MENGENAL KLASIFIKASI DAN DESKRIPSI BOTANI MONSTERA DELICIOSA LIEMB


Monstera deliciosa termasuk dalam Kingdom: Plantae, Divisi: Angiospermae, Subdivisi: Monocotiledonae, Ordo: Alismatales, Family: Araceae, Subfamili: Monsteroideae, Genus: Monstera, Species: Monstera deliciosa Liebm. 

Pada habitat aslinya tanaman Monstera dapat tumbuh sebagai tanaman autotrop atau epifit yang tumbuh menjalar berumpun atau merambat di bawah vegetasi hutan pada intensitas cahaya rendah atau ternaungi, dan tidak menyukai cahaya matahari langsung.

Tanaman tumbuh optimal pada lingkungan lembab,  tanah bertekstur liat berpasir, mengandung banyak bahan organik, drainase baik, dan berikilim tropis bebas dari frost.  Walau menyukai tempat yang lembab, tanaman ini termasuk agak toleran terhadap kekeringan, sangat sensitif terhadap salinitas dan suhu (Croat et al., 2010). 

Tanaman ini mempunyai dua tipe akar yang dapat keluar dari setiap buku batang; tanaman yang mempunyai akar bersifat geotrofi negatif, yaitu biasanya pendek dan berujung pada serabut akar yang mempunyai sifat adhesif.

Pada daerah seperti rawa-rawa, akar termodifikasi menjadi akar aerial yang dapat beradaptasi dalam kondisi tergenang dan berfungsi sebagai alat merambat pada pohon. Tanaman yang juga mempunyai akar bersifat geotrofi positif, yaitu memanjang sampai masuk ke dalam tanah, berfungsi untuk mengabsorpsi air dan nutrisi (Goncalvez & Temponi, 2004). Bentuk batang silindris berbuku.  Panjang internode berkisar antara 5 - 7 cm atau lebih  pada batang-batang yang muda, dengan tebal diameter mencapai 7 cm (French & Tomlinson, 1981). 

Tanaman M. deliciosa mempunyai daun berbentuk hati (ovate-cordate) dengan panjang helaian daun dapat mencapai 90 cm dan lebar 60 cm. Helaian daun berlobang dan tepi daun berbelah-belah (pinatifid), dengan ratio belahan dapat mencapai lebih dari jarak ke tulang daun. Perkembangan segmetasi pada helaian daun meningkat dengan berkembangnya daun menjadi dewasa (Gunawardena, 2008) Tangkai daun bersayap (winged type) pada daerah basal dengan duduk tangkai berseling (alternate).

Tanaman Monstera berbunga sempurna dengan bentuk tongkol (spadix) silindris, panjang mencapai 17-20 cm dengan ujung mengecil dan tumpul membulat.  Bunga betina tersusun berbaris (linear) dan melingkar (turbinate) sepanjang tongkol dan berlendir atau lengket bila masih muda.  Seludang (spathe) bertekstur seperti helaian kulit (coriaceous), tegak dan bentuk bulat lebar, panjang mencapai 20-25 cm dan lebar 15-17,5 cm,  warna kuning pucat, dengan basal menempel dan mengelilingi tongkol. Warna tangkai bunga (peduncle) hijau dengan panjang mencapai 10 - 15 cm dan tebal 2 cm. Tanaman Monstera akan berbunga untuk pertama kali setelah berumur 3 tahun.  Tanaman ini dapat berbunga sepanjang tahun, terutama bila lingkungan dengan kelembaban udara tinggi (Chouteau et al., 2009)

Secara alami tanaman ini berkembang biak secara generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan secara vegetatif merupakan teknik perkembangbiakan secara cepat dari tanaman ini.  Pada setiap internode di atas buku, terdapat mata tunas yang berpotensi tumbuh menjadi tunas dan percabangan baru serta membentuk sistem perakaran baru.

Pada kondisi alami tanaman ini menghasilkan biji yang fertil dari hasil penyerbukan yang diduga melalui bantuan serangga, sejenis lebah Trigona sp (Mayo et al., 1997).  Serbuk sari dari bunga merupakan sumber makanan bagi lebah Trigona, karena lebah ini tidak dapat mencerna karbohidrat.  

Serbuk sari dapat jatuh pada bunga lain yang receptive, sehingga terjadi penyerbukan.  Embrio yang terbentuk berkembang menjadi biji.  Bentuk buah berry lonjong, warna buah hijau dan memerlukan waktu lebih dari satu tahun sampai berubah menjadi hijau kekuningan dengan bintik ungu untuk masak dengan ukuran mencapai 1.5 cm dan tebal 0.75 cm (Spinola et al., 2015).  Biji yang sudah masak akan jatuh ke tanah dan berkecambah menjadi tanaman muda baru.(irm)

Rudy Soehendi, Kurniawan Budiarto, Nur Qomariah Hayati
Balai Penelitian Tanaman Hias.

SebelumnyaAplikasi Thin Cell Layer (TCL) dan Adenine Sulfat pada Perbanyakan Gerbera jamesonii Bolus secara In Vitro, Bag -2 (2/2)
SelanjutnyaAsal dan distribusi geografis Monstera deliciosa