TEKNOLOGI-PERBANYAKAN-ANTHURIUM-(ANTHURIUM-ANDREANUM-LINDEN-EX-ANDRE)-SECARA-IN-VITRO-MELALUI-INISIASI-DAN-PROLIFERASI-TUNAS-ADVENTIF-BAG.-2-(2/2)

  • TEKNOLOGI PERBANYAKAN ANTHURIUM (ANTHURIUM ANDREANUM LINDEN EX ANDRE) SECARA IN VITRO MELALUI INISIASI DAN PROLIFERASI TUNAS ADVENTIF BAG. 2 (2/2)

  • ditulis tgl : 10 Juni 2019, telah dibaca sebanyak : 307 kali

    Share On Twitter


    Regenerasi tunas adventif dilakukan dengan cara memindahkan dan memecah ukuran kalus (jika ukuran +- 1 cm panjang, lebar dan tinggi) dan menanam kembali kalus tersebut pada media yang sama dengan media inisiasi. Kultur disimpan di bawah kondisi terang 12 jam fotoperiode di bawah lampu fluoresen dengan intensitas ~ 13 µmol/m2/s selama 2 bulan. Regenerasi kalus membentuk tunas adventif biasanya dimulai dengan munculnya bakal tunas 10-15 hari setelah kultur. Bakal tunas akan terus bertumbuh dan membentuk tunas dengan 1 daun 20-25 hari setelah kultur. 
    Jumlah tunas dan daun terus bertambah seiring dengan pertambahan waktu penyimpanan. Tunas dengan 2-3 daun diamati setelah 2 bulan penyimpanan. Sedangkan perbanyakan tunas dilakukan dengan memindahkan dan memecah ukuran kalus dengan bakal tunas + tunas pada medium WT atau NWT yang ditambah 0,5 mg/l TDZ, 0,25 mg/l BA, 0,01 mg/l NAA, 30 g/l sukrosa dan 2 g/l gelrite dan disimpan pada kondisi inkubasi yang sama selama +- 2 bulan. Pada tahap ini pertambahan jumlah tunas terus terjadi dengan kecepatan penggandaan yang bervariasi tergantung respon varietas. Subkultur kalus dengan tunas dapat dilakukan berulang setiap 2 bulan sekali hingga 5-8 kali. Subkultur disarankan untuk dihentikan saat tunas sudah mulai membentuk akar.
         
    Penyiapan plantlets dilakukan dengan memilih dan menanam tunas yang tumbuh sehat dan vigor dengan 2-3 daun ke medium WT atau NWT tanpa ZPT atau medium ˝ MS yang ditambah dengan 20 g/l sukrosa dan 7 g/l agar Swallow. Kultur tunas kemudian disimpan dalam kondisi terang 12 jam fotoperiode di bawah lampu fluoresen dengan intensitas ~ 13 µmol/m2/s selama +- 2 bulan. Akar umumnya mulai terbentuk 10-15 hari setelah kultur. Jumlah akar yang terbentuk per tunas berkisar antara 2-4 akar dengan panjang yang bervariasi setelah 2 bulan masa inkubasi. 

    Aklimatisasi plantlet dilakukan dengan mengeluarkan plantlet yang sehat dan tumbuh vigor dengan 2-3 daun dan 2-4 akar diambil dan dikeluarkan dari dalam botol kultur. Akar plantlets selanjutnya dibersihkan dari sisa-sisa agar dengan cara mencuci akar di bawah air mengalir. Akar plantlets kemudian direndam dalam 1% larutan pestisida (1% fungisida dan 1% bakterisida) selama 3 menit dan tiriskan di atas kertas koran atau tisu. Plantlets ditanam dalam bak-bak plastik yang berisi arang sekam yang telah dibasahi dan cukup dengan air. Tutup bak plastik dengan plastik transparan, letakkan di tempat yang agak teduh di rumah kaca/plastik selama 7-10 hari. Buka plastik dan biarkan tanaman tetap pada tempat teduh. Setelah 1,5-2 bulan masa aklimatisasi, tanaman dapat dipindah dalam polybag (diameter 10 cm) yang berisi media campuran arang sekam dan pupuk organik (1:1, v/v) atau arang sekam, sekam dan humus bambu/pupuk organik (1:1:1, v/v/v). Keberhasilan aklimatisasi berkisar antara 80-100%

    Teknologi perbanyakan A. andreanum secara in vitro melalui inisiasi dan proliferasi tunas adventif telah berhasil dikembangkan. Waktu yang dibutuhkan +- 2 tahun. Titik kritis teknologi terletak pada tahap inisiasi kalus dan munculnya kontaminasi laten yang disebabkan oleh bakteri. Potensi produksi benih dari 1 eksplan responsif akan menghasilkan 5-10 tunas. Jika rata-rata tunas yang dihasilkan adalah 5 tunas tiap subkultur, 5 kali subkultur dapat dilakukan, maka total tunas yang dihasilkan +- 15.000 tunas dari satu eksplan. Jika persentase kegagalan aklimatisasi adalah 10%, maka 13.500 plantlets akan dihasilkan setelah 16 bulan.
    Teknologi ini berhasil diaplikasikan pada A. andreanum  Carnaval, Casino, Laguna, Amigo, Midori, Klon-klon Balithi, Klon-klon hasil persilangan petani dan Anthurium lokal. 

    Potensi produksi benih yang dihasilkan dapat lebih tinggi atau lebih rendah tergantung dari respon varietas yang digunakan sebagai tanaman donor. Modifikasi komposisi medium inisiasi, regenerasi dan proliferasi, khususnya konsentrasi ZPT (dinaikkan atau diturunkan) dan penggunaan arang aktif kadang diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan aplikasi teknologi ini dalam perbanyakan benih anthurium. Seleksi benih pada tiap tahap perbanyakan secara in vitro diperlukan untuk meningkatkan keseragaman benih yang dihasilkan.(irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Mengenal Istilah-istilah yang Biasa Dipakai Dalam Dunia Teknologi Benih

      23 Agustus 2019
      Dalam dunia teknologi perbenihan dikenal berbagai istilah yang sudah biasa digunakan. Tetapi masih banyak kalangan yang belum mengetahui secara detail maksud dari istilah tersebut.Kali ini dibahas rincian atau deskripsi darivpenggunaan istilah-istilah dalam dunia perbenihan terutama yang menggunakan teknologi kultur jaringan tanaman.Aklimatisasi, aklimatisasi adalah proses adaptasi dan pemindahan tanaman hasil kultur in
    • Launching Inovasi Unggulan dan Penyerahan Royalti Kepada Inventor Balitbangtan

      22 Agustus 2019
      Bertempat di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Jl. Tentara Pelajar No. 2 Bogor Kamis 22 Agustus 2019 dilaksanakan Launching Inovasi Unggulan Balitbangtan.Mewakili Menteri Pertanian RI, Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. secara resmi membuka acara tersebut. Selain launching inovasi unggulan Balitbangtan pada kesempatan yang sama dilaksanakan pula penyerahan royalti secara simbolis kepada inventor Balitbangtan yang dilaksanakan
    • Varietas Krisan Kineta

      22 Agustus 2019
      Kineta termasuk salah satu varietas dari komoditas krisan yang telah dihasilkan Balai Penelitian Tanaman Hias, deskripsi varietas ini diantaranya memiliki tinggi Tanaman 95 - 97 cm,Bentuk penampang batang : bulat dengan jumlah ruas batang 36 - 41 ruas pertanaman.Jumlah kuntum bunga 19 - 27 kuntum dengan diameter kuntum bunga
    • Peringatan HUT RI ke74 dan HUT Balithi ke-25

      21 Agustus 2019
      Peringatan hari ulang tahun (HUT) Balithi ke-25 dilaksanakan di area Balithi pada tanggal 21 Agustus 2019.Perayaan dimeriahkan dengan lomba jalan santai yang diikuti oleh seluruh karyawan, siswa dan mahasiswa praktik, dharma wanita dan para pekarya kebun; pembagian doorprize dan hiburan lainnya.Dalam pembukaan lomba jalan santai, Kepala Balithi menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan semata-mata untuk mempererat tali
    • Penanaman Krisan

      21 Agustus 2019
      Untuk tanaman produksi bunga potong, bahan tanam berupa stek krisan berakar dapat ditanam pada lahan bedengan dengan jarak tanam 12,5 x 12,5 cm (kerapatan tanam 64 tanaman/m2),  setelah sebelumnya dibuat lobang tanam dengan menggunakan bambu atau kayu penugal, sedangkan untuk kebun tanaman induk produksi stek, stek berakar ditanam dengan kerapatan 25 hingga 40 tanaman/m2. Faktor kelembaban media tanam perlu mendapat perhatian dalam pertanaman
    • sosialisasi peningkatan SDM Perbenihan Tanaman Hias

      20 Agustus 2019
      Sosialisasi peningkatan Kompetensi SDM Dalam Mendukung Perbenihan tanaman hias berkualitas sesuai peraturan dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada hari selasa 20 Agustus 2019.Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Ir, Rudy Soehendi, MP., Ph.D., Prof(R). Dr. Budi Marwoto, MS., Evi Dwi Sulistya Nugroho, SP., MSi., para peneliti Balai Penelitian Tanaman Hias serta seluruh pengelola Unit Pengelolaan Benih
    • Launching Perpustakaan dan Aplikasi SILAK BALITBANGTAN

      18 Agustus 2019
      Menurut Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, disebutkan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesiona l dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Selanjutnya disebutkan pula bahwa Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah,