TEMU-TEKNIS-PENGELOLA-PERPUSTAKAAN-LINGKUP-KEMENTERIAN-PERTANIAN

  • TEMU TEKNIS PENGELOLA PERPUSTAKAAN LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN

  • ditulis tgl : 23 Juni 2019, telah dibaca sebanyak : 196 kali

    Share On Twitter


    Kegiatan Temu Teknis Pengelola Perpustakaan Lingkup Kementerian Pertanian dilaksanakan di Hotel JW Marriot, Surabaya pada  tanggal 18-21 Juni 2019, diikuti oleh 102 peserta dari UK/UPT Lingkup Kementerian Pertanian dan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc.

    Makalah yang dibahas dalam kegiatan tersebut terdiri dari: (1) Membangun karakter pustakawan pertanian yang mandiri, kreatif dan inovatif menghadapi tantangan di era industri 4.0; (2) Peran strategis perpustakaan digital pertanian dalam menyebarkan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian; (3) Pemanfaatan Teknologi Digital (IoT, AI, Big Data, Cloud, Robotic dll) di perpustakaan; (4) Pengelolaan perpustakaan digital menggunakan aplikasi INLISLite dan (5) Aspek Kepegawaian Jabatan Fungsional Kementerian Pertanian.

    Rumusan yang dihasilkan dari kegiatan temu teknis pengelola perpustakaan lingkup kementerian pertanian tersebut terdiri dari:

    1. Semakin tingginya tuntutan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara (ASN) khususnya para pustakawan atau petugas perpustakaan tentunya harus diimbangi dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan perpustakaan. Perubahan-perubahan yang terus terjadi saat ini di era industri 4.0 tentunya harus disikapi secara bijak oleh para pustakawan dan perpustakaan. Pengembangan diri melalui self leadership skill akan mampu mendapatkan SDM yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni di bidangnya. 
    2. Untuk memberikan layanan yang prima, Pustakawan harus membangun citra positif profesinya dan tentunya tidak hanya memberikan kinerja terbaik tetapi harus excellent, bekerja cepat, fokus, dan berorientasi pada hasil. Pelayanan dilakukan dengan ikhlas agar menjadi berkah dan menjadi ladang pahala bagi pustakawan.
    3. Pustakawan harus mampu multitasking, selain melaksanakan tupoksi di bidang perpustakaan juga melakukan tugas lain agar semakin meningkat kompetensi dan bertambah pengetahuan. Pustakawan harus mampu menguasai teknologi informasi, memiliki kemampuan literasi informasi dan mampu menularkannya kepada pemustaka lainnya, serta mampu menggunakan sosial media untuk menciptakan komunikasi dua arah antara pemustaka dengan pustakawan di dunia maya.
    4. Sumber daya informasi lingkup Kementerian Pertanian merupakan aset yang strategis dan perlu disebarluaskan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal. Untuk itu Pustakawan harus dapat menjadi “leader” dalam menyebarluaskan informasi teknologi pertanian
    5. Perubahan teknologi terjadi begitu cepat yang berdampak pada perubahan di berbagai bidang, tak terkecuali perubahan paradigma perpustakaan yang memunculkan istilah disruptif yang memiliki makna bahwa perubahan terjadi tidak hanya pada cara atau proses bisnisnya tetapi juga pada fundamental bisnisnya yng berdampak 4D. Digitalisasi akan menjadi bagian sangat penting, sesuatu yang berkaitan dengan fisik akan menghilang, akan terjadi penurunan biaya produk dan layanan karena digitalisasi, dan semua orang dapat memperoleh dan mengakses informasi.
    6. Keberhasilan dalam menghadapi berbagai perubahan tersebut ditentukan oleh kemampuan pustakawan dalam menyikapi dan mengatasi tantangan disrupsi. Salah satunya dengan meningkatkan kompetensi.  Kompetensi yang harus dipersiapkan oleh pustakawan dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 adalah: perilaku dan nilai/values : inovatif, kritis dan spiritual, pengetahuan (knowledge) : digitalisasi dan komputerisai; kemampuan entrepreneurship: kemampuan dalam menggali potensi dan dapat memanfaatkan peluang; dan keterampilan (skills) : kolaboratif dan kerja tim (teamwork).
    7. Setiap pejabat fungsional memiliki beban kerja 1250 jam (waktu kerja efektif) setiap tahunnya. Dengan beban kerja tersebut telah ditentukan target angka kredit minimal yang harus dicapai pada setiap jenjang fungsional. 
    8. Beberapa Pustakawan memiliki kendala dalam kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi karena tidak tersedianya peta jabatan di instansinya. Begitu pula calon pustakawan yang sudah lulus uji kompetensi, belum bisa diangkat karena masalah yang sama. Untuk itu peta jabatan di setiap uk/upt perlu disesuaikan kembali.
    9. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian sebagai pembina Pustakawan lingkup Kementerian Pertanian harus membuat panduan penentuan peta jabatan pejabat fungsional Pustakawan untuk seluruh UK/UPT lingkup Kementerian Pertanian. Peta jabatan ke depan disusun berdasarkan kebutuhan organisasi.
    10. Perpustakaan adalah organisme hidup yang mengikuti perubahan masyarakat serta mengikuti perkembangan teknologi, seni, dan psikologi.  Dalam perkembangannya perpustakaan telah melalui 6 generasi yang ditandai dengan collection-centric, user-centric, experience, connection, makerspace, dan beyond. Dalam perkembangan generasi tersebut perpustakaan juga mengalami perubahan tipe perpustakaan yang diawali dari perpustakaan konvensional, perpustakaan terautomasi, perpustakaan hybrid, perpustakaan bookless, dan sampai ke perpustakaan digital. 
    11. Berkaitan dengan perpustakaan digital dan perpustakaan bookless, keberadaan database online menjadi sangat penting. Saat ini di Indonesia setiap kementerian/lembaga melanggan database online sesuai subjeknya. Dalam rangka efisiensi dan pemanfaatan resources bersama, Perpustakaan Nasional dapat memfasilitasi dalam pengadaannya, sehingga tidak terjadi duplikasi pembiayaan dalam pengadaan di setiap kementerian/lembaga. Hal ini akan menjadi lebih efisien dalam pemanfaatannya dan ada penghematan anggaran.
    12. Pengelolaan perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian beragam tergantung kapasitas sumber daya perpustakaan masing-masing unit kerja. Untuk itu perlu dilakukan penyeragaman pengelolaan perpustakaan, termasuk aplikasi yang digunakan dalam pengelolaan perpustakaan. Sebagai instansi pembina perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian, PUSTAKA berupaya meningkatkan kemampuan pustakawan dan menyeragamkan aplikasi perpustakaan dalam rangka pengintegrasian informasi lingkup Kementerian Pertanian.
    13. Dalam pengelolaan perpustakaan diusahakan ada sistem yang terintegrasi, yang mampu mengakomodir semua data informasi di masing masing perpustakaan. Salah satu aplikasi terintegrasi adalah INLISLite (Integrated Library System) yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI. Aplikasi ini selain merupakan katalog berbasis MARC, juga merupakan sarana bagi perpustakaan digital untuk mengelola koleksi fullteks dan multimedia.
    14. Pembinaan SDM untuk perpustakaan khusus supaya ditingkatkan kompetensinya dengan pelatihan dan bimbingan dari Perpusnas.
    15. Perpustakaan digital mempunyai peran strategis sebagai: 1) Knowledge / Information hub yang mempertemukan pengguna melalui streaming dan chat, 2) Presentasi (recorded/live), 3) Mediator, 4) User participation (Library data sharing by users, user-driven contents, user recommendation, user review), 5) perpustakaan sebagai residen dalam Media social, Connected Generation, Connected society, dan  Fungsi media social.
    16. Industry 4.0  ditandai dengan adanya cyber physical system yang mempunyai elemen-elemen seperti mobile devices, internet of things (iot) platforms, location detection technologies, advanced human-machine interfaces, authentication and fraud detection, robotics, smart sensors, big data analytics, multilevel customer interaction and customer profiling, augmented reality, dan cloud computing yang keberadaanya tidak bisa dihindari.
    17. Industri 4.0 juga mendorong adanya ledakan informasi  yang dapat dilihat dari pemanfaatan data melalui tweeter, RFID, kamera handphone, GPS, dan web. Ledakan informasi memperlihatkan belanja iklan digital, konsumsi waktu untuk media, pemanfaatan media digital dibandingkan tercetak yang semakin meningkat
    18. Perubahan teknologi ini mampu memacu inovasi dalam perpustakaan dan memikirkan kembali ruang perpustakaan. Perubahan tersebut meliputi proses belajar yang mulus, terjadinya kolaborasi, hubungan komunitas, dan partisipasi dalam pengetahuan.
    19. Fenomena perubahan perpustakaan ke media and digital asset management termasuk didalamnya Entreprise Content Management. Ini merupakan teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memelihara dan menyampaikan isi atau muatan dokumen dari konten yang terkait dengan proses organisasi. Digital dan media aset manajemen merupakan multi format, multi workflow, konten repositori yang mampu mendorong inovasi, transaksi, dan efisiensi operasional siklus asset digital dalam sebuah perusahaan. Digital asset management (DAM) dan Media Asset Management (MAM) dibedakan dalam hal MAM lebih fokus pengelolaan audio video sentris, sementara dam lebih ke dokumen teks serta foto (image). Penambahan nilai pengurangan biaya, optimasi workflow, revenue generasi baru, target konsistensi dan melibatkan pengalaman pelanggan.
    20. Layanan Perpustakaan Digital meliputi akses terintegrasi, penelusuran online, penyediaan informasi online, penelitian dan referensi, pinjam antar perpustakaan, dan pelatihan pengguna. Layanan ini memerlukan peran baru pustakawan sebagai kolaborator, pelatih, fasilitator, consultant informasi, pemecah masalah, proses bisnis, dan jejaring. 


  • BERITA TERKAIT
    • Seminar Proposal ROPP RODHP Balithi 2020

      16 Januari 2020
      Bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) diselenggarakan Seminar Proposal Rencana Operasional Penelitian Pertanian (ROPP) dan Rencana Operasional Diseminasi Hasil Penelitian (RODHP) Tahun Anggaran 2020 yang diikuti oleh seluruh penanggungjawab kegiatan penelitian dan diseminasi Balithi.Kegiatan Seminar proposal ROPP RODHP ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 15 sampai dengan 17 Januari 2020 dengan materi yang disajikan terdiri
    • Budidaya Sedap Malam

      03 Januari 2020
      Sedap malam cocok dibudidayakan pada tanah lempung (sawah) dengan elevasi dataran rendah sampai sedang (50 s/d 600 m dpl) serta tersedia air irigasi jika dibutuhkan terutama pada musim kemarau. Tempat penanaman harus terbuka dan tidak dinaungi oleh pepohonanBibit Berasal dari tanaman sedap malam yang telah berumur lebih dari 1 (satu tahun).  Ukuran (diameter) rata-rata 1,5 - 2,5 cm dan telah dikeringkan selama lebih kurang 2 -
    • Budidaya Mawar Potong

      23 Desember 2019
      Untuk mendapatkan hasil yang baik, budidaya mawar dilakukan di dalam rumah naungan tanaman. Rumah naungan ini biasa dibuat sebagai rumah kaca, rumah plastik yang sederhana dari bambu, kayu hingga yang berkerangka besi.Hal ini selain melindungi tanaman mawar dari curah hujan yang dapat mengakibatkan tanaman mudah terkena penyakit, juga menjaga mikroklimat lingkungan hidup tanaman ini seperti mempertahankan suhu lingkungan pada temperatur optimum
    • Wakil Ketua DPRD Ingin Tangsel Menjadi Kota Anggrek

      20 Desember 2019
      Bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias, Kepala Balithi Rudy Soehendi, Ph.D. menerima kunjungan wakil ketua DPRD Kota Telangerang Selatan Mustofa, S.Sos. beserta rengrengan Jumat 20 Desember 2019Dalam sambutannya Mustofa menyampaikan tujuan dilaksanakannya kunjungan ini adalah untuk mengetahui secara langsung apa saja yang ad di Balithi dan berharap Kota Tangerang Selatan dapat menjadi kota Anggrek. Diskusi yang
    • Partisipasi Balitbangtan Dalam Pekan Perlindungan Varietas Tanaman

      18 Desember 2019
      Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo menghadiri Pekan Perlindungan Varietas Tanaman yang diselenggarakan di Auditorium Kementerian Pertanian pada Rabu 18 Desember 2019.Dalam arahannya Dr. Syahrul menekankan akan pentingnya menjaga keberadaan varietas-varietas unggul terutama yang telah dihasilkan Kementerian Pertanian karena produk-produk Kementerian Pertanian berhubungan langsung dengan urusan hajat orang banyak.Dalam acara
    • Seminar Hasil Kegiatan Balithi

      12 Desember 2019
      Seminar hasil RPTP dan RDHP kegiatan 2019 dilaksanakan Kamis 12 Desember 2019 di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias.Hadir sebagai evaluator dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Dr. M. Prama Yufdy yang dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya seminar hasil dilaksanakan.Pada sesi presentasi kegiatan Diseminasi Dr. Prama Yufdy menyarankan agar kedepan dampak serta hasil kegiatan diseminasi agar lebih diperjelas dalam
    • Partisipasi Balithi Dalam Temu Teknis Proliga Cabai

      07 Desember 2019
      Balithi turut berpartisipasi dalam gelaran Bimtek dan Temu Lapang Teknologi dan Inovasi Proliga Cabai yang diselenggarakan di kampung Pasirmuncang Sukaraja Sukabumi Jumat 6 Desember 2019.Dalam gelaran tersebut Balithi menampilkan display produk tanaman hias dari mulai perbenihan hingga bunga yang siap dipasarkan.Dalam pembukaannya Kepala Badan Litbang Pertanian yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Sekretaris