TEKNOLOGI-PERBANYAKAN-DENDROBIUM-VARIETAS-ZAHRA-FR-62-SECARA-IN-VITRO-MELALUI-INISIASI-DAN-PROLIFERASI-PROTOCORM-LIKE-BODIES-(PLBS).

  • TEKNOLOGI PERBANYAKAN DENDROBIUM VARIETAS ZAHRA FR 62 SECARA IN VITRO MELALUI INISIASI DAN PROLIFERASI PROTOCORM LIKE BODIES (PLBS).

  • ditulis tgl : 26 Juni 2019, telah dibaca sebanyak : 273 kali

    Share On Twitter


    Tanaman donor yang digunakan adalah Dendrobium Zahra FR 62 yang tumbuh subur dan sehat, berumur 1-1,5 tahun. Tanaman donor ditanam dalam pot-pot plastik diameter 25 cm, berisi campuran arang kayu dan potongan pakis (1:1, v/v). Tanaman donor ditempatkan dalam rumah kaca/rumah plastik dan dipelihara melalui melalui penyiraman dan pemupukan. Tanaman disiram setiap pagi dan dipupuk cair (2 g/l NPK 20:15:15) diaplikasikan setiap 3 hari sekali untuk mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman. Aplikasi pestisida untuk tujuan pengendalian hama dan penyakit diupayakan seminimal mungkin untuk mengurangi munculnya kontaminan, baik bakteri maupun jamur. Tunas-tunas lateral (+ 1 cm) yang muncul dibagian pangkal batang semu dari tanaman donor selanjutnya dipanen dan digunakan sumber eksplan 

    Tunas lateral yang dipanen selanjutnya diberi pra-perlakuan dengan meletakkan eksplan di bawah air mengalir selama 1-2 jam. Eksplan selanjutnya direndam dalam 1% larutan Tween 20 selama 30 menit sambil digojok, kemudian dibilas beberapa kali dengan air hingga bersih. Eksplan dibawa ke dalam laminar air flow cabinet dan disterilisasi menggunakan 0.05% HgCl2 yang telah ditambah beberapa tetes Tween 20 selama 10 menit sambil digojok. Eksplan kemudian dibilas dengan air destilata steril 5-6x (@ 3-5 menit) dan ditiriskan beberapa saat dalam botol sterilisasi yang ditutup ujungnya dengan tisu steril untuk mengurangi jumlah air yang menempel pada permukaan eksplan.
    Setelah sterilisasi, tunas diambil dan diletakkan di atas cawan Petri steril. Beberapa seludang/bakal daun yang menutupi tunas pucuk selanjutnya dibuang menggunakan pisau kultur. Tunas pucuk kemudian dipotong dengan ukuran + 4 mm dan siap digunakan sebagai sumber eksplan untuk inisiasi plbs.  
      
    Inisiasi plbs dilakukan dengan menanam tunas pucuk pada medium ˝ MS semi padat yang mengandung 1 mg/l TDZ, 0,5 mg/l BA, 20 g/l sukrosa, 2 g/l gelrite dan diinkubasi pada kondisi terang 12 jam fotoperiode di bawah lampu fluoresen dengan intensitas ~13 µmol/m2/s selama + 2 bulan selama 2-3 bulan. Subkultur berulang setiap 15 hari sekali dilakukan untuk meningkatkan dan mempercepat proses inisiasi plbs. Inisiasi plbs melalui pembentukan kalus pada bagian pangkal tunas pucuk mulai terlihat 2,5 bulan setelah kultur. Tunas dengan bakal plbs selanjutnya dipindahkan pada medium ˝ MS cair yang ditambah 0,3 mg/l TDZ dan 0,1 mg/l NAA. Subkultur secara periodik setiap 15 hari sekali tetap dilakukan untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan plbs. Pada tahap ini dapat dihasilkan 5-10 clump plbs yang siap untuk digunakan pada tahap perbanyakan.

    Perbanyakan plbs dilakukan dengan mensubkultur clump hasil inisiasi kedalam medium ˝ MS yang ditambah 0,05 mg/l BA, 20 g/l sukrosa. Pada tahap perbanyakan awal clumps dan medium ˝ MS cair ditempatkan dalam Erlenmeyer 100 ml, 2,5 g/25 ml medium, dan subkultur secara periodik 1 bulan sekali dilakukan untuk meningkatkan jumlah clumps dan mengubah bentuk clump menjadi plbs. Setelah mengalami periode subkultur 5-6 kali jumlah plbs makin bertambah banyak dan dapat digunakan untuk tahap perbanyakan ke-2 menggunakan bioreactor 3 L. 
    Untuk perbanyakan plbs dalam bioreactor, 10 g plbs/500 ml medium dengan 10 vessel volumes per minute (vvm) atau 15 g plbs/500 ml dengan 5 vvm dapat digunakan untuk perbanyakan plbs. Pada tahap ini subkultur plbs dapat dilakukan 3-4 kali. Baik perbanyakan menggunakan Erlenmeyer maupun bioreactor kultur plbs ditempatkan pada kondisi terang dengan 12 jam fotoperiode di bawah lampu fluoresen dengan intensitas ~ 13 µmol/m2/s. Setelah perbanyakan menggunakan bioreactor, plbs siap untuk dikecambahkan. 
        
    Perkecambahan plbs dilakukan dengan menanam plbs dalam medium ˝ MS semi padat dengan vitamin penuh tanpa hormon yang diinkubasi pada kondisi yang sama selama 2 bulan. Pada tahap ini plbs umumnya mulai berkecambah 15 hari setelah kultur. Pada akhir inkubasi plbs berkecambah tumbuh dan berkembang membentuk 2-3 daun, namun belum berakar. Subkultur setiap 1,5-2 bulan kecambah plbs pada medium dan kondisi yang sama akan meningkatkan pertumbuhan dan kemampuan kecambah menghasilkan akar. Pada subkultur pertama, sebagian kecambah plbs umumnya dapat membentuk akar 1-2 akar per kecambah. Jumlah daun dan akar dapat meningkat hingga 3-5 daun dan 2-4 akar pada akhir subkultur ke-2.   

    Aklimatisasi plantlet dilakukan dengan mengeluarkan plantlet yang sehat dan tumbuh vigor dengan 3-5 daun dan 2-4 akar diambil dan dikeluarkan dari dalam botol kultur. Akar plantlets selanjutnya dibersihkan dari sisa-sisa agar dengan cara mencuci akar di bawah air mengalir. Akar plantlets yang telah bersih direndam dalam 1% larutan pestisida (1% fungisida dan 1% bakterisida) selama 3 menit, kemudian ditiriskan diatas kertas koran atau tisu. Plantlets kemudian ditanam dalam pot-pot plastik yang berisi potongan pakis yang telah dibasahi dan cukup dengan air. Tempatkan pot-pot plastik pada tempat teduh. Setelah 1,5-2 bulan masa aklimatisasi, tanaman mulai dipupuk NPK yang dicairkan (0,5-1 g/l, 20:15:15) yang diaplikasikan 3 hari sekali. Setelah tanaman tumbuh baik, tanaman dapat dipindahkan secara individu pada pot-pot plastik/tanah yang diisi dengan campuran arang kayu dan potongan pakis (1:1, v/v)  Keberhasilan aklimatisasi berkisar antara 80-100%.(irm)

    Budi Winarto
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Seminar Proposal ROPP RODHP Balithi 2020

      16 Januari 2020
      Bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) diselenggarakan Seminar Proposal Rencana Operasional Penelitian Pertanian (ROPP) dan Rencana Operasional Diseminasi Hasil Penelitian (RODHP) Tahun Anggaran 2020 yang diikuti oleh seluruh penanggungjawab kegiatan penelitian dan diseminasi Balithi.Kegiatan Seminar proposal ROPP RODHP ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 15 sampai dengan 17 Januari 2020 dengan materi yang disajikan terdiri
    • Budidaya Sedap Malam

      03 Januari 2020
      Sedap malam cocok dibudidayakan pada tanah lempung (sawah) dengan elevasi dataran rendah sampai sedang (50 s/d 600 m dpl) serta tersedia air irigasi jika dibutuhkan terutama pada musim kemarau. Tempat penanaman harus terbuka dan tidak dinaungi oleh pepohonanBibit Berasal dari tanaman sedap malam yang telah berumur lebih dari 1 (satu tahun).  Ukuran (diameter) rata-rata 1,5 - 2,5 cm dan telah dikeringkan selama lebih kurang 2 -
    • Budidaya Mawar Potong

      23 Desember 2019
      Untuk mendapatkan hasil yang baik, budidaya mawar dilakukan di dalam rumah naungan tanaman. Rumah naungan ini biasa dibuat sebagai rumah kaca, rumah plastik yang sederhana dari bambu, kayu hingga yang berkerangka besi.Hal ini selain melindungi tanaman mawar dari curah hujan yang dapat mengakibatkan tanaman mudah terkena penyakit, juga menjaga mikroklimat lingkungan hidup tanaman ini seperti mempertahankan suhu lingkungan pada temperatur optimum
    • Wakil Ketua DPRD Ingin Tangsel Menjadi Kota Anggrek

      20 Desember 2019
      Bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias, Kepala Balithi Rudy Soehendi, Ph.D. menerima kunjungan wakil ketua DPRD Kota Telangerang Selatan Mustofa, S.Sos. beserta rengrengan Jumat 20 Desember 2019Dalam sambutannya Mustofa menyampaikan tujuan dilaksanakannya kunjungan ini adalah untuk mengetahui secara langsung apa saja yang ad di Balithi dan berharap Kota Tangerang Selatan dapat menjadi kota Anggrek. Diskusi yang
    • Partisipasi Balitbangtan Dalam Pekan Perlindungan Varietas Tanaman

      18 Desember 2019
      Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo menghadiri Pekan Perlindungan Varietas Tanaman yang diselenggarakan di Auditorium Kementerian Pertanian pada Rabu 18 Desember 2019.Dalam arahannya Dr. Syahrul menekankan akan pentingnya menjaga keberadaan varietas-varietas unggul terutama yang telah dihasilkan Kementerian Pertanian karena produk-produk Kementerian Pertanian berhubungan langsung dengan urusan hajat orang banyak.Dalam acara
    • Seminar Hasil Kegiatan Balithi

      12 Desember 2019
      Seminar hasil RPTP dan RDHP kegiatan 2019 dilaksanakan Kamis 12 Desember 2019 di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias.Hadir sebagai evaluator dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Dr. M. Prama Yufdy yang dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya seminar hasil dilaksanakan.Pada sesi presentasi kegiatan Diseminasi Dr. Prama Yufdy menyarankan agar kedepan dampak serta hasil kegiatan diseminasi agar lebih diperjelas dalam
    • Partisipasi Balithi Dalam Temu Teknis Proliga Cabai

      07 Desember 2019
      Balithi turut berpartisipasi dalam gelaran Bimtek dan Temu Lapang Teknologi dan Inovasi Proliga Cabai yang diselenggarakan di kampung Pasirmuncang Sukaraja Sukabumi Jumat 6 Desember 2019.Dalam gelaran tersebut Balithi menampilkan display produk tanaman hias dari mulai perbenihan hingga bunga yang siap dipasarkan.Dalam pembukaannya Kepala Badan Litbang Pertanian yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Sekretaris