TEKNOLOGI-PERBANYAKAN-ANYELIR-(DIANTHUS-CARYOPHYLLUS--L.)-SECARA-IN-VITRO-MELALUI-INISIASI-DAN-PROLIFERASI-TUNAS-ADVENTIF,-BAG.-2-(2/2)

  • TEKNOLOGI PERBANYAKAN ANYELIR (DIANTHUS CARYOPHYLLUS L.) SECARA IN VITRO MELALUI INISIASI DAN PROLIFERASI TUNAS ADVENTIF, BAG. 2 (2/2)

  • ditulis tgl : 12 Juni 2019, telah dibaca sebanyak : 348 kali

    Share On Twitter


    Tanaman donor yang digunakan adalah D. caryophyllus  ‘Maldives’ dalam bentuk stek tunas lateral yang berumur +- 6 bulan. Stek ditanam dalam polybag (diameter 20 cm) yang berisi campuran arang sekam dan humus (1:1, v/v) dan ditempatkan dalam rumah kaca.
    Tanaman donor dipelihara melalui melalui penyiraman dan pemupukan. Pupuk cair (2 g/l NPK 20:15:15) diaplikasikan setiap 3 hari sekali.
    Aplikasi pestisida untuk tujuan pengendalian hama dan penyakit diupayakan seminimal mungkin untuk mengurangi munculnya kontaminan, baik bakteri maupun jamur.
    Pemotongan tunas pucuk secara berulang dilakukan untuk mempertahankan tanaman tetap dalam vase pertumbuhan vegetatif. Tunas lateral dengan 2-3 daun dipanen dari tanaman induk dan digunakan sebagai sumber eksplan. 
      
    Tunas lateral yang dipanen diberi pra-perlakuan dengan 1% larutan sabun selama 10 menit sambil digojok, dibilas dengan air mengalir selama 30 menit. Selanjutnya eksplan disterilisasi dengan alkohol 70% selama 5 menit, 1% larutan natrium hipoklorit (NaOCl) selama 10 menit dan 2% NaOCl selama 5 menit, setelah itu dibilas dengan air destilasi steril 4-5 kali (@ 5 menit). Eksplan yang sudah steril selanjutnya ditiriskan dalam cawan petri steril dan siap digunakan. 
    Setelah sterilisasi, daun pertama (+- 1 cm, warna kuning kehijauan) yang masih muda diambil dan dipisahkan dari batang secara hati-hati menggunakan pinset dan pisau kultur.
    Daun kemudian dipotong secara memanjang menjadi dua bagian dan diambil bagian pangkalnya +- 0,5 cm. Daun dilukai dengan pisau kultur untuk meningkatkan potensi regenerasi sel membentuk kalus, selanjutnya ditanam dalam media inisiasi dengan posisi terbalik (van Altvorst et al., 1994; Perez-Tornero et al., 2000).  

    Inisiasi tunas adventif dilakukan dengan cara menanam potongan daun yang telah dipersiapkan pada medium MS yang ditambah dengan 0,1 mg/l BA dan 0,01 mg/l NAA, 30 g/l sukrosa dan 9 g/l agar Type 900. Kultur disimpan dalam ruang inkubasi di bawah kondisi terang dengan 16 jam fotoperiode di bawah lampu fluoresen dengan intensitas ~ 13 µmol/m2/s selama 6 minggu.
    Bakal tunas adventif mulai terbentuk +- 10 hari setelah kultur pada bagian pangkal potongan eksplan. 
    Jumlah dan ukuran tunas adventif makin bertambah dan terlihat jelas pada 14-16 hari setelah kultur. Tunas dengan 3-5 daun mudah diamati 6 minggu setelah kultur. 

    Perbanyakan tunas adventif dilakukan dengan cara memindahkan dan memecah eksplan dengan bakal tunas ke medium MS yang mengandung 0,1 mg/l BA dan 0,02 mg/l NAA, 30 g/l sukrosa dan 9 g/l agar Type 900. Kultur diinkunasi dengan kondisi inkubasi yang sama dengan tahap inisiasi selama 6 minggu. Subkultur tunas adventif dapat dilakukan 4 kali dengan periode subkultur setiap 6 minggu. Subkultur lebih dari 4 kali tidak disarankan karena dapat menurunkan kualitas tunas yang dihasilkan.  
         
    Penyiapan plantlets dilakukan dengan memilih dan menanam tunas yang tumbuh sehat dan vigor dengan 2-3 pasang daun dan 2-3 cm tinggi tunas pada medium ˝ MS yang ditambah 30 g/l sukrosa dan 9 g/l agar Type 900.  Kultur tunas diinkubasi pada kondisi yang sama seperti tahap sebelumnya. Bakal akar mulai terbentuk 5-7 hari setelah kultur. Jumlah dan panjang akar makin bertambah seiring dengan waktu inkubasi. Pada medium tersebut persentase pengakaran, jumlah akar dan panjang akar yang optimal dapat diamati 1 bulan setelah kultur. 

    Tunas berakar yang diperoleh setelah inkubasi selama 20 hari pada rnedia ˝ MS diambil secara hati-hati dari botol kultur, dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan agar yang melekat pada akar, kemudian direndam dalarn larutan Benlate 1% (50% benomil) selama 1 menit. Selanjutnya plantlet ditanam dalam pot plastik untuk semaian benih (ukuran 30 x 60 cm dengan 72 lubang) yang diisi dengan campuran humus dan arang sekam (1:1, v/v). Pot plastik selanjutnya ditutup dengan plastik transparan selama 7 hari pertama aklimatisasi. Plantlet diaklimatisasi diruang inkubasi selama 1 bulan dan dipindahkan ke polibag (diameter 20 cm) yang berisi media yang sama dan dipindahkan ke rumah kaca. 

    Teknologi perbanyakan D. caryophyllus  Maldives secara in vitro mulai tahap inisiasi hingga aklimatisasi berhasil dikembangkan dalam waktu +- 1,9 tahun.
    Titik kritis terdapat pada tahap inisiasi dan aklimatisasi plantlets. Potensi produksi benih dari 1 eksplan responsif akan menghasilkan 4-8 tunas. Jika rata-rata tunas yang dihasilkan adalah 5 tunas tiap subkultur, 4 kali subkultur dapat dilakukan, maka total tunas yang dihasilkan pada subkultur terakhir +- 3.000 tunas dari satu eksplan. 
    Jika persentase kegagalan aklimatisasi adalah 10%, maka 2.700 plantlets akan dihasilkan setelah 8 bulan. Teknologi ini berhasil diaplikasikan pada berbagai varietas anyelir hasil pemuliaan Balithi, seperti: Brenda, Laura dan Sitari.

    Potensi produksi benih yang dihasilkan dapat lebih tinggi atau lebih rendah tergantung dari respon varietas yang digunakan sebagai tanaman donor. Modifikasi komposisi medium inisiasi, proliferasi, khususnya konsentrasi ZPT (dinaikkan atau diturunkan) kadang diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan aplikasi teknologi ini dalam perbanyakan benih anyelir. Seleksi benih pada tiap tahap perbanyakan secara in vitro diperlukan untuk meningkatkan keseragaman benih yang dihasilkan.(irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Suryandhari Agrihorti, Krisan Potong Penghias Ruang dan Panggung

      04 Juni 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) *telah* berhasil melepas labih dari 70 varietas krisan bunga potong yang memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda pa setiap varietasnya.Suryandhari Agrihorti adalah salah satu varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan pada 2019 lalu, memiliki bunga tipe spray berbentuk ganda serta berwarna bunga pita kuning menjadikan Suryandhari Agrihorti ini sangat cocok untuk dijadikan
    • TANAM VARIETAS KRISAN BALITHI, PETANI MASIH TETAP RAUP KEUNTUNGAN

      27 Mei 2020
      Bukan sebuah rahasia lagi bahwa  pandemi covid 19 sangat berdampak ke beberapa sektor di negri ini , salah satunya adalah sektor pertanian. Semakin terbatasnya ruang untuk berkegiatan membuat sebagian petani memilih untuk mengurangi kegiatan mereka di luar rumah. Namun ditengah hebohnya pandemi covid 19, ternyata para petani bunga di Kabupaten Cianjur masih berproduksi, dan salah satu varietas yang diproduksi adalah varietas Balithi
    • KRISAN POT MULAI BERMEKARAN, PT CIGWA INDONESIA JAYA SEMAKIN BERWARNA

      19 Mei 2020
      Sejak ditanam pada tanggal 13 Maret lalu, ke lima varietas Krisan Pot milik Balithi yaitu Avanthe, Armita, Anindita, Zwena dan Naura mulai bermekaran di Green House milik PT Cigwa Indonesia Jaya. Ditengah pandemi Covid 19 yang masih melanda di Indonesia, kegiatan monitoring sejauh ini dilakukan secara jarak jauh. Namun pada kesempatan kali ini dengan tetap memperhatikan protocol keamanan dari pemerintah, tim dari Balithi mengunjungi langsung PT. Cigwa Indonesia
    • Clitoria ternatea, Etlingera elatior dan Euphorbia hirta Diminati Jepang

      11 April 2020
      Kamis (9/4) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melakukan tindak lanjut kerjasama dengan Hirata Corp Japan mengenai kolaborasi berkelanjutan pengembangan produk untuk dijadikan sebagai bahan pewarna makanan, kosmetik & perlengkapan mandi serta pemanfaatannya untuk farmasi.Salah satu produk yang ditawarkan untuk dikembangkan dalam usulan kerjasama tersebut adalah jenis tanaman hias endemik Indonesia yg  potensial
    • Video Conference, Metode Yang Diterapkan Balitbangtan dalam Penanggulagan covid-19

      10 April 2020
      Dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) turut menerapkan berbagai kebijakan dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 ini diantara dengan membagikan alat pelindung diru (APD) seperti pembagian hand sanitizer, hand soap dan disinfektan kepada masyarakat yang sebelumnya APD tersebut telah diuji terlebih dahulu di laboratorium Balitbangtan.Penerapan kebijakan lain yang dilakukan Balitbangtan
    • Perhatian Balitbangtan Terhadap Dunia Medis dalam Upaya Mencegah Penyebaran Covid19

      08 April 2020
      Salah satu upaya yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam mencegah penyebaran virus Corona (COVID19) yaitu dengan dilakukannya pemberian paket bantuan terhadap tenaga medis yang menangani pandemi Covid-19 pada Jumat (3/4/20).Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut kepada masing-masing perwakilan dari empat rumah sakit yang berada di wilayah Bogor, yakni RSUD Kota Bogor, RSUD
    • Balithi Dukung Program Pemberantasan Covid-19

      01 April 2020
      Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) sebagai salah satu lembaga yang berada dibawah naungan Kementerian Pertanian turut berperan aktif dalam melaksanakan arahan Pemerintah RI dalam menekan penyebaran virus Corona (Covid-19) diantaranya dengan melakukan program Bekerja Dari Rumah (Work From Home) dengan sistem bagi piket dikalangan karyawan, pembagian vitamin kepada seluruh karyawan untuk persediaan selama 30 hari, pembagian masker serta penempatan hand sanitizer di setiap ruang kerja