• EFISIENSI DAN APLIKASI TEKNOLOGI PERBANYAKAN ANGGREK DENDROBIUM
  • ditulis tgl : 27 Juni 2019, telah dibaca sebanyak : 128 kali



    Teknologi perbanyakan Dendrobium Zahra FR 62 secara in vitro dari inisiasi hingga aklimatisasi plantlets membutuhkan waktu + 2,3 tahun. Titik kritis teknologi ini terletak pada tahap inisiasi plbs dan munculnya pencoklatan plbs. Teknologi ini juga telah dikembangkan lebih lanjut menggunakan aplikasi air kelapa sebagai sumber hormone dan media generic pada tahap perbanyakan, perkecambahan dan penyiapan plantletnya. 

    Aplikasi subkultur berulang setiap 15 hari pada tahap awal dan 1 bulan sekali pada tahap perbanyakan ternyata dapat membantu mengingkatkan kemampuan inisiasi dan proliferasi plbs. Potensi produksi benih dari 1 eksplan responsif akan menghasilkan 5-10 plbs. 

    Jika rata-rata produksi plbs per subkultur (1 bulan sekali) adalah 5 plbs, 8 kali subkultur dapat dilakukan, maka total plbs yang dihasilkan pada subkultur terakhir + 39.000 plbs dari satu eksplan. Jika persentase kegagalan perkecambahan dan penyiapan plantlets adalah 20%, maka 31.200 plantlets akan dihasilkan setelah + 16 bulan; kemudian kegagalan aklimatisasi adalah 10%, maka 28.000 plantlets setelah aklimatisasi akan dihasilkan setelah + 18 bulan. Teknologi ini berhasil diaplikasikan juga pada Dendrobium Gradita 10, Gradita 31 (Winarto dan Rachmawati, 2013), dan klon terseleksi Dendrobium yang lain.

    Potensi produksi benih yang dihasilkan dapat lebih tinggi atau lebih rendah tergantung dari respon varietas yang digunakan sebagai tanaman donor. Modifikasi komposisi medium inisiasi dan proliferasi, khususnya konsentrasi hormon (dinaikkan atau diturunkan) dan penggunaan arang aktif kadang diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan aplikasi teknologi ini dalam perbanyakan benih berkualitas Dendrobium. Seleksi benih pada tiap tahap perbanyakan secara in vitro diperlukan untuk meningkatkan keseragaman benih yang dihasilkan.(irm)

    Budi Winarto
    Balai Penelitian Tanaman Hias
    • 18 Juli 2019

      Kegunaan serta potensi ekonomi Polyscias guilfoylei


      P. guilfoylei dan beberapa jenis dari Polyscias telah lama digunakan sebagai tanaman hias, baik sebagai tanaman hias taman, tanaman pot dan daun potong. Bentuk dan corak daun yang variatif serta ketahanan hidup pada semua musim menyebabkan tanaman tersebut banyak disukai oleh konsumen tanaman hias, baik di daerah tropis maupun subtropis.  Tinggi tanaman ini dapat mencapai lebih dari 5 m, dan sering digunakan sebagai penahan tiupan angin kencang (Thaman et al.,
    • 16 Juli 2019

      Polyscias guilfoylei


      Polyscias guilfoylei merupakan salah satu anggota jenis dari marga Polyscias yang merupakan marga terbesar suku Araliaceae.  Suku ini beranggotakan sekitar 200 jenis (Lowry & Plunkett, 2010).  Kata Polyscias berasal dari bahasa Yunani yaitu Poly berarti banyak dan skias berarti terlindung, ini merujuk pada golongan tanaman yang rimbun karena banyak daunnya.  

      Nama guilfoylei diambil dari William
    • 14 Juli 2019

      Yucca gloriosa L


      Yucca gloriosa L termasuk kedalan family Agavaceae, memiliki nama umum Yuka ( Indonesia),  Sea-Island Yucca dan Spanis daggan (Inggris )

      Tanaman ini memiliki daerah sebaran geografis yang berasal dari bagian Selatan Mexico, Teksas, Alabama dan Florida bagian Selatan, penyebarannya  sampai ke Indonesia.

      Deskripsi Yucca gloriosa L diantaranya
    • 13 Juli 2019

      Asal dan Distribusi Geografis Schefflera actinophylla


      Schefflera actinophylla tumbuh baik dengan naungan atau tanpa naungan. Jenis ini ditemukan tumbuh di dataran rendah tropis atau hutan hujan monsun (Grubb & Metcalfe, 1996; Russell-Smith, 1991). 

      Di kawasan Queensland bagian selatan, S. actinophylla banyak ditemukan tumbuh di hutan alami atau semak-semak pada daerah bukit pasir, pantai, hutan pantai, daerah pinggiran sungai, dan hutan sekunder, terutama pada
    • 12 Juli 2019

      agriVaganza 2019


      Dalam rangka memperingati hari Krida Pertanian ke 47, Kementerian Pertanian (Kementan) RI menggelar acara agriVagansa 2019 dengan tema "SDM dan Infrastruktur menuju pertanian berdaya saing" bertempat di halaman gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA) Agri Bahamas 2019 dilaksanakan pada tanggal 11 - 13 Juli 2019 dibuka secara resmi oleh plt. Sekretariat Jendral Kementerian Pertanian Dr. Ir. Momon Rusmini, MS.

      Adanya
    • 12 Juli 2019

      Kerjasama Balithi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur


      Berlangsung pada hari Kamis 11 Juli 2019 di ruang rapat kecil Balai Penelitian Tanaman Hias dilaksanakan penandatanganan MoU kerjasama antara Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. dengan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura Kabuipaten Cianjur, MAmad Nano, SP., MP.

      Tujuan dilaksanakannya kerjasama ini adalah untuk mengembangkan perbenihan tanaman hias di Kabupaten Cianjur sehingga dapat membangun
    • 11 Juli 2019

      Sosialisasi pupuk dan pestisida hayati


      Sosialisasi sekaligus meninjau  penggunaan Gliocompost pd tanaman bawang merah di lahan endemik Penyakit Fusarium di Balitsa, Lembang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2019. Hasilnya menunjukan bahwa tanaman terlihat sehat dan tidak terserang Penyakit Layu Fusarium pada hari ke 48 setelah tanam. Dengan demikian, Gliocompost dpt menekan perkembangan cendawan patogen Fusarium oxysporum, sehingga pertanaman bawang merah tumbuh normal.