam dianjurkan dalam proses budidaya krisan.  Cara ini dapat mengurangi kelemahan penggunaan stek tanpa akar diantaranya adalah:Kemungkinan stagnasi pertumbuhan apikal stek lebih kecil, karena proses adaptasi stek berakar pada lahan lebih cepat.Stek berakar relatif lebih tahan terhadap kondisi lahan yang lebih terbuka pada bedengan, sehingga toleransi tanaman muda terhadap stress akibat perubahan
    • KUNJUNGAN PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN DALAM RANGKA PERMINTAAN PENDAMPINGAN DAN BANTUAN TANAMAN ANGGREK

      14 Oktober 2019
      Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian  (Pustaka) mempunyai lokasi yang strategis dan berada di ring satu yang berdekatan dengan Istana Presiden serta Kebun raya Bogor dimana lokasi ini menjadi objek pengembangan wisata di Kota Bogor. Sehubungan hal tersebut, Pustaka Kementrian Pertanian  bermaksud untuk menata halaman dan taman pustaka sehingga dapat
    • Jejangkit Muara Menjadi Lokasi Temu Lapang Teknologi Litbang 2019

      14 Oktober 2019
      Kegiatan Temu Lapang Teknologi Litbang untuk SERASI dilaksanakan di Denfarm Jejangkit yang berlokasi di Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 14 Oktober 2018 dan dibuka oleh Kepala BALITBANGTAN (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Dr. Fadry Djufry.Tujuan dilaksanakannya temu lapang ini untuk mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitian Badan Litbang
    • Cara Menanam Gerbera

      08 Oktober 2019
      Gerbera merupakan tanaman hias komersial penting di dunia yang dimanfaatkan sebagai bunga potong, tanaman pot maupun tanaman hias massal (bending plant). Gerbera menempati urutan kelima dalam tanaman hias setelah mawar, anyelir, krisan dan tulip (Bhatiaa et al. 2009; Teeri et al. 2006).Saat ini jenis gerbera yang disukai konsumen sebenarnya masih tergolong umum dengan kriteria warna bunga yang jelas dan tidak pudar (bladus) seperti merah, putih, kuning,
    • PT Suryacipta Swadaya Berkunjung Ke Balithi

      03 Oktober 2019
      Kunjungan 6 staf PT.Suryacipta Swadaya ke Balai Penelitian Tanaman Hias dilaksanakan pada hari Rabu 2 Oktober 2019 Mewakili Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Kasubag Tata Usaha Yadi Supriyadi beserta peneliti dan staf Jasa Penelitian secara resmi menerima kunjungan tersebut.Dalam sambutannya perwakilan PT. Suryacipta Swadaya mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kunjungan ini semata-mata untuk melihat secara langsung
    • Alpinia purpurata Varietas Kusuma

      02 Oktober 2019
      Alpinia purpurata varietas Kusuma memiliki tinggi tanaman 259-285 cm, Umur berbunga 9 bulan dari pembelahan rumpun dan3 tahun dari planlet kultur in vitroUmur panen tanaman ini 104 - 114 hari dari kuncup, kesegaran bunga 6-8 hari, produksi bunga 14 tangkai/ tanaman/tahun, adaptasi baik di dataran rendah hingga tinggi dengan altitude 10-1200 meter dari permukaan laut.Tanaman Alpinia purpurata vatietas Kusuma sangat